NovelToon NovelToon
Cincin Brondong Dosen Killer

Cincin Brondong Dosen Killer

Status: tamat
Genre:Dosen / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ddie

Hidup Dewa sudah cukup runyam diputusin Sasha, keuangannya hampir kolaps, dan menjadi bulan-bulanan takdir. Tapi takdir memutuskan untuk bercanda lebih kejam

Paket cincin untuk pacarnya Sasha nyasar ke apartemen Dian, dosen killer yang bikin satu kampus bergidik.

Dian mulai curiga Dewa adalah penguntit rahasia, merekrutnya mejadi asisten pribadi—dengan ancaman nilai. Dewa malah terjebak dalam permainan dekan genit yang suka dengan Dian.

Tapi kenapa ada perasaan aneh yang muncul di antara interogasi dan kopi panas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ddie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal Kemenangan

Hari kedua puluh empat hampir sebulan

pukul 07.00 pagi — depan Apartemen Anggrek dewa datang seperti biasa.

Motor tuanya berhenti di depan lobi apartemen. Tapi hari ini suasananya berbeda. Ada dua mobil hitam parkir rapi, beberapa orang berdiri seperti pengawal tidak resmi.

Dan di tengah mereka— Prof Hadi.

Ia turun dari mobil memakai jas rapi, dengan beberapa helai rambut disisir sempurna. Wajahnya masih sedikit pucat, tapi senyumnya… lebar sekali.

Di tangannya, sebuket mawar merah kali ini ukuran normal bukan ukuran jumbo seperti kemarin. .

"Buset..Dewa terperanjat kaget, ".Prof Hadi sudah keluar dari rumah sakit ternyata."

Dan kutukan itu datang, laki laki berambut separuh itu melihat ibu Dian keluar dari apartemen, wajahnya langsung bersinar melambaikan tangan dengan semangat berlebihan untuk orang baru sembuh.

"Selamat pagi, Ibu Dian! Selamat pagi juga, Dewa !" Suaranya ceria terlalu ceria

Ibu Dian tergagap menyambutnya dengan wajah datar. "Selamat pagi, Pak Dekan. Bapak sudah sehat?"

"Sehat! Sangat sehat!" Prof Hadi tertawa kecil. "Cinta adalah obat terbaik, Ibu Dian. Dan melihat Ibu Dian pagi ini…itu obat yang paling manjur."

Dewa menahan tawa menutup mulutnya tapi

gagal Prof Hadi menoleh."Nak Dewa ikut senang juga ya? Iya, iya, kita semua harus senang!"

Perempuan cantik ber-make up tipis itu langsung menyambar buket mawar dari tangannya " Terimakasih, Pak."Lalu tanpa ekspresi ia menambahkan, "Tapi saya harus ke kampus ada kelas."

"Tentu! Tentu!" ucapnya cepat. "Saya juga ke kampus kita berangkat bersama?"

Dian menoleh ke Dewa, ia mengangkat bahu menyerah " Terserah Ibu."

Namun tanpa tedeng aling aling ia naik ke atas jok sepeda motor "Kami duluan, Pak, ayo dewa."

Laki laki itu tersentak menarik gas, sepeda motor batuk batuk melaju meninggalkan Prof Hadi seperti sapi ompong menatap.

---

Pukul 07.30 — perjalanan ke kampus

Sepanjang jalan perempuan itu diam.

Angin pagi meniup rambutnya sedikit dengan buket mawar berada di tangannya.

Dewa bisa merasakan sesuatu yang aneh di udara akhirnya ia bicara.

"Bu…"

"Iya."

"Pak Dekan keluar rumah sakit."

"Iya."

"Dia kasih bunga."

"Iya."

"Kenapa sih, Iya - iya melulu, Bu."

Dian tertawa kecil, " terus harus jawab apa?"

"Ibu terima."

" Apanya?

" Bunga."

Ia terdiam beberapa detik berkata dengan tenang, "Kalau ditolak, pak Hadi tambah keukeuh, Dewa. Dan lebih baik diterima simpan di kantor besok juga layu sendiri."

Dewa tersenyum kecil."Ibu jago."

"Lima belas tahun saya menjadi dosen, Dewa."

" Kenapa ?"

"Saya tahu cara menghadapi laki-laki buaya seperti dia."

" Pak Hadi itu bukan buaya Bu, mungkin dia memang mencari sesosok wanita yang tepat disisa sisa umur."

" Kamu senang saya jadian dengan pak Hadi ?"

Jantung dewa melompat

---

Pukul 08.00 — Grup WA

"EKONOMI 23 - TANPA DOSEN"

Rina: Genting, Pak Dekan sudah kembali

Budi :Udah keluar RS? Cepet amat?

Rina :Kata Bu Lastri dia kabur! Dokter masih suruh istirahat!

Joko :Kabur dari rumah sakit? Bapak itu gila apa?

Rina : Gila cinta. Katanya "Aku harus melihat Ibu Dian… atau enggak bisa mati!"

Joko : Lo pinter ngarang, Rin.

Budi : itu dialog sinetron.

Sari : Terus? Lo liat Pak Hadi ketemu Bu Dian?

Rani : Informasi Ai dari Roby Pak Dekan ketemu dengan nya di depan apartemen

Joko : ngapain?

Rina : Kasih bunga

Budi : Ibu Dian terima?

Rina : Ya gak tahu, gue gak liat, pasti

muka Bu dosen datar banget.

Budi : Masa sih dikasih bunga datar?

Rina : DR Dian Wulandari itu dosen bukan gadis puber bakal meleleh cuma karena bucket mawar.

Joko : Tapi kenapa dia bisa meleleh gara-gara bubur?

Budi : Dewa kampret itu bisa ngerayu hanya dengan semangkok bubur

Sari : Berarti Dewa pemenang nya dong, aman.

Rina : Aman apaan? Yang dia lawan itu penguasa kampus bukan Ridho tukang photo copy, Supri ketua senat, tapi Prof Doktor Hadi Msc.

Joko : Gue heran liat teman kita satu itu, mau maunya dekat dengan perawan tua."

Rina : Jo, mulut Lo

Joko : M- Maaf, gue hanya kasihan lihat Dewa, sebenarnya apa sih yang dia cari ? Lawan nya semua berat, nah dia ? motor butut, jualan bubur.

Sari : Udah ah, kenapa Dewa yang Lo salahin? Dia cuma asisten dosen."

Budi : Asisten dosen gak setiap hari antar jemput, Ri. Lu pikir coba Ibu Dian bukannya miskin miskin amat, dia ada mobil city car mewah.

Rina : Lo kenapa jadi sewot liat Dewa? Kita cuma mensupport nya, siapa tahu dia emang jadian."

Budi, Joko : Haa? Jadian ?Dewa jadian ama Oma Oma ? "

Rina : Awas kalian berdua, gue aduin sama dewa dan Bu Dian."

Joko : Rin...jangan

Budi : Please

Rina : Peak Lo pada.

---

Pukul 10.00 — ruang dekan

Prof Hadi duduk di kursinya dengan tubuh masih terlihat lemah. Tapi matanya berbinar seperti anak muda mendapat WA pengakuan jatuh cinta.

"Bu Lastri."

Sekretaris galak perempuan kira kira 40 tahunan itu mengangkat kepala dari berkas.

"Iya, Pak?"

"Panggil Ibu Dian ke mari."

Ia mengangkat alisnya tidak yakin.

"Pak… Ibu Dian sedang mengajar."

"Kalau begitu tunggu sampai selesai."

Prof Hadi bersandar di kursinya."Aku akan menunggu."

Bu Lastri menghela napas," Bu Dian gak tahu sampai kapan selesai mengajarnya, Pak."

"Ya tunggu aja."

Perempuan itu menggeleng bergumam didalam hatinya, " Baru aja sembuh, bukannya tobat.

---

Pukul 12.00 — ruang dekan

Waktu yang ditunggu tunggu oleh laki laki bertubuh tambun itu setelah mendengar informasi dari Ibu lastri bahwasanya Dian off

siang.

Dan perempuan berwajah lembut itu mengetuk pintu masuk dengan tenang

Prof Hadi langsung berdiri dan merapikan dasinya.

"Ibu Dian! Silakan duduk."

"Ada perlu apa, Pak?"tanyanya mengambil bangku.

Ia menarik napas dalam."Ibu Dian… selama di rumah sakit saya banyak berpikir."

Dian hanya diam mendengarnya.

"Saya sadar… selama ini mungkin terlalu agresif terlalu memaksa."

Ia mengangkat alisnya sedikit Ini baru cerita.

"Tapi saya juga sadar," lanjutnya pelan menatap dengan serius "bahwa saya tidak bisa berhenti."

" Maksud bapak apa ?"

"Saya benar-benar serius dengan Ibu Dian."

Ruangan itu tiba-tiba terasa sunyi, perempuan

itu tidak menunjukkan ekspresi apa pun

"Jadi saya punya usul."

"Apanya?"

Prof Hadi mencondongkan badannya

"Satu kencan."

Dugh, jantung perempuan itu berdegup kencang

"Hanya satu kali jika Ibu Dian merasa tidak cocok… saya akan berhenti selamanya."

"Pak Dekan… ini bukan film."

"Aku serius, Dian."Panggilannya berubah.

"Aku tahu umurku tidak muda lagi, terlihat konyol dengan bunga-bunga itu"

Dian terdiam hatinya berperang.

"Perasaanku tulus."

---

Pukul 13.00 — kantin kampus

Dewa duduk dengan Roby makanannya hampir tidak disentuh.

"Bro, lo kenapa?"

"Gue denger… Pak Dekan manggil Bu Dian."

Roby mengangkat alis."Terus?"

"Gue takut, By."

Roby menepuk pundaknya."Bro… lo lihat sendiri Ibu Dian udah nolak Pak Arif. Dia juga nolak Pak Dekan berkali-kali. Lo pikir dia bakal luluh?"

Dewa menggeleng pelan."Tapi dia dekan."

Roby diam Itu memang masalahnya.

"Gue cuma asisten, By."

"Justru itu."

Dewa menatapnya lamat.

"Lo nggak maksa cuma ada.".Roby menambahkan pelan, "Itu yang dia butuhkan."

---

Pukul 17.00 — parkiran kampus

Dewa menunggu jantungnya berdetak cepat.

Perempuan itu akhirnya keluar dari gedung fakultas wajahnya… seperti biasa sulit dibaca.

Sepanjang perjalanan mereka diam sampai di lampu merah tiba-tiba ia berkata,

"Dewa, pak Hadi mengajak date.".

Tubuh dewa menegang

"Dia cuma bilang kalau tidak cocok akan berhenti."

Dewa tidak menjawab bibirnya kaku

"Menurut kamu… saya harus pergi?"

Ia ngin berteriak, Jangan, tapi yang keluar dari mulutnya hanya," Kalau Itu keputusan Ibu."

Lampu berubah hijau Motor melaju lagi.

---

Pukul 18.00 — Apartemen Anggrek saat turun dari sepeda motor perempuan itu memanggil

"Dewa."

"Iya, Bu?"

Ia menatapnya lamat "Saya tidak akan pergi."

"Bu?"

"Saya bukan barang taruhan, kalau ia katakan ia, kalau tidak katakan tidak. "

Dewa diam dadanya terasa ringan sekali.

"Kenapa kamu diam?"

"Saya lega, Bu."

Ia tersenyum hangat, "Kenapa ?"

" Saya ...Dewa tercelat lidah, muka nya pucat "saya hanya ingin ibu benar benar menjatuhkan pilihan yang tepat, bukan karena paksaan, tapi memang tumbuh dari hati."

"Kamu ngajarin saya? "Ia mengerling jenaka

" B- bukan, Bu, saya hanya..."

" Makasih, Dewa," potongnya cepat, "Saya mengerti."

Ia masuk ke dalam apartemen.Pintu tertutup.

Dewa berdiri sendirian di parkiran tersenyum lebar ingin melompat kegirangan tapi tiba tiba ponselnya bergetar.

Roby :

"Gimana, bro?"

Dewa :"Dia nolak date dengan pak Hadi."

Roby : Berita yang bagus di dunia persilatan."

Dewa :"Gue belum menang apa-apa, By."

Roby membalas cepat."Lo udah ada di hatinya Itu sebuah kemenangan."

Dewa menatap layar ponselnya seakan tidak percaya apa yang ditulis Roby di wa

" Kemenangan? Apa yang menang ?"

1
D_wiwied
makasih buat ceritanya kak, cerita yg ga biasa yg awal2 bikin geregetan pingin getok authornya eh getok Dewa maksudnya 😆🤭
bikin karya baru lg kak yg lbh seru dr DnD, aku tunggu yaaa 🥰
D_wiwied: wkwkwk iyakah, biar tambah semangat menulis kak 🤭😆
total 3 replies
D_wiwied
waah ga terasa sdh 5 tahun saja, dan sdh ada si kecil Nana si bubur sachetmu ya Wa, akhirnya perjuangan kamu ga sia-sia semoga bahagia selamanya ya.. tp mengsedih jg nih kisah Dian n Dewa bakal end 😥 smg authornya bikin sekuelnya 😆
Ddie: udah mba disini aja ...nanti kepanjangan mba wied sewot. hehe
novel baru aja mba ...
total 1 replies
D_wiwied
Rob kamu pelukan sama siapa, kak Ddi aja yaa 🤭
D_wiwied: 🤭🤭🤭🤭😆😆😆
total 2 replies
D_wiwied
aah so sweet,, tumben lancar ngomongnya Wa.. semoga disegerakan deh sama authornya 😆😁
Ddie: hahaha...udah kok mba gak perlu berlama lama...nanti mba sewot 😅
total 1 replies
D_wiwied
wohooo akhirnya dilamar jg bu Di nya 😁
Ddie: hehhe...ya mba cepet di kamar eh di lamar biar gak di gondol maling laki buaya
total 1 replies
D_wiwied
ya Allah kak jahat banget sih jd orang tega2 nya bikin Dian cintaku sayangku kecelakaan.. gak pren ah
D_wiwied: Yups author yg berkuasa atas hidup dan cinta Dian Dewa 😁🤣
total 2 replies
D_wiwied
dan empat kata itu yg akan membawa Dewa kembali pulang ke kamu Di sayang.. 🤭😆
Ddie: mba wied kalau ada yang romantis romantisan senyam senyum ...ya...
gawaat ibu satu nih 😄
total 1 replies
D_wiwied
jangan cuma dijadikan pelarian lho pak, kasian bu Lastri.. btw selamat dulu deh selamat menempuh hidup baru smg berbahagia selalu dan cepat lupakan Dian, dia bukan untukmu dia milik Dewa 😆😁
D_wiwied: waahh 😍
total 4 replies
D_wiwied
ternyata aisyah orang baik 😁
Ddie: ya mba ..baik kaya mba tapi gak cerewet 🤣🤣
kalau Aisyah suka dewa, kacau deh mba ...ntah kemana cerita nya😄
total 2 replies
D_wiwied
yups, bodoh pake bangetttt
D_wiwied: gemes kak gemessss aku tuh

ya ampuuun mlh pake diwarning segala : komen terlalu cepat kata sistem 🤣🤣
total 2 replies
D_wiwied
awas lho Wa, kalo sampe kamu main hati sm cewek lain aku blebekin kamu di Ciliwung 😏
D_wiwied: ide yg bagusss 🤭😆
total 2 replies
D_wiwied
harusnya kamu nanya dirimu sendiri Di, apa kamu sanggup?
Ddie: gaya nya Bu dian aja mba, padahal hatinya resah
total 1 replies
D_wiwied
sorry bu, Dewa mau pergi hiling ke luar negri sama aku.. jd gausah ditunggu yaaa 🤭🤭
D_wiwied: moso ke luar negeri bantar gebang, emoh ah
total 2 replies
D_wiwied
mbuhlah Di, sakarepmu
D_wiwied: tau tu bu dosen, ikutan plin plan ky si Dewa
total 2 replies
D_wiwied
ego mengalahkan cinta,, putus ya putus aja mungkin lbh baik saling menjauh dulu agar kalian mengerti arti kehadiran seseorang setelah orang itu tdk ada di sisimu
Ddie: heheh...nyeplos kadang membuat ngakak ya mba, tapi ada ilmu yang terselip ...
total 3 replies
D_wiwied
kapokmu kapan Wa kamu be to the go sih, membiarkan ketidakjujuran smpe berlarut-larut, wes terima nasib aja kalo nanti kamu didepak bu D.. rekor ini belum lama jadian udah di putusin aja 😆😆🤭
berjuang dong Wa, tunjukkan kesungguhan mu smg bisa meluluhkan hati Dian
Ddie: hahahah🤣🤣🤣🤣...aduh tuhan
total 3 replies
D_wiwied
itu bukan cinta tp obsesi, sebenarnya kamu tau kans mendapatkan Dewa kembali sdh tdk ada,, dahlah stop smpe disini aja
Ddie: namanya juga usaha mba..siapa tahu berubah, sifat manusia begitu, penyesalan datang disaat semuanya telah terjadi. Sasha gak akan mengerti, tapi usaha nya tidak akan mempan..Dewa bukan seperti laki laki cengeng...dia pasti berusaha
total 1 replies
D_wiwied
resiko yg hrs kamu tanggung Wa, resiko yg hrs kamu bayar krn kepengecutanmu yg tdk mau terus terang,, rasain kamu klo bu D ntar ngambek 🤣🤣
D_wiwied: wkwkwk pengen ku tampol pake parutan kelapa 🤣🤣
total 2 replies
D_wiwied
cinta ternyata bisa bikin orang jd bodoh ya, mau2 nya kamu diperalat sm si micin masuk ke dlm jebakan yg bisa membuat kamu kehilangan integritas, selamat menikmati kehancuran pakdos 😆😆
D_wiwied: nahh, sok2 an pake acara menyesal segala.. kenapa penyesalannya hrs nunggu smpe 15 tahun? kemarin2 kemana kamuuu, andai istri Arif ga meninggoy pasti ga bakalan ada cerita mengejar cinta lama ya kaaan
total 2 replies
D_wiwied
ngarang banget bocah sstu ini, bukan Dewa yg mengkhianati tp kamu yg ninggalin dia krn kamu mikirnya Dewa adalah mahasiswa kere, dan setelah sekarang kamu tau Dewa anak orkay kamu ngejar dia lagi.. dasar gatau malu
Ddie: 🤣🤣🤣 oke siiip ...gak deh
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!