seandainya suara - suara semangat di ujung Telepon sana, bisa aku tukar dengan kata "Hallo " dari Ibuku,mungkin akulah wanita yang paling berbahagia didetik ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kumala Nainggolan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BOLA MATA COKLAT
Aku akan bersama denganmu kekantor Polisi untuk membuat pengaduan ." kata Meilin , sambil menatap wajah Hebrew yang tampak panik dan marah.
Tidakkah lebih baik Ibu Meilin pulang saja , temanku akan mengantarmu , karena besok kau akan bekerja , aku tidak ingin kau kelelahan ." sahut Hebrew , yang tampak mondar mandir diarea parkir Mobilnya dan tampa menoleh pada Meilin.
Tidak apa...aku akan menemani mu ." sahut Meilin lagi.
Tampaknya Wanita yang tengah bersama dengannya itu ternyata keras kepala.
Polisi yang sudah ada ditempat tersebut sedikit bertanya- tanya pada Hebrew dan orang disekitar.
Dua puluh lima menit yang lalu Hebrew dan Meilin sepakat , bahwa Hebrew akan mengantar Meilin kembali kebiliknya.
Hebrew tampak sangat senang , karena Meilin menyetujui permintaannya itu . Raut wajahnya tampak sumringah , bahkan kebahagiannya saat itu tidak bisa dibandingkan dengan Intan dan Berlian , pokonya lewat dah .
😂😂
Tetapi betapa terkejutnya mereka , setelah sampai keparkiran Mobil tempat Mobil Hebrew terparkir , mereka melihat bahwa kaca Mobil Hebrew pecah berantakan .
Kebahagiaan diwajah Hebrew berubah seratus delapan puluh derajat . Ia tampak panik dan menahan amarahnya .
Ia bolak balik memperhatikan barang - barang apa saja yang hilang dari dalam Mobilnya.
Teman - temannya yang mandi dipantai tadi bersama dengannya , juga tampak sudah berkumpul disana.
Salah satu dari teman mereka segera menghubungi Polisi , yang adalah kakanya.
Dalam waktu Dua puluh menit Polisi sudah tiba disana.
Setelah membuat laporan ke Kantor Polisi , Hebrew meminjam Mobil temannya dan segera mengantar Meilin pulang ke Biliknya.
Pasti kau sangat kelelahan Bu Mel ? "tanya Hebrew , dengan sedikit mencuri pandang pada Wanita yang disampingnya tersebut . Sembari menyetir Mobil dengan perlahan.
Kembali wajah Hebrew tampak bahagia , ketika Meilin tidak menolak untuk diantar pulang olehnya.
Bahkan untuk saat itu , masalah pencurian pada Mobilnya , dengan modus memecahkan kaca Mobil , hilang lenyap entah kemana . Itu semua tergantikan dengan senyum Meilin.
Ibu Mel...." sapa Hebrew lagi.
Iya ..." sahut Meilin , dengan pandangan lurus kedepan.
Bisakah saya memiliki Kontak Ponselmu ?" pinta Hebrew dengan hati - hati , takut menyinggung perasaan Wanita yang sudah mencuri hatinya itu , beberapa bulan yang lalu.
Meilin hanya tersenyum saja dan tetap memandang lurus kedepan.
Yang Didepan itu adalah Bilik saya ." seru Meilin , menunjuk salah satu Rumah Kost-kostsan
Hebrew pun berhenti tepat dipekarangan Rumah tersebut , yang tampak sangat luas. Kost - kostsan berlantai dua itu.
Meilin turun dari Mobilnya . Sebelum turun dari mobil itu , Meilin berterima kasih pada Hebrew.
Ibuu Meilin !" sapa Hebrew lagi , memberanikan diri dengan kekuatan penuh , 😂😂😂 ntah mengapa didepan wanita ini nyalinya tampak ciut.
Iya..." sahut Meilin singkat , dan kembali menoleh pada Hebrew dengan tatapan dari Bola Mata Coklatnya yang begitu sangat lembut . Meilin baru saja hendak ingin turun dari Mobil , sebelum Hebrew memanggil namanya , dan sudah membuka pintu mobil tersebut.
Hmmmm...apakah kau tidak ingin memberikan kontak Ponselmu padaku ?" tanyanya lagi dengan nada pelan.
Meilin tersenyum mendengar pertanyaannya itu.
Pulang lah , hati - hati dijalan ya ." pinta Meilin , dan langsung keluar dari Mobil itu.
Lalu berjalan menuju pintu gerbang Kost - kostsan nya . Membukanya , dan masuk kedalam tampa menoleh lagi.
Ouhh my God , hanya kontak Ponsel , seberapa sulit sih memberikannya ! " seru Hebrew dengan suara nyaring dan sedikit kesal.
Ok , masih butuh perjuangan panjang untuk mendapatkan sebuah nomor kontak.
Ahh... itu masih nomor kontak , belum lagi hatinya ." guman Hebrew memandang Punggung wanita itu , hingga hilang masuk kedalam Biliknya .