Kayana Putri & Gavin Adhitama
Kayana terpaksa menerima perjodohan itu karena dia tidak memiliki siapa-siapa lagi di dunia ini. Kayana berusaha untuk menjadi isteri yang baik dan penurut, tapi usahanya tidak pernah di hargai oleh Gavin. Sampai pada suatu hari Gavin bertemu kembali dengan wanita di masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.M Arti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harapan Kayana
Aiiihh.. pria itu tampan juga... Apakah dia membawanya karena ingin menemui kekasihnya yang di rawat di sini juga?
Tokk tokk tokk
Agil segera masuk dan mempersiapkan makanan di atas meja untuk sarapan bersama tanpa melihat Tuan Gavin dan yang lainnya.
"Tuan, Nona makanan sudah siap." Ucap Agil dengan sopan.
"Rick ayo kita makan, Kak Yana ambilkan makanan untukmu ya. Kamu harus makan." Ujar Kayana pada Ricko tanpa meminta persetujuannya.
"Biar saya saja Nona, saya yang akan menyiapkannya untuk Ricko." Ujar Agil.
"Tidak, aku ingin menyiapkan sendiri untuk adikku. Tidak apa kan suamiku?" Tanya Kayana meminta persetujuan Tuan Gavin.
"Hmm. . ." Ujar Tuan Gavin tanpa sepatah katapun.
Kayana mengambilkan makanan untuk Ricko, dan mereka makan bersama dalam satu ruang yang sama. Setelah selesai makan, ponsel Ricko berdering. Tertulis nama Mamah disana, melihat Ricko yang bingung membuat Kayana menghampirinya dan menanyakan apa yang membuatnya bingung.
"Ada apa?" Tanya Kayana tiba-tiba sudah di samping bed Ricko.
"Mamah Kak." Ujar Ricko menunjukkan ponselnya pada Kayana.
"Ya sudah sini biar kakak yang angkat." Ujar Kayana merebut ponsel Ricko.
"Tapi kak. . ." Ucap Ricko dengan ragu.
"Sstttt. . ." Ucap Kayana mengacungkan jarinya di bibirnya.
Kayana segera mengangjat telepon dari Mamah Sora yang pasti khawatir karena Ricko tidak pulang semalaman dan tidak mengabarinya sampai sekarang.
"Hallo Ma. . ." Ucap Kayana.
"Hallo. . Oh maaf apakah Mama salah memencet kontak ya. Tadinya Mama ingin menghubungi Ricko karena sejak semalam tidak ada kabar dan tidak pulang Nak." Ucap Mama Soraya.
"Mama tidak usah cemas, Ricko bersamaku. Semalam dia ingin pulang tapi di luar hujan Mam, dan Bu Mun sudah pulang. Jadi Ricko harus menemaniku. Maaf ya Ma sudah membuat kalian khawatir." Ujat Kayana lagi.
"Syukurlah kalau bersamamu Nak. Setidaknya semalam dia tidak keluyuran dengan teman-temannya dan pergi minum." Ujar Mama Sora merasa lega.
"Iya Ma, sekali lagi saya minta Maaf." Ujar Kayana.
"Iya sayang, tidak apa. Oh iya . . .kemarin kenapa kamubpergi lebih dulu? Apakah terjadi sesuatu padamu?" Tanya Mama Sora.
"Tidak Mah, semua baik-baik saja. Percayalah. . ." Ucap Kayana dengan lembut.
"Syukurlah. . .Ya sudah biarkan dia menemanimu sampai Bu Mun kerja lagi ya Nak." Ucap Mamah Sora.
"Iya Ma, terimakasih sudah mengijinkan Ricko untuk menemaniku Ma. Aku pastikan Ricko tidak keluyuran." Ujar Kayana melirik Ricko.
"Iya Nak. Terimakasoh ya sayang. Janga dirimu baik-baik." Ujar Mama Sora pada Kayana.
"Iya Ma. . ." Ucap Kayana.Panggilan sudah berakhir, Kayana mengembalikan ponsel Ricko.
"Terimakasih Kak. . . " Ujar Ricko.
"Hmm. . .Kau suka minum-minum?" Tanya Kayana mengintrogasi.
"Tidak. . . Aku keluar malam dengan teman saja sesekali, itupun kalau ada undangan perayaan ulang tahun. Aku anak baik-baik Kak." Ujar Ricko membela dirinya.
"Haiihh. . terserah kau saja. Kalau begitu aku kembali ke ruanganku ya. Suamiku sudah bosan sepertinya. . .Kamu lekas sembuh. Kalau ingin sesuatu minta pada Tuan Agil. Kalau di tidak mau, hubungi aku." Ujar Kayana.
"Hmm. . iya Kak. Terimakasih." Ujar Ricko.
Kayana kembali pada Tuang Gavin yang sejak tadi sudah menunggunya. Mereka kembali ke ruang Kayana di ujung lorong. Sebenarnya Kayana sudah boleh pulang tapi Tuan Gavin meminta tambahan satu hari supaya Kayana benar-benar sehat meski tidak sakit.
Tuang Gavin memindahkan semua pekerjaannya menjadi online. Dia stay di sofa dengan laptop dan beberapa berkas yang baru saja di kirim oleh staff Agil.
Kayana memilih untuk duduk di dekat jendela dan melihat pemandangan yang terlihat dari jendela. Dia melihat beberapa orang tampak sibuk hikir mudik kesana kemari.
Ada juga sepasang suami suami isteri bersama dua anaknya yang masih kecil, mereka terlihat sangat bahagia. Kayana mengelus perutnya yang sejak tadi kedua bayinya menendang membuatnya sedikit menahan sakit.
*Sebentar lagi kita akan berjumpa Nak, kalian tahu? Daddy kalian juga menyayangi kalian. Mommy minta maaf selama ini Mommy sudah egois, menjauhkan kalian dari Daddy. Apa kalian suka dengan panggilan ini? Mommy and Daddy. . . Bukan Mommy yang meminta, tapi Daddy kalian.
Daddy juga sudah menggendong kalian tadi Nak. . Padahal Mommy tidaa mau, tapi Daddy memaksa. Jadi mau tidak Mommy harus pasrah saja, apakah kalian suka saat Daddy menggendong kita?
Mommy yakin, jika kalian sudah lahir nanti, Daddy tak akan henti-hentinya menggendong kalian. Kalian tidak perlu khawatir lagi ya, Mommy dan Daddy sudah bersatu untuk kalian. Mommy beharap keluarga kita tidak akan terpecah belah lagi. Mommy tidak ingin kalian menjadi korban dalam masalah orang dewasa*.
Seolah paham dengan maksud dari pembicaraan Kayana, mereka kembali menendang perut Kayana hingga membuatnya terpekik. Dengab sigap Gavin segera menyudahi pekerjaannya dan menghampiri Kayana.
"Istriku. . apa yang terjadi? Kau merasa kesakitan?" Tanya Tuan Gavin mengelus perut Kayana.
"Hmm. . .mereka sedang menendang-nendang. Aku hanya kaget, aku tidak apa. . " Ucap Kayana dengan tersenyum.
"Hai Nak. . jangan tendang perut Mommy ya. . .Kita main bolanya besok saja kalau kalian sudah lahir. Disini lebih luas, kalian bisa main sepuasnya. Sekarang jadi bayi-bayi yang baik dulu ya, setelah lahir terserah kalian mau jadi Fakbaby sekalipun bebas." Ujar Tuan Gavin.
"Aiihh... Kau ingin membuat kedua anakku bar-bar?" Ujar Kayana.
"Biarkan mereka berekpspresi sayang." Ujar Tuan Gavin.
"Sa. . sayang?" Ujar Kayana tak percaya.
"Hmm. . apa ada yang salah?" Tanya Tuan Gavin mendongakkan kepalanya.
"Ti. . tidak. . ." Ujar Kayana.
"Sekarang dan seterusnya kau jangan kaget saat aku memanggilmu sayang isteriku." Ujar Tuan Gavin yang tanpa ragu-ragu langsung mengecup kening Kayana.
"Hmm . . .kalau begitu lanjutkan saja pekerjaanmu. Aku sudah lebih baik. Anak kita sudah diam setelah Daddy mengelusnya." Ujar Kayana pada Tuan Gavin.
"Hmm. . terimakasih sayang sudah mau mengandung anakku." Ujar Tuan Gavin.
"Sudah menjadi kodratnya seorang isteri, mematuhi suaminya, mengandung, dan melahirkan. Setelah melahirkan harus mengAsihi hingga usia 2 tahun, dan membesarkannya." Ujar Kayana membuat hati Tuan Gavin tertegun.
"Lalu aku bagaimana?" Tanya Tuan Gavin.
"Kau mencari nafkah, memberikan perhatian pada anak dan isterimu. Dan kalau perlu membantuku mengurus anak-anak." Ujar Kayana.
"Kenapa tidak menyuruh Babysitter supaya kita terlalu capek?" Tanya Tuan Gavin lagi.
"Boleh kita memperkerjakan babysitter. . . tapi aku ingin menikmati nikmatnya menjadi seorang ibu dari mengandung hingga melahirkan bahkan merawatnya. Aku tidak ingin anak-anakku lebih dekat dengan orang lain selain orangtuanya." Ujar Kayana yang lagi-lagi membuat Tuan Gavin terdiam.
"Aku juga akan ikut membantumu mengurus anak-anak kita." Ucap Tuan Gavin.
"Terimakasih suamiku. . ." Ujar Kayana.
\=\=\=\=\=
**Maaf kemarin tidak up. . .🙏🙏
Jangan lupa like, komen and Rate5 ya, Boleh juga vote seikhlasnya...🌹🌹
~teşekkür ederim~ 😍😍**
Btw, aku pernah baca novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, itu keren banget. Kalo search jangan lupa tanda kurungnya