"Kamu yakin dengan keputusanmu?" tanya seorang gadis dengan hijab panjangnya pada pria yang tampak lusuh dengan jaket army lengkap dengan bau asap rokok yang mengepul di udara. Tampak baru saja pria itu menggilas puntung rokok yang masih menyala itu dengan sepatu bootnya.
"Ya!?" pria itu menatap tajam membuat gadis itu menundukkan kembali kepalanya, "Kamu nggak percaya? Aku akan berjuang, aku akan menjadi seperti yang kamu mau, puas!?" ucapnya dengan penuh penekanan.
***
Bagai sebuah tikaman saat seseorang yang sama sekali tidak sesuai dengan kriterianya mengikrarkan keinginannya untuk meminangnya meskipun jelas mereka jauh berbeda.
Tapi benarkah? Bukankah perbedaan itu yang mengukur Allah, bukan kita sebagai sesama hambanya?
Seperti itulah sebuah kisah terjalin, rasa ingin memiliki dan perasaan lebih baik dari lainnya membuat kisah ini menjadi sempurna, menjadi sebuah ikatan karena Allah,
Sebuah doa yang diam-diam ia ucapkan dalam setiap sujudnya, Elan untuk Kiandra.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Seperti yang di minta Elan, Kiandra masih setia menunggunya di depan masjid, bukan karena ia sudah mulai simpati dengan Elan tapi ia tengah penasaran akan sesuatu.
Dan akhirnya yang ia tunggu-tunggu muncul juga dengan jamaah yang lain, ia benar-benar memastikan jika itu benar Elan dan bukan pria yang mirip dengan Elan.
"Kayaknya aku sedang mimpi deh!?" ucapnya sambil mengusap wajahny cepat dengan kedua telapak tangannya, memastikan apa yang di lihat bukan sebuah halusinasi.
"Assalamualaikum!"
Deg
Kiandra sampai terlonjak ke belakang saat mendapat salam dari seseorang yang tiba-tiba sudah berada di depannya itu.
"Kenapa? Kayak lihat setan aja, bukan langsung jawab salam!"
"Wa a la ikum sa lam!" jawab kiandra dnsgan suara yang terbata-bata.
"Aku boleh pergi kan sekarang?" tanyanya lagi dan Kiandra hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Itu Elan, ia tampak segar dengan rambut yang sedikit rapi karena terkena air, mungkin itu air wudhu. Walaupun dengan pakaian yang sama, tapi wajahnya tampak lebih berseri.
Elan sudah berlalu dengan motornya sedangkan Kiandra masih setia di tempatnya, seakan ia masih belum percaya dengan apa yang baru saja ia lihat.
Setelah masjid agak sepi barulah kiandra meninggalkan masjid, sengaja ia tidak menunggui sampai ba'dha isya' karena ia tidak ingin membuat papanya curiga karena biasanya papanya akan pergi sholat jamaah juga kalau tidak ada acara di kantor.
Sesampai di rumah, ia langsung di sambut oleh bundanya,
"Mana Arsy ma, nggak ikut pulang?"
"Bulan depan katanya, sekalian libur setelah ujian!"
"Yahhhh sayang sekali, padahal aku udah kangen banget sama dia!"
"Sabar kali kak, kan cuma tinggal satu bulan!"
"Oleh-oleh nya mana ma?"
"Issstttt kebiasaan ya, bukan tanya keadaan mama dulu langsung oleh-oleh yang di cari!"
"Kan kia udah tahu kalau mama baik-baik aja sekarang!"
"Bisa aja jawabnya! Masuk dulu baru cari oleh-oleh!"
Aisyah pun mengajak putrinya amsuk ke dalam rumah, dan benar saja di ruang keluarga sudah ada beberapa paperbag,
"Ya Allah ma, banyak banget oleh-oleh nya, buat siapa aja?"
Aisyah sebenernya tidak tahu semua oleh-oleh itu untuk siapa, tapi ia ingin sekali membawanya,
"Ya nanti kalau teman Kia ada yang mau! Boleh kok!"
"Jadi belum bertuan nih ma?" tanya Kia sambil memeriksa satu per satu paper bag itu dan Aisyah pun menggelengkan kepalanya.
"Kalau gitu buat Keysa satu ya ma! Dia temen akrab aku!"
"Satu kelas sama kamu?"
"Enggak, dia masih kelas sepuluh. Tapi usia kita kan sama, malah duluan dia beberapa bulan!"
"Boleh kok!" jawab Aisyah sambil tersenyum, "Oh iya, kata papa kamu di masjid, ada acara apa?"
Kiandra tidak langsung menjawab, ia mengedarkan pandangannya, mencari seseorang,
"Papa mana ma?"
"Papa kamu tadi ada acara dadakan, proyek yang sedang di tangannya ada sedikit masalah,"
"Jadi papa nggak ada di rumah?" tanya Kiandra dan Aisyah pun menggelengkan kepalanya.
"Jangan bilang-bilang papa ya ma, mama bisa nyimpen rahasia kan?"
"Apaan sih Kia?"
"Sebenernya di kelas Kia ada siswa yang bandel banget, trus sama guru BP Kia di mintai tolong buat jadi mentor dia."
"Trus apa masalahnya?"
"Masalahnya kemarin tanpa sengaja papa pergokin dia lagi ngerokok ma, makanya papa benci banget sama dia!"
"Trus apa hubungannya masalah itu sama Kia dari masjid?"
"Sebenarnya Kia belajar sama dia di masjid!"
"Astaghfirullah hal azim, gimana kalau papa kamu Sampek tahu!"
"Makanya ma, jangan Sampek tahu. Aslinya anaknya baik kok ma, dia masih jaga sholatnya!"
"Tahu dari mana?"
"Tadi dia juga sholat magrib di masjid!"
"Baiklah, mama akan jaga rahasia asal ada syaratnya!"
"Apa?"
"Kia harus bisa jaga diri!"
"Siap ma!"
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
...Happy reading 🥰🥰🥰...