NovelToon NovelToon
Alvina

Alvina

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:424k
Nilai: 4.9
Nama Author: sita Azzaky

ALVINA ....

Itu namaku. Gadis berumur 17tahun baru lulus SMA. Aku yatim piatu yang diasuh oleh seorang wanita berhati mulia bernama Ardhina Devi. Wanita yang rela menghabiskan seluruh hidupnya untuk membesarkanku, mengorbankan kebahagiaannya demi merawatku dan merelakan cintanya untuk menyayangiku.

Hidupku berubah setelah kepergiannya, ditinggal untuk selamanya oleh satu-satunya orang yang aku sayangi, membuatku seperti kehilangan sebagian diriku.

Ini bukan kisah tentang anak angkat yang mencari siapa dan darimana dia sebenarnya. Tapi ini tentang diriku dan cintaku.

Maaf, jika ada kesamaan nama, karakter dan penggambaran tokoh yang aku ambil. Semua hanya buat pelengkap saja. Semoga suka dan menarik kalian baca sampai akhir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sita Azzaky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

•Minta maaf•

Aku masih terdiam. Aku masih mikir apa benar aku lebih terlihat nyaman bersama Mas Rizal daripada Fathir? Bodoh amat ah! Aku cuma melakukan apa yang menurutku benar. Lagian Kak Dhina kan kemaren yang nyuruh aku ikut ke rumah Mas Rizal.

Aku tahu tadi Kak Dhina benar-benar marah. Tapi Kak Dhina juga tahu, aku paling nggak suka kalau Kak Dhina ngomong 'kalau aku pergi' terus-terusan. Aku masih nggak bisa jauh dari Kak Dhina, apalagi hidup tanpa Kak Dhina.

Aku turun dari ranjang, dengan pincang aku berjalan ke arah kamar Kak Dhina.

"Habis minum obat, Kak Dhina istirahat." Lilin baru keluar dari kamar Kak Dhina. Aku berusaha tersenyum

"Mau nenangin diri sebentar," jawabku lalu masuk ke kamar Kak Dhina.

Entah Kak Dhina benar-benar tidur atau sekedar memejamkan mata, aku nggak tahu. Pelan-pelan aku duduk di lantai sebelah kasur Kak Dhina. Aku genggam tangannya, aku cium punggung telapak tangannya. Nggak ada reaksi apapun dari Kak Dhina.

"Maafin aku Kak ... aku udah nyakitin hati Kak Dhina. Aku cuma ngelakuin apa yang menurutku benar. Lagian Kak Dhina kan yang nyuruh aku ikut ke rumah Mas Rizal."

Aku letakkan kepalaku di kasur di samping tubuh Kak Dhina. Aku taruh telapak tangannya di atas puncak kepalaku. Aku gerakkan naik turun seolah-olah dia sedang membelaiku. Rasa nyaman dan tenang ini, aku masih membutuhkannya, aku butuh tangan ini. Aku butuh Kak Dhina.

"Aku tau Kak Dhina marah, tapi Kak Dhina juga tau kan, aku nggak suka kalo Kak Dhina ngomong 'kalo aku pergi' terus-terusan. Aku masih gak bisa jauh dari Kak Dhina, aku nggak bisa hidup tanpa Kak Dhina."

Air di mataku yang tadinya cuma menggenang, jatuh juga.

"Maafin aku Kak ... Aku janji, aku nggak bakal berhubungan dengan Mas Rizal lagi." Mungkin efek dari obat anti nyeri yang di berikan Dokter Arifin, mataku terasa berat. Aku pejamkan mataku dengan tangan Kak Dhina di atas puncak kepalaku.

Aku ketiduran, aku buka mataku pelan-pelan. Aku lihat Kak Dhina duduk dan tersenyum manis padaku.

"Kenapa tidur disitu?" nada bicaranya sudah berubah. Aku kumpulkan kesadaranku. Aku gerakkan leherku yang terasa sakit. "Kemari, bukankah disini lebih nyaman?" Kak Dhina menepuk pahanya.

"Tadi Kak Dhina tidur, aku nggak mau ganggu tidur Kak Dhina." Kataku lalu pindah naik ke atas kasur di sebelah Kak Dhina. Dan meletakkan kepalaku di atas pahanya. Disinilah tempat ternyamanku.

Kak Dhina merapikan poni rambutku yang menutupi sebagian wajahku, dia jepit poniku dengan jepitan kecil di atas puncak kepalaku.

"Aku baru sadar kalau kamu udah besar, bahkan aku udah nggak kuat ngebiarin kepalamu lama-lama di pangkuanku." serunya.

Aku dongakkan kepalaku, aku mau bangun tapi Kak Dhina justru menekan kepalaku. "Kamu udah dewasa Al ... Aku lupa itu. Kamu udah tau mana yang benar, mana yang salah." Katanya sambil mengusap-usap kepalaku.

"Maafin aku Kak ... Kalo Kak Dhina nggak suka aku berhubungan dengan Mas Rizal, aku janji aku nggak bakal berhubungan dengan Mas Rizal." kataku.

"Seharusnya aku nggak nekan kebebasanmu, aku nggak bisa melarangmu mau dekat dengan siapapun, tapi Al ...."

"Aku ngerti kok Kak. Kak Dhina hanya menginginkan yang terbaik buat Alvi." aku menyela. Kak Dhina tersenyum.

"Jangan pernah berfikir apalagi ngomong kalau Kak Dhina mau pergi ninggalin aku. Aku belum siap Kak ...." Aku bangun lalu memeluk kak Dhina.

"Kita hanya berusaha kan? Penentunya cuma Allah, kalau Allah berkehendak lain, kita bisa apa?" Kak Dhina mengusap-usap punggungku.

"Apa permintaanku ini berlebihan?" Kak Dhina menarikku dari pelukannya. Dia hapus sisa air mata di pipiku.

"Tetaplah meminta dan memohon hanya ke PadaNya. Sana gih, shalat dhuhur dulu sekalian panggil Lilin." perintah Kak Dhina. Aku ngangguk, setelah sekali lagi memeluk dan mencium Kak Dhina aku beranjak keluar.

#######

1
karissa 🧘🧘😑ditama
beeuhh rumitt pisann
karissa 🧘🧘😑ditama
akhh kangen si bae thor😀😀😀
Tita Hamja
gila aku sampai nangis😭😭
Tita Hamja
sabar yaah kemal ...aku juga pernah kok di bilang anak haram ...sabar yah nak percaya lah Allah pas membalasnya
Enon
Luar biasa
Ade Risma Irta
terimakasih Thor, sudah menyuguhkan bacaan yang menguras emosi. Tak dapat ditebak. Tidak melulu tentang harta. Bahasa yang disuguhkan enak untuk dibaca. Penulis hebat.
Sapta Desiyani
bingung sama alvi sebenernya cinta sama siapa sih
Sapta Desiyani
pernah ngrasain yg panji rasain😔
🏁BLU⭕
Jodoh datangnya dari dokter 😂
🏁BLU⭕
Waduh, kox malah digigit coba, harusnya tuh.....
Dhina ♑
Jatuh membawa berkah kan
🏁BLU⭕
Cieeehhhh mulai merayu-rayu maut
Nina ♋
Aku mau cowok seperti dia 😂😂
Kangen ♋
Jadi kepikiran Doraemon nya 😂😂😂
🏁BLU⭕
makin problem dong
Adinda
Yuk ah....Gombalin Authornya
HBD 😘😘🎉🎉🎂🎂🎁🎁🦀♋🦀♋🌷🌷💜💜😂😂
Adinda
Bye-bye Gemini ♊👬♊👬
Welcome Cancer ♋🦀♋HBD Author 🎉🎉🎉🎂🎂🎂🎁🎁🎁🎂🎂🎂🎉🎉🎁🎁🎁
🏁BLU⭕
Ya, Kebaikan 😎😎
HBD 🎂🎂🎂🎂🎂🎁🎁🎁🎁♋♋♋♋♥️♥️♥️♥️🦀🦀🦀🦀💜💜💜💜🌷🌷🌷🌷🎂🎂🎂🎂🎁🎁🎁🎉🎉🎉🎉
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
makasih ya 🤗😘💕
🏁BLU⭕
Ya, Alhamdulillah 🙏🙏
HBD
🎂🎂🎂💜💜💜♋♋♋🦀🦀🦀
🎂🎂🎂♥️♥️♥️🎁🎁🎁🌷🌷🌷
HBD ♋♋♋💜💜💜🎁🎁🎁♥️♥️♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!