NovelToon NovelToon
Hardcore Gamer

Hardcore Gamer

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sci-Fi / System / Kriminal / Vrmmorpg / Game
Popularitas:42.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cordius Satya

Seorang NEET yang hidup dari dan untuk sebuah game. Mendedikasikan seluruh hidupnya hanya untuk permainan digital.

Tapi....

Apa yang membuatnya menjalani kehidupan seperti itu?

Berawal dari sebuah kecelakaan besar yang dialaminya dan keluarganya. Membuat pria bernama Endra Wijaya itu harus kehilangan hampir seluruh keluarganya ketika berusia 16 tahun.

Kini, Ia yang hanya hidup sendiri tanpa keberadaan orangtuanya, harus berjuang memenuhi kebutuhan biaya hidup dan biaya perawatan yang besar.

Termasuk juga hutang yang menumpuk yang ditinggalkan selama perawatannya di rumah sakit meskipun telah memperoleh bantuan dari keluarganya.

Kini, Ia hanya bisa mempercayai dirinya sendiri.

Untuk bertahan hidup di dunia yang kejam dan dipenuhi ketidakadilan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cordius Satya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21 - Awal dari Sebuah Legenda

'Swuusshh!'

Beberapa anak panah nampak melesat ke arah Nero. Dimana satu dari beberapa anak panah itu menancap tepat ke pundak kirinya.

Tak berhenti di sana, tebasan pedang besar dari belakang Nero hampir saja memenggal kepalanya.

Dalam kondisi seperti ini, Nero melakukan apa yang selalu dilakukannya ketika akal susah tak mampu mencapainya. Yaitu dengan menyerahkan semuanya kepada instingnya.

Tatapan mata Nero mulai memudar dan seakan seperti sosok orang yang telah mati. Tak ada cahaya dalam tatapan mata itu.

Meski begitu, gerakan Nero jauh lebih lincah dan lebih cepat daripada sebelumnya.

'Zraaatt! Sraaashh!'

Tebasan dari pedang Nero menghabisi setidaknya dua pemain sekaligus karena memenggal leher mereka dengan begitu mudahnya.

Sesaat setelah itu, Nero segera melempar pedangnya ke arah kejauhan. Menancap tepat di mata pemanah dari balik jendela itu.

Masih sambil terus berlari, Nero segera mengganti senjatanya. Kali ini adalah dengan dua buah belati yang ada di kedua tangannya.

Agility Nero yang begitu tinggi membuat gerakannya sama sekali tak bisa diikuti oleh para pemain yang mengepungnya.

"Dimana dia!"

"Mana kutahu?!"

"Jangan biarkan dia kabur!" Teriak salah seorang pemain.

Tapi Nero seakan-akan muncul dari balik bayangan. Ia muncul dari salah satu jendela di bangunan itu dan menebas leher seorang pemain sebelum kembali berlari masuk ke dalam bangunan melalui jendela itu.

Sebuah lingkungan sempit dan gelap ini justru menjadi senjata makan tuan bagi orang-orang yang menyergap Nero. Dimana saat ini, Nero justru dapat membaur dengan begitu mudahnya di lingkungan yang sempit dan gelap ini.

"Gyaahhh!"

"Tolong! Dia menyerangku!"

"Dia disini! Cepat kemari!"

Anehnya, dua teriakan di dua lokasi yang berbeda nampak terdengar. Membuat mereka yang berada di luar ruangan kebingungan untuk menolong di sisi yang mana.

"Apa yang terjadi? Apakah dia bisa menyerang di dua tempat yang bersamaan?"

"Kau gila?! Itu sudah jelas tak mungkin terjadi kan?"

"Ba-bagaimana jika terdapat skill yang membuat dirimu menjadi dua?"

"Benar juga. Bukankah itu bisa terjadi?"

Bukannya bersiap untuk bertarung, para penyergap Nero ini justru sibuk membahas apa yang sebenarnya terjadi dengan spekulasi yang sama sekali tak berdasar.

Dan hal itu memberikan Nero waktu yang sangat cukup untuk membereskan mereka yang berada di dalam.

'Swuusshh!'

Sesekali, bayangan hitam nampak melompat antar kedua bangunan itu dari satu jendela ke jendela yang lainnya. Gerakannya begitu cepat dan rapi sehingga tak ada satu pun pemain yang ada di luar bisa menyadarinya tepat waktu.

Tak hanya itu, anak panah dan pisau juga terkadang melesat ke arah para pemain yang berasal di luar. Tentunya dari arah yang selalu berubah-ubah setiap saat.

Membuat pencarian lokasi Nero di tempat yang gelap ini sangat mustahil untuk dilakukan.

Hingga akhirnya, tepat setelah 3 menit pembantaian sepihak ini....

Hanya tersisa James seorang di ruang terbuka ini. Dengan tubuh yang gemetar, Ia melihat ke arah seorang Pria yang berjalan secara perlahan ke arahnya.

Pria itu memiliki rambut hitam yang sedikit panjang hingga menutupi telinganya.

Di tangan kanannya, terdapat sebuah tombak yang diseret ke tanah. Menghasilkan suara gesekan antara besi dengan batu yang begitu mengerikan.

Sementara itu di tangan kirinya, terdapat sebuah pisau dengan bilah hitam.

Tubuhnya sendiri dilumuri dengan banyak darah. Membuat siapapun yang melihatnya merasa ketakutan.

"Tu-tunggu sebentar, Nero! Tidak! Tuan Nero! Ku mohon tunggu sebentar!" Teriak James sambil berusaha merengek untuk memohon atas nyawanya.

Tapi Nero hanya tersenyum. Dengan tatapan matanya yang masih kosong, Nero membalasnya.

"Aaah.... Memohon ampunan. Sebuah alasan klasik yang membuatku selalu merasa mual ketika mendengarnya." Balas Nero sambil terus menatap ke arah James.

Di sisi lain, James sendiri merasa sangat ketakutan dengan situasi ini.

Di dalam sebuah gang yang gelap, dirinya tak mampu untuk berbuat banyak di hadapan Agility Nero yang begitu tinggi. Dengan kata lain, kabur adalah sebuah hal yang mustahil.

Tapi jika tidak kabur, apakah Ia akan menyerahkan nyawanya begitu saja? Kepada orang yang seharusnya dibunuh olehnya atas rencana brilian itu?

Tidak, memangnya rencananya itu adalah sebuah rencana yang brilian?

Membawa seorang Assassin ke tempat yang gelap dan juga sempit, sama saja seperti menyerahkan nyawanya sendiri.

'Sialan.... Skill apa yang dimilikinya?! Kenapa bisa sekuat ini?! Aku harus.... Aku harus mengetahuinya.' Pikir James dalam hatinya.

Di dalam dunia permainan Tree of Mana, Skill bukanlah sesuatu yang dapat diperoleh dengan mudah.

Memilih sebuah Job takkan menjamin diperolehnya suatu skill.

Satu-satunya Job pemula yang memberikan sebuah skill adalah Job Apprentice atau penyihir pemula, dimana pemain akan diberi pilihan 2 buah skill tingkat F atau skill paling lemah untuk mereka gunakan.

Sedangkan 2 Job pemula lainnya?

Tak ada skill satu pun.

Termasuk juga Nero yang saat ini terus semakin memperpendek jaraknya dengan James.

"Ku mohon! Aku akan melakukan apapun! Jadi ku mohon ampuni aku!" Teriak James.

Nero yang mendengar tawaran itu sedikit mengangkat wajahnya dan segera memberikan tuntutannya.

"Begitu kah? Kalau begitu aku hanya meminta satu hal." Ucap Nero.

"Apa itu?" Tanya James masih dengan tubuh yang gemetar.

Sambil memberikan sebuah senyuman yang lebar, Nero pun membalas pertanyaan bodoh dari James itu bukan dengan kata-kata. Melainkan....

'Swuuushh! Jlebbb!!!'

Nero melemparkan tombak di tangan kanannya sekuat tenaga. Mengarahkannya tepat ke arah jantung James.

...[Anda telah mengenai titik Vital!]...

...[Anda telah memberikan Critical Hit!]...

...[Anda telah memberikan 682 damage!]...

...[Target mengalami Extreme Bleeding! Menderita 50 damage per detik!]...

...[Target telah mati!]...

Dengan rentetan notifikasi itu, Nero kembali ke kesadarannya semula. Memperhatikan semua darah dan item yang tergeletak di tanah ini.

Tapi Nero hanya berjalan keluar dengan santai. Ia mengambil sebuah botol dengan cairan merah di dalam Inventorynya dan meminumnya hingga habis. Menyembuhkan sebagian besar HP miliknya.

Sedangkan semua item yang tergeletak itu? Nero hanya membiarkannya.

Selain Inventory miliknya yang hampir penuh, Ia tak lagi memiliki waktu untuk omong kosong seperti itu.

Terlebih lagi kini di hadapannya....

Terdapat sebuah jendela notifikasi baru dengan warna merah darah yang cukup menyeramkan.

Nero nampak memperhatikan notifikasi itu setelah tiba di jalanan utama masih dengan tubuhnya yang penuh dengan darah itu.

Tak ada orang yang terlihat peduli padanya. Bahkan merasa ngeri dan menjauhinya. Terlebih lagi dengan pisau di tangan kiri Nero.

Dengan santai, Nero membaca informasi dari jendela notifikasi berwarna merah darah itu dengan perasaan kebingungan.

...[Anda adalah pemain pertama yang telah membunuh lebih dari 1.000 pemain]...

...[Dunia mengutuk Anda atas kekejaman ini. Manusia takut kepada Anda atas kejahatan ini. Dan Pemain akan menghindari Anda atas perilaku ini]...

...[Seluruh NPC akan memiliki afinitas senilai -20 saat pertama kali bertemu dengan Anda. Anda masih bisa meningkatkan afinitas ini tapi cukup sulit. Membuat permainan Anda akan menjadi sangat sulit karena NPC akan sedikit membenci dan takut kepada Anda]...

"Ku pikir apa. Jadi aku mendapat hukuman atas semua ini? Yah, tentu saja." Keluh Nero pada dirinya sendiri sambil menutup jendela notifikasi itu.

Akan tetapi....

Sebuah jendela notifikasi baru kembali muncul. Tetap dengan warna merah darah seperti sebelumnya. Hanya saja kali ini....

...[Atas pencapaian Anda yang sangat ekstrim dan juga mengerikan, Sistem Tree of Mana akan memberikan Anda sebuah tawaran satu kali]...

Kedua mata Nero segera terbuka lebar setelah melihat informasi berikutnya yang muncul di depannya.

Tak mampu untuk percaya, bahwa semua ini benar-benar nyata.

...[Tawaran Sistem]...

...[Legendary Job : Reaper]...

...[Sebuah Job terkutuk yang akan membuat Anda semakin dibenci NPC. Di sisi lain, memberikan Anda 1 atribut poin tambahan setiap kali membunuh 10 pemain atau NPC serta membuka skill eksklusif Reaper]...

...[Apakah Anda akan menerimanya?]...

...[Peringatan! Menerima Job ini akan membuang Job Utama Anda saat ini dan membuat Anda tak bisa mengganti Job utama Reaper untuk selamanya]...

Dengan senyuman yang lebar dan tanpa keraguan, Nero segera menekan tombol [Ya] di hadapannya itu.

Memulai kisah baru....

Sebagai seorang legenda yang terkutuk.

1
Dwi Putra
kak tolong up
Dwi Putra
seru
Tolong lanjut Thor
aullaja
soalnya kalau ke ending, ini masih gantung banget
aullaja
ayoo up kak
aullaja
ayoo lanjut kak
John Singgih
kejadian malam itu menjadi asal muasal legenda urban Nero the reaper
John Singgih
Neo terjebak tapi yang tewas yang jebak dirinya kayaknya
John Singgih
jiwanya mulai terganggu karena karena terlalu banyak membunuh pemain
John Singgih
Nero dapat hukuman dari sistem nih
John Singgih
undangan untuk bergabung dari sesama player PK
John Singgih
Nero sang PK yang cukup sadis
John Singgih
tujuan sebenarnya Nero
John Singgih
party kedua MC dan misi Raid dungeon pertama
John Singgih
tolong ditambahi tips ini pelayanan tambahan nich 🤭🤭🤭
John Singgih
selain kecelakaan Endra juga dihina orang pantas sikapnya jadi dingin
John Singgih
menolak panggilan reuni dan memilih bersama adiknya
John Singgih
akhirnya Nero panen setelah semuanya tiada
John Singgih
dengan brutal ia membantai lawan-lawannya yang telah membunuh rekan-rekannya
John Singgih
saatnya Nero balas dendam
John Singgih
baru awal sudah ada player PK
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!