NovelToon NovelToon
My Brondong CEO

My Brondong CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / Mafia
Popularitas:384.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aylis

"Tanda tangani ini atau kita bercerai," ucap Rey seraya menatap ke arah sang istri.

"Aku memilih pilihan kedua," Livanya kini telah bisa menjawab dengan tenang tanpa tangisan di mata nya.

"Apa?!" kerutan bingung tampak jelas di dahi pria itu.

...

Pernikahan yang romantis dan harmonis selama 8 tahun kandas saat sang suami membawa wanita lain ke rumah nya.

Di tengah kabut yang ia alami, Livanya di pertemukan dengan pria yang bahkan sudah mencari nya sejak lama.

Pria dengan obsesi gila yang bisa melakukan apapun untuk mendapatkan.

"Anda sudah mengambil malam pertama saya, bukan nya anda harus bertanggung jawab?"

Pria muda dengan senyuman yang indah memikat namun beracun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aylis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berpositif Thinking.

Deg!

Deg!

Deg!

Jantung wanita itu berdetak dengan cepat, ia tak pernah sekalipun memegang tubuh seorang pria kecuali suami nya sendiri.

Sedangkan sekarang?

Otot yang keras dan terbentuk itu masih terbanyang jelas di ingatan nya.

"Astaga!"

Livanya membasuh wajah nya sembari menatap ke arah cermin yang masih memantulkan bayangan diri nya yang merasa malu.

"Kenapa dia melakukan itu? Dia gila?!" gumam Livanya yang masih tak habis pikir.

Sedangkan pria yang masih menunggu itu tampak tersenyum tipis, ia tak sabar menunggu wanita yang masih bersembunyi di kamar mandi itu untuk segara keluar.

......................

Hotel

Rayvan mendengus kesal, sesuai dengan pembicaraan nya yang terakhir jika sang istri akan pulang namun tak akan pulang dengan nya.

Yang itu berarti ia akan pulang sendirian.

"Ga akan aku lepas kamu Liv!" gumam nya yang merasa begitu tak adil jika ia diselingkuhin oleh sang istri.

Ia tak Terima jika di tinggal untuk waktu yang lama hanya untuk pria lain.

Padahal itu sendiri belum waktu yang benar-benar lama.

Putra nya pun tak ingin ikut sama sekali dengan nya yang membuat nya berangkat sendiri dan pulang sendiri.

Rasa kesal, amarah, dan dongkol bercampur menjadi satu di hati nya.

......................

Avenue du President Kennedy.

Pukul 01.34 am

Pria itu menatap ke arah wanita yang tampak tertidur dengan pulas.

Bukan karna kelelahan namun karna obat yang ia berikan sudah bekerja.

Obat tidur yang akan membuat seseorang benar-benar pulas seperti sudah di berikan anestesi total.

Tangan yang memgusap pipi yang halus dan lembut itu dengan perlahan dan halus serta mengusap nya.

Bibir yang menggunakan lipstik berwarna merah muda serta rambut yang masih tergerai dengan panjang.

Blouse berwarna putih dengan paduan celana jeans itu tampak sempurna di tubuh kecil nya.

Cup!

Kecupan lembut melayang di lengkung leher yang tercium aroma bunga itu.

Tak ada perlawanan sama sekali karna ia kini sepertu berhadapan dengan seseorang yang akan masuk ke dalam meja operasi dengan bius total yang tak akan terasa bahkan dengan pisau yang akan menyayat nya.

Edgar melihat sekilas ia tak melihat ada nya perlawanan atau pergerakan sama sekali.

Kecupan nya merambat dan mulai mel*mat perlahan ke arah bibir bulat yang tebal dan manis itu.

Hisapan yang kecil seperti permen jeli dengan tangan yang perlahan masuk ke dalam sweater dan mengusap perut rata yang indah itu.

Usapan yang lembut dan gemas hingga menarik dan menaikkan sweater putih itu.

Tubuh kecil yang tampak langsung tenggelam dan hilang di dalam dekapan dan kungkungan pria yang memiliki lebar dia kali lipat tubuh nya.

Edgar merasa menggila, adrenalin nya melaju cepat hingga membita debaran jantung nya ingin keluar.

"Hah..."

"Si*l!"

Napas nya menjadi berat dengan logika yang sulit untuk berjalan, ia menatap ke arah wajah cantik itu sesaat setelah ia melepaskan ciuman nya.

Andai saja wanita itu bisa membalas setiap hisapan dan belitan lidah nya mungkin ia akan lebih suka lagi.

Mata nya terpana namun tangan nya mulai mer*mas kecil dengan sendiri nya tanpa berhenti.

Cup!

Sesaat setelah ia menepis dan menyingkirkan penghalang untuk piramida yang sedang di bungkus itu ciuman nya pun datang.

Begitu sulit untuk nya agar tak meninggalkan jejak sedangkan ia terkadang lupa jika sudah mengigit nya dengan begitu gemas.

Pria itu sibuk dengan kecupan yang membuat wajah nya tenggelam di tempat yang begitu empuk itu namun kini tangan nya sudah kembali berjalan dan menjelajah mencoba jajahan di tempat yang lain.

Jeans yang ketat itu pun bukan penghalang sama sekali, menyentuh area yang bahkan tak bisa di sentuh oleh orang lain sudah membuat nya begitu senang.

Ia merasa sesak untuk sesuatu sampai ia mengeluarkan nya dan kemudian mencari kepuasan di atas tubuh kecil itu tanpa harus melakukan penyatuan yang membuat nya benar-benar terhubung.

Walaupun rasa ingin melakukan nya begitu besar. Namun ia tau jika ia melakukan nya pasti wanita yang sudah menikah itu akan sadar jika ia telah di masuki.

...

Pukul 07.45 am

Mata abu-abu itu terbangun, ranjang yang empuk dengan suhu kamar yang sesuai dengan yang ia inginkan.

"Astaga!"

Livanya tersentak saat ia menyadari jika ia bagun bukan berasal dari tempat nya.

"Sudah bangun? Aku sudah buat sarapan,"

Suara yang langsung keluar dengan senyuman yang begitu cerah.

Tentu saja karna ia sudah menjelajahi setiap inci tubuh wanita itu namun saja ia tak memasuki nya.

Tak ada jawaban selain wajah yang bingung dan panik.

"Aku pindahkan karna kau tertidur kemarin malam," ucap Edgar yang mengatakan lebih dulu apa yang ingin di tanyakan.

"Iya..." jawab Livanya mengangguk dan masih linglung.

Edgar tersenyum," Kalau sudah selsai keluar agar kita bisa sarapan."

Livanya hanya mengangguk kecil sembari menatap heran.

"Dia ga ngapa-ngapain aku kan?" gumam Livanya yang memeriksa tubuh nya namun ia tak merasakan apapun di bagian inti nya.

"Astaga Liv! Kamu ini mikir apa sih sama anak sepolos itu?" ucap nya yang memukul kelapa nya sendiri karna merasa bersalah sudah menuduh dan berprasangka buruk pada orang lain.

Ia kemudian beranjak dan ingin bangun untuk membasuh wajah nya lebih dulu.

"Ack!"

Ringis nya yang merasa di bagian dada nya terasa sakit.

"Kok sakit ya? Apa karna mau datang bulan?" gumam nya lirih yang tak mau ambil pusing dan mencoba berpositif thinking.

Tanpa tau apa yang sudah terjadi pada nya.

......................

Livanya Abellard

1
Elliyana 123
lagian mana ada isteri diselingkuhi mo akur dlm 1 rmh lg
falea sezi
egois bgt kenan
falea sezi
Jalang kcil berlagak korban
falea sezi
np g bs dpet gak asuh pengacara nya bloon ya
falea sezi
bertele tele tau cerai aja pake drama
falea sezi
katanya mandiri mandiri prett jalang
Intan Muthia
kegilaan mu Ed yg bikin aku suka sama kamu🔥🔥
Intan Muthia
🔥🔥🔥
Intan Muthia
obsesi Edgar sangaaattt 🔥🔥🔥
Intan Muthia
dari pertama udah selingkuh ya pasti nanti bakalan selingkuh juga, selingkuh itu penyakit susah di sembuhkan🔥🔥
Intan Muthia
kemana aja kamu thor😭😭😭
Lisa Halik
saya mampir thor
Akbar Razaq
ngeri ya di cintsi seorang psiko
Akbar Razaq
😅😅😅
echa purin
👍🏻
Iis Yuningsih
kk ditunggu ya up nya,makin seru aja ceritanya semangat kk💪🏻💪🏻💪🏻🥰🥰🥰🥰
Iren Nursathi
up nya jngn lama² thor slalu ku tunggu
Yus Nita
owalah...
seperti ny Livanya, klr dari mulut buaya
masuk ke mulut Harimau...
begitu juga dengan Keinan, diri ny tak di sukai oleh di apa pun baik Ayah tiri atau pun Ibu tiri gimana na nasib dan mental ny ke depan y...
Yus Nita
dasar suami tak tau ber syukur kamu Ray...
dulu sama Livanya kamu blh cerewet
sekarang Rasha kamu blg banyak tuntutan, padahal kamu puji dua wanita mandiri...
lah sekarang apa... merasakan di abai kan dan mencoba main api lg..
dasar biadabnya kamu DRay...
Yus Nita
sia2 karena perebutan menghampiri mu Rasha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!