NovelToon NovelToon
Badai Pasti Berlalu

Badai Pasti Berlalu

Status: tamat
Genre:Obsesi / Pernikahan Kilat / Tukar Pasangan / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:187.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ayuning dianti

Badai besar dalam keluarga Cokro terjadi karena Pramudya yang merupakan putra pertama dari keluarga Cokro Tidak sengaja menodai kekasih adiknya sendiri, yaitu Larasati.
Larasati yang sadar bahwa dirinya sudah tidak suci lagi kalut dan berusaha bunuh diri, namun di tengah usahanya untuk bunuh diri, ia di kejutkan dengan kenyataan bahwa dirinya sedang hamil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayuning dianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zavier dan Zerina

Pramudya menatap kedua bayinya, matanya menatap keduanya tenang dan penuh kasih.

Dua makhluk kecil yang kini menjadi tambatan hatinya,

Dua makhluk kecil yang kini menjadi alasan untuknya untuk bekerja lebih giat.

Perasaan hangat mengalir setiap ia menatap kedua bayi itu,

Apalagi semua orang mengatakan kedua bayinya sungguh mirip dengannya.

" ku beri nama mereka Zavier dan Zerina..

Aku berharap Zavier menjadi anak yang hebat dan di penuhi keberhasilan,

Lalu aku berharap Zerina menjadi seorang putri yang cantik yang kehadirannya begitu berharga bagi semua orang di sekitarnya..

sepertimu.." Pram merangkul Laras yang duduk disampingnya.

" Zavier juga akan sepertimu, apa mas tidak menyadari betapa menariknya dirimu?" Laras menatap suaminya,

Pram mengulas senyum,

" kalau aku menarik, lalu kenapa kau berlari ke arah Elang?"

" karena kau mengabaikanku.." jawab Laras polos,

Pram tertawa,

" jadi ke depannya akan begitu? Jika aku mengabaikanmu?"

" kau bicara seakan aku ini adalah remaja yang masih bebas.." jawab Laras lagi lagi membuat Pram tertawa.

" cup.." di kecupnya kening Laras,

Keduanya lama hening setelah itu, sama sama larut dalam perasaannya,

Melihat bayi bayinya begitu tenang, Pram dan Laras pun ikut tenang.

kamar yang berdinding putih dan berjendela lebar itu terasa sedikit dingin.

Pemandangan taman di luar terlihat begitu jelas dari jendela kamar Laras,

Karena Pram memang mempersiapkan pemandangan indah itu agar Laras merasa nyaman saat menghabiskan waktu di dalam kamarnya.

namun siapa yang menyangka, kalau pada akhirnya Pram menjadi penghuni kamar itu juga, bersama dua bayi yang belum mereka relakan untuk tidur di kamar mereka sendiri.

Tiba tiba sesuatu melintas di pikiran Pram, dan raut wajahnya sedikit berubah, ada keresahan yang sedikit tersirat, membuyarkan suasana yang sebelumnya begitu menyenangkan.

Laras menangkap perubahan itu,

" apa yang sedang mas pikirkan?" tanya Laras,

Pram menghela nafas panjang,

" bukan masalah besar.." jawab Pram pelan,

" bukan masalah besar tapi membuat raut wajahmu sampai seperti itu?"

Pram menatap Laras, cukup lama.

" Apa yang di katakan om Cokro kemarin? Mas belum memberitahuku?" Laras menatap Pram tekun,

" aku sudah bilang bukan, biar aku yang mengurusnya.." jawab Pram dengan raut kembali tenang,

" mengurus? Dengan cara mereka yang seperti penjajah itu?"

Pram sontak menatap Laras lebih serius,

" apa mama mengatakan sesuatu kepadamu?

apa dia juga mengancammu??" tanya Pram langsung, sepertinya Pram sudah membaca akan sikap kedua orang tuanya.

" dia mengancam dengan suaranya yang lembut," jawab Laras.

Pram membisu mendengar itu, ia melepas rangkulannya, dan menatap kedua bayinya kembali.

" Aku tidak mau meninggalkan anak anak dan kembali pada Elang," suara Laras setengah memohon pada suaminya,

" aku ingin bersamamu.." imbuh Laras dengan mata berkaca kaca.

" Tentu saja aku juga ingin kau bersamaku, aku ingin kita berempat hidup tenang dan bahagia..

Tapi pastinya tidak akan mudah,

Banyak kesulitan dan badai yang akan kita hadapi.. Apa kau sanggup melewati badai itu bersamaku ras?" Pram menyentuh pipi Laras dan membelainya.

sungguh rasa kasih sayang yang di selimuti kesedihan dan keresahan, keduanya saling mencintai dalam keadaan yang tidak bebas, dalam keadaan yang di penuhi tekanan.

" mereka begitu mengharapkan kita untuk berpisah ras,

Sampai kapanpun kita tidak akan mendapatkan restu, apa kau siap dengan itu ras?"

" tapi keluargaku merestuimu mas.."

" aku bersyukur akan itu ras.. Om Suryo adalah orang yang bijaksana..

Namun banyak hal yang membuatku takut,

Kau masih begitu muda,

kau juga baru melahirkan,

Apa kau siap dengan apa yang akan terjadi ke depannya ras?

Dengan semua tekanan yang akan di lakukan oleh keluargaku?

Jika elang sudah pulang, goncangan akan semakin besar,

Dia pasti akan menarikmu untuk kembali, bagaimanapun caranya,

Apa kau akan teguh denganku jika itu terjadi ras?

Apa kau akan berjuang untuk anak anak kita?

sungguh aku memikirkan mentalmu, kesehatan jiwamu..

Sesungguhnya kau belum boleh menanggung semua beban ini,

Tapi aku tidak punya pilihan selain menuntunmu untuk mencari jalan keluar dari situasi yang rumit ini.."

Laras menggeleng pelan,

" aku tidak akan kembali pada Elang, meski dia harus membunuhku..

Aku juga tidak mungkin sanggup melihat anak anakku tumbuh menjadi keponakanku..

Apa mas bisa merelakanku untuk itu? menjadi istri dari adikmu?

Melihatku di peluk dan di ciumi orang lain?"

Pram sontak menutup mulut Laras dengan telapak tangan kanannya.

" Husss! Aku tidak senang mendengar itu ras! Rasanya sungguh tersiksa hanya dengan mendengarmu mengucapkannya, apalagi aku harus melihatnya?!" Pram terlihat marah.

" kalau begitu apa yang harus kita perbuat? Kedua orang tuamu sungguh tidak memberi kita celah, mereka tidak mau mendengarkan kita,

Bahkan mereka tidak kasihan terhadap kedua bayi kita,

Mereka bertindak seperti ini demi Elang,

Dan tidak memikirkan kau, aku dan anak anak kita sama sekali,

mataku sungguh telah terbuka..

Kau di perlakukan dengan seenaknya selama ini mas,

Tapi kau tetap tenang dan sabar..

Tapi haruskan kau diam?" Laras menarik lengan suaminya.

" aku tidak diam ras, banyak hal yang sudah ku persiapkan untuk kemungkinan terburuk.

aku pasti bicara dengan mereka ras, pasti..

apapun yang akan kuterima nantinya,

sikap apapun yang akan mereka berikan,

aku tidak mungkin memberikan ibu dari anak anakku kepada laki laki lain, termasuk adikku sendiri,

Kecuali kau tidak mencintaiku dan anak anakmu?"

" jahatnya kau berkata seperti itu mas.."

Pram memeluk Laras,

" aku tidak tau benar apa yang kau rasakan,tapi kau membalas semua sentuhanku, tidak menolakku dan terlihat nyaman disampingku, jadi.. Apakah aku salah mengira bahwa kau juga menyayangiku ras?

Aku tidak egois bukan ras dengan memaksakan kehendak ku?".

1
Agustina Ery
makasih mbak ayu sudah up
erni kurniartati
saya suka karya mbk ayu, ceritanya tdk belibet. sy tunggu cerita yang lainnya, tetep semangat berkarya /Pray/
strawberry
Novel novel mbak ayu bagus bagus 👍
Lyna Elza
mksh mbakk
Sri Supriatin
terimakasih Thor biar lama tapi happy end 👍🙏🙏😍😍
Enik Susianah
Akhirnya, selesai jg.
Happy ending.
Sy suka karya2 mb Ayu.
Sy tunggu karya berikutnya
Aningrum
Tak tunggu karya² yang barumu Thor..
Lestari Ratnawati
lagi extra part...masih belum puas bagian Laras ma pram...🤣😍
Miko Celsy exs mika saja
mba ayuuu❤️❤️
Wiwik Roviyantini
Alhamdulillah terimakasih untuk up nya mba ayu sehat selalu aku tunggu kisah" yg lainnya 😍😍😍
Isda Wardati K
Terima kasih mb Ayu up nya.
Wiwik Roviyantini
pa kabar mba ayu semoga sll sehat y...kpn mulai up lg nih msh kita tunggu kelanjutan kisah mas Pram dan Laras lho 👍
Sri Supriatin
nak Ayu kapan upnya ditunggu yah💪💪💪
Lyna Elza
kapan ready lagi Kakk
Lyna Elza
mana kelanjutannya kakakk
Enik Susianah
akhirnya.... sambung lg..
sy sangat menunggu.
trima kasih mb ayu.
sehat selalu
Betti Betti
lanjutkan ceritanya Thor 🙏
Lyna Elza
aku menunggu lanjutannya....ayo kakkkk
Lyna Elza
mari kakkk
santhy
baru ngeh kalo mbak ayuk lanjutin novelnya.. thank's mbak ayuk.. 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!