Ini karya pertama saya,
saya harap para pembaca menyukainya
mohon dukungan nya jika kalian menyukai karya saya.
Cerita ini menceritakan sebuah pengkhianatan di dalam sebuah pernikahan.
Setelah selesai mendapatkan hati istrinya kembali. Karena kebodohannya yang termakan rayuan sang mantan. Ia merasa mendapatkan sebuah karma atas pengkhianatan yang ia lakukan. Karena penderitaan sang putri semata wayang nya.
Mari mampir ke ceritaku.
Kita saksikan apa yang terjadi di kehidupan anaknya.
Maaf jika masih ada kata kata yang salah atau masih ada kata yang kurang tepat.
Mohon juga mengoreksi kesalahan saya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widi widi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Kini Thalia sudah berada di toko kuenya. Dia juga sudah menceritakan semuanya pada Vania. Thalia tidak memberitahu ibunya tentang papa nya yang datang ke rumah, dan tantangan yang di berikan pada ayahnya karena ia tau ibunya itu gampang luluh kepada sang papa karena cintanya begitu besar untuk sang papa. Oleh karena itu ia merencanakan ini semua untuk kedua orang tuanya.
Thalia yang sedang duduk termenung larut dalam pikiran nya itu tak menyadari ada seseorang berdiri sambil menatap wajahnya.
" Apa yang sedang kau pikirkan Thalia, apakah kau sedang ada masalah? " Tanya seseorang tersebut.
" Ehh... sejak kapan kau disitu Al. " Ucap Thalia kaget karena Al berada di depan nya sambil menatap dirinya dengan senyum manisnya.
" Sudah sepuluh menit yang lalu, sepertinya teman ku yang cantik ini mempunyai masalah. Maukah kau menceritakannya? " Ucap Al.
" Tidak ada masalah apa apa, hanya sedang merindukan ibuku. Karena aku akan berpisah agak lama. Baru kali ini aku jauh dari ibuku. " Ucap Thalia yang sedikit berbohong. Karena masalah ini, ia tak ingin banyak orang mengetahuinya. Cukup Vania saja yang mengetahuinya.
" Kupikir ada masalah yang serius, dasar anak mami. " Ucap Al sambil menarik gemas hidung mancung Thalia.
" Aduh Al, sakit tau. " Ucap Thalia sambil mengusap hidung nya.
" Wah sepertinya aku akan mendapatkan makanan mahal dan enak. " Ucap Vania yang sedang menggoda Al dan Thalia.
" Aku akan memesan makanan yang paling mahal. Dan memesan nya sangat banyak sehingga perutku sangat kenyang dan tak mampu bergerak. " Sambung Matt melanjutkan ucapan Vania.
Entah sejak kapan kedua manusia itu memperhatikan Thalia dan Al yang sedang berbicara seperti sepasang kekasih di meja kasir.
" Matt gaji mu akan aku potong, karena sudah mengganggu dirinya yang sedang mengambil hati Thalia. " Ucap Al sambil menatap Matt tajam.
" Ampun tuan jangan potong gaji ku. " Ucap Matt.
Sedang kan Thalia hanya tersenyum.
" Thalia kau ingin aku belikan oleh oleh apa. Karena aku akan melakukan perjalanan bisnis ke beberapa negara untuk menggantikan ayah ku. " Tanya Al.
" Aku hanya minta agar teman ku sampai dan kembali dengan selamat agar aku bisa melihat candaan mu dan Matt lagi. Dan juga membuat toko kue ibuku semakin ramai karena para penggemar mu selalu memenuhi toko ku. " Ucap Thalia sambil terkekeh.
" Hanya kau wanita yang berani menolak ku dan tak pernah meminta apa pun dariku. Aku semakin mengagumi mu. " Ucap Al sambil tersenyum ke arah Thalia.
" Sudah jangan menggombal terus, masih banyak wanita cantik di luar sana yang cocok menjadi pasangan mu " Ucap Thalia.
" Baiklah, karena kau tidak meminta apapun aku tetap akan membelikan sesuatu sebagai oleh oleh, kau harus menerimanya. Aku tak mau mendengar penolakan untuk yang satu ini. " Ucap Al.
" Baiklah, aku akan menerima nya. Kapan kau akan berangkat? " Ucap Thalia.
" Nanti malam, jaga dirimu baik disini dan jangan pulang terlalu larut karena aku tak mau kejadian yang kemarin terulang kembali. Karena aku tidak berada di negara ini untuk waktu yang tak di tentukan. " Ucap Al.
" Kau seperti sedang berbicara dengan pacarmu saja. Aku tau Al, aku juga tak ingin kejadian buruk itu terjadi lagi. " Ucap Thalia.
" Karena kau teman ku, aku hanga tak ingin kau kenapa napa. " Ucap Al.
" Tenang saja, aku akan berhati hati. " Ucap Thalia.
" Kalau begitu aku pulang dulu karena ada beberapa hal yang harus aku siap kan. Aku pamit ya Thalia. " Ucap Al.
" Hati hati di jalan, semoga semua kerjaan mu berjalan lancar Al. " Ucap Thalia.
" Hey tuan tampan, jangan lupa oleh oleh untukku. " Ucap Vania yang sudah mengetahui keberangkatan Al karena dari tadi ia sibuk berbicara berdua dengan Matt.
" Tenang saja bagian mu juga ada, kau juga teman ku Van. " Ucap Al lalu ia berjalan berdampingan dengan Matt meninggalkan toko lalu pergi memasuki mobilnya di parkiran.
Di dalam mobil.
" Matt kau kerahkan beberapa anak buah kita untuk memantau Thalia dari jauh. Karena tak ingin ada pria yang menyentuk Thalia sebelum diriku. Karena ia masih bersegel. " Ucap Al dengan seringai nya. Sedang kan Matt hanya bisa mengiyakan perkataan Al.
" Entah apa yang di rencanakan Al untuk mu Thalia, semoga tuhan melindungi mu karena kau wanita baik. " Ucap Matt dalam hati.
like komen jangan lupakan guys.
hempaskan
jngn mau balikan lily
dan tuk charles jembali dg lili, ya ok ok aja
pasti ada niat jahay
sama kamu..
baru tau rasa
jd males lnjt bacax