TAHAP REVISI!!!
Viola Larasati Adiwijaya seorang gadis dari keluarga ningrat , tapi entah kenapa dia justru malah memyembunyikan identitas aslinya
memilih menjadi gadis biasa dan mengurusi cafe serta kedai bersama kedua sahabatnya Mona dan juga Cindy
Rayhan Dirgantara terkenal dengan sikap dingin serta cuek , tapi mempunyai masalalu yang cukup kelam hingga membuatnya menjadi lelaki berhati dingin
Akan kah sikap Rayhan berubah ketika keluarga menjodohkan dengan seorang gadis yang baru pertama kali ia temui?
Bagaimana kisah selanjutnya , Mari kita simak di novel ku ini . Pikiran halu ku sepanjang hari akan aku tuangkan di dalam novel ini , apabila ada perkataan yang kurang baik dan tidak nyambung mohon di maaf karna author ini adalah penulis gadungan , hanya untuk mengisi waktu senggang dari pada ngelamun terus ngehayal lebih baik nulis biar gak setreess
Salam sayang dari author Cantik seperti aku ❤ jangan lupa like serta Komen tapi yang positive aja yah , terus kalo berkenan klik Vote 😘
Trimakasih❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. Ribet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
WO profesional yang di pilih langsung oleh Laras maupun Siska sudah di tunjuk sebagai penanggung jawab jalannya pesta pernikahan yang akan di selenggarakan nanti malam
Untuk tempat, mereka memilih Hotel milik Adiwijaya yang berada di tengah kota. Meski pesta akan berlangsung meriah namun sebisa mungkin mereka menutupi nya dari awak media
Di kediaman Adiwijaya terlihat begitu ramai oleh sanak saudara yang sejak semalam maupun tadi pagi mulai berdatangan memenuhi semua sudut ruangan untuk menunggu jalannya Ijab Qobul
Violla sang calon pengantin wanita, sudah siap dengan balutan kebaya berwarna putih yang dominan di pakai oleh setiap pengantin ketika akan melaksanakan Ijab Qobul
Sedangkan Rayhan, pengantin pria menyesuaikan apa yang di pakai oleh Violla memakai pakaian yang hampir sama namun bedanya Rayhan tidak memakai mahkota singer melainkan peci
Mona maupun Cindy yang datang kemarin sore dan memilih menginap menemani sang calon pengantin dan membantu apa saja yang menurutnya bisa mereka bantu
Seperti hal nya sekarang mereka membagi tugas, Mona bertugas menemani Violla di dalam kamar sedangkan Cindy gadis itu tengah mondar mandir menyiapkan beberapa makanan untuk para tamu
"Mon gue pengen pipis" Ucap Violla yang sedari tadi terlihat begitu gugup
"Astaga apa lho gak bisa tahan, nanti ini make-up sama baju lho kusut bagaimana" Jawab Mona
"Gimana dong udah di ujung" Ucap Violla lagi mencoba menahan pipis
"Oke lho tahan bentar, gue panggil mba-mba tukang rias nya dulu" Jawab Mona kemudian keluar dari kamar Violla
"Cepetan gue udah gak tahan" Teriak Violla menekan-nekan kakinya di atas lantai berharap bisa menahan
Mona turun dari lantai atas dengan susah payah, mengingat apa yang dia pakai membuat dia sulit untuk bergerak bebas
"Ilah ini kebaya, kagak ada apa yah yang pakai celana. Gue susah turunnya" Gerutunya mengangkat kain yang melilit pada pinggang nya
Berjalan dengan cepat menghampiri mba make-up yang tengah di jamu, kemudian berbisik dan kembali naik ke lantai atas
"Lama tahu gak Mon, gue udah gak tahan" Rengek Violla mencoba berdiri namun kakinya ia lilit kan ke kaki yang lain
"Sabar kek udah buru sono" Perintah Mona
Violla berjalan dengan sangat susah, kebaya yang ia pakai menjuntai panjang seperti jalan tol. Dan kain yang melilit membuat dia hanya mampu melangkah sedikit
"Mona bantuin" Teriak Violla di depan pintu kamar mandi
Mona menggeleng namun tetap membantu, sampai Violla benar-benar masuk ke dalam kamar mandi
"Ah lega gue" Ucap Violla ketika keluar dari kamar mandi dan kembali di bantu oleh Mona serta mba-mba tukang make-up
"Tuh kan berantakan" Ucap Mona yang melihat kain sudah tidak beraturan
"Udah sih, kan bisa di benerin" Jawab Violla
Dengan cekatan dan telaten, mba rias tersebut membenarkan kembali tatanan Violla membenarkan apa saja yang menurut nya kurang pas
"Vio kak Rayhan nya udah di bawah ayok turun" Ajak Cindy yang sudah berada di ambang pintu
Violla tampak mengerjap gugup, namun tetap melangkah dengan tangan menggandeng pada Mona kemudian di sambut oleh Cindy
Berjalan dengan perlahan keluar kamar sembari terus memegangi tangan kedua sahabatnya dengan erat
"Lho jangan gugup gitu dong" Ucap Cindy mencoba menenangkan
"Gimana gak gugup itu dibawah banyak orang, udah gitu pada liat nya kesini lagi" Jawab Violla dengan nada sedikit bergetar
"Lho tenang yah, lho itu cantik kalo gugup malah kelihatan pucat mukanya" Ucap Mona mengelus punggung Violla
"Kira-kira gue bakal bisa gak sih guys, secara gue nikah di jodohkan. Lho tahu bagaimana tuh laki kaku banget kaya kanebo kering"
"Enggak usah mikir macem-macem, awet nya sebuah pernikahan itu bagaimana kalian yang menjalankan. Kalo lho mau awet ya lho harus banyak mengalah, sukur-sukur tuh laki kaku bisa dengan cepat cinta sama lho dan bisa membimbing lho kejalan yang benar" Ucap Mona menasehati
"Eh kok lho bisa ngomong bener sih" Ejek Violla terkekeh
Mona memutar bola mata dengan jengah, kemudian mencubit pinggang Violla
"AW Mon, sakit. Tega lho yah" Kesal Violla meringis
"Udah gak usah berantem, kita udah mau sampai kaya bocah aja sih" Ucap Cindy
Dengan anggun dan perlahan Violla duduk di sebelah Rayhan yang tampak terlihat begitu tenang, sedangkan semua orang berdecak kagum melihat kecantikan Violla
"Bagaimana apa semua nya sudah siap" Tanya bapak penghulu
"Siap" Jawab mereka serempak
"Siapa walinya" Sambung nya
"Saya pak, Papah kandung Violla" Jawab Adiwijaya mendekat pada penghulu
"Bapak mau saya bimbing atau sendiri" Tanya penghulu tersebut
"Inn syaa alloh saya bisa sendiri" Jawab Adiwijaya mantap
"Baiklah, untuk anda calon pengantin pria ikuti apa yang akan di ucapakan oleh wali wanita. Dengan sekali tarikan nafas, jangan gugup dan coba untuk tenang" Nasehatnya
Rayhan hanya mengangguk kemudian menerima uluran tangan Adiwijaya
"Bissmillahhirrohmanirohim Rayhan Dirgantara putra dari Wiguna Dirgantara saya nikah kan kau dan saya kawinkan kau dengan putri kandung saya Violla Larasati Adiwijaya dengan mas kawin mas seberat 100gram di bayar tunai"
"Saya terima nikah dan kawin nya Violla Larasati Adiwijaya dengan mas kawin tersebut di bayar tunai"
"Bagaimana saksi sah"
"SAH"
Dengan satu tarikan nafas Rayhan mengucapkan Ijab Qobul tersebut dengan lantang, dan terus mengucap kata syukur karena sudah mengikat gadis yang di pilih oleh kedua orang tuanya
Saling menghadap dan menyematkan cincin di jari manis masing-masing kemudian meraih tangan Rayhan untuk Violla cium sembari bergumam di dalam hati mengucapkan do'a dan sama halnya dengan Rayhan meraih kepala Violla untuk ia cium keningnya dan mengucapkan do'a berharap Violla bisa menjadi istri yang sholehah
Wah Dima gak sabaran ya..😂😜