NovelToon NovelToon
Salah Sasaran

Salah Sasaran

Status: tamat
Genre:Paksaan Terbalik / One Night Stand / Romansa / Tamat
Popularitas:65.4k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Mitos dilangkahi adik perempuan menikah, merupakan momok yang menakutkan bagi Bening Embun Pagi. Belum lagi anggapan orang-orang yang akan melabelinya sebagai perawan tua, begitu menkutkan baginya.

keadaan yang membuatnya sangat terdesak ini, membuat Bening akhirnya, mengambil jalan pintas, dengan menjebak pria incarannya di coffee shop miliknya.

Sayangnya penjebakan itu berujung petaka bagi hidup bening, pria yang masuk dalam jebakannya bukanlah pria idamannya melainkan seorang pengusaha perkebunan teh asal Kota Kembang Bandung yang terkenal dengan sifatnya yang arogan.

Bagaimanakah nasib Bening selanjutnya? apakah ia akan menikah dengan pria idamannya atau justru terjebak pernikahan dengan pria arogan yang masuk perangkapnya?

Cerita selengkapnya hanya ada di novel Salah Sasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27

"Tidak ada lagi pertanyaan..."

"Tunggu," cetus Bening, menarik tangannya dari tangan Surya untuk melepas kalung kemudian meletakannya di atas meja di antara mereka. "Aku masih berpakaian. Satu pertanyaan untuk sepotong pakaian."

"List pertanyaanmu banyak sekali rupanya," ucap Surya.

Bening melepaskan gelang dan anting-anting, lalu meletakannya di dekat kalung. Sementara Surya tertawa kecil sembari menyandarkan punggungnya di kursi, menimati pemandangan istrinya membuka pakaiannya. "Kalau begitu, buka gaunmu!"

Bening mendorong meja untuk berdiri, ia merasa menjadi pusat perhatian Surya ketika ia mengulurkan tangan ke belakang untuk membuka kancing gaun.

"Kemarilah!" ucap Surya melambaikan tangan kepada Bening. Wanita itu menatap curiga ke arah Surya. "Kau tidak bisa membuka semua kancing bajumu," imbuh Surya.

Surya benar, Bening berjalan memutar ke sisi meja Surya. Surya melonjorkan kakinya dengan santai, sehingga Bening harus melangkahkan kaki Surya untuk bisa memberikan punggungnya.

Dengan cepat Surya melepaskan kancing-kancing baju itu, lalu perlahan melepas gaun itu dari bahu istrinya, jemarinya mengikuti jejak gaun itu menuruni lengan Bening.

Saat gaun itu meluncur turun dari tubuh Bening, Surya melingkarkan tangan ke perut Bening, dan menariknya ke pangkuan. Surya mengesampingkan rambut Bening, kemudian mencium tengkuk istrinya.

Rasanya ada banyak aliran hangat menuruni punggung Bening, ia memejamkan mata untuk merasakan kenikmatan itu, tapi ia teringat jika masih ada satu pertanyaan lagi yang ingin ia tanyakan, dengan cepat Bening menepis tangan Surya dari perutnya.

Ia berdiri dan menjauh dari jangkauan Surya. "Kenapa tidak ada lukisan atau foto di rumah ini? Dinding di rumah ini benar-benar kosong, sama sekali tidak ada hiasan yang menggantung."

"Aku lebih suka dinding rumah ini polos," ujar Surya. "Lagi pula bingkai yang berbeda jenis dan ukuran justru membuat ruangan menjadi tidak bagus. Bukankah kau sudah tahu aku menyukai keseragaman dan simetris?"

Memang ada banyak ragam ukuran dan macam bingkai lukisan, kediamannya di Surabaya di penuhi oleh foto dan lukisan dinding yang berbeda ukuran serta jenisnya, tapi menurut Bening hal itu justru membuat rumahnya menjadi indah. 'Rasanya mustahil ada orang seperti Surya,' batin Bening.

"Korsetnya," ucap Surya sembari menunjuk ke arah korset yang masih menempel di tubuh Bening.

Ucapan Surya langsung membuat Bening tersadar dari lamunannya, ia membuka pengait-pengait pada korset kemudian membukanya. Bening berdiri di hadapan Surya hanya dengan mengenakan br* dan celana dal*m tipis berenda. Wanita itu melihat rasa lapar pada tatapan mata suaminya, ia juga melihat tubuh Surya bereaksi.

"Apa kau takut aku menyakitimu?"

Bening mengerutkan keningnya, ia tak mengerti dengan pertanyaan Surya. "Aku tidak takut kau menyakitiku," sahut Bening. "Karena aku percaya kau tidak akan pernah menyakitiku, tapi aku takut kau mengabaikanku."

Bening mundur beberapa langkah. "Aku masih punya satu pertanyaan lagi."

"Sesi bertanya sudah selesai," tukas Surya dengan tegas, seraya meraih tubuh Bening kembali dalam pangkuannya.

"Jawab pertanyaanku, kemudian aku akan membuka br* dan celana dala*ku."

Surya terdiam sesaat, ia mengambil seuntai rambut Bening dan mengusapnya. "Satu pertanyaan lagi," ucapnya dengan lembut. "Kemudian permainan berakhir."

Tapi ini bukan permainan bagi Bening. "Kenapa kau sering mengetuk-ngetukan jarimu?"

Surya terkejut mendengar pertanyaan Bening, ia melepaskan untaian rambut istrinya. "Kau sering mengetuk-ngetukan jemarimu di lutut, di meja, di kursi atau di mana pun. Aku memperhatikan itu setiap kali kau melakukannya," ucap Bening sembari menirukan Surya sedang mengetuk-ngetukan jemarinya.

"Menangnya kenapa?" tanya Surya dengan tegas. "Itu kebiasaanku saat aku gelisah."

Kebiasaan? Kalau hanya kebiasaan mengapa reaksi Surya langsung berubah? Apa yang sebenarnya di sebunyikan pria itu? Sebenarnya Bening ingin menayakan lebih lanjut, namun jatah pertanyaannya sudah habis sehingga ia menepati ucapannya untuk membuka bagian akhir yang menempel di tubuhnya.

Surya mengangkat pandangannya menatap Bening ketika istrinya sudah telanjang sepenuhnya. "Ya, Tuhan. Kau sangat cantik, Bening."

Pujian yang di berikan Surya, membuat Bening salah tingkah. Dengan malu-malu Bening bergerak melingkarkan tangannya di leher Surya, hingga membuat pria itu menegang. Bening memberikan ciuman menenangkan di bibir suaminya, dan jemarinya berputar ringan di bakal jambang Surya yang tajam.

Tangan Surya melingkari tubuh Bening dan menariknya lebih merapat. Bening semakin bisa merasakan gairah Surya yang membara, ia melepas satu persatu kancing kemeja suaminya, dan melepasnya dari tubuhnya.

Bening menyusurkan tangannya di dada suaminya, bibirnya bergerak turun dari bibir Surya menuju leher, kemudian dada bidang suaminya. Tanpa aba-aba, Surya membopong tubuh Bening ke tempat tidur dan membaringkannya.

Pria itu buru-buru melepas celananya dan merayap di atas tubuh Bening, dengan penuh gairah Surya kembali menjelajahi mulut Bening, sementara tangannya bergerilya di tubuh istrinya.

Kenikmatan dan hasrat menyelubungi Bening, napasnya kian memburu ketika Surya melakukan penyatuan. Bening terkesiap atas reaksi yang di timbulkan dari penyatuan yang memabukan itu, ia mencengkram pundak pria itu dan ikut menggerakan tubuhnya secara perlahan mengikuti Surya.

Surya mencium payudara Bening dengan lembut, hal ini membuat Bening bergerak lebih cepat mencari pelepasannya. Merasakan istrinya berada di puncak kenikmatan, Surya membelai wajah cantik Bening. Bening tak sanggup dengan sentuhan lembut Surya, ia memejamkan mata kemudian melakukan pelepasan.

Selama bebrapa saat Surya nenahan Bening pada puncak kenikmatannya, barulah ia bergerak lebih cepat menuju puncak kenikmatannya. Surya bergerak lebih cepat dan lebih kuat, hingga Bening merasakan tubuh suaminya bergetar dengan hebat dan kemudian cairan hangat membasahi rahimnya.

Surya mencium kening Bening, lalu memeluknya berguling ke samping. Bening belum pernah merasakan kenikmatan dan kepuasan seperti ini sebelumnya, jantungnya masih berdegup kencang di dada Surya. Ia merasa melayang, seolah semuanya yang ada di sekitarnya berkilauan.

Surya kembali mencium kening Bening, kemudian ia mendorong tubuhnya untuk bangkit, namun Bening menahannya. "Jangan!" pinta Bening sembari memegang lengan Surya. "Kumohon jangan pergi, tidurlah bersamaku sepanjang malam."

Bening tersenyum manis sembil membelai lengan Surya dengan manja. "Suamiku, jangan pergi."

Surya mengelus pipi Bening, lalu perlahan ia kembali berbaring di samping Bening dan memeluknya. Bening tersenyum riang, ia mengecup dada Surya ke,udian merapatkan diri ketubuh suaminya.

Bening merasa seperti sudah melewati beberapa jurang, harapan akan menemukan kebahagiaan dan menjalani kehidupan normal layaknya pasangan suami istri yang selalu bersama dalam satu ranjang sepanjang malam, semakin nyata.

Tapi sayangnya harapan itu kembali padam ketika pukul 01.00 dini hari, ketika Bening terbangun ia tidak lagi merasakan kehangat tubuh Surya. Pria itu diam-diam memakai kembali pakaiannya dan pergi dari kamarnya, meninggalkannya sendirian seperti malam-malam sebelumnya.

1
Dewi Andayani
Mantapsssss
Ersa
Luar biasa
bunda DF 💞
good,, singkat padat n bikin penasaran
Asti •§͜¢•🦢🍒
Akhirnya 😍
Asti •§͜¢•🦢🍒
Astaga Grace meninggal dibunuh Aksara, Akhirnya end
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
terima kasih kembali kak🙏
semoga sukses selalu karya karyanya 🤲
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Aksara jahat sekali 😡
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
kaaaan benerrrr kejutan luar biasa yang di ciptakan Bening dan Sukma
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
waahhh ampun deh sampai migran gituuu😂😂😂
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
ternyata rembulan baru kali ini melihat Bening OMG ...setelah sekian purnamaaaa
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
tenang Surya siapa tahu Bening akan menampilkan sesuatu yang di luar dugaan mu
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
pasti Surya takut akan terjadi kekacauan jika bening bermain musikk yaa
⏤͟͟͞Rᵇᵃˢᵉ αииα 🅑αbу ՇɧeeՐՏ🍻
akhir yang membahagiakan ya..
⏤͟͟͞Rᵇᵃˢᵉ αииα 🅑αbу ՇɧeeՐՏ🍻
semoga bening bisa punya anak sendiri ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
karya yang luar biasa. Terima kasih
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
saling melengkapi.
begitulah mereka
Ira Safwa 💕
selalu suka karya ka Irma, seruuu dengan konflik yang berbeda di setiap karyanya. Semangat berkarya 👍👍
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Bagus ceritanya konfliknya tidak terlalu berat, happy ending... recomanded 👍👍
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
sampai migrain mendengar suara piano yang dimainkan Bening
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Kehadiran Bening dalam kehidupan Surya membawa perubahan yang baik dan kehidupan yang bahagia yang mereka jalani...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!