NovelToon NovelToon
Cinta Dalam Pernikahan Kontrak

Cinta Dalam Pernikahan Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: umi whiby

ini menceritakan tentang kisah radiska dan Arvin yang terjerat oleh pernikahan kontrak.

namun siapa sangka cinta itu tumbuh dalam pernikahan kontrak mereka.😊😊

warning!!
cerita ini mengandung adegan dewasa!! mohon bijak dalam membaca ya guys

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon umi whiby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panik

Shaka mengistirahatkan tubuhnya kebahu kasur dengan mata yang masih terbuka. Bayangkan wajah Adis menari-nari dipikirannya. Semenjak dia menghindari istrinya selama sebulan ini, selama itu juga ia merasakan perasaan aneh. Ia merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidupnya, merasa bersalah dan takut.

Arvin mengusap wajah nya kasar. Niat nya menghindari Adis hanya karena takut Adis memiliki perasaan lebih terhadap nya. Namun salah, wanita itu biasa saja dan tidak pernah merasakan apapun. Lagian apa yang diharapkan Arvin? Toh dari awal pernikahan ini hanya untuk kepentingannya semata.

Arvin melihat begitu banyak ketulusan diwajah Adis untuk keluarga nya, tapi tidak dengan dirinya. Bahkan dirinya belum pernah menjenguk ibu mertua nya sama sekali, bagaimana keadaan wanita paruh baya itu disana. Ia mengambil kebahagiaan keluarga mereka hanya untuk kebahagiaan keluarganya, sungguh Arvin merasa sangat bersalah.

Arvin bangkit dari tempat tidur ya lalu membersihkan badannya. Ia merasa punya kewajiban untuk menjenguk ibu mertuanya. Lagian apa yang akan dikatakan gadis itu pada bundanya? Kasihan! Arvin benar-benar memberikan beban berat dipundak gadis itu.

“Vin! Kau mau kemana?” tanya Daddy yang masih duduk disofa ruang tamu.

“Aku mau pergi kerumah mertuaku dad, istriku disana.” Ucap Arvin tanpa sadar. Selama ini dia tidak menganggap Adis sebagai istrinya, ia hanya menganggapnya sebagai sumber kebahagiaan ibunya.

“Duduklah disini, ada yang ingin Daddy tanyakan.”

Mau tak mau Arvin duduk dikursi sebelah Daddy nya. Sudah lama mereka tidak pernah meluangkan waktu bersama.

“dalam kehidupan ini apa yang kau cari?” tanya Daddy dengan suara bersahabat. Tidak ada wajah datar seorang tuan besar Willson, yang ada hanya ayah yang sedang menanyakan pada putrinya.

Arvin menatap wajah ayahnya yang masih terlihat segar diusianya yang sudah tidak muda lagi. Arvin terdiam, ia tak tau ingin menjawab apa. Kebahagiaan? Harusnya dia sudah bahagia dengan apa yang dia miliki saat ini.

“Apa kau tidak merasa lelah dengan kehidupan mu?” tanya Daddy seperti nya pria paruh baya itu mengetahui semua apa yang terjadi pada putrinya, “kau tau? Daddy menentang perjodohan yang dibuat oleh kedua orangtua Daddy hanya untuk memperjuangkan wanita yang sangat Daddy cintai? Padahal Daddy tau wanita itulah yang telah menyelamatkan kedua orang tua ku dari maut yang membahayakan!” ucap Daddy mengenang masa lalunya.

“Daddy merasa berhutang Budi dengan gadis itu, tapi Daddy mencintai ibumu. Daddy menentang semua yang diinginkan oleh Oma mu hanya untuk wanita yang kucintai, aku memang berhutang budi dengan wanita itu, tapi aku memiliki kewajiban untuk membayar, tapi tidak untuk menikahi nya. Kau tau apa yang akan terjadi jika aku menikahi wanita itu dan menyingkirkan ibumu dari hidupku? Pantang bagiku mempermainkan wanita! Aku sangat menghormati ibuku, begitu juga dengan semua wanita. Derajat mereka sama dimataku.”

Arvin terdiam mendengar perkataan Daddy, ada rasa getir di hatinya. Arvin dapat melihat begitu banyak cinta dihati ayahnya itu, begitu ayahnya sangat mencintai dan menghormati ibunya. Berbeda jauh dengan dirinya yang selalu menganggap uang adalah segalanya. Demi keegoisan nya ia merenggut kebahagiaan gadis tak bersalah dalam kehidupannya.

“Daddy berharap kau mengerti dengan apa yang Daddy katakan. Jangan sampai kau menyesal dikemudian hari.”

Setelah mengatakan itu Daddy bangkit meninggalkan Arvin dengan semua pikiran-pikiran yang menarik baru dibenak nya.

“Aku memang egois,” lirih Arvin menghela nafasnya berat. Kemudian ia bangkit untuk menyusul istrinya dikediaman orangtuanya.

Tak berselang lama Arvin sampai dirumah kontrakan kecil milik istrinya. Ia ragu untuk masuk, namun tak lama ia melihat pintu rumah itu terbuka dan nampaklah wanita paruh baya ditengah pintu.

Bunda tersenyum hangat menyambut kedatangan anak menantunya, padahal Arvin sama sekali tidak memberitahu kalau ia akan datang. Arvin keluar dari mobil kesayangannya lalu berjalan menghampiri wanita itu.

“assalamualaykum bunda.” Ucap Arvin mencium punggung tangan bunda.

Nampak wanita paruh baya itu tersenyum bahagia, ia mengusap kepala Arvin dengan sayang. “Masuklah nak! Mengapa menunggu didepan terlalu lama?” tanya bunda.

“Maaf Bun, aku pikir kalau semua sudah tidur.” Jawab Arvin tersenyum simpul, “mengapa bunda belum tidur?” tanya Arvin merasa bersalah mengganggu malam-malam.

“Bunda tidak bisa tidur nak, istrimu sedang demam makanya bunda menemaninya.”

Arvin yang tak tau sama sekali dengan kondisi istrinya merasa bersalah, “bukannya tadi dia baik-baik saja Bun?”

Bunda tersenyum lalu membawa Arvin duduk, “Adis memang begitu nak, kalau terlalu lelah dia akan sakit. Dia memang selalu menyembunyikan sakitnya. “Oh ya, kamu mengapa malam-malam kesini nak? Bukannya tadi Adis bilang kau kamu sedang sibuk ada pekerjaan diluar kota?” tanya bunda polos.

Arvin hanya bisa tersenyum getir, kasihan sekali gadis itu, ia harus berulang ulang kali membohongi ibunya sendiri.

“Tidak jadi bunda, sudah ada sekertaris ku yang mewakili.” Ucap Arvin berbong, ia melihat kesana kemari menebak dimana kamar istrinya.

Bunda yang paham dengan apa yang Arvin cari langsung mengarahkan nya, “kalau begitu kamu bisa istirahat di kemar istrimu.” Ucap bunda menunjukkan Ara pintu disebelah sana lalu pergi untuk beristirahat.

Arvin membuka pintu kamar Adis secara perlahan agar tidak menimbulkan suara dari pintu. Arvin melihat lamar yang berukuran kecil dan hanya ada kipas serta lemari kecil yang ada disana. Sungguh Arvin benar-benar merasa bersalah.

Karena takut pada kegelapan, Adis selalu tidur dengan lampu yang menyala, Arvin bisa melihat istrinya itu sedang meringkuk diatas kasur yang beralaskan langsung dengan lantai. Ia membuka jaket kulitnya dan menggantungnya diatas penggantungan.

“bunda..” panggil Adis mengigau, wanita itu memanggil ibunya dengan mata yang terpejam.

Arvin mendekati nya lalu meletakkan punggung tangannya diatas kening istrinya. “Panas sekali, mengapa tidak kerumah sakit saja.” Batin Arvin dalam hati. Ia mengambil kompresan yang ada diatas meja lalu meletakkan nya diatas kening Adis.

Arvin memandangi wajah Adis yang polos tengah berbaring lemah. Selama beberapa bulan menjadi istrinya, Arvin belum pernah memandangi wajah gadis itu seperti ini. Setelah beberapa saat Arvin merasa matanya sudah tidak bisa diajak kompromi, ia memilih membaringkan badannya disamping tubuh istrinya. Ia mulai memejamkan matanya dengan masih menggenggam tangan Adis dengan erat, ada rasa yang aneh menjalar dihatinya.

Baru beberapa saat memejamkan matanya Arvin merasa ponsel nya bergetar, ia kembali membuka matanya dan mengambil ponselnya yang ada disaku celananya. “ternyata mommy,” gumam Arvin mengangkat ponselnya.

“Hallo nak! Kamu dimana? Mengapa tidak pulang?” tanya bunda yang belum tau kalau anaknya tadi sudah pulang dan pergi lagi.

“aku dirumah bunda mom, aku dan Adis menginap disini.”

“Oh syukur lah, mommy pikir kau lembur lagi. Kasian istrimu takut tidur dikamar mu sendirian.”

Arvin langsung menatap wajah Adis yang pucat, ia baru tau kalau selama ini istrinya itu selalu merasa takut.

“Bagaimana keadaannya? Tadi ibu mertua mu bilang Adis sedang demam, apa sudah berkurang?”  tanya mommy yang benar-benar khawatir. Akhir-akhir ini memang Adis sering mengeluh sakit kepala.

“Sudah lebih baik mom, dia...”

Arvin terdiam saat mendengar suara Adis yang seperti menahan sesak didadanya.

“akhh, Bu bu n d a..” lirih Adis memegangi dadanya dengan nafas yang tidak teratur. Wanita itu berusaha mencari udara agar bisa bernafas.

Arvin panik, ia bangkit mencoba mendudukkan Adis agar lebih merasa nyaman, namun tidak berpengaruh. Arvin semakin panik saat tubuh Adis tiba-tiba kejang kejang dengan nafas yang semakin tak teratur. Sangking paniknya Arvin menjatuhkan ponselnya yang masih tersambung.”

“Adis, Adis buka matamu..” panggil Arvin menepuk wajah Adis yang semakin terlihat pucat. “Adis,.. Adis...” pekik Arvin semakin panik.

“Nak, Arvin apa yang terjadi nak? Apa yang terjadi dengan Adis..” tanya mommy yang juga ikut panik disebrang sana, namun Arvin tak mendengar nya.

Bunda yang kedua adik Adis yang mendengar teriakkan Arvin sontak terkejut dan berlari kekamar pasutri itu. Betapa terkejutnya bunda melihat Adis yang sudah kejang-kejang diatas tempat tidurnya.

“ya Allah, Adis..” panggil bunda memegang tangan anaknya menangis ketakutan, ia panik melihat kondisi putrinya, “Arvin ada apa ini nak? Mengapa dia begini?” lirih mommy memeluk Adis.

“kak, cepat bawa kakak kerumah sakit. Sepertinya penyakit nya kambuh lagi.” Ucap Diki menarik bundanya memberikan ruang agar Arvin bisa membawa Adis.

Dengan perasaan bingung dan panik Arvin langsung mengangkat tubuh Adis dan membawanya keluar rumah.

“Ambilkan kunci mobil didalam kamar.” Pinta  Arvin berjongkok memeluk tubuh Adis. “hei, Adis bangun..” panggil Arvin saat kesadaran Adis hilang dalam pelukannya. “cepatlah..” pekik Arvin yang semakin panik.

Dika terbaru buru membuka pintu mobil bagian penumpang dan membantu Arvin mengangkat tubuh kakaknya.

“Bunda ikut,..” lirih bunda menangis.

Arvin mengangguk lalu menyuruh bunda masuk di kursi bersama dengan istrinya.

“kakian diamlah dirumah, kunci pintu. Kalian harus sekolah besok.”

Dika dan Diki mengangguk setuju, mereka langsung masuk dan menutup pintu. Sementara Arvin, pria itu langsung membawa mobilnya dengan kecepatan maksimal, panik membuat nya gelap mata sampai sampai ia menempuh perjalanan yang biasanya ditempuh dengan waktu satu jam, kini hanya 35 menit.

 

*****

 

jangan lupa tinggalkan komentarnya ya kak..! biar aku makin semangat lanjutin ceritanya..!! 😍😍😘

 

1
Sumar Sutinah
haadeuh alvin apa msh punya muka istri dn mertuanya sengsata sedangkan dia mengurus wanita lain, heran sm mertua adis knp diem" aja g ngebantu menantu katanya sayang, kno kelakuan anaknya yg aneh g d selidiki sm ayah c alvin
Sumar Sutinah
bagus thor aku aka karyamu 👍❤️💪
November
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor
Yati Yati
kpn yp nya thor
si ciprut
angel sama bpaknya bersekutu... pura2 doang memanfaatkn
Nuraini Ibrahim
lanjut
Nuraini Ibrahim
betul2 parah sakit jiwa itu nenek
Nuraini Ibrahim
hummm
seruh deh
Nuraini Ibrahim
makin seruh deh
Nuraini Ibrahim
huummmm
Nuraini Ibrahim
yeee udah mulai jatuh cinta rupanya
Nuraini Ibrahim
sekurangnya claudia nga sombong jadi adis jadi punya teman
Nuraini Ibrahim
lanjut
Nuraini Ibrahim
dasar nene pikun
Nuraini Ibrahim
malu2 tapi mau dia
Nuraini Ibrahim
lanjut
Nuraini Ibrahim
dasar tidak peka dia
Nuraini Ibrahim
lanjut
Nuraini Ibrahim
huummmm
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!