Cerita ini mengkisahkan seorang wanita cantik yang bekerja di sebuah perusahaan besar milik seorang pria terhormat,sesuatu terjadi pada kedua nya dan memaksa mereka untuk menikah dan mengikat sebuah status di antara mereka,namun keterpaksaan menikah di antara kedua nya membuat mereka yang dekat tinggal satu atap tapi berasa berjarak.
pernikahan ini, hanya mereka dan keluarga yang tahu,tak ada satu orang pun yang di perusahaan yang mengira mereka adalah suami istri,kira - kira seperti apa kisah Rara dan Rehan menjalani status suami istri mereka,Yuk di simak.
Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28 - Malam Penuh Bintang
Malam Hari.
Rara duduk di dalam kamar nya,ia duduk di bingkai jendela,mata nya menatap ke langit + langit kamar yang di penuhi bintang - bintang kecil. memikirkan nasib nya seperti apa kedepan nya, bagaimana dengan lamaran itu,bagaimana dengan kontrak pacaran,apa ke putusan Rehan setelah ibu nya memaksa nya untuk menikahi diri nya,itu lah yang di pikirkan Rara.
"Bukan ini,bukan ini yang aku mau,aku melakukan demi uang,dan hanya sebatas pacaran,aku tak mau menikah." Gumam Rara.
Tok
Tok
Tok
di tengah lamunan nya,pintu di ketuk dari luar,Rata mempersilakan siapa pun untuk masuk. Nenek lah yang menghampiri nya.
"Nenek!. Nenek belum tidur?." Rara berdiri menghampiri nenek nya.
"Kamu juga kenapa belum tidur?,Pasti mikirin lamaran orang tua nya Rehan ya?." Tanya Nenek balik.
Rara mengajak Nenek nya duduk di tepi tempat tidur nya bersama. "Iya Nek,Rara belum siap untuk menikah nek."Jawab Rara dengan wajah sedih nya.
"Kenapa?,Kamu kan sudah tubuh dewasa,umur kamu juga sudah 25 tahun,dulu nenek nikah nya umur 20 tahun."Ucap Nenek nya tersenyum sembari menepuk paha Rara.
"Lagian nenek lihat,Rehan itu anak yang baik dan juga bertanggung jawab,sekarang saja dia sendiri yang bekerja untuk orang tua nya,dia pasti bisa menjadi imam yang baik untuk kamu Rara."Ucap Nenek Lasmi lagi. Rara hanya terdiam mendengar ucapan nenek nya.
"Bukan kah lebih baik kalian menikah,dari pada lama - lama pacaran ,nanti jadi nya dosa,kalau suatu hari nenek bakal pergi,kan ada yang jagain kamu,nenek sudah lebih tenang."Ucap nenek.
"Nenek."
"Jangan ngomong begitu,Rara selalu berdoa semoga nenek panjang umur." Rara bersandar di pundak nenek nya,mengandeng tangan nenek nya itu.
"Iya - iya,sekarang kamu tidur lah,nenek juga sudah mau tidur."Ucap nenek Lasmi mengelus kepala cucu nya sebelum ia beranjak berdiri.
"Selamat malam nek!." Seru Rara sebelum nenek nya keluar dari kamar nya.
"Selamat malam."Balas Nenek.
Rara membanting tubuh nya telentang di atas tempat tidur,memandangi langit - langit kamar nya. "Bukan itu yang membuat Rara kepikiran Nek,Hubungan kami hanya lah sebatas bos dan atasan,status pacaran kami ini hanya settingan. semua tidak nyata,bagaimana mungkin aku menikah dengan dia ,sementara pernikahan bukan lah hal untuk di permainkan."Gumam Rara menghela nafas dengan berat.
Ingin rasa nya ia memberitahu yang sebenarnya pada nenek nya,tapi ia tak sanggup melihat kekecewaan di wajah nenek nya itu. ia pun hanya bisa memendam rasa nya sendiri,begitu di lema menunggu hari esok,mempertanyakan kepada Rehan bagaimana semua ini,ia pun bermaksud ingin membatalkan semua perjanjian dengan Rehan agar pernikahan ini tak perlu terjadi.
Malam ini ia benar - benar tak bisa tidur, begitu sulit ia memejamkan mata nya,padahal besok ia harus kembali bekerja.
•••
Matahari mulai menyapa,ia terkejut saat melihat jam di dinding yang sudah siang,ia bahkan belum menyiapkan sarapan,ia lekas keluar dengan masih mengenakan pakaian tidur. ia melihat nenek nya sedang menunggu masakan Mateng.
"Nenek!,Kenapa nenek memasak,nanti Nenek kelelahan bagaimana." Ucap Rara cemas.
"Tidak apa - apa,nenek juga rindu memasak,Nenek lihat kamu masih asik tidur,makanya nenek masakan sendiri saja,tidak sering - sering kok."Jawab nenek Lasmi,agar Rara tidak perlu khawatir.
"Mandi lah sana,nak Rehan sudah datang,di depan sama Yogi."Ucap Nenek dan seketika mata Rara membulat terkejut.
"Iya Nek,Rara mandi dulu nek."Ucap Rara dengan cepat ia kembali masuk ke kamarnya,mengambil handuk nya dan masuk ke kamar mandi,Nenek Lasmi yang melihat tersenyum mengeleng - gelengkan kepala. ia tahu cucu nya sedang galau,karena tidak biasa nya Rara bangun kesiangan seperti sekarang ini.