NovelToon NovelToon
After Reuni

After Reuni

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: rachmaraaa

Mita tidak pernah menyangka, satu ajakan sederhana dari suaminya akan mengubah segalanya.
Reuni sekolah yang seharusnya menjadi malam biasa justru membuka luka yang tak pernah ia sadari sebelumnya. Di tengah keramaian, Mita berdiri di samping Rio--namun terasa seperti tidak pernah ada. Terlebih saat Rio kembali bertemu dengan cinta pertamanya... dan memilih tenggelam dalam masa lalu.
Ditinggalkan tanpa penjelasan, Mita justru dipertemukan dengan Adrian-teman lama sekaligus rekan kerja Rio. Sosok yang dulu hanya sekadar kenangan, kini hadir sebagai satu-satunya orang yang benar-benar melihatnya.

Dan Reuni itu mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rachmaraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Adrian mengusap punggung Mita perlahan. Ia bisa merasakan tubuh istrinya dingin dan tegang di dalam pelukannya. Napas Mita bahkan terdengar tidak beraturan.

"Sayang, lihat aku." Adrian memegang kedua pipi Mita pelan. "Aku nggak ada hubungan apa-apa sama Livy."

Mita menatap mata suaminya lekat. Berusaha mencari kebohongan sekecil apa pun di sana. Namun, yang ia lihat hanya kekhawatiran Adrian terhadap dirinya.

"Lalu kenapa dia nelepon terus?" suara Mita lirih.

Adrian menghela napas panjang sebelum duduk bersandar di kepala ranjang. Ia menarik Mita agar duduk di pangkuannya.

"Aku sebenarnya males ikut campur urusan rumah tangga orang. Tapi semalam Livy tiba-tiba nelepon aku." Adrian menatap ponselnya sebentar. "Dia nangis."

"Nangis?" ulang Mita pelan.

"Iya. Katanya Rio pulang pagi, kadang juga jarang pulang. Mereka berantem besar." Adrian mengusap rambut Mita lembut. "Aku nggak jawab karena nggak enak sama kamu. Takut kamu salah paham."

Mita menunduk. Jemarinya memainkan ujung baju Adrian.

"Tapi Mas nggak cerita dari awal."

"Aku salah." Adrian langsung mengakuinya tanpa membela diri. "Harusnya aku bilang dari tadi. Aku cuma nggak mau mood kita rusak pas lagi di hotel."

Mita terdiam beberapa detik. Lalu mengangkat wajahnya lagi.

"Mas pernah suka sama Livy?"

Pertanyaan itu membuat Adrian refleks mengernyit.

"Enggak."

"Serius?"

"Serius." Adrian mengecup dahi istrinya lama. "Dari dulu Livy itu cuma sukanya sama Rio. Bahkan aku jarang ngobrol sama dia."

Mita menghela napas pelan, tapi dadanya masih terasa sesak. Nama Livy mengingatkannya pada banyak hal buruk di masa lalu. Tentang pengkhianatan. Tentang perempuan lain. Tentang hubungan yang hancur diam-diam tanpa ia sadari.

"Aku takut, Mas..." suara Mita mulai bergetar lagi. "Takut kejadian dulu terulang."

Adrian langsung memeluk tubuh istrinya erat.

"Dengar ya." Suara Adrian rendah dan serius. "Aku bukan orang yang sempurna. Aku bisa bikin kamu kesel, bikin kamu nangis, bahkan bikin kamu marah. Tapi satu hal yang nggak akan aku lakuin adalah selingkuh."

Mata Mita mulai berkaca-kaca.

"Aku nikahin kamu bukan buat main-main."

Adrian mengecup pelipisnya bergantian. "Aku terlalu sayang sama kamu buat nyakitin kamu kayak gitu."

Air mata Mita akhirnya jatuh juga.

Adrian panik. "Lho kok nangis sih?"

"Aku lega..." Mita memukul dada suaminya pelan. "Aku tuh takut banget tadi."

"Ya ampun, sini." Adrian tertawa kecil sambil memeluknya makin erat. "Kalau ada apa-apa jangan dipendem sendiri. Aku nggak bisa baca pikiran kamu."

Mita mengangguk pelan di dada suaminya.

Tak lama kemudian, suara bel rumah berbunyi.

"Tuh kan, yogurt kamu datang." Adrian mengusap air mata Mita dengan ibu jarinya. "Aku ambilin dulu ya."

Namun, baru saja Adrian ingin berdiri, Mita malah memeluk pinggangnya erat.

"Jangan lama-lama."

Adrian tersenyum gemas. "Baru juga ditinggal dua detik."

"Aku lagi manja."

"Hm... bahaya nih kalau istriku udah manja." Adrian mencium bibir Mita singkat. "Nanti aku kebablasan lagi."

Wajah Mita langsung merah.

"Mas!"

Adrian tertawa puas melihat istrinya salah tingkah lagi. Suasana yang tadi sempat tegang perlahan mulai mencair.

Setidaknya sekarang ia tahu satu hal. Mita memilih jujur tentang rasa takutnya. Dan bagi Adrian, itu jauh lebih baik daripada memendam semuanya sendirian.

。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。

Hari sudah kembali malam. Namun, malam ini, Adrian dan Mita akan tidur di rumah. Mereka sudah menempati rumah yang sebelumnya hanya ada Adrian. Seharian di rumah, tidak ada yang bisa mereka lakukan selain beresin barang milik Mita ke dalam lemari. Meskipun hanya sedikit. Semua barang yang Mita miliki, masih di kosan. Entah kapan, Mita akan membereskan semua barangnya dari kosan untuk dipindahkan ke rumah Adrian.

Setelah bercinta entah yang keberapa kali. Adrian turun dari ranjang dengan enggan. Sebelum benar-benar pergi keluar kamar, ia masih sempat mencubit gemas pipi Mita.

"Awas ya, jangan ngilang pas aku tinggal."

Mita terkekeh pelan. "Emang aku anak kecil?"

"Iya. Anak kecil kesayangan aku."

"Masih aja gombal."

"Bukan gombal, fakta." Adrian mengedipkan sebelah matanya sebelum akhirnya keluar kamar.

Mita memperhatikan punggung suaminya sampai menghilang di balik pintu.

Bibirnya tanpa sadar tersenyum kecil.

Hatinya memang masih sensitif, masih sering dihantui rasa takut. Tapi Adrian selalu punya cara untuk membuatnya merasa aman lagi.

Beberapa menit kemudian, Adrian kembali sambil membawa kantong plastik dan dua cup yogurt dingin, yang ia pesan tadi siang. Kebetulan tadi siang hanya dimakan sedikit.

"Nih, yang rasa stroberi buat kamu. Aku tau kamu suka."

Mita menerimanya pelan. "Kok tau?"

"Iya dong. Suaminya siapa dulu." Adrian duduk kembali di samping Mita. "Bahkan aku tau kalau kamu lagi sedih, kamu bakal lebih suka makanan dingin."

Mita menatap Adrian beberapa detik sebelum akhirnya bersandar pelan di bahu pria itu.

"Mas..."

"Hm?"

"Makasih ya."

"Buat apa?"

"Udah sabar sama aku."

Adrian langsung menoleh. "Lho, harusnya aku yang bilang makasih."

"Kenapa?"

"Karena kamu mau cerita." Adrian memainkan jemari Mita lembut. "Nggak semua orang bisa ngomong jujur soal rasa takutnya."

Mita diam.

"Aku tau kamu masih nyimpen banyak luka." Suara Adrian terdengar hati-hati. "Dan aku nggak bisa maksa semuanya sembuh cepat. Tapi aku bakal nemenin kamu pelan-pelan."

Kalimat itu membuat dada Mita terasa hangat.

Ia menaruh cup yogurtnya di meja kecil, lalu memeluk pinggang Adrian erat. Benar-benar erat seolah takut kehilangan.

Adrian tersenyum kecil sambil membalas pelukan istrinya.

"Kalau dipeluk begini terus, aku bisa lupa makan."

"Biarin."

"Wah, posesif ternyata."

"Aku emang posesif sama suami sendiri."

Adrian tertawa pelan. Tangannya mengusap rambut Mita yang masih sedikit lembap.

"Sayang."

"Hm?"

"Aku seneng banget kamu jadi istriku."

Mita mendongak. "Segitunya?"

"Iya." Adrian mengecup ujung hidungnya gemas. "Kadang aku masih suka nggak nyangka sekarang kalau aku pulang kerja ada kamu. Bangun tidur ada kamu. Bahkan ngeliat handuk di kamar mandi aja sekarang lucu karena ada punya kamu."

Mita langsung tertawa kecil.

"Apaan sih, handuk doang."

"Tapi itu bikin rumah jadi hidup."

Hening sejenak. Bukan hening yang canggung, justru terasa nyaman.

Di luar kamar, suara kendaraan samar terdengar dari jalan depan rumah.

Sedangkan di dalam kamar itu, Adrian dan Mita saling berpelukan seperti dua orang yang sedang belajar menjadi rumah bagi satu sama lain.

Adrian menunduk, mengecup puncak kepala istrinya lama.

"Mulai hari ini," bisiknya pelan, "kalau kamu takut, ceritanya ke aku. Jangan nangis sendirian dan jangan diemin aku lagi."

Mata Mita kembali memanas.

Ia mengangguk kecil di dada Adrian.

"Iya, Mas."

Dan saat itu juga Mita berpikir, untuk pertama kalinya sejak tiba di rumah itu, Mita merasa... mungkin tempat ini benar-benar bisa menjadi rumahnya juga.

'Semoga.'

[]

*Baper nggak kalean 🫵😌

Aku sengaja bikin karakter Adrian tuh hampir sempurna. ijo ijo kaya hutan Kalimantan lah ya. Cukup di dunia nyata aja laki² brengsek macem Rio bertingkah. Klo di book ini aku fokus ke Adrian yang manis. 🤗😘

See u 😘

Aku tunggu follow, vote komen dan giftnya ❤️❤️

1
riza
aah... selamat 🥰 penasaran deh sama reaksi Tiara sama rio
riza
gila sih... perasaanku diacak² kamu Thor 🤭
riza
kasian Livy kena karma. Tiara 🤬
riza
sayangnya laki² yg kayak Adrian cuma ada di novel aja 🤭
riza
ini tuh selalu bikin gregetan. bisa aja nih authornya. pas Adrian Mita dibuat baper. Rio dmlivy binbikin gregetan 🥰
riza
karma pelan² datang ke rumah tangga Livy dan Rio
riza
lucu 🤭
riza
merinding 🤭
riza
kak aku tuh suka bgt sama Adrian 🥰 setiap baca, rasanya kaya aku itu Mita nya 🤭
riza
mau Adrian 🥹
milku
bagus ceritanya. bikin senyam senyum sendiri si Adrian dan Mita. pokoknya nggak nyesel deh
milku
selamat ya Mita dan adrian😍
riza
livy keknya stres dia 🤭
riza
mampus
riza
bukan Turing namanya ih
riza
gacor bgt pasutri ini 🤭🔥
riza
haduuh 🧐
riza
mudah²an nggak terjadi apa-apa sih sama Mita 🥺
riza
kok nyesek ya 🥺
riza
iya betul 🥺 sebelum semua terlambat, mending di obrolin dari skrg 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!