NovelToon NovelToon
SERIBU LANGKAH PAPA

SERIBU LANGKAH PAPA

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Keluarga & Kasih Sayang / Chicklit
Popularitas:53.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hellena24

Ellena adalah sosok gadis yang mandiri, kuat, keras kelapa, sedikit kasar, namun hatinya baik dan murah hati. Ellena sangat sering membantu teman-teman di daerahnya yang kurang mampu.

Ia dibesarkan dari sepasang suami istri yaitu Papa dan Mamanya, yang memulai hidup berumah tangga dari O saat mereka menikah, sampai mereka membuka bisnis dan hidup berkecukupan.

Masa pertumbuhan Ellena, ia mendapat didikkan yang sangat keras oleh Papanya. Karenaa banyaknya pengalaman saat merantau semasa muda, menjadikan Papa Ellena sangat keras dalam mendidik anak-anaknya. Begitu juga dengan Ibunya yang menjadi guru SD dan SMP didaerahnya. Ia adalah wanita mandiri.

Papa Ellena sering melayangkan tangan, kaki, barang atau pun dengan ucapan yang keras dan kasar kepada Ellena dan Mamanya.

Ellena memilih satu Adik laki-laki yang sangat di sayangi oleh Papanya. Dibanding terbalik dengan Ellena.

Karena semua itu, bertahun-tahun lamanya, Ellena memendam kebencian terhadap Papanya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hellena24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Menjaga Customer

📱Customer 95 : “Selamat sore Kak, ada di lokasi biasa? Sepuluh menit lagi saya otw ya… Antar pesanannya, Kakak… Terima kasih, Kak. Selamat sore.”

Setelah mengirim pesan kepada langganan toko online shop miliknya, Ellena mengambil charger handphone nya yang masih ada di dalam tas lalu mengecas handphone nya yang sisa tiga belas persen lagi. Ia pun kembali berbaring sambil mengotak atik handphone yang sudah tersambung dengan listrik itu.

Tok Tok…

Tok Tok…

“Paket!”

Tok Tok…

Tok Tok…

”Paket!”

Ellena tersentak dari tidurnya. Ia langsung duduk di atas tempat tidurnya. Tidak ia sadari bahwa dirinya tadi ternyata ketiduran, saat memainkan handphone nya.

”Hah! Mampus telat kuliah aku!” katanya sambil berdiri.

Tok Tok…

Tok Tok…

”Permisi, Paket!”

‘Paket?’ Ellena membuka pintu kamarnya dan berjalan menuju pintu utama sekira sepuluh langkah dari depan pintu kamarnya.

Ia membuka pintu utama. ”Ia Mas?” kata Ellena menyapa. “Ternyata memang ada kurir paket ya yang memanggil, aku pikir tadi cuma mimpi Mas hehe… Panggilan ‘paket’ Mas nya, sampai masuk alam bawah sadar saya.” kata ellena tersenyum kepada Mas kurir yang mengantar paket.

“Iya Mbak, sudah enam kali saya memanggil. Tidak ada yang menjawab. Tadi saya berfikir ‘sudah lah ini yang ke enam kalinya, terakhir untuk memanggil. Jika tidak ada jawaban lagi, saya akan melanjutkan mengantar paket ketempat lain lagi. Syukur Mbak nya keluar, hehehe…” jelas Mas kurir, sambil tertawa kecil.

“Iya… Saya ketiduran ternyata masih sore juga, pikir sudah pagi tadi. Kalau jam segini memang pada kerja, Mas. Di lantai satu hanya ada saya, kalau siang begini. Yang lain pada kerja. Tapi biasanya, ada kakak dan abang yang menjaga kos ini. Mungkin dia sedang keluar sekarang, makanya tidak ada yang menjawab sama sekali. Dari lantai dua, suara di bawah ini tidak akan terdengar.” kata Ellena menjelaskan kembali.

“Iya, Mbak. Pantasan saja, tidak ada yang menjawab. Ini ada empat paket di alamat ini, Mba!” kata Mas kurir, mengarahkan pandangan mata kepada tumpukan paket yang ada di tangganya.

“Iya, ini paket siapa saja Mas?” tanya Ellena.

“Esi Karelia, Fanny Kim, Vera Lim dan Ellena Mayangsari.” kata Mas Kurir sambil memberikan satu persatu paket yang dia bawa.

“Iya, sudah betul Mas. Ini, milik penghuni sini semua.” kata Ellena menjawab, sambil memeluk empat paket yang sudah di pegang nya.

“Baik, Mba bisa tanda tangan di sini?” katanya sambil menyodorkan sehelai kertas kecil.

“Baik Mas!” kata Ellena lagi sambil melakukan permintaan Mas kurir. “Sudah ya, Mas?”

“Baik, sudah Mba! Terima kasih…” kata Mas kurir sambil menganggukkan kepalanya.

“Terima kasih kembali, Mas.” kata Ellena sambil tersenyum kecil. Dan kembali menutup pintu utama kosan ya itu.

“Esi… Es… Esi… Hallo?” kata Ellena berteriak dari depan tangga lantai satu, ke arah lantai dua. Namun, Ellena tidak mendapat jawaban dari Esi.

Ellena kembali membuka pintu utama, lalu berjalan ke samping melihat parkiran sepeda motor kosan milik Om nya itu.

‘Gak ada sepeda motor Esi ni, keluar lagi tuh anak!’ kata Ellena berbicara sendiri, sambil berjalan kembali masuk ke dalam kosan.

Ellena meletakkan paket Cece Fanny dan Cece Vera di depan pintu kamarnya masing-masing. Untuk paket Esi, ia bawa masuk ke kamarnya beserta paket milik dirinya pribadi.

‘Oooo walah…’ Ellena segera menggapai handphone nya. Ellena baru menyadari, tadi ia sudah membuat janji untuk mengantarkan pesanan langganan toko online shop miliknya.

Sebelum melihat handphone, Ellena kembali menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 17.21 wib.

‘Walah telat!’ katanya berucap lagi.

Setelah membuka kuncian handphone miliknya, Ellena melihat notif balasan dari customernya itu.

📲Customer 95 : “Maaf Kak, saya sedang di luar. Ada di rumah mungkin sekitaran pukul 18.30 wib. Nanti saya kabari ya, kalau sudah di rumah. Terima kasih kembali, Kak Ellen.”

‘Syukur lah!’ kata Ellena sambil tersenyum sendiri, menatap handphone dan membaca balasan dari customernya itu.

Ellena meletakkan handphone. Lalu mengambil cutter, alat khusus miliknya yang selalu ia gunakan untuk membuka paket atau untuk packing paket usaha toko online shop kecil-kecilan nya.

Paket yang ia buka kali ini adalah pesanan teman Ellena di kampung halamannya, berisi baju kemeja dan celana joger laki-laki.

Ellena mengeluarkan baju dan celana itu dari kantong packingan kiriman toko pusat, untuk memeriksa secara detail kondisi barang pesanannya itu. Karena, jika kondisi dari baju kemeja atau celana joger itu ada yang robek atau memiliki kekurangan lain, dapat segera di retur. Agar, ketika di terima oleh customer nya, barang yang di pesan sudah dalam keadaan baik dan sempurna. Begitulah cara Ellena menjaga customer-customernya.

Ellena sudah membuka toko online shop nya itu sedari ia duduk di Sekolah Menengah Atas. Namun, ia lebih fokus mengembangkan toko online shop nya ini saat sudah berkuliah. Karena posisi kota tempat ia tinggal sekarang jauh lebih mudah di jangkau oleh jasa pengiriman barang yang ia pesan dari dalam Negeri mau pun luar Negeri. Ongkos kirim yang juga lebih murah dibanding dengan ongkos kirim saat ia tinggal di kota kecil saat Sekolah Menengah Atas.

Ellena bukan hanya menjual barang pesanan online saja. Ia juga sering menerima pesanan dari teman-teman sebayanya mau pun orang-orang tua yang ada di kampung halamannya. Untuk mencari barang sesuai keinginan pesanan mereka.

Jika pesanan sudah menumpuk Ellena akan mengirimkan barang itu ke kampung halamannya melalui trevel. Lalu di dititip kepada Mama Ellena untuk di ambil satu persatu oleh costemer nya di kampung halaman sesuai pesana mereka masing-masing. Begitu juga dengan bayaran dari barang yang mereka beli akan mereka berikan secara cash kepada Mama Ellena, nanti bayaran itu akan di kirimkan oleh Mama Ellena kepada Ellena jika sudah lumayan banyak jumlahnya. Begitu lah cara Ellena mencari uang sampingan selain menerima jatah uang jajan dari Mama nya. Uang keuntungan dari berdagang ini, akan ia gunakan untuk jajan atau membeli barang-barang yang ia inginkan.

Di kampung halaman Ellena, memang begitu banyak masyarakat, teman-teman atau orang tua yang sudah berumur, ibu-ibu atau bahkan bapak-bapak. Bisa di bilang costomer Ellena ini sudah mencakup semua kalangan, entah tua, muda, semua.

Jika sudah mendekati hari raya, ibu-ibu atau teman teman Ellena sudah menunggu kedatangan Ellena di kampung halamannya. Karena sudah percaya pada Ellena, entah baju biasa, entah batik atau apa lah itu. Semua model pakaian-pakaian yang Ellena bawa adalah barang yang mereka tunggu-tunggu.

1
Di babb ini kita dapat menyimpulkan .. jangan menunda-nunda pekerjaan yang bisa kita kerjakan sekarang... 🤭🤭🤭
Malaikat berhati batu 😂😂 bukan nya yang namanya malaikat gak punya hati ya 🤭🤭🤭maaf klo salah 🤭🤭🤭🤭🤭🏃🏃🏃🏃🏃
Ela Jutek
seng sabar non tu pasti chat lupa waktu jadi ribet sendiri😂😂
玫瑰
next please
𝒯ℳ
Keren
𝒯ℳ
Numero ☝️ buat komen dan like oyeeeeee
𝒯ℳ
Orange seharusnya
𝒯ℳ: Kalah taruhan ?
total 4 replies
𝒯ℳ
Sunblock dan eyeliner..... maap kepo ratu
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha.. bisa2nya tau alat make up🤣🤣😅😅🤭
total 1 replies
𝒯ℳ
Hairdryer seharusnya ratu
𝒯ℳ
Harusnya alarm ratu... bkn alaram 🙏🙏🙏
玫瑰
Kehidupan kampus yang sungguh dirindui..
🦋⃟ℛ⚜️ʜᴇʟʟᴇɴ⭐️🌸💜ᴬ∙ᴴ࿐: yuk kak kita ikut bus ellena dkk aja 😂
total 1 replies
🦋⃟ℛ★Bintang☀️✡️ᴬ∙ᴴ࿐
Esi pemborosan 🤣, belanja sesuai kebutuhan bukan ke inginkan. Tapi kalau uang sudah banyak sih gak masalah haha
🦋⃟ℛ★Bintang☀️✡️ᴬ∙ᴴ࿐
Iyaa sama suka pink juga wkwk
🦋⃟ℛ★Bintang☀️✡️ᴬ∙ᴴ࿐
Compalek wkwk, itu seperti di tawarin makan harus di colet
🦋⃟ℛ★Bintang☀️✡️ᴬ∙ᴴ࿐
Terus aja es, terusss sampai sana. Masih terus lagi 🤣🤣
🦋⃟ℛ★Bintang☀️✡️ᴬ∙ᴴ࿐
Kebayang dua cewek ini duduk di atas motor wkwk
玫瑰
Next
🦋⃟ℛ⚜️ʜᴇʟʟᴇɴ⭐️🌸💜ᴬ∙ᴴ࿐: Done kk hihi
total 1 replies
Ela Jutek
nah kan ada yg lupa lagi tu si Esi, untung belom malem coba bawa koper aja ntar kalo udah tutup toko nya ya hee
Ela Jutek: hooh bener tu kak😂
total 6 replies
Alhamdulillah akhirnya up juga meski hanya satu babb 🥰🥰🥰.... semangat kk ..
next next
🦋⃟ℛ⚜️ʜᴇʟʟᴇɴ⭐️🌸💜ᴬ∙ᴴ࿐: Makasih dek udah doain jadi kk up hari ini wkwk
total 3 replies
🥀⃟ʙʀ 🎀 🅐🅨🅐 🎀
kehidupan yg sangat keras dihadapi oleh Ellena dan keluarganya..ikut kesel bacanya ngelihat kelakuan papanya yg gk punya hati bgt..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!