Annisa menerima perjodohan kedua orang tuanya setelah mengetahui jika calon suaminya adalah cinta pertamanya.
Anissa yang awalnya bahagia berubah sedih ketika mengetahui bahwa suaminya sama sekali tidak mencintainya pada malam pertama mereka.
"Aku menikahimu hanya karena terpaksa. Aku telah memiliki seorang kekasih. Kami telah menjalin hubungan lebih dari 6 tahun. Jadi aku ingatkan, jangan berharap aku akan memberikan hak kamu sebagai istri."
Annisa memegang dadanya yang terasa sesak mendengar ucapan Farhan yang menusuk hatinya. Annisa mengira dia akan bahagia karena menikah dengan cinta pertamanya, tapi semua itu berubah setelah pernyataan yang membuat Anissa sadar. Bahwa dirinya tidaklah dicintai.
"Aku akan terus bersabar, bahkan sampai kesabaran itu sendiri merasa lelah dengan diriku."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Dua Puluh Tujuh. NTC.
Annisa tersenyum menatap Farhan yang tampak gugup. Annisa tahu saat ini pastilah perasaan Farhan sedang tidak baik.
"Kak Farhan mau aku buatkan teh hangat?" tanya Annisa.
"Annisa maafkan aku," ucap Farhan sambil menunduk.
"Maaf untuk apa?" Annisa balik bertanya.
"Karena aku selalu menyakiti hatimu. Aku selalu merendahkan kamu, padahal kamu tidak salah.Aku malu denganmu, Nissa."
"Kenapa malu, Kak?"
"Aku selalu membanggakan Sherlin, ternyata dia tidak lebih dari pecundang. Aku tidak tahu, kemana wajah ini akan di taruh. Kamu saat ini pasti sedang menertawai kebodohanku."
"Kenapa aku harus tertawa? Aku bahkan kasihan pada Kak Farhan."
"Kasihan karena aku telah dibodohi oleh Sherlin selama ini. Aku terlalu naif hingga percaya semua kata-katanya."
"Semua itu karena kak Farhan terlalu mencintai Sherlin sehingga mata hati tertutup dengan segala kekurangannya. Itu bukanlah kebodohan."
"Annisa, aku janji akan mengakhiri semuanya. Bantu aku,Nissa."
"Coba kakak selesaikan dulu semuanya dengan Sherlin. Setelah itu kak Farhan harus benar-benar ikhlas melepaskan semuanya. Baru Kak Farhan bisa membuka hati untuk yang lain. Jika hati Kak Farhan belum melepaskan sepenuhnya Sherlin, aku tidak akan bisa membantu."
"Baiklah, Nissa. Namun aku ada satu permintaan denganmu."
"Apa itu, Kak?" tanya Nissa.
"Tolong kamu jaga rahasia semua tentang Sherlin dari ibu. Aku tidak mau ibu kecewa denganku."
Annisa hanya tersenyum sebagai jawabannya. Annisa dan Farhan kembali ke kamar masing-masing. Sama-sama merenungi yang terjadi tadi.
...----------------...
Telah tiga hari lamanya Farhan tidak kerja. Semua pekerjaan di kantor diserahkan pada asistennya.
Hubungan Annisa dan Farhan semakin dekat. Saat ini setiap hari Farhan akan memakan masakan Annisa. Bahkan dia tidak mengizinkan bibi masak.
Seperti pagi ini, setelah berpakaian rapi, Farhan segera menuju meja makan. Dia telah duduk menunggu Annisa.
"Kak Farhan, udah yakin mau kerja hari ini?" tanya Annisa.
"Iya, Nissa. Terlalu lama kantor aku tinggalkan, akan tambah banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan. Lagi pula tidak semua pekerjaan bisa diserahkan dengan asistenku. Ada juga pekerjaan yang mengharuskan aku kerjakan sendiri."
"Kalau kak Farhan merasa udah siap dan mampu bekerja, tidak apa."
"Kamu bisa siapkan bekal buat aku makan di kantor."
"Kak Farhan tidak sarapan?"
"Sarapan, tapi aku juga ingin makan siang masakan kamu. Tiga hari makan masakan kamu, membuat lidahku hanya cocok dengan masakan kamu aja."
Nissa menyiapkan bekal untuk Farhan bawa. Hari ini Annisa membuat mie goreng seafood. Setelah menyiapkan bekal buat Farhan bawa, Annisa duduk dihadapan Farhan untuk sarapan.
"Kak Farhan sudah selesai sarapan?" tanya Annisa, melihat piring Farhan yang telah kosong dan tampak sisa makanan.
"Maaf, aku udah tidak sabar menyantapnya. Kamu kelamaan."
"Nggak apa, Kak. Aku sarapan dulu, Kak Farhan mau tambah lagi."
"Sebenarnya mau. Tapi udah aja. Bukankah udah kamu bawa buat bekal aku ke kantor."
"Ya, udah kalau gitu. Aku sarapan dulu."
Setelah sarapan, Farhan mengajak Annisa bareng pergi kerja. Mulai hari ini, Annisa akan pergi dan pulang kerja dengannya.
Dalam perjalanan menuju perusahaan tempat Annisa bekerja kembali Farhan merayu istrinya itu untuk resign dari perusahaan milik Atha.
"Bagaimana, Nissa? Apakah sudah kamu pikirkan untuk resign dari perusahaan milik Atha."
"Kak Farhan, aku tidak mungkin resign saat ini. Baru satu bulan bekerja masa udah mengundurkan diri. Biar aja aku tetap bekerja di tempatku saat ini. Kak Farhan tidak keberatan, bukan?"
"Jika ditanya keberatan, pasti aku keberatan. Namun, aku tidak mungkin egois. Bukankah kemarin aku yang meminta kamu bekerja pada perusahaan orang lain."
Sampai di perusahaan milik Atha itu, Annisa mencium tangan Fathan sebelum keluar dari mobil.
"Nissa, boleh aku mengecup dahimu?" tanya Farhan. Nissa menganggukan kepala tanda setuju. Setelah Farhan mengecup dahinya, Annisa keluar dari mobil. Tanpa mereka ketahui Atha melihat semua itu dari tempatnya berdiri.
...****************...
Bersambung
Selamat malam semuanya. Mama bawa rekomendasi karya yang bisa dibaca sambil menunggu novel ini update.