Ariana, gadis 18 tahun yang jatuh cinta kepada Guru paling dingin di sekolahnya.
Ternyata, semesta memberikan kesempatan padanya untuk bisa merebut hati sang guru, Arandra lewat perjodohan.
Tapi sayangnya, hati Arandra tetap tak bisa Ariana dapatkan. Meski mereka adalah suami istri. Arandra selingkuh dengan mantan kekasihnya yang sangat ia cintai.
Hati istri mana yang tidak hancur melihatnya. Ariana pun mengajukan gugatan perceraian kepada suaminya.
Saat keadaannya tengah terpuruk, kenyataan yang lain pun terkuak. Ariana hamil.
Tidak ingin ada siapa pun yang tahu, Ariana meminta bantuan Radit yang notabene adalah Om dari Arandra.
Radit selalu setia menemani Ariana dalam menghadapi masa-masa sulit di kehamilannya.
Dapatkah Ariana mendapatkan cinta yang tulus dari seseorang?
Di saat ia trauma dengan cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ivan witami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28 KEMBALI LAH PADA ISTRIMU
"Gila ya kalian berdua! main api dibelakang Wanita lain. Fell, Kamu sadar gak! Arandra itu sudah punya istri! Dan kamu Ndra! Dengan santai dan bangga bercerita sudah bercerai dengan istrimu lalu kamu kembali lagi dengan Felly. Setan memang kalian berdua!” Devan menggebrak meja kafe sampai pengunjung lain melihat mereka. Devan tidak habis pikir dengan sahabatnya itu.
"Dari ceritamu, Istrimu itu orang baik! Aku sudah gak respect lagi sama kalian berdua,” Sambung Daren lalu bangkit dari duduknya kemudian meraih tangan Arsy. Arsy yang dulu kasihan dengan Felly pun berubah menjadi jijik melihat wanita yang merusak rumah tangga orang lain, dengan dalih masih saling cinta.
Darren pergi lebih dulu, ia muak dengan Arandra dan Felly.
"Kamu yakin setelah ini hidup kalian bahagia! No...! Terlebih kamu Fell, Kau perempuan, kan. Harusnya memposisikan dirimu sesama perempuan dan tidak merusak atau menjadi penyebab hancurnya rumah tangga orang lain. Kau sudah termakan rayuan dia. Dari dulu Si brengsek ini playboy! Mungkin benar dia mencintaimu dan terbukti hanya kamu yang tidak dia rusak. Sisanya tanyakan saja padanya. Setan kalian berdua!” Devan memilih pergi menyusul Darren dan Arsy.
Arandra terdiam begitu juga Felly, Mata Felly menahan air mata dan melihat orang-orang sekelilingnya yang melihatnya jijik. Felly meraih tasnya lalu bangkit meninggalkan Arandra begitu saja. Arandra yang sadar melihat Felly pun mengejarnya.
“Fell, tunggu!” Arandra meraih tangan Felly. Felly mengangkat tangannya tanda tidak ingin di sentuh oleh Arandra.
"Cukup, Ndra! Ini terakhir kalinya. Jangan merayuku lagi. Aku baru sadar, aku sudah menghancurkan hati seorang istri. Kembalilah pada istrimu!”
"Apa?” Arandra memegangi kedua lengan Felly dan menatapnya tidak percaya setelah ia tinggalkan semua demi dirinya malah justru menyuruhnya kembali pada sang istri.
"Aku melakukan ini demi kamu, tapi kamu..., Felly I love you! Because of you, Felly! Kita sudah sejauh ini, Fell.”
"Kamu tidak mencintaiku. Kamu hanya terobsesi padaku!!” Felly menepis tangan Arandra lalu berlari keluar kafe.
"Felly! Ck! Brengsek!” Arandra tetap mengejar Felly.
Disisi lain Ariana sedang berbelanja kebutuhannya di minimarket di dekat rumahnya bersama Radit, ia membeli seperti sabun, sampo, dan yang lainnya tak lupa membeli susu hamil serta cemilan lainnya.
Saat hendak membayar ke kasir ia tidak sengaja melihat berpas-pasan dengan dua sahabatnya yang juga sedang berbelanja. Sontak Ariana terdiam, terpaku melihat keduanya ditambah saat ini perutnya sudah terlihat jelas membuncit. Daniar dan Rasty pun melongo melihat kondisi Ariana yang beberapa bulan terakhir tidak dapat di hubungi setelah pindah dari sekolahnya.
"Riana? Kamu?”
"Hai, Ras, Niar!” Ariana tersenyum canggung dan malu lalu menutupi perutnya dengan tas kecilnya agar tidak terlihat begitu jelas.
Rasty dan Daniar juga melihat troly belanjaan Ariana dan melihat susu hamil disana. Membuat Rasty dan Daniar saling pandang.
"Ri, ini susu rasa coklatnya!” ucap Radit tiba-tiba membawa tiga kotak susu coklat. Sebab Ariana ingin rasa Coklat dan yang ada di trolynya rasa vanilla.
Radit mengerutkan dahinya lalu melihat Rasty dan Daniar. Radit tahu sudah pasti Mereka berdua adalah teman Ariana, terlihat dari seragam sekolahnya.
"Ri kita gak salah lihat, kan. Kamu hamil?” tanya Rasty penasaran.
Ariana hanya mengangguk ragu lalu mengambil susu dari tangan Radit. Rasty dan Daniar sontak mengira Radit adalah suami Ariana.
"Ini suami kamu?”
"Bukan ini om ku! Aku gak punya suami. Ras, Daniar nanti aku jelaskan di rumah, yuk? Yuk om pulang. ” Kemudian mereka pun pulang ke rumah.
Mereka pun pulang ke rumah. Sesampainya di rumah Ariana menceritakan semuanya membuat dua sahabatnya itu pun menangis melihat kondisi Ariana saat ini. Ia begitu geram dengan gurunya yang lepas tanggung jawab sebagai suami.
“Tapi aku minta sama kalian berdua Rahasiakan kehamilanku dari pak Aran."
"Loh, Kenapa begitu, Ri? Kasih tahu aja biar tanggung jawab sebagai Ayah. Siapa tahu Pak Arandra juga mau kembali sama kamu!” Rasty sangat tahu jika Ariana begitu mencintai Arandra sedari masih duduk di kelas satu SMA.
Ariana tersenyum melihat kedua sahabatnya.“ Ada satu hal yang tidak bisa dipaksakan Ras, yaitu perasaan. Dan untuk apa bertahan kalau hanya menahan sakit dan tidak diharapkan. Awalnya Pak Aran begitu manis, memperlakukan aku layaknya istri, teman, dan adik serta murid tapi setelah beberapa Minggu menikah ada sedikit perubahan dan tak lama aku melihat Pak Aran masih berhubungan dengan mantannya. Yah ... seperti yang tadi aku ceritakan. Sudahlah. Aku bisa kok merawat anak ini. Papaku juga tidak keberatan jika harus membiayai cucunya.” Ariana tersenyum sekilas melihat Radit yang sedari tadi menyimaknya bercerita bersama kedua sahabatnya.
Radit juga tersenyum lalu ia bangkit dari duduknya sebab ia ada praktek dan harus segera ke rumah sakit.
"Ri, Om pamit ya! Masih banyak urusan. Nanti kalau butuh sesuatu hubungi om.”
"Iya Om. Terima kasih sudah temenin Riana belanja.”
"Sama-sama. Yuk semua!” Radit mengangkat tangannya lalu ia pulang.
Setelah Radit pulang Tak lama sahabatnya juga pamit karena hari semakin sore. Ariana duduk sendirian disofa setelah keduanya sahabatnya pulang. Bohong jika ia tidak memikirkan Arandra dan pernikahannya saat sedang sendiri. Mengapa semua ini terjadi padanya. Andai waktu bisa di ulang. Ia akan dengan tegas menolak perjodohan tersebut. perjodohan yang membuat masa depannya hancur. Namun, ia tidak pernah menyesali sudah mengandung seorang bayi.
"Riana!” panggil seseorang, Riana menoleh dan betapa terkejutnya saat melihat papa dan Mamanya pulang.
"Mama!” Ariana bangkit dari duduknya dan mereka saling menghampiri kemudian berpelukan. Ariana menangis di pelukan sang Mama dan papanya mengusap rambutnya. Aris dan istrinya, Andini.
“Kenapa kamu tidak menghubungi Mama, sayang! Biar Mama dan Papa bisa membantu permasalahan kamu dengan suami kamu!”
"Dia bukan suami Riana lagi Ma. Kami sudah bercerai. Riana di usir dan pernah hampir di tampar. Riana takut Ma! Riana sudah tidak mau bertemu Pak Aran juga orang tuanya. Riana tidak mau!”
"Kurang ajar kamu Ndra! Sampai membuat adikku trauma.” geram Aris mengepalkan tangannya.
"Sabar, Ris. masih bisa dibicarakan baik-baik. Untuk saat ini kita semua di rumah. Temani adikmu. ” Maya sang Mama masih memeluk Riana.
“Mama siapa yang memberitahu?” tanya Ariana.
"Bibi! Bibi menceritakan semuanya. Maafkan Mama ya, Nak. Sudah menjodohkan kalian tapi berakhir seperti ini. Oh iya sudah berapa bulan kandunganmu?”
"Sudah 6 bulan Ma. Tapi tolong jangan pernah memberitahu keluarga Pak Arandra. Yang tahu kehamilanku hanya Om Radit. Dan om Radit selama ini selalu membantu Riana juga menemani Riana kemana pun!”
Bu Maya tersenyum lalu mengangguk. Awalnya ingin memberitahu pak Danu, tetapi ia urungkan karena ingin tahu dari putrinya langsung.
***
Ariana
cerita y' bagus autor 👍🏻😘😘😘😘🥰