NovelToon NovelToon
ISTRI MUDA

ISTRI MUDA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: ZIZIPEDI

Kata orang,Usia 30 tahun usia yang matang untuk laki-laki menikah. tapi untuk si Gandi Argam bukannya matang tapi sudah busuk, benjut lagi.
Gandi Argam pria 33 tanun,tengah gusar memikirkan nasibnya. katanya sih, jodoh tak dapat di elak,balak tak dapat ditolak.

Bersembunyi di kolong jembatanpun jika Allah telah menetapkan takdir seseorang, pastilah akan terjadi.Tapi tunggu dulu,apakah inseden yang dialami Gandi termasuk jodoh..??

Entah lah hanya tuhan yang tahu. Entah mimpi apa,Gandi pemuda tajir melintir itu sakit kepala tiba-tiba.Bagai mana tidak, Niat nolong eeh malah ditodong untuk pertanggung jawab menikahi gadis ingusan pembuat onar.


Gandi Argam menelan ludah mendengar fakta yang mengejutkan. Ia,harus menikahi bocah perawan yang masih ingusan, yang buah dadanya saja masih datar seperti papan penggilasan.


Bisakah takdirnya ditukar...? Gandi meminta jodoh yang lain, yang bohai yang sedikit menggiurkan,tapi sayang itu hanya mimpi yang tak pernah terkabul.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZIZIPEDI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

Cinta itu buta, itu benar adanya. Bahkan terkadang orang bisa hilang akal hanya karna cinta. Hanya keikhlasan yang mampu memulihkan semua rasa, namun sepertinya itu sungguh jauh dari kemungkinan.

Rara terjaga kala ia merasakan ada sapuan lembut di perut yang masih terlihat rata.

"Hey. Bangun sayang, udah pagi. Bukankah istri mas ini ada jadwal kuliah pagi ini?"

"Eeem. Tapi Rara masih ngantuk om. Lima menit lagi ya. please om!"

"Baiklah, hanya lima menit ya sayang!"

Gandi tersenyum melihat kemalasan istrinya itu. Semenjak hamil gadis itu lebih sering malas bangun pagi, ditambah lagi Rara gak bisa mencium segala bau, baik itu bau wangi sekalipun.

Gandi keluar dari kamarnya, pria itu berjalan menuju dapur.

"Mbok"

Panggil Gandi sopan, pada asisten rumah tangganya.

"Iya saya, den"

"Mbok. Saya minta tolong, buatkan Rara bubur Ayam ya, kalau udah siap, taruh aja di nampan sekalian susu hamilnya ya mbok. Biar nanti saya yang bawa ke atas"

"Siap den"

Dengan segera Mbok Jah meraih alat tempurnya. Karna cinta Gandi pada sang istri ia harus mempekerjakan asisten rumah tangga untuk menangani urusan rumah dan dapur.

Setelah bubur ayam yang dimasak mbok Jah matang. Mbok Jah segera menyusunnya di nampan.

"Den. Sarapan untuk non Rara sudah siap"

Ucap Mbok Jah memberi tau tuannya.

"Oh iya. Makasi ya mbok!"

"Iya den. Sama-sama"

Gandi bangkit dari duduknya, ia letakkan koran bisnis yang ia baca. Tangan kekar itu ia gunakan untuk membawa nampan yang berisi sarapan sang istri. Karna semenjak hamil, Istrinya itu mau makan jika sesuai keinginannya saja.

Gandi membuka pintu kamar pelan-pelan, disana terlihat gadis cantik yang masih tergulung selimut putih di atas tempat tidur.

"Pagi sayang. Ni mas bawain sarapan"

"Heeem. Om mau nyogok aku"

Tuduh Rara pada om suami.

"Heey. Kamu memang harus sarapan sayang"

Ucap Gandi lembut, sembari membelai surai halus istrinya.

"Gak mau! akukan lagi marah sama om"

"Yaudah. Marahnya dilanjutin nanti lagi, Sekarang kamu buruan bersih-bersih, setelah itu sarapan"

Akhirnya dengan malas-malasan Rara menyibak selimutnya dan bangkit menuju kamar mandi. Usai bersih-bersih, Rara keluar hanya mengenakan handuk. Gadis itu bukannya langsung mengenakan pakaiannya. Ia malah duduk manis di atas pangkuan om suami,sembari bergelayut manja dileher kekar Gandi.

"Kenakan pakaianmu dulu. Dek! jangan menggoda mas seperti ini"

"Gak mau. Rara keburu laper om"

Gandi menarik nafasnya dalam. Pria dewasa itu semakin gemas melihat tingkah istri manjanya. Dengan satu tangan akhirnya Gandi meraih nampan berisi sarapan. Pria itu dengan telatennya menyuapi istri manja kesayangannya.

Sementara gadis berhanduk itu, dengan manja menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.

"Om. Hari ini Rara izin gak masuk kuliah ya, Rara lemas banget om"

Keluh Rara sungguhan.

"Ya udah. Biar nanti mas yang telpon ke kampus untuk memintakan izin istri mas ini"

"Makasi om"

Rara kembali menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Gandi. Istrinya ini memeng tampak pucat dari sebelumnya.

"Ayo, habiskan sarapanmu. setelah sarapan kamu mas antar ke dokter"

"Tapi om. Rara gak mau minum obat, Rara gak suka"

"Iya mas tau. Tapi istri mas ini harus kedokter"

Setelah perdebatan akhirnya gadis itu mengalah memilih menuruti om suami. Gandi tersenyum menatap wajah ayu istrinya. Selesai menyuapi sang istri akhirnya, pria itu bangkit menuju walk in closet untuk mencarikan pakaian yang pas untuk istri manjanya kenakan. Karna memang sedari tadi gadisnya itu belum mengenakak sehelai benangpun didalam handuk mandinya.

Setelah lama memilih akhirnya pria itu menemukan baju setelan yang cocok untuk istrinya kenakan. Gandi mendekati ranjang dimana istrinya berbaring.

"Sayang, ayo bangun ini mas sudah ambilkan pakaianmu. Pakailah"

Pinta Gandi sembari mendudukkan istrinya.

Gandi semakin hawatir melihat tubuh istrinya yang lemas. Akhirnya dengan tangan besarnya pria itu membuka handuk yang masih melilit di tubuh putih Rara. Dengan lembut Gandi membantu istrinya itu untuk mengenakan pakaian dalam. Pria itu tertegun sejenak menatap ciptaan tuhan yang maha sempurna. Namun pria dewasa itu tersadar jika ini bukan waktu yang tepat untuk menikmati tubuh sintal istri manjanya.

Gandi bangkit sembari menelan salivanya, hanya untuk sekedar menetralkan rasa yang mulai mengacau pikiran warasnya.

Setelah semuanya selesai, Gandi turun menuju lantai bawah. Ia meminta pada pak Tejo untuk mengeluarkan mobilnya. Setelah mobil telah terparkir cantik di halaman rumahnya. Gandi segera menaiki tangga menuju kamarnya.

"Dek ayok. Kita kedokter sekarang"

Gandi merunduk membantu Rara berdiri. Pria itu terus memapah tubuh sintal Rara hingga ke mobil. Kembali pria dewasa itu mengitari mobilnya untuk duduk di kursi pengemudi.

Dengan hati-hati Gandi membawa mobil berwarna hitam itu. Ia takingin guncangan mobil membuat perut istrinya sakit nantinya.

Sasmpai di Rumah sakit di mana tempat dokter Mira bekerja, mereka turun dari mobil menuju loket pendaftaran. Taklama Nama istri tercintanya dipanggil oleh salah satu asisten dokter Mira.

"Ibu Raisa"

"Iya. Saya sus"

"Silahkan masuk ibu, Dokter Mira sudah menunggu di dalam!"

"Oh iya terima kasih"

Jawab Rara lemah.

Gandi dan Rara masuk keruangan pemeriksaan. Dokter Mira memeriksa Rara dengan teliti.

"Nah selesai"

Ucap Mira sembari tersenyum manis.

"Gimana Mir kondisi, istri dan calon anakku"

"Oh. Mas tenang saja. Janinnya bagus sehat, tidak ada masalah. Hanya saja ibunya yang harus lebih vit, sekarang harus lebih dibanymakan konsumsi sayur dan buahnya. Ya Ra!"

Jelas Mira pada pasiennya.

"Tapi Rara sehat ajakan Mir?"

"Rara sehat mas, jika Rara mengalami muntah,mual lemas itu biasa. Yang penting batas muntahnya masih wajar, berapa kali Rara muntah dalam sehari. Mas?

Tanya Dokter Mira lagi pada Gandi.

"Bisa empat sampai lima kalilah Mir"

"Oo masih wajar, Pasien ibu hamil yang kondisinya menghawatirkan itu, jika muntahnya dalam sehari bisa mencapai Sepuluh kali lebih, dan kondisi air seninya berubah berwarna kuning seperti air teh, maka ibu hamil yang kondisinya seperti itu harus dirawat inap, Kalau untuk Rara gak perlu dirawat. Nanti saya kasih vitamin biar tubuh Rara lebih vit"

"Alhamdulillah, kamu dengarkan dek. Kamu harus banyak makan sayur dan buah loh"

Ucap Gandi sembari mengelus bahu halus Rara.

"Iya om"

Jawab Rara manja.

"Nah ini mas vitamin untuk Rara. Pastikan diminum ya mas vitaminnya. Diminum ya Ra vitaminnya"

Ucap Mira sembari tersenyum.

"Iya dok"

Jawabnya lesu.

"Tenang aja Mir, aku punya jurus jitu biar dia mau minum obat"

Gandi ikut menimpali omongan Mira.

Sementara bocah yang diomongin melirik curiga ke arah om suaminya. Rara ngeri membayangkan apa yang akan dilakukan si om mesum itu. Setelah selesai pemeriksaan akhirnya mereka neninggalkan ruangan Mira.

Di koridor rumah sakit, mereka berdua bertemu dengan wanita yang tak ingin iya temui. Dengan tanpa malunya wanita dewasa itu memeluk Gandi. Rara yang melihat adegan itu melotot muak.

"Hey sayang. Akhirnya kita bertemu di sini, aku kangen Gan!"

"Lepasin Mo. Ini tempat umum"

Bentak Gandi sedikit keras.

"Aku gak perduli Gan. Biar semua orang tau jika kita pasangan yang cocok"

"Jangan ngaco kamu. Aku sudah beristri"

"Aku sudah bilang. Aku gak perduli"

Rengek Maura manja. Rara yang melihat hal itu semakin geram.

"Kenapa sih tante. Kok doyan banget sama suami orang? suamiku gak mau sama tante, katanya dia bosen sama perempuan modelan tante. Habis belum sah aja tante doyan digrepe-grepin. Lagian kalau om Gandi mau model perempuan kayak tante di pasar gembrong juga banyak. Tapi maaf suamiku lebih milih gadis belia yang masih kinyis-kinyis. Ketimbang tante-tante penggoda kayak kamu"

Ejek Rara santai. Maura yang mendapat penghinaan itu tak terima, ia mencoba melayangkan tangan lentiknya hendak menampar bibir tipis Rara. Dengan sengit Maura berucap.

"Lancang sekali mulutmu bocah kecil" Tangan Maura mulai terangkat. Namun Gandi dengan sigap mencekal tangan mantan kekasihnya.

"Jangan coba-coba menyakiti istriku Maura!"

Gandi memperingati mantan kekasihnya itu dengan tegas.

"Dia kurang ajar Gan. Dia harus diberi pelajaran"

Ucap Maura tak terima.

"Wajar, istriku mempertahankan haknya yang halal. Pergilah sebelum aku berbuat lebih padamu"

"Aku tak terima dengan penghinaan ini, lihat saja akuankan lakukan apapun untuk bisa kembali dengamu" Ucap Maura sembari menyentak tangannya yang masih dicekal Gandi.

Setelah terlepas wanita itu berlalu meninggalkan sepasang suami istri itu. Namun saat berjalan Kaki wanita itu dengan gesit menendang kaki jenjang Rara, yang mengakibatkan Rara terjungkal. Setelah merasa puas dengan tindakannya Wanita itu berlalu menuju mobilnya. Rara menjerit Gadis itu merasa kesakitan.

"Ya Allah sayang" Pekik Gandi terkejut.

"Om sakit" rintih Rara sembari memeluk suaminya. Rahang Gandi mengetat Ia tak terima dengan apa yang dilakukan mantan kekasihnya itu.

Apakah yang terjadi dengan Rara, bagaimana dengan kandungannya. Temukan jawabannya di episod selanjutnya.

1
mama yogi
sukaaaa ,ga banyak bab 👍👍👍👍🖤🖤🖤🖤🖤
Aku Mira
padahal cerita nya bagusss bangettt, tapi sayang banyak yang loncat nya😭
dina
cerita nya menarik
Maizuki Bintang
bgs
Julvita S
lanjut dong
Nur Ain
sakiiit
Nur Ain
hahaha rara2
Nur Ain
Abih sudah gandi
Wilda Rahma
ya tpi masak lebih mentingin sepupunya drpd istri mau check up kandungan, pake alesan sibuk kerja lagi si gandi ituu
Murlina Lina
Perempuan tak punya ahlak dn harga diri yaa begitu bgmanapun cara dn ke inginan akan tetcapai...
Murlina Lina
Nanti anaknya lahiran yaa panggil mbah 😅😅😅
Murlina Lina
Sama2 gilanya
parkseo
hdujdhd
Efrida
loncat y ceritanya
parkseo
ghui
ashalina putri Yuna syahfitri
yang bener Laura, Maura atau Amora???
Mairisa Wijaya
😁😁😁😁
Tua Jemima
lama lma kq ceritax membosankn madalh terus yg datang kpan bahagiax
Tua Jemima
memng rara kekanak kanakan gk dewasa ceroboh egois
Tua Jemima
rara ceroboh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!