NovelToon NovelToon
Psychopath Obsession

Psychopath Obsession

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: haniyahhputri

ADULT STORY!

Allferd Xander Maverick, seorang direktur perusahaan IT sekaligus chef ternama, siapa sangka jika sebenarnya Allferd adalah sosok yang berbahaya. Allferd adalah seorang psikopat.

Kemudian jiwa obsesi muncul dari psikopat tampan itu ketika melihat sosok aktris yang mirip dengan mendiang kekasihnya 8 tahun lalu.

"Presetan dengan cinta! Aku hanya ingin memilikimu saja. Apakah itu harus mengatas namakan cinta?"

"Keparat. Kau memang tak punya hati,"

Bagaimanapun caranya, Allferd harus membuat Stella menjadi miliknya karena Allferd tidak akan membiarkan dirinya sendiri untuk merasakan kahilangan lagi.

Apapun yang sudah berada di genggaman Allferd, tak akan semudah itu untuk Allferd lepaskan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon haniyahhputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Psychopath Obsession - 28

Stella terbangun dari tidurnya saat menyadari tidak ada Allferd di sisinya. Sontak Stella langsung membuka mata dengan panik, merasa takut jika ia di tinggal seorang diri.

Namun akhirnya Stella bisa bernapas dengan lega ketika melihat sosok Allferd sedang sibuk berkutat dengan laptopnya di temani dengan secangkir cokelat panas.

"Kau bermimpi buruk?" Tanya Allferd tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun dari layar laptop.

"Tidak, aku kira kau pergi meninggalkankanku." Stella memberitahu kekhawatirannya.

"Tenanglah, aku di sini."

Stella beranjak dari kasur, menghampiri Allferd dengan selimut yang masih meliliti tubuhnya. "Apa yang sedang kau lakukan?"

"Memblokir semua media yang mulai menyiarkan berita tentangmu terkini, dugaanku benar, satu jam yang lalu sudah ada media yang mengabarkan jika kau hiatus dari dunia entertainment."

Stella mengernyit, "bukankah cepat atau lambat semuanya akan tahu jika aku hiatus dari dunia entertainment?"

Allferd mengangguk, membernarkan perkataan Stella. "Kau benar, aku hanya memperlambatnya saja."

"Dan sekitar setengah jam lalu, ada media yang memberitahu jika kau pergi ke Yunani untuk merehatkan diri,"

Stella menghela napas mendengar penjelasan Allferd. "Apa yang akan terjadi selanjutnya?"

Menyadari ada nada kekhawatiran di balik pertanyaan Stella, sepertinya Stella sudah menganggap jika liburan mereka kali ini untuk menyembunyikan diri bukan untuk liburan yang sesungguhnya.

"Kemarilah," Allferd menepuk pahanya secara berulang kali, memberi kode agar Stella duduk di pangkuannya.

Stella menuruti kemauan Allferd, pria itu memeluk Stella dengan sayang. "Kau tak usah khawatir, kita kesini hanya untuk liburan. Sesuatu yang buruk tidak akan terjadi, percayalah kepadaku." Bisik Allferd membuat Stella mau tak mau mengangguk, berusaha percaya kepada Allferd.

"Kau ingin pergi kemana hari ini?" Allferd mengalihkan pembicaraan.

"Hanya berkeliling di kota Fira,"

Allferd menaikkan kedua alisnya. "Hanya itu?"

"Iya," balas Stella seraya mengangguk.

"Bersiap-siaplah, kita akan pergi setengah jam lagi."

Tanpa membuang waktu, Stella segera bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Stella baru teringat jika sejak tiba di sini ia belum membersihkan diri.

Selama Stella berada di kamar mandi, Allferd menyelesaikan pekerjaannya. Merasakan getaran dari ponsel, Allferd mengecek pesan yang baru saja masuk.

Berusaha melarikan diri?

Membaca pesan singkat dari nomor tidak di ketahui membuat Allferd menggeram kesal, sudah pasti pesan sialan ini berasal dari Rodriguez.

Seperti biasa, Allferd akan selalu mengikuti permainan yang di buat oleh lawannya dengan sempurna. Tujuannya agar Allferd menguasai permainan itu untuk menghabisi sang lawan.

Apa maksudmu?

Tak lama kemudian, pesan singkat kembali Allferd terima.

Aku tidak suka basa-basi, kalian pergi dari Spanyol. Memilih surga dewa menjadi tempat pelindung kalian? Pilihan yang bagus Mr. X

Allferd tersenyum miring, kalau tahu usaha kemarin ia bersembunyi itu menjadi percuma lebih baik ia lakukan secara terbuka. Jari-jari Allferd kembali bergerak dengan lincah di atas layar ponsel.

Terima kasih.

Tak sampai dua menit, pesan baru kembali Allferd terima.

You are so...!!! Silahkan tunggu kematiannya Mr. X. Bersenang-senanglah, aku akan memberikan kalian waktu.

"Allferd?" Mendengar suara Stella menginterupsi segera Allferd mematikan ponselnya.

"Kau sudah selesai?" Allferd mencari topik pembicaraan.

"Aku sudah selesai sejak lima menit yang lalu, kau saja yang terlalu serius dengan ponselmu, apa ada sesuatu yang terjadi?" Stella tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.

Allferd beranjak dari kursi, mengambil kunci mobil lalu menggandeng tangan Stella. "Tidak ada, jadi kau ingin kita pergi kemana hari ini?"

***

Jauh dari yang Allferd perkirakan, ternyata keinginan Stella hari ini begitu sederhana. Hanya berjalan kaki sambil bergandengan tangan, menyusuri kota Fira dengan sejuta keindahannya. Tak ketinggalan, mereka di suguhi oleh pemandangan yang begitu menakjubkan. Benar, ini adalah surganya para dewa.

"Allferd," panggil Stella manja. Hari ini Stella tampil modis menggunakan pakaian kasual serta sepatu boots hitam yang nampak elegant.

"Ada apa?"

"Bukankah kau sadar jika warna rambutku di sini terlihat sangat mencolok?" Stella menarik tangan Allferd lembut, mengajak pria itu untuk masuk ke dalam sebuah kafe.

Allferd memperhatikan sekitarnya, Stella benar jika sejak tadi wanita yang mereka jumpai memiliki rambut berwarna gelap. "Kau benar, aku baru sadar."

Setelah Stella memesan dua porsi pancake dan dua mangkuk es krim, mereka segera duduk di sebelah jendela agar lebih leluasa sambil menikmati pemandangan indah di luar.

"Kau tidak makan es krimmu?" Tanya Stella karena sejak tadi Allferd terus terdiam. Memang Allferd biasanya tak banyak berbicara, namun kali ini diamnya Allferd mengandung suatu makna tersirat.

Allferd mengerjapkan matanya, berusaha mengembalikan fokusnya kepada Stella. "bahkan aku sudah lupa kapan terakhir kali aku makan es krim,"

"Monoton sekali hidupmu Mr. Maverick." cibir Stella sambil menyendokkan es krimnya lalu menyodorkan sendok itu kepada Allferd.

"Makanlah," bujuk Stella, mau tak mau Allferd harus membuka mulutnya dan menerima suapan Stella.

"Manis," komentar Allferd.

Stella terkekeh ringan, "tentu saja, bahkan anak belum sekolahpun tahu kalau ini manis."

Allferd tertegun melihat senyuman manis Stella, ada apa dengannya? Kenapa semua terasa begitu sangat berharga untuk Allferd akhir-akhir ini? Sepertinya tak ada lagi tempat persembunyian untuk Allferd dan Stella, sejauh manapun mereka pergi mereka tak akan bisa lari dari masalah sebelum menyelesaikannya.

Sudut matanya sejak tadi sudah menangkap titik titik mencurigakan. Memang sangat salah Stella mengambil tempat duduk mereka tepat di sebelah jendela.

"Stella, pegang ini." Allferd memberikan satu buah pistol lewat bawah meja. Stella menerimanya meskipun ia tidak mengerti apa maksud Allferd.

"Setelah ini aku berjanji akan mengajarkanmu bagaimana caranya menggunakan senjata,"

Stella mengernyit tidak mengerti, "apa maksudmu?"

Allferd melirik cepat ke arah jendela, memperhatikan gerak-gerik mencurigakan.

"Hitungan ke tiga, kita menunduk lalu berlari dan keluar lewat pintu belakang itu." Allferd melirik pintu yang ia maksud.

"Allferd, ada apa?"

"One," Allferd mengeluarkan pistol lainnya dari saku.

"Three!"

DOR! DOR! DOR!

Hitungan Allferd ke tiga bertepatan dengan pecahnya kaca jendela di samping mereka. Stella tak melepaskan genggaman tangannya sedikitpun dari Allferd, berlari sambil merunduk mengikuti langkah Allferd.

"Aku tidak sangka jika kau bodoh dalam bidang matematika! Sejak kapan setelah satu adalah tiga?!" Seru Stella berusaha mencairkan suasana di tengah ketegangan mereka.

Tentu saja ini bukanlah kali pertama atau kedua kalinya Stella terjebak ke dalam bahaya bersama Allferd, apa lagi Stella sudah beberapa kali membintangi film laga yang sebelumnya di wajibkan dulu cara dasar menyerang ataupun melindungi diri.

"Sepertinya aku pernah mendapatkan nilai D di pelajaran matematika," sahut Allferd datar namun kakinya tak berhenti melangkah menjauhi tempat tadi.

Allferd tidak mengenali wajah orang yang mengincarnya tadi, tapi mungkin saja jika beberapa orang tadi adalah pembunuh bayaran.

Lagi dan lagi, mereka di hujani oleh baku tembakan. Sejak mereka di serangpun Allferd belum mengeluarkan satu peluru dari pistolnya, sebab ini adalah negara Yunani yang tak sebebas Amerika. Setiap negara memiliki peraturan yang berbeda, Allferd sendiri adalah seorang wisatawan, jika ia gegabah melawan musuh sesuka hatinya di sini bisa jadi Allferd dan Stella akan di deportasi oleh negara Yunani.

Serangan dengan cara seperti ini sudah terasa tidak asing, sepertinya Allferd tahu siapa dalang di balik ini semua apa lagi serangan itu benar-benar hanya tertuju kepada Allferd.

Allferd tak melepaskan tangan Stella yang ia genggam erat-erat, Stella mengikuti setiap langkah Allferd dengan gesit. Mulai dari berlari secara menanjak, menurun, menerobos kerumunan orang, bahkan meloncati tembok juga mereka lakukan.

DOR!

Langkah kaki Allferd terhenti saat itu juga.

1
namia khira
Ok bagus ceritanya /Good/
s
jarum yang menancap
s
tangannya ia lipat di depan dadanya
Hiatus
lah baru ketemu main sosor ya gimana gak emosi ceweknya.
Elin Damayanti
gatau knp tapi gw suka bgt baca novel tentang pyschopat obsessi gtu 😭❤️😊
haniyahhputri
excited banget sekarang udah bisa ketemu Victoria Aiden di My Bad Boy Bodyguard
yaty
tahniahhhh author
besttt
semangat author 💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Susila Wati
Samuel Anderson Lucifer sprtiny iblis atw vampir ya!🤔
Ajib Azam
lanjut up tor
Eva
mulai otw ...
....
stella punya mslah apa ama rodrigues
^⁠__⁠daena__⁠^
Kak haniyah aku kangen Maverick 😭😭😭
Setyawati Sukmara
aku suka cerita nya seru
raraprnc
saran aja ni buat author nya, klo nge sensor kata2 jgn di sensor semua misalnya:
"si*l*n banget tu orang" jgn di sensor semua "****** banget tu orang" jdnya kan pra readers kurfah srn aja,maaf klo mslnya nyakitin hati😭🙏
haniyahhputri: maaf yaa, untuk bagian sensor kata udah otomatis diubah waktu dipublikasikan 😁 aku engga seteliti itu buat ubah smua kata umpatan yg banyak bgt, alias dari aku pribadi gak pernah sensor, itu udah otomatis keganti sama servernya:")
total 1 replies
Sanni Abdillah
ini ngegantung thor mana lanjutannya aku tunggu2 lho udah lama sekaliiiii ...
abel
kapan up thorr, udah lama nunggu nii
Hesti Sagita
kayaknya seru klu ada cerita Aiden Victoria🤣🤣
haniyahhputri: emang ada ko ceritanya 😃 masuknya ke Maverick Series #2 yang ketiga versi Samuel
total 1 replies
Hesti Sagita
abis ngebunuh kakaknya besok tinggal emaknya Stella deh
Hesti Sagita
secara nggak langsung Stella pingin di lihat nyata bukan hny angan" oleh Allferd
Hesti Sagita
Caryn ada2 aja masa iya ada manusia kayak Samuel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!