Bilqis seorang Gadis cantik yang polos,manja,dan juga ceria,berusia 20 tahun,harus rela dinikahkan dengan Anak sahabat dari Ayahnya yang memang sudah dijodohkan dengan seorang Raditya Raharja CEO kaya raya yang sangat judes,dingin dan sudah berumur hampir 40 tahun,padahal Bilqis sudah mempunyai kekasih yang sangat dicintainya.
Radit yang berpredikat bujang lapuk ini sangat menolak keras perjodohan tersebut,akibat bayang bayang masalalunya yang membuatnya harus gagal menikah.Dan itu membuatnya trauma,karena mencintai atau dicintai baginya adalah luka.Mampukah perasaan cinta bisa tumbuh pada keduanya????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rayu Coe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidur Bersama
"Maksudnya?"kening Bilqis mengkerut,Bilqis dibuat bingung dengan perintah Suaminya yang menyuruhnya tidur diranjang yang sama.
"Malam ini Kamu tidur disini bersamaku"
"jangan berfikir macam macam,Aku hanya takut Mamaku mengawasi Kita"Ucap Radit tajam dan dingin seperti biasa.
"Ga ada kerjaan apa Mamamu ngintip ngintip segala"
"Isss...Kamu ini,bukan Mama mau ngintip"Radit menyetil gemas kening Sang Istri yang salah paham merespon keinginannya.
"Ogah ah,Iqis tidur disofa aja" Bilqis menolak mentah mentah ajakan Suaminya sambil mengusap usap keningnya.
"Aku sangat tidak suka dibantah,cepat pindah keranjangku,atau Kamu mau kejadian tadi terulang lagi?"
Ancam Radit dengan dengan tajam dan tersenyum smirk,yang serta merta membuat Bilqis ketakutan,cepat cepat Dia menghampiri Suaminya,sambil mendekap bantal dan selimut yang tadi dibawanya.
"Biasanya ngancam teruuuussss"
"Lagian kenapa Mas Radit pake cium cium Iqis segala,sekarang nyuruh Iqis tidur disini lagi"
"Bukanya Mas Radit nyuruh Iqis jaga jarak?"
"Maunya Mas Radit itu apa sih sebenernya?"tanya Bilqis yang tidak mengerti dengan sikap Suaminya yang berubah ubah.
"Aku tidak mau apa apa?"
"Aku hanya tidak ingin membuat Mamaku mencurigai pernikahan ini"
"Berektinglah seperti kemarin kemarin"
"Kamu kemarin sangat agresif kepadaku bukan?"
"Kamu boleh melakukannya sekarang,Aku tidak akan melarangmu"
Ucap Radit sambil tersenyum menggodanya
"Hah"Bilqis tersenyum sinis menaikkan sebelah bibirnya
"Maaf ya Tuan Radit yang terhormat"
"Tapi Saya sudah tidak tertarik"
"Saya lebih setuju dengan pernyataan Anda dulu,kalo Saya hanya Istri sementara yang beberapa bulan lagi akan Anda ceraikan bukan?"
Ucap Bilqis lagi dengan bahasanya yang formal dan teramat sinis.Mendengar hal itu Radit sangat sebal dan kesal,dengan cepat Dia merengkuh tubuh Bilqis,dan memeluk gadis itu dari belakang,memegang kedua tangan Bilqis dengan erat sehingga menyulitkannya untuk bergerak.Namun sejenak wangi rambut sang Istri yang harum membuat Radit menghirupnya dalam dalam.
"Aduuuhh haha.hahaha Maaaasss geliii iiih lepasin Iiihhhqiiiiss"
Bilqis yang tadi marah dan kesal pada sang suami kini justru malah tertawa tawa geli.Bilqis yang memang belum terbiasa dengan sentuhan sentuhan seperti itu,merasa sangat geli luar biasa saat wajah Radit tiba tiba mengenai ceruk lehernya yang otomatis bulu bulu jenggotnya seolah menggelitiknya.Radit yang melihatnya justru senang Dia makin menggosok gosokkan jambangnya itu,yang otomatis membuat Bilqis belingsatan kegelian tidak kuat menahannya.
"Mmaaaasss iiiiihhhh geeeliiiii"
ucap Bilqis sambil masih tertawa tawa.
"Geli apa enak?"Bisiknya nakal, sambil menciumi bahu dan leher sang istri yang membuatnya gemas, wangi tubuh Bilqis membuatnya candu,Radit memberikan gigitan gigitan kecil dileher mulusnya,yang semakin membuatnya menggeliatkan tubuhnya.
"Ampuuun Maaas geliiiii"
"Kamu harus terbiasa"ucap Radit yang masih terus bermain main di leher istrinya.
"Makanya Kamu Jangan sekali kali membuatku kesal"
"Masalah perceraian aku yang menentukan,Kamu hanya perlu tunduk saja pada perintahku,jangan pernah membantah" Ucapnya dingin dan tajam,kemudian Radit terpaksa melepaskan pelukkannya,birahinya kini semakin bergelora,namun Dia belum tega melampiaskan hasratnya itu pada Istdi kecilnya,karena Pasti Dia menolaknya.,walaupun itu adalah hak Radit,namun kali ini waktunya belum tepat.
"Mulai malam ini berusahalah berperan menjadi Istri yang baik,yang patuh"
"layani Aku dengan baik"
"Masalah berpisah atau tidak itu urusanku."
Bilqis hanya bisa terbengong bengong bak sapi ompong mendengar penuturan dari Radit.
"Kamu harus belajar menjadi Istri yang sesungguhnya"
Ucap Radit yang langsung berlari kekamar mandi untuk menuntaskan hasratnya.Berdekatan dengan Istri kecilnya itu benar benar membuatnya harus kewalahan menahan hasratnya yang tinggi.
Bilqis hanya bisa terdiam,tertunduk lesu dan pasrah mendengar penuturan Suaminya.Tidak ada yang bisa Dia lakukan selain mematuhi kata katanya tersebut.Namun Bilqis masih dibuat bingung dengan Suaminya ini.
"Dasar Suami plin plan"
"sebentar begini sebentar begituuu"
"Ah...sudahlah..kita liat saja nanti apa yang akan terjadi"Gumamnya dalam hati.
Bilqis mengambil bantal guling kemudian menaruhnya dan menumpuknya ditengah tengah sebagai pembatas tempat tidur,Dia tidak ingin Radit sampai melakukan hal hal yang sama sekali belum siap Dia lakukan.Bilqis menyadari kata kata Radit untuk menjadi Istri sesungguhnya tapi Dia sama sekali belum siap.Bilqis tidur menyamping,memunggungi suaminya,tubuhnya Dia selimuti sampai semuanya tertutup kecuali wajahnya,Dia berusaha memejamkan matanya sambil mengusap usap lembut leher yang tadi diciumi suaminya itu.
"Dia kok jadi mesum gitu siiiiihhh...hiiiiii"Bilqis bergidik ketakutan dan semakin mengeratkan selimutnya dan cepat cepat tidur.
Radit yang sudah 2 kali mandi malam ini,Dia segera beranjak ketempat tidurnya,Dilihatnya Istri kecilnya itu menyelimuti seluruh tubuhnya yang justru terlihat seperti kepompong raksasa, melihat hal itu Radit hanya menahan senyum,memang kadang Bilqis ini sifanya lucu dan kadang pula menyebalkan.
"Qis...Kamu sudah tidur?"
tanya Radit yang juga ikut membaringkan tubuhnya disisi sang Istri,tidur menyamping menghadap Istrinya yang memunggunginya
"Qiiss..."Radit mengguncang bahunya yang terhalang tumpukan bantal guling yang membatasi mereka.
Tidak ada sahutan dari Bilqis kemudian dengan hati hati dibalikkannya tubuh sang Istri yang sudah terlelap dengan damai dialam mimpinya.Disingkapnya selimut tebal yang menyelimuti bilqis,kemudian ditariknya bilqis kepelukannya.wajah sang Istri kini bertumpu pada dadanya yang bidang,yang seperti biasannya Radit hanya tidur menggunakan celana pendeknya.Dibelainya Rambut Bilqis dengan penuh kasih sayang,dicium dan dihirupnya dalam dalam,wangi samponya yang segar membuat Radit ketagihan yang terus menerus mencium puncak kepalanya.
Kali ini Radit bertekad ingin memberi kesempatan pada dirinya dan pernikahannya,untuk mulai membuka hati dan mencoba menerima,dan mencoba menjalaninya,setelah tadi pagi Radit berkonsultasi lagi dengan psikiaternya.
Flasback
Bukalah hati kamu Dit"
"Maafkanlah diri kamu dan berdamailah dengan masalalu mu"
"itu adalah satu satunya cara agar kamu tidak dihantui terus menerus dengan mimpi itu"
Ucap Dokter Andri seorang Psikiater yang Rutin dikunjunginya selama 5 tahun terakhir ini yang membuat mereka bersahabat dekat,walaupun jarak usia mereka sangat jauh.
"Inget Dit kesembuhanmu itu bergantung pada dirimu,bukan padaku atau pada siapapun"
"beribu ribu Psikiater mengobatimu,namun kamu enggan menyembuhkan diri kamu sendiri ya percuma"
"Bukalah hati mu untuk orang lain,dan itu sama sekali tidak berdosa..Aku yakin Artika ingin melihatmu bahagia"
"Jangan lagi menyiksa dirimu dan orang lain disekitarmu"
"semakin bertambah umurmu semakin dekat pula kita dengan kematian...apa kamu tidak ada minat untuk membahagiakan Papa dan Mamamu"
"Mereka adalah orang yang berharga untukmu,yang sangat tulus mencintaimu Dit"
"Apa Kamu pikir mereka tidak tahu dengan kondisimu,kamu pikir mereka mengabaikan mu?"
"engga Dit"
"Justru merekalah yang datang sampai memohon kepadaku untuk kesembuhan jiwa mu"
DEG
Radit serasa tertampar mendengar penuturan sang Dokter.Selama ini Radit mengira,dirinya hanya menanggung beban tersebut sendirian,merasa tersiksa sendirian.Bergelut dengan rasa sakit dibantinnya itu sendiri namun ternyata....
"Be-benarkah mereka tahu..?"
Radit dengan raut wajah menahan sedih,matanya berkaca kaca.kemudian kini Dia mulai menangis dan terus menangis sesegukkan yang sangat terdengar pilu,Air mata yang selalu ditahannya,kesakitan yang selalu disembunyikannya, kini tak dapat dibendung lagi,Air mata penuh penyesalan dan rasa bersalah entah itu pada Artika pada kedua orang tuanya maupun Air mata untuk Dirinya sendiri.Bahunya bergetar hebat menangis meraung.
"menangislah Dit..lepaskan semua yang ada dipikiranmu"
"Kamu tau,kamu orang yang berhak bahagia.."
.
.
*****
Mohon terus dukungannya untuk Novelku
"Terpaksa Bujang Lapuk"
dengan Vote,komen,like dan juga yang lainnya hehehe..Biar makin semangat tentunya..
Love you to the moon Readerrsssss😘😘😘😘😘💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
*radit kalian pencemburu tapi bilqis yang cemburu tidak jelas setiap suami dekat dengan wanita yang jelas2 hanya urusan pekerjaan dia udah cemburu kagak jelas
*saat radit cemburu kalian menyalahkan radit dengan alasan cemburu buta dan cemburuan tapi saat bilqis cemburu radit juga yang kalian salah kan karena tidak peka dan bisa menjaga perasaan istri
dari ini saja kelihatan jelas egoisnya pola pikir kalian
perbandingan
*saat radit cemburu radit lampias dengan sedikit kasar pada istrinya tapi bandingan kan saat bilqis cemburu dia lampiaskan dengan balasan dendam dengan kegatala dengan pria lain,
pertanyaan untuk author jika suami mu cemburu kau mau dia sedikit kasar atau malah balas dendam dengan dekat dengan wanita lain???
pakai akail sehat biar bisa buat novel yang bagus hanya dari segi karya seni tapi juga bagus dalam bersikap adil
nggak takut keguguran ya makanan yg mengandung nanas, sedangkan makan nanasnya aja nggak boleh..
Lagian yg mereka liat kan posisi bilqis nggak lagi keadaan bugil sama tuh bule jadi blm tentu mereka ada apa2 😡
hahaha
Lagian malu amat ngaku klo udah bersuami, radit aja nggak pernah malu ngakuin dia istri sama orang terdekatnya