NovelToon NovelToon
Oh, My Queen!

Oh, My Queen!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 5
Nama Author: Dydy_ailee

Ini adalah karya ke-4 ku, yang mana merupakan sekuel dari JATUH CINTA SAMA DUDA


Ini kisah cinta tentang Kyra Queensha Dirgantara atau yang biasa di sapa Queen. Pertemuan pertamanya dengan seorang anak laki-laki bernama Raja Narendra Pradana Wijaya. Anak, sekaligus cucu seorang konglomerat. Mereka bertemu disaat Raja berusia 12 tahun dan Queen berusia 7 tahun. Hingga waktu pun berlalu begitu cepat, sebuah persahabatan kecil, rupanya menumbuhkan perasaan cinta di hati keduanya ketika mereka mulai remaja. Meskipun terbentang antar benua, namun tak menyurutkan cinta keduanya. Sampai pada akhirnya Queen mendapat kabar dari negeri seberang, bahwa Raja telah tiada. Kabar itu membuat Queen sangat sedih dan hancur. Namun dengan sabar dan penuh harap, ia selalu menanti kehadiran Raja. Hati kecilnya selalu mengatakan bahwa Raja masih hidup.


Lalu, bagaimanakah kisah cinta Queen tanpa Raja? apakah Queen akan melupakan cinta masa lalunya dan membuka hati untuk pria lain?

Inilah sekuel dari JATUH CINTA SAMA DUDA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dydy_ailee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 Rasa Yang Sama

Hari demi hari pun berlalu. Ia begitu sibuk mempersiapkan presentasi tugas dari Nathan. Dan ini adalah hari dimana presentasi tugas dari Nathan. Hari ini Nathan pun berangkat ke kampus. Ia sadar setelah ini ia akan pergi ke London. Entah kenapa hari ini seperti terasa berat untuknya. Sepanjang perjalanan entah kemana fokus pikiran Nathan. Sampai pada akhirmya di tengah jalan ia melihat sebuah mobil yang sedang berhenti dan sepertinya sedang mogok. Tampak seorang pria membuka kap mesin mobil dan berusaha memperbaikinya. Nathan yang melihat hal itupun segera menghentikan motornya.

''Permisi tuan, ada yang bisa saya bantu?'' tanya Nathan pada seseorang itu. Dia adalah Arka.

''Oh ya. Ini sepertinya mobil saya mogok dan saya tidak terlalu paham mesin.'' Ucap Arka. Sejenak Arka menatap wajah Nathan. Memperhatikan Nathan dari ujung kaki sampai ke ujung kepala.

''Kenapa mirip sekali dengan Raja? tapi tidak mungkin juga,'' gumam Arka.

''Dekat sini ada bengkel, biar saya panggilkan montirnya kesini saja ya, tuan.''

''Baiklah.''

''Kalau begitu anda tunggu disini sebentar.'' Ucap Nathan yang segera berlalu menuju bengkel. Tak lama kemudian Nathan kembali dengan membonceng seorang montir.

''Pak tolong di bantu ya.''

''Siap, Mas!" kata montir itu.

''Tuan maafkan saya kalau saya harus pergi. Saya harus berangkat bekerja.''

''Iya tidak apa-apa. Terima kasih ya sudah membantu.''

''Sama-sama, Tuan. Permisi.'' Pamit Nathan sembari melajukan motornya menuju kampus.

Sementara Queen dan Virgo sedang dalam perjalanan menuju kampus.

''Virgo, kayaknya kamu nggak perlu lagi deh antar jamput aku. Semua di kampus pada gosipin kita.''

''Apa itu membuat kamu tidak nyaman?''

''Sejujurnya iya. Aku lebih nyaman berangkat dengan Pak Imron. Sebaiknya kamu tidak usah repot-repot lagi mengantar jemput aku. Aku baik-baik saja. Aku akan bilang sama Papa dan Mama supaya kamu nggak usah repot-repot lagi.''

''Tapi Queen, aku senang melakukannya. Aku tidak merasa di repotkan.''

''Tapi aku tidak nyaman berada di dekat kamu. Kamu membuatku selalu takut. Lebih baik hari ini kita selesaikan presentasi kita. Hukuman kamu juga sudah berakhir.''

''Apa ada orang lain di hati kamu?''

''Tidak ada!" jawab Queen dengan tegas.

''Atau kamu sudah menemukan dia?''

''Tidak juga, Virgo! Tolong hargai keputusan ku.'' Ucap Queen dengan suara meninggi.

-

Sesampainya di kampus, mereka segera menuju kelas. Dan presentasi pun di mulai. Semua presentasi hari ini pun berjalan lancar dan presentasi Virgo pun mengagumkan. Dan berkat hari ini Virgo mulai banyak penggemar. Karena bukan hanya tampan tapi juga pintar. Queen juga sangat puas dengan presentasi Virgo, bahkan ia tampak seperti orang berbeda. Virgo juga senang karena bisa menunjukkan sisi baiknya pada seseorang. Jam kelas Nathan pun usai, Nathan pun puas dengan hasil semua presentasi mahasiswanya. Kini Queen bersama Virgo, Mona dan Nina sedang berada di kantin.

''Thanks ya, Vir. Presentasi elo keren dan mendetail banget. Bahkan Pak Nathan pun puas dengan kerja keras kita.'' Kata Mona.

''Iya lho akhirnya gue sadar lagi kalau Virgo memang keren,'' timpal Nina.

''Baru sadar kalian? Atau kemarin khilaf nggak lihat gue sama sekali. Apa-apa Pak Nathan, semua Pak Nathan, pusing gue dengernya.'' Ucap Virgo dengan kesal.

''Virgo!" suara seseorang membuat Virgo menoleh ke arahnya.

''Laura!" gumam Virgo.

''Siapa sih?'' gumam Queen. Laura pun mendekat ke arah mereka.

''Hai semua!'' sapa Laura.

''Elo siapa?'' tanya Nina.

''Kalian masak lupa sama aku. Aku Laura.''

''Laura? serius ini Laura?'' ucap Queen dengan rasa terkejut.

''Iya, ini aku.''

''Laura si kaca mata tebal dan rambut kepang itu?'' kata Mona.

''Iya itu aku.''

''Ya ampun. Kamu berubah banget, La. Kamu cantik banget lho.'' Kata Queen yang kagum dengan perubahan Laura dari cupu terlihat seperti ratu.

''Kamu cantik banget. Fashionable banget.'' Kata Mona.

''Cantik sih, tapi kayak tante-tante. Aku lebih suka kamu, Queen. Kamu natural tanpa make up tebal sudah terlihat cantik.'' Ceplos Virgo.

''Aku berubah pun kamu tidak pernah melihatku, Virgo. Aku kuliah disini karena ingin melihatmu lagi.'' Gumam Laura dalam hati.

''Virgo! Nggak seharusnya kamu bicara seperti itu. Itu nyakitin Laura. Dulu Laura juga cantik kok dan sekarang makin cantik. Ayo duduk sama kita,'' kata Queen.

''Kamu kuliah disini La?'' tanya Mona.

''Iya, Mon. Aku ambil jurusan fashion designer.''

''Pantas saja kamu makin kece badai,'' puji Mona.

''Seneng banget bisa ketemu kamu lagi. Kamu kenapa baru muncul?'' tanya Queen.

''Iya nih. Soalnya kelas kita kan juga jauh banget jalannya dan aku juga baru aka nyelesein tugas desain aku. Jadinya sibuk banget.''

''Sumpah deh, La. Kami glow up banget.'' Kata Nina.

''Dari dulu juga udah glow up kali, mungkin sekarang Laura pingin berubah aja. Apalagi kan sekarang mahasiswa dan pastinya banyak cowok-cowok keren. Iya nggak?'' kata Queen.

''Bisa aja kamu, Queen.''

''Virgo gimana kabar kamu?'' tanya Laura.

''Aku baik sama seperti yang kamu lihat.'' Jawab Virgo dengan cuek. Tiba-tiba suara ponsel Queen berbunyi tanda pesan masuk.

''Kak Nathan.'' Gumam Queen dalam hati.

-Queen, aku ingin bertemu. Aku tunggu kamu di danau.-

"Eh sorry, gue ke toilet dulu ya. Sakit perut." Ucap Queen sembari berlalu. Queen pun segera berlari menuju danau. Dengan nafas terengah ia melihat Nathan dari kejauhan.

"Kak, ada apa? Ini aku, Queen." Mendengar suara Queen, Nathan kemudian menoleh ke arah Queen.

"Aku akan pergi ke London." Ucap Nathan yang membuat hati Queen tiba-tiba terasa sedih.

"London? Untuk apa? Ke-kenapa mendadak?"

"Aku ingin memeriksakan kondisiku disana. Aku tidak tahu kenapa aku harus berpamitan padamu.''

''Lalu kapan akan kembali?''

''Tidak tahu. Aku belum bisa memastikannya.''

''Kak, bisakah menundanya?''

''Kenapa?''

''Aku tidak tahu. Aku ingin kakak disini lebih lama lagi. Aku tidak tahu bagaimana perasaanku sekarang.'' Ucap Queen dengan mata berkaca-kaca. Nathan lalu menangkupkan tangannya di wajah Queen.

''Kenapa matamu berkaca-kaca?''

''Tidak! Aku hanya kelilipan saja,'' bantah Queen namun ternyata bulir air mata itu lolos dan membahasi pipinya. Nathan kemudian memejamkan matanya dan mengecup kening Queen. Kali ini Nathan menahannya cukup lama. Jantung Queen ingin sekali meledak saat Nathan mengecup keningnya.

''Jangan pergi!" ucap Queen dengan lirih. Mendengar ucapan Queen, Nathan melepaskan kecupannya. Ia kemudian memeluk Queen dengan sangat erat.

''Aku tidak tahu perasaan apa ini. Baru kali ini aku merasakan rasa seperti ini. Aku juga tidak tahu kenapa harus kamu? Tiga tahun aku disini tapi kenapa kamu? Aku merasa kalau kita sebelumnya seperti sudah saling mengenal.''

''Kak, apa aku salah jika aku menyukaimu? Aku tidak ingin menghianatinya tapi aku tidak bisa menahan perasaanku.''

''Tunggulah aku kembali.''

''Tapi sampai kapan? Aku takut Kakak tidak pernah kembali seperti dia.''

''Aku pasti kembali. Tunggulah aku.'' Pelukan itu semakin erat dan Queen terus terisak dalam pelukan Nathan. Hati Nathan juga merasakan rasa yang sama dengan yang Queen rasakan.

''Kenapa aku juga berat meninggalkan kamu? Tapi aku harus pergi.'' Gumam Nathan dalam hati.

Bersambung.....

1
Dahlia Anwar
engga bisa move on dari kisah mereka
Dahlia Anwar
ikut nangis aku
Dahlia Anwar
🥰🥰🥰🥰 engga bisa berkata kata
Dahlia Anwar
🤪🤪🥰🥰😘😘😘
Dahlia Anwar
sellu yang terbaik
Dahlia Anwar
cerita nya keren
Dahlia Anwar
keren banget
Dahlia Anwar
keren banget
Dahlia Anwar
hadir lagi Thor kangen Ama queen
Dahlia Anwar: apa lagi papa mama nya Dira and Keenan cerita yang luar biasa.
total 2 replies
Miss Kece
Hadeuuh jadi cewek kok bego dan cengeng quin
mamah cantikk
trs perusahaan yg d indo sp yg pegang thor
mamah cantikk
bukannya punya kampus ya thor tmpt dira dlu kuliah
mamah cantikk
laura salah nyari musuh, udh d baikin ngelunjak
mamah cantikk
jd mls klo ada si virgo
CIVIA 💞💖🌹🥰
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
CIVIA 💞💖🌹🥰
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
CIVIA 💞💖🌹🥰
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
CIVIA 💞💖🌹🥰
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
CIVIA 💞💖🌹🥰
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Alya Safira
keren bgt..bagus..romantis... dan persahabatan tulus...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!