Tak pernah terbersit difikiran Adell jika dia akan memiliki Boss berkelakuan minus, yang membuatnya harus terus mengusap dada.
Namun tak pernah sedikitpun ia menyerah, sampai suatu saat Boss minusnya itu mengajaknya menikah dan melamarnya tanpa persetujuan darinya.
Hati adell masih terpaut akan kisah masa lalu yang membuat nya patah hati.
Adell mencintai sahabat nya Daffa, namun cinta nya bertepuk sebelah tangan, Daffa tak pernah mencintai nya sedikitpun.
Berbekal tekad untuk move on dari yang membuatnya patah hati, Adell menerima lamaran sang Boss dengan syarat pernikahan ini hanya kontrak hitam diatas putih.
Disaat Adell mulai terbuka hatinya untuk menerima cinta kembali.
Cinta masa lalu datang kembali
membawanya pergi, menggoyahkan perasaan dan hubungannya.
Akankah Adell bertahan dengan pernikahannya ??
Atau Adell akan kembali meraih cinta dimasa lalu nya yang ia mimpikan ??
semua takdir berada ditangannya, semoga takdir apapun itu, menjadi yang terbaik untuk Adell.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rainbowdash, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 28
Suara seorang wanita dari belakang mengejutkan Daffa "Ga segampang itu memisahkan mereka,"
Dafa menengok ke arah wanita itu,menatap nya aneh dan ragu.
"Maaf anda siapa ?" Tanya Daffa.
Wanita yang terlihat elegan itu menghampiri Daffa. "Tidak perlu tahu siapa saya,tapi masalah kita sama,"Jawabnya.
Daffa semakin tak mengerti apa yang yang dimaksud wanita ini.
"Saya Karina,"Ucap wanita itu menyebutkan nama nya,dan mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Daffa.
Daffa membalas jabatan tangannya.
"Dafa," Jawabnya singkat.
"Boleh kita bicara sebentar,kita bicara ditempat yang nyaman,"Ajak Karina.
Entah apa yang akan mereka bicarakan,namun sepertinya ada sesuatu di antara mereka.
_
Setibanya di apartemen, Adell menawarkan Erland untuk makan."Mas,mau makan apa ??"Tanya nya.
Erland melepaskan dasi dan menaruh tasnya dikursi."Mau mandi dulu saja,apapun yang kamu masak,mas makan ko,"
Adell menjawab sambil merapikan tas dan dasi Erland," Oh.. oke mas,"
Adell pun memasang celemek dan mulai memasak untuk Erland,sekitar 30 menit kemudian, Adell selesai memasak, Erland juga telah rapi dari mandinya.
Hidung mancung nya mengendus wewangian dari arah dapur,"Hmmm.. wangi banget,masak apa dell ?" Tanya Erland.
"Maaf ya mas,aku cuma bikin mi goreng telur,bahannya kurang, hehehe.." Ucap Adell terkekeh.
"Gapapa Adell,mas seneng ko,Ya udah ayo kita makan,"Ajaknya.
"Ah ngga mas,aku mau mandi dulu ya??" Pintanya.
Erland merengut "Yahh,, masa mas makan sendirian ??"Protesnya.
Adell menimbang sebentar "Ya udah,aku temenin ya,,"
"Kamu juga ikut makan,"
"Iya deh.."
Adell menemani Erland makan malam,terlihat Erland sangat lahap,mungkin karena waktu yang sangat sibuk membuatnya lupa untuk merasakan masakan rumah.
"Makannya pelan mas, nanti kamu keselek," Titah Adell.
Erland mulai tersedak, Adell pun segera memberikannya minum.
"Aku bilang apa ???"
"Maaf dell, masakan kamu enak sih," jawabnya membuat Adell terkekeh.
Adell yang telah selesai makan,berpamitan pada Erland untuk mandi.
"Mas,aku mandi ya,badan ku lengket,"
"Iya .. makasih ya,"
"Iya," Adell beranjak dari duduknya dan mulai kekamar mandi.
Sebenarnya Adell masih teringat ucapan Daffa tempo hari,namun perasaannya pada Daffa telah hilang,dan terganti dengan perasaannya pada Erland.
Adell mulai menyukai,bukan !! Tapi mencintai.
"Apa benar perasaanku ini cinta,atau hanya mengagumi ?? Dari mana aku harus mencari tahu ??" Batinnya ditengah guyuran air hangat dari shower.
Erland pun memikirkan hal yang sama,ia juga teringat perkataan Daffa tadi siang, mana mungkin ia melepaskan Adell untuk Daffa?? Itu membuat hatinya terasa sakit, ia berfikir saat ini dirinya menyayangi Adell.
_
Pagi ini di mulai dengan beraktifitas seperti biasa,secercah harapan untuk hubungan kedua nya untuk menjadi lebih baik.
Erland tengah merapikan ujung baju lengannya "Dell,dell," Panggilnya.
Adell menghampiri Erland,ia juga telah rapi dengan pakaian kerjanya.
"Kenapa mas ?" Tanya Adell.
Erland tengah kesulitan memasang dasi "Mas ko pasang dasi dari tadi ga bisa bisa ya ??"
"Masa ,? Biasanya juga sendiri,"
"Sini aku bantuin," Lanjutnya.
Adell membantu Erland merapikan dasi, entah kenapa hari ini Erland tak bisa memakai dasi sendiri, tubuh Erland jauh lebih tinggi dari Adell, maka dari itu Adell harus sedikit berjinjit untuk menyesuaikan tingginya.
Tapi, Erland malah membongkokan badannya,menyamai tinggi badannya dengan Adell.
Pemandangan itu membuat wajah mereka terasa begitu dekat,bahkan hembusan nafas nya pun terasa.
Keadaan itu membuat Adell menjadi salah tingkah,berkali kali ia menelan ludah.
Erland pun begitu,ia juga menjadi salah tingkah melihat wajah Adell yang manis sedekat itu,namun Erland terus memandangi wajah Adell.
Wajah mereka semakin dekat,entah sejak kapan, bibir mereka mulai beradu.
Adell tak mencegah apalagi menolak,ia terbawa suasana dan juga perasaannya.
"Ehm.. maaf dell, mas kelepasan," Ucap Erland kaku.
"Ehm.. gapapa mas,u,udah selesai" Adell tak kalah gugup,wajahnya memerah bak kepiting rebus.
"Oh,, ehm.. makasih dell,"
Adell mengangguk kaku, mereka pun segera berangkat,karena hari semakin siang.
_
"Adell,"Panggil Mia.
Siapa lagi yang suka mengganggunya setiap hari selain Mia.
Mata adell tak bergeming menatap layar monitor "Apa mi ??" Tanya Adell.
Dengan nada lesu "Capek dell, pusing banyak kerjaan," Keluhnya.
"Dih ,, memang udah kerjaan kamu mi,"
"Bantuin Adell,"Pintanya memaksa .
"Idih ,, minta bantuan sama Rio sana" Ledek adell.
"Aaaaahhh Adell, paan si Rio mulu" Mia terus mengeluh dan protes.
"Hihihi...Udah kerjain kalo gak mau minta bantuan Rio."
"Iya deh,yang udah jadi ibu bos mah beda," Sindir nya namun tetap bercanda.
"Udah ah, aku mau ngasih laporan dulu ke bos," Pamit Adell.
"Ngasih laporan sapa setor muka ??" Ejek Mia.
"Enak aja,laporan tau," Jawab Adell menepuk tangan Mia.
Mereka asyik tertawa, Adell pun berjalan keruangan Erland untuk memberikan laporan.
Ceklek !!
Adell membuka pintu ruangan Erland,namun Adell terpaku melihat pemandangan yang membuatnya entah harus bagaimana..
_
"Permisi mbak Mia,ada titipan buat mbak," Ucap seorang ob,membawa se buket bunga mawar putih.
"Dari siapa ya ?" Tanya Mia ragu.
"Saya gak tau mbak, saya cuma disuruh aja kasih ini ke mbak sama kurirnya,"
"Oh,, ya udah, makasih ya" Ucap Mia.
"Sama²mbak," Mia melihat note yang berada di tengah bunga,berharap ada nama si pengirim.
"Selamat pagi, kamu cantik hari ini, jangan lupa tersenyum," Isi dari note itu membuat Mia tersipu sendiri.
Namun tak ada nama siapa pengirimnya,seperti secret admirer.
mksih😘