NovelToon NovelToon
BIDARI BLUE

BIDARI BLUE

Status: tamat
Genre:Mata-mata/Agen / Tamat
Popularitas:83.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumi

Bidariblue namanya, dia bukan robot, tapi tubuhnya dipasangi Bio Bionic dan Microchip oleh dokter James Athur atas permintaan Bob Meyer, seorang owner dari badan intelijen swasta yang bernaung dibawah bendera XPostOne.

James sendiri adalah seorang dokter genetika Bionic women atau manusia robot. Kini Bidari menjadi eksperimen pertama.

Sayang sekali ekspektasi dokter James dan Bob Meyer tidak tercapai. Bidari menjadi tambah berutal disaat ia tersakiti. Bukan itu saja, gadis itu bersikap dingin terhadap lawan jenis, terutama kepada Zuga Qiosaki yang sangat mencintainya.

Apakah perubahan temperamen Bidari hanya pura-pura untuk mengelabui XPostOne dan para agent lainnya atau otaknya sudah terkontaminasi oleh Bio Bionic ciptaan dokter James?

Bagaimanakah kelanjutan kisah Bidariblue saat tahu dirinya diculik dan dipasangi Biobionic dan Microchip?

Ayo ikuti perjalanan Bidariblue dalam sepak terjangnya menumpas musuh negara, dan juga percintaannya yang panasss...

******

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

REBUTAN

"Kau berani mengambil kunciku lagi, atau aku remukan jari-jarimu." ancam Bidari. ia menahan diri untuk tidak tergiur bibir s3xy Abrano.

"Aku meragukan kematian calon istriku, jika dia masih hidup aku rela kesepuluh jari-jariku diremukan. Mampukah ia melihat orang yang dicintainya...."

"Jangan bacot, perlu aku pratekin gimana cara mencabut kukumu." potong Bidari dengan dada bergemuruh.

Ia benci sekali kepada hatinya yang tidak bisa menahan getaran tangannya. Kenapa cinta sangat jahat dan tidak bisa di rem, selalu saja membuat ia salah tingkah dan tersipu malu sahat Abrano menatapnya.

Setelah mengambil kunci dari tangan Abrano, Bidari melepaskan laki-laki itu dengan cara mendorongnya ke badan mobil.

"Enyahlah...."

Bukan Abrano namanya kalau ia kalah, ia tahu gadis itu tidak sungguh-sungguh mendorongnya. Saat Bidari mau masuk mobil, Abrano menarik Bidari, punggung gadis itu menempel didadanya. Kedua tangan Abrano melingkar di pinggang.

"Jangan pergi lagi." bisik Abrano, hembusan nafas laki-laki itu menyentuh lehernya.

"Iss..lepass...."

Siku tangan kanannya menyikut perut Abrano, laki-laki itu merintih memegang perutnya.

"Duhh..teganya kau sayank.."

"Ehh dengar, aku bukan calon istrimu, aku tidak kenal sama orang yang tidak tahu sopan santun sepertimu."

"Apa kau bilang, kau tidak kenal padaku?"

"TIDAK!!" bentak Bidari melepaskan dirinya.

Matahari benar-benar sudah terbenam. Seluruh pantai menjadi gelap gulita. Satu persatu lampu pantai menyala. Beberapa pengunjung meninggalkan.

Bidari tidak bisa bergerak, bibir Abrano sudah menekannya. Laki-laki itu sangat ahli dalam bermesraan sehingga Bidari tidak berdaya saat Abrano mendorong badan gadis itu body mobilnya.

Tekanan dari badan Abrano sangat berat, sehingga Bidari megap-megap. Ia akhirnya mendorong badan kekar itu sampai Abrano hampir terjengkang.

"Sudahlah! ini tempat umum, kau tidak punya etika." ketus Bidari.

"Kau membuat aku gila."

"Aku tidak kenal kau, beraninya kau melecehkanku." akhirnya Bidari mampu melawan gejolak n4fsuunya.

"Ahhh....."

Bidari naik ke mobilnya, ia kaget ketika kap mobil mau ditutup, ternyata Abrano bertengger di kap mobil.

"Turun gak!!"

"Oke..."

Laki-laki itu merosot turun dan duduk di samping Bidari.

"Aku menyuruh kamu turun keluar, bukan kedalam sini, dodol....."

"Aku tadi mau turun diluar tapi kakiku meleset disini."

"Modus! Keluar kamu."

"Sudah semakin sepi dan gelap, aku ingin pulang, tolong antar aku sampai di CK. Hari ini sangat berat bagiku."

"Suruh orang lain antar, aku mau pulang."

"Tolonglah, aku akan membayarmu."

"Aku tidak perlu uang." jawab Bidari pendek.

Mobil Lamborghini melaju dengan kecepatan sedang, Abrano menahan perasaannya, harusnya ia pura-pura tidak mengetahui kalau yang disampingnya adalah Bee, gadis yang sangat dicintainya.

"Wajahmu mirip dengan calon istriku." ucap Martin membuka percakapannya.

"Terus apa hubungannya denganku?" ucap Bidari menatap lurus kedepan.

"Aku sangat mencintainya, hidupku hanya untuknya."

"Semoga kamu move on, orang sudah mati jangan diingat lagi."

"Aku tidak bisa melupakannya, sampai kapan pun."

"Jangan omong kosong, kalau kau setia kenapa kau menciumku?"

"Maafkan aku, tadi cuma nge-tes saja, ternyata bibirmu dengan dia...." Abrano tidak melanjutkan ucapannya, ia sengaja membuat Bidari penasaran.

"Apa bedanya?" tanya Bidari memandangnya.

Abrano tidak menjawab, ia memilih diam dan khusuk menjawab beberapa telepon masuk. Terkadang Abrano menarik nafas panjang.

"Tidak terasa cepat sekali sampai, ingin rasanya muter-muter keliling, kau tidak mau mampir ke rumahku?"

"Tidak, semoga ini hari terakhir kita bertemu." sahut Bidari acuh.

Ia tidak mau dibawa perasaan. Tugasnya masih panjang, dan nyawa masyarakat ada ditangannya. Ia dan Zuga harus berhasil membongkar kejahatan pak Joni dan konco-konconya.

Sekarang ancaman bom beralih ke pasar dan rumah sakit. Mereka sengaja mencari sasaran masyarakat awam dan mematikan pasar tradisional.

"Aku ingin membelikanmu minum, sebagai tanda ucapan terimakasih ku."

"Tidak usah, aku mau langsung pulang." sahut Bidari. Ia tidak mau diperbudak cinta. Baginya perasaan itu bisa sirna asal berusaha membuangnya. Cinta tidak selalu harus besatu.

"Please, sekali ini saja. Kalau kamu tidak beli minum, aku tidak mau turun."

"Kau aneh, jangan menyusahkan orang." gerutu Bidari.

Tapi akhirnya ia ikut turun juga. Abrino tersenyum penuh kemenangan, ia masuk ke CK sambil menggandeng Bidari.

"Kau minum apa?"

"Coffee Latte..."

"Pilihlah makanan yang kau sukai, atau CK ini aku beli untukmu?" goda Abrano.

"Iss...aku tidak ingin apapun, hanya satu permintaanku pergi dari hadapanmu."

"Aku tahu kau sangat membenciku, maaf jika aku menyusahkanmu." ucap Abrino dengan wajah sedih.

"Kau memang menyusahkanku." Bidari ngedumel.

Bidari mengambil Coffee Lattenya dan keluar dari CK. Tiba-tiba saja ada yang mendorongnya sehingga kopinya jatuh tumpah di baju orang.

"Panas...panass..." teriak laki-laki itu membuka jaketnya.

Ntah darimana datangnya orang-orang, itu, kkufmereka serempak menyerang Bidari.

"Kurang ajar!!" teriak laki-laki itu memukul Bidari.

Bidari berkelit dan kaki kirinya menerjang dua orang laki-laki yang menyerangnya. Permainan Bidari betul-betul bagus dan membuat penyerangnya semakin nekat.

"Kalian banciiii, bisanya maìn kroyok saja."

Bidari betul-betul marah, ia meloloskan ikat pinggangnya dan,

"TAARRR...TAARRRR...."

Beberapa orang kena sabetan dan jatuh ke lantai. Mereka kewalahan melayani Bidari yang sangat kuat.

"Menyerah atau aku bunuh pacarmu ini!!" teriak seorang laki-laki menodongkan pistol ke pelipis Abrano.

"B4JIINGAN!!" pekik Bidari.

"Sayankk...tolonglah aku..." rintih Abrano. Bidari tidak berdaya melihat Abrano, ia mendekat.

"Hanya b4nciii yang bertingkah pengecut. Aku akan mengingat kau!!" tunjuknya.

"Kejujuran bukan slogan kami, menyerah atau nyawa pacarnu jadi tumbal!!"

Bidari pasrah demi Abrano, ia membiarkan tangan, kakinya diborgol serta matanya ditutup.

Kemudian tubuhnya dipanggul oleh seseorang dan diajak pergi. Bidari merasa yang memanggulnya adalah Abrano. Bau parfumnya sama, ntahlah...

Setelah berjalan beberapa menit perlahan tubuhnya diturunkan.

"Dimana ini?" tanya Bidari. Penutup matanya dibuka.

"B4jiingann!!" teriak Bidari ketika melihat abrano di depannya.

"Kutuklah, maki sepuasnya. Aku memang gila gara-gara mencintaimu. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Lebih baik mati daripada jauh darimu."

"Lepaskan aku, kita bicara baik-baik."

"Tidak ada yang harus dibicarakan, buka hatimu sayank, aku hanya mencintaimu. Kenapa kau kekeh dengan pendirianmu, jangan memaksa aku menjadi pembunuh. Aku membunuh Gitta karena ingin bersamamu, semua aku lakukan demi kamu."

"Aku tidak mengenalmu, lepaskan aku!!" geram Bidari, ia ingin marah, ingin ngamuk tapi tidak bisa. Jika ia marah akan gampang membuka borgol, berhadapan dengan Abrano kemarahannya sirna. Ia sudah berusaha, tetap tidak bisa.

"Oke..kita buktikan apakah kau mengenalku atau tidak."

"Tidak, jangan aneh-aneh, tolong jangan lakukan apapun...." protes Bidari takut.

Lebih baik ia diajak berantem daripada berm3sraan, takut tidak bisa mengontrol diri, dan larut dalam suasana hati. Ia harusnya tidak boleh menaruh hati kepada Abrano. Kadang ia benci diperbudak oleh cinta.

Bidari melengos ketika Abrano membuka satu persatu kancing bajunya. Mata pria itu tajam memandang Bidari.

"Abrano, jangan diteruskan, matikan lampunya."

"Tidak sayank, lampu harus tetap menyala supaya kau bisa membayangkan tubuhku. Kau selalu membuatku gila, membuangku seenaknya, apa kau mengerti deritaku. Aku hancur, setidaknya berikan aku kesempatan untuk mencintaimu. Jika aku bersalah atau pindah ke lain hati, kau berhak membunuhku."

Abrano membuka semua pakaian, ia hanya meninggalkan boxer di tubuhnya. Dadanya yang bidang dengan bulu-bulu halus, membuat penampilan laki-laki itu bertambah sexy.

Laki-laki itu perlahan melangkah mendekati Bidari, ia tidak mau mencium gadis itu, takut digigit. Bibirnya beralih ke aset Bidari yang lain.

"Abranp kau sakit, kau gila, tolong lepaskan aku. Kau telah melecehkan aku."

"Aku berhak melakukan apapun padamu karena kau calon istriku."

"Aku tidak mau padamu, aku sudah punya calon suami, aku tidak mencintaimu."

Abrano tidak menjawab, ia mengambil gunting dan mulai membuka pakaian Bidari satu persatu.

"Abrano kau giila, sampai kau menodaiku, aku bersumpah akan bunuh diri."

"Santai saja, aku cuma melihat punggungmu apakah masih ada bekas penganiayaan atau sudah sembuh?" ucap laki-laki itu membuka borgol dan memindahkan ke realing ranjang.

Pasrah, hanya itu yang bisa dilakukan oleh Bidari. Abrano memperlakukannya begitu lembut, membuat Bidari lupa akan dirinya. Gejolak asmaranya menggebu-gebu, tapi Abrano tidak mau gegabah mengikuti n4fsu Bidari, ia harus bisa mengontrol diri.

"Love you sayank." bisik Abrano ******* bibir Bidari.

"Katakanlah kau juga mencintaiku."

"Tidak, kenyataannya aku tidak mencintaimu.." jawab Bidari.

"Tookk...tookk...tookkk..."

Ketukan dipintu membuat Abrano terpaksa melepaskan belitan Bidari. Ia menutup Bidari dengan selimut.

"Ada saja pengganggu." gerutunya kesel.

Abrano menyeret kakinya kearah pintu, dan membukanya. Ia kaget melihat siapa datang. Sepuluh pengawal menodongkan pistol kepadanya.

"Aku mau mengambil bodyguardku." ucap Martin tegas.

"Kami saling cinta satu sama lain kau tidak boleh asal mengambil." protes Abrano. Ia betul-betul panik, tanpa terasa matanya berkaca-kaca. Sungguh sakit hatinya.

"Sayank..kita pulang."

Martin mendekat ia membuka jubahnya dan mengambil gambar Bidari yang terikat. Baju yang tergunting dan semua ia vidioin, satu persatu.

Ia membuka borgol bidari memakaikan jubah kepada gadis itu. Bidari menangis dipelukan Martin, ia tidak tahu untuk apa menangis, apakah karena ia bebas atau karena sedih ninggalin Abrano.

Martin menggendong Bidari melewati Abrano.

"Martin, kau sudah punya Farida kenapa kau serakah?"

"Gadis ini bodyguardku, mengertilah." sahut Martin mengambil kunci mobilnya.

"Sayank, kita saling mencintai jangan pergi, kembalilah...."

Abrano menumpahkan air mata lelakinya. Ia sudah tidak malu, hatinya sakit sekali.

Martin menggendong Bidari keluar dari kamar Abrano, melangkah dan melewati Gate satu. Sepasang mata memandang kepergian Martin dan Bidari, perasaan cemburu mengharu biru dihatinya.

Sampai di garasi Martin menurunkan Bidari, ia membuka pintu mobil. Bidari langsung masuk dan menghempaskan bobot tubuhnya. Ia menarik nafas panjang dan melepaskan kasar. Martin mengambil tissue basah menghapus air mata Bidari.

"Kita pulang, berhenti menangis..." ucap Martin membelai rambut Bidari.

"Trimakasih, siapa memberitahumu kalau aku ada disini?"

"Seseorang whatsapp aku memakai private number." kata Martin polos.

****

1
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
katanya kapok, tapi koq diulangi terus.. Dasar buaya muara kau,Abrano😡😡
F.A_06
ayo semngt bidari sayank bikin novel lgi
Calista
sad ending
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
i love you to...

thrrr jngan lupa ea bidari
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
tuh kan baru juga berapa hari, udah selingkuh aja. Emang dasar buaya muara si Abrano inih
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
hhhmmm... pasti gak bertahan lama pernikahan tsb.Lha dipaksa koq gk ikhlas dari hati
Linda Raiyos
Luar Biasa
💜⃞⃟𝓛 🅳🅸🅼🅰🆂🎀Chipitz
tegangg Bidari beraksi,, kasian lelah 2 hari gak tidur demi mengungkap kematian sang jenderal
ayumi: tq kk udah mampir
total 1 replies
R yuyun Saribanon
bingung sy thor sama cerita ini..banyak ina inunya... ga jelas.. terus sebelum martin di pindahkan ke VVIP.. memang dia di rawat di klas berapa?.. aneh lu thor bikin ceritanya
Yumee: klo bingung jangan dibaca, nanti tersesat.
total 2 replies
Calista
udah end aja nih,aq suka alur cerita nya
ayumi: tq kak sdh mpir
total 1 replies
Calista
kenapa bidari harus meninggal kn zuga sih,skrng kn bob meyer sdh meninggl gak ada lg yg akan menghalangi cinta mereka
ayumi: karena bidari tahu umurnya pendek, gara" chip di kepala.
total 1 replies
Calista
ternyata presiden juga meninggal
Calista
pak joni dn bob meyer ketembak barengan
Calista
seorang joni bisa putus asa juga,mana joni yg selama ini songong dn angkuh
Calista
pak joni memasang bom di tubuh ny
Calista
pak joni udh tdk punya rasa empati yg dia punya cuma ambisi
Calista
bener semua orang pasti akan mati krn emang itu udh takdir ny
Calista
songong bngt nih bapak satu,walaupun anda punya seribu nyawa klu tuhan mengambil semua ny ttp aja anda akan mati jg
Calista
udah seperti kucing aja punya sembiln nyawa
Calista
pejabat tinggi cuma jabatan ny aja tp kelakuan ny udh seperti maling
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!