Anna Vyatcheslavovna, gadis muda asal Rusia yang dibesarkan di kota Abaza Republik Khakassia. Sebuah kesalahan membuat ia harus terus berurusan dengan tuan muda kedua Baranov, keluarga yang menerima Sergey Vyatcheslav sang ayah bekerja dikebunnya.
Tuan muda kedua Baranov yaitu, Nikolai Ivanovich Baranov atau kerap di sebut Psycho Rusia, tertangkap basah tengah menyiksa seorang pria di dalam hutan. Saksi mata itu adalah Anna yang diberi tempat tinggal di hutan kecil milik keluarga Baranov.
"Kau akan jadi korban berikutnya. Larilah seperti kelinci, dan aku akan menangkapmu!" Nikolai
Bagaimana Anna yang melarikan diri dari sosok Nikolai? Penasaran? Yuk baca dan jangan lupa beri Like dan dukungan kalian..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elsa safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu kembali
Anna langsung terbangun dari tidurnya. Ia masih bingung, seberapa jauh ilusinya, dan manakan yang kenyataan? Saat dia mencoba membuka kembali ingatannya setelah itu, kepalanya terasa akan pecah. Dia mengerang pelan sambil memijat dahinya.
"Ayah, jam berapa ini?"
"Sekarang sudah jam 7 malam, apa kamu ketiduran?"
Seketika Anna tersentak kaget. Dia ingat sekitaran pukul 3 sore, dia berbicara dengan Nikolai lewat telpon, dan pria itu berniat datang menemuinya. Apa dia tersesat di kota besar ini, dan tengah kebingungan mencari jalan?
"Ayo makan malam."
Sergey mengajak Anna untuk menyusulnya ke meja makan, sementara ia mengeluarkan beberapa makanan yang di belinya di jalan pulang.
Anna dengan cepat beranjak. Sulit mengetahui apakah bayangan dalam pikirannya itu nyata atau tidak, tapi bayangan hitam itu terlihat seperti Nikolai? Tidak mau berpikir kesana kemari, ia memutuskan untuk segera menyusul ayahnya.
...***...
Setelah makan malam, ia pergi ke kamar untuk tidur. Tapi saat ia mematikan lampu, siluet itu kembali muncul dari balik tirai jendela. Kali ini ia yakin Itu bukan ilusi, dan sebuah kenyataan. Ketika dia mendekat untuk melihatnya lebih dekat, dia mundur dengan cara yang sama. Jarak tertentu dipertahankan. Tiba-tiba suara samar bercampur dengan angin dari luar, menggagetkan hatinya.
Aku menemukanmu.
Tirai itu perlahan dibuka, dan di atas balkon terdapat Nikolai yang berdiri sambil bersandar di pagar besi.
"Tuan?!"
Sebuah garis senyum di tarik dengan pasti. Meski sudah lama tak bertemu, seringai angkuh Nikolai masih pekat dalam pikiran Anna. Kali ini pria itu hanya terdiam dengan posisi berdiri yang sama, tidak melakukan pergerakan seperti patung manekin.
Tapi Anna yakin, dia benar-benar sosok Nikolai. Sampai Anna kembali masuk ke kamarnya untuk menyalakan lampu, Nikolai ikut menyusul masuk saat pintu jendela itu di buka.
"Sekarang kita sudah sedekat ini, apa kamu tidak berniat mengatakan sesuatu?" Akhirnya suara bariton itu kembali melambung, memenuhi seisi ruangan.
Saat ini lampu kembali menyala, dan menyajikan sosok pria tampan dengan segala kelengkapan style favoritnya. Dia lalu mendekat, suara yang keluar mengeluarkan erangan karna tiba-tiba pria itu menekan pinggangnya. Entah bagaimana, sepertinya tubuhnya bertambah beberapa kali lipat. Kekuatan yang membatasi pergerakan seperti monster, bola matanya menyembul keluar dan mulutnya perlahan terbuka. Anna berusaha melepaskan diri, tapi pria itu tidak bergerak dan dengan santainya berkata.
"Aku bosan karena kelinciku kabur, kau tau? kurasa seharunya dari dulu aku membuatkannya kandang yang aman."
Nikolai menatapnya dengan intens. Ia memperhatikan Anna dengan penuh gairah aneh. Anna merasa asing dengan itu.
Pria itu mulai mengendus tengkuk Anna, lalu meraih lehernya. Mata yang tenang bersinar seperti reptil raksasa. Ini aneh, meski tidak tercekik, Anna kesulitan bernapas dan hampir tak bisa membuka matanya yang terus tertutup.
"Bagaimana menurutmu?" Pria itu berbisik tepat di belakang telinga Anna.
Di ruangan yang begitu terang, Anna merasa seperti sedang di pertontonkan dalam teater. Ia dengan cepat meraih tangan Nikolai yang tengah melingkar di pinggangnya, berniat segera menjauhkan pria itu, tapi kekuatannya tidak setara.
Melihat usaha Anna untuk menjauhkan dirinya, ia malah sengaja menarik gadis itu lebih dekat ke dalam pelukannya. Di saat yang sama, seluruh tubuh Anna terasa tersengat listrik.
"Lepaskan aku!" Ia menggeram pelan.
Sementara pria itu malah menggosokkan kepalanya di tengkuk Anna sambil terkekeh gemas.
"Pinggang ini sangat pas di pelukanku."
makasih kak thor,karya mu sudah menghibur kami,semangat berkarya,dan ditunggu karya baru nya 💪🥰