NovelToon NovelToon
Aku Bukan Kupu-kupu

Aku Bukan Kupu-kupu

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Romansa Fantasi / Time Travel / Model / Fantasi Wanita / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:361.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wachid Tiara

Seorang model cantik yang sangat terkenal, tiba-tiba harus menjalani takdir kehidupannya dengan menjadi seorang Dewi Kupu-kupu, dia terbang begitu jauh menembus ruang dan waktu, sampai dia terjebak di sebuah kerajaan bernama Awan Langit untuk menyelesaikan misinya di sana, agar dia bisa memenuhi satu keinginan terbesarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 28

.

28

.

"Kamu kakak Astrid bukan?" Tanya Vivi saat melihat wajah siapa yang ada di hadapannya saat ini.

"Siapa kamu sebenarnya?" Tanya Bisma yang merupakan kakak Astrid.

"Aku? Aku Vivi, keponakan dari tetua guru Oberon. Siapa lagi memangnya!" Jawab Vivi, "jadi kamu ingin membunuhku?"

"Kamu bukan manusia biasa kan? Kenapa kamu memiliki senjata aneh dan sangat mematikan! Kamu pasti bukan manusia biasa! Jangan-jangan benar jika kamu adalah penyihir!" Jawab Bisma.

Vivi menghela nafasnya, "jangan berfikir buruk tentang ku. Pikirkan saja nasib buruk yang akan menimpamu sendiri. Aku terlalu baik, jika aku membebaskan mu kali ini. Pangeran Sky sudah membawa para pria itu ke istana. Kamu dan adikmu akan tamat!" Vivi tersenyum menyeringai sembari terus menodongkan pedang panjang pada leher Bisma.

"Bibi Ratu Amalthea akan menyelamatkan kami. Kami tidak akan pernah kenapa-napa." Jawab Bisma dengan santai.

"Benarkah? Kita lihat saja nanti. Aku akan langsung menemui yang Mulia raja Oberon. Dan membawa bukti kejahatan mu dan adikmu. Itu sudah sangat cukup untuk membinasakan kalian dari sana." Vivi tertawa geli pada Bisma yang kini terdiam.

"Tidak ada waktu lagi untuk menyesalinya. Terutama adikmu, bahkan ratu Amalthea tidak akan bisa menyelamatkannya... Aku akan memastikan semuanya itu. Di kerajaan ini, menjaga janjinya adalah sebuah keharusan. Jika ada yang melanggarnya, maka hukumanya...." Vivi tertawa dengan keras

"kamu tahu sendiri. Dan adikmu melakukan semuanya itu. Dia melanggar janjinya padaku untuk tidak melakukan apapun untuk menyakiti ku. Juga tidak melindungi ku selama aku berada dalam sini. Justru menyerangku dan hampir membunuhku. Aku akan dengan mudahnya membuat kalian tamat!" Tambah Vivi.

Vivi tersenyum menang saat melihat Bisma terdiam.

"Aku yakin kamu adalah seorang kakak yang akan melakukan apapun untuk adiknya. Tapi apakah itu benar? Seorang kakak seharusnya bisa menuntun adiknya menjadi lebih baik. Bukan menuruti semua yang dia inginkan, maka hasilnya menjadi seperti Astrid. Apa menurutmu adikmu sudah menjadi orang yang baik jika seperti ini?" Bisma menatap tajam ke arah Vivi.

"Kamu tidak tahu apapun tentangnya dan tentang kami!" Jawab Bisma yang terlihat marah.

"Aku tahu semuanya dengan sangat mudah. Jika kamu benar-benar menyayangi adikmu, seharusnya kamu bisa menegurnya saat dia berbuat salah. Tapi kamu justru membiarkannya. Sangat di sayangkan... Dia menjadi orang yang seperti ini. Tidak menepati janjinya, bahkan bisa membunuh siapapun yang dia inginkan. Bahkan jika orang itu tidak bersalah sekalipun. Apa ini hal baik yang kamu ajarkan pada adikmu?" Tanya Vivi dengan senyuman menyeringainya.

"Sudah ku katakan! Jika kamu tidak mengetahui apapun!" Jawab Bisma yang masih begitu keras kepala

"Aku juga sudah mengatakan semuanya. Jika bisa mengetahuinya dengan sangat mudah. Kamu pikir hanya kamu dan Astrid yang di tinggalkan oleh kedua orang tuamu? Ada ribuan orang di luaran sana yang mengalami hal serupa dengan mu. Mereka bahkan mengalami masa-masa yang lebih sulit, bahkan hanya untuk sekedar mencari makan. Tapi mereka tidak pernah menyakiti siapapun. Jangan berfikir jika hanya kamu dan Astrid yang menjalani masa-masa yang sangat sulit karena di tinggalkan oleh kedua orang tua mu. Itu membuatku merasa sangat jengah!

Aku sendiri juga sama. Orang tuaku bahkan tidak tahu kemana. Aku hanya hidup dengan orang-orang yang aku anggap keluargaku. Tapi mereka benar-benar sangat menyayangi ku, dan bukan memanjakanku. Jika aku memang berbuat salah, mereka akan segera menegurku. Bahkan memarahiku, dan terkadang sampai memukul ku. Tapi aku sadar, karena memang aku bersalah. Dan mereka melakukan itu, agar aku tidak menjadi orang-orang yang seperti Astrid." Jelas Vivi.

Bisma kini kembali terdiam. Dia memang selalu memanjakan Astrid selama ini, dan bukan menyayanginya. Dan itu membuat Astrid menjadi seseorang yang bahkan sampai bisa menyuruhnya untuk membunuh seseorang.

"Menghukum seseorang yang berbuat salah itu sangat penting. Agar dia menjadi lebih baik kedepannya. Kamu seharusnya bisa melakukan itu sejak awal. Tapi kamu sendiri justru yang menjadikan adikmu seperti ini." Ucap Vivi lagi, karena Bisma belum juga mengatakan apapun.

"Sekarang kamu dan adikmu harus menanggung semua akibatnya. Jangan salahkan aku yang terlalu kejam. Salahkan dirimu sendiri yang tidak bisa mendidik adikmu sendiri." Ucap Vivi sembari tersenyum menyeringai pada Bisma, "dengar. Aku tidak akan melepaskan kalian berdua. Jadi jangan berfikir jika kamu bisa menyelamatkan adikmu dengan mengorbankan dirimu sendiri. Seorang pendekar seharusnya bisa melihat mana yang salah dan mana yang benar. Ikuti kata hati nurani mu." Vivi kembali memasukkan pedangnya ke sarungnya.

"Kembalilah ke istana. Mereka semua sudah pasti menunggumu. Aku pastikan Astrid mendapatkan hukumannya. Dengan begitu dan akan jera! Kita lihat apa yang akan kamu dan dia dapatkan." Vivi segera naik ke atas kuda milik Sky

"Jangan menghukumnya. Aku akan menanggung semuanya." Pinta Bisma.

"Tidak! Dia harus mendapatkan hukuman atas perbuatannya. Jika tidak, dia akan terus berbuat seperti ini selamanya dan bahkan lebih mengerikan lagi. Apa kamu mau, jika adikmu sampai menjadi monster seperti itu?" Tanya Vivi.

"Aku mohon. Kali ini saja." Ucap Bisma dengan begitu memelas.

"Aku sendiri yang akan menghukumnya untukmu. Aku mohon." Pinta Bisma lagi.

"Kamu? Menghukumnya? Apa kamu bercanda?" Tanya Vivi dengan tawa sumbangannya.

"Tidak. Aku bersumpah." Jawab Bisma

"Bersumpah? Adikmu bahkan mengatakan itu semua di depan umum. Tapi dia bahkan terus menyerangku dan tidak mau memenuhi janjinya." Vivi menatap remah pada Bisma.

"Aku seorang ksatria. Aku bisa menjaga janjiku." Jawab Bisma.

"Apa yang akan kamu lakukan untuk membuktikannya padaku?"

Bisma mengambil pisau kecil yang dia sembunyikan di tubuhnya.

Vivi terkejut saat Bisma menyayat telapak tangannya di depan Vivi.

"Perjanjian darah... Aku Bisma Saros berjanji pada Vivi Oberon... Akan menghukum adiknya sendiri yang sudah melakukan banyak keburukan karena kesalahanku sendiri yang tidak mendidiknya dengan benar. Dan saya akan menjadi pelayan dan pelindung dari Vivi Oberon selama dia ada di kerajaan ini, sampai dia kembali ke tempat asalnya." Ucap Bisma setelah dia menyayat telapak tangannya.

Arti perjanjian darah bagi orang-orang di kerajaan itu memang adalah hidup dan matinya. Dia tidak akan bisa mengingkarinya, karena nyawa dan kehidupan mereka sudah menjadi milik dari orang yang di janjikan dengan perjanjian darah itu. mereka juga percaya jika mereka mengingkarinya, maka kematian mereka sudah di pastikan akan terjadi.

"Sudahlah. Aku malas meladenimu. Aku melepaskan mu kali ini. Tapi tidak untuk berikutnya. Jika hal seperti ini terjadi lagi entah kamu atau adikmu atau bukan dari kalian berdua sekalipun yang melakukannya, tetap saja, aku akan menyalahkkan kamu dan adikmu untuk menanggung akibatnya." Jawab Vivi.

"Kalau begitu, pelayan dan pelindung muu ini akan selalu menjaga mu selama kamu ada di sini." Mendengar itu Vivi melihat ke arah Bisma yang sedang berlutut di padanya.

"Bangunlah! Jangan berlutut seperti itu. Terserah saja pada apa yang akan kamu lakukan. Aku hanya bisa mengatakan padamu satu hal. Dan kamu harus mengingatnya." Bisma melihat ke arah Vivi yang sedang tersenyum menang padanya

"Aku tidak akan pernah bisa mati di sini." Lanjutnya seraya melemparkan satu tablet vitamin c pada Bisma.

"Makanlah!" perintahnya.

Walaupun merasa sangat ragu, tapi akhirnya bisa memakan tablet besar vitamin c yang ada di tangannya.

"Asam!" Ucapnya.

Vivi tersenyum geli melihat.

"Minumlah!" Vivi melemparkan minuman isotonik dingin pada Bisma yang terlihat begitu lemah. Dia juga terlihat baru sembuh dari luka-lukanya.

"Sangat segar....." Ucap Bisma.

"Mintalah lagi setelah satu Minggu padaku, kamu memerlukan itu." Uacap Vivi seraya menarik tali pengendali kuda untuk segera membawanya berlari ke istana.

Dia tidak peduli lagi dengan Bisma yang masih ada di sana. Kali ini dia melepaskan kakak beradik yang selalu saja berniat mencelakakannya.

Bisma masih terdiam, di tempatnya sembari meminum sampai habis satu botol isotonik dingin yang ada di tangannya.

"Mungkin ini racun. Dan aku harus meminta penawarnya setelah satu Minggu." Ucapnya, "tapi ini enak...." Tambahnya seraya menghabiskan tetes terakhir dari botolnya.

"Sekarang ini, aku benar-benar miliknya..." Bisma berjalan perlahan menuju ke arah istana. Dia tidak bisa menaiki kudanya yang terluka oleh peluru Vivi.

Sementara itu, Vivi terus melaju dengan kudanya dengan kencang. Dia juga melihat Sky bersama dengan tiga orang pria bersamanya

"Sky...." Vivi tersenyum lebar pada Sky yang juga langsung memperlihatkan senyuman manisnya.

"Naiklah." Ajak Vivi.

"Bagaimana dengan mereka?" Tanya Sky.

"Biarkan saja. Ayo!" Walaupun Sky belum mengerti kenapa Vivi melalukan hal itu, tapi dia tahu jika Vivi pasti memiliki alasannya sendiri.

"Baiklah." Jawab Sky, dia menatap pada kentiga pria yang masih terikat.

"kalian pergilah. Jangan pernah berpikir untuk kembali menyerang gadis itu kedepannya. Atau kalain akan menyesali seumur hidup kalian. Mengerti?!" Ucap Sky pada mereka bertiga.

"Baik pangeran Sky..." Jawab mereka bersamaan.

"Aku mengingat wajah kalian bertiga! Awas saja kalau sampai kalian melakukannya lagi!" Ancam sky sebelum akhirnya dia naik ke atas kudanya.

"Siap?" Tanya Vivi.

"Mm... Ayo!" Jawab Sky seraya memeluk pinggang Vivi, dia juga meletakkan kepalanya di pundakt.

Kini mereka sudah melaju di atas kudanya untuk menuju ke istana.

"Vi... Apa kamu tidak bisa menangkap orang yang merupakan dalang di balik semua ini?" Tanya Sky, "kenapa kamu juga melepaskan mereka?"

"Dia adalah kakak Astrid." Jawab Vivi.

"Bisma?! Dia lagi! Dia pasti melakukan itu semua karena Astrid yang memintanya!" Sky benar-benar merasa geram pada Astrid saat ini.

"Dari ekspresi wajahnya jelas terlihat jika dia terpaksa melakukannya. Aku membiarkannya pergi kali ini. Karena dia melakukan perjanjian darah untukku. Dia berjanji akan menjadi pelayan dan pelindung ku selama aku ada di sini. Walaupun aku tidak mempercayainya, tapi aku juga sangat malas untuk menghadapinya. Aku terlalu baik bukan..." Sky hanya bisa tersenyum membiarkan saja. Karena memang perjanjian darah di kerajaannya di anggap sebagai sesuatu yang sangat berarti.

Itu berarti nyawa dan kehidupan Bisma sudah di serahkan sepenuhnya untuk Vivi.

"Sekarang aku juga akan mengampuninya..." Jawab Sky.

"Lupakan mereka! Aku ingin pergi bersamamu ke tempat yang tenang lagi. Ayo kita lanjutkan lagi piknik kita. Kita juga akan makan siang di sana." Vivi melihat ke belakang sekilas, dia tersenyum lebar pada Sky yang segera kembali memeluknya.

"Baiklah. Ayo kita ke suatu tempat yang tenang." Jawab Sky.

.

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
hai kak aku mampir wih nie novel dri 2020 tapi ngga pp ya walau baru nemu

siapa yang sudi mampir di novel pertama qu
Sri Yuli Yanti
ceritanya menarik jariku untuk terus menggeser terus layar hpku ke atas,, 🤭 lanjut baca Thor ☺️
Aprilia G. De Obelia
ngakak! ke ingat cerita Amy sama Arthur, adegannya sama
Jjlynn Tudin
🤣🤣🤣🤣 dapat da bayangkan
Jjlynn Tudin
terbaik hahaha
Jjlynn Tudin
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Jjlynn Tudin
love Vivi ketat2 🤣🤣
Jjlynn Tudin
🤣🤣🤣 klu sky kpingin ya Peri agung ya juga pengin tu hahahah
Jjlynn Tudin
hahaha sot² punya dewi🤣🤣🤣
Jjlynn Tudin
🤣🤣🤣🤣 aduh best juga selingkuh pada yang sama untung jadi playgirl terhormat hahaha
Jjlynn Tudin
geram aku sama ratunya eeee
Jjlynn Tudin
Peri agung cemburu 🤣🤣 di buatnya sky tetidur hahaha
Jjlynn Tudin
ohh aku ikut merasa kegilaan Vivi🤣🤣🤣
Jjlynn Tudin
alala suda di hisap² bibirnya Dewimu Peri agung🤣🤣🤣
Jjlynn Tudin
🤣🤣🤣 kurungla.selama.lamanya🤣
Jjlynn Tudin
oiii mengoda dewi dosa tu hahahaha
Jjlynn Tudin
🤣🤣🤣 kdapatan tliur
Jjlynn Tudin
🤣🤣🤣
Jjlynn Tudin
🤭dapat saya bayangkan Vivi mcm siok sdiri hahaha
Vivi swanti Nainggolan
kok Uda tamat gk ada sama sekali TDK ending alias gantung sayang sekali padahal ceritanya bagus.lihat ini aja ceritanya gantung jd malas lihat cerita yg lain😓
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!