Kisah ini tentang seorang gadis polos bernama Aluna George yang terjebak dalam pernikahan bersama seorang mafia berdarah dingin. Alexandre Graham seorang pria tampan yang tidak pernaheduli soal cinta, baginya wanita mainan.
Harta, tahta dan kekuasaan membuatnya mampu memilih wanita manapun yang ia inginkan. namun semuanya berubah saat ia bertemu dengan gadis manis dari acara lelang.
Hubungan yang awalnya baik, akhirnya rusak karena sebuah kesalahan. kesalahan yang membuat keduanya harus terikat, kesalahan apakah itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhy7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak suka melihat wajahmu
Mendengar kata-kata Aluna Alex menjadi malu, hancur sudah imagenya sebegai pria dengan sejuta pesona.
Tega sekali kau Aluna, membuat pria tampan itu kehilangan muka.
"Mual melihat wajahku?" tanya Alex memebuat aluna mengangguk, apa wanita itu sudah buta.
Tunggu dulu apa ini karena hormon kehamilannya, dari artikel yang Alex baca wanita hamil biasanya akan mual karena tidak menyukai sesuatu. Tapi rata-rata dari mereka hanya tidak suka pada makanan, bukan wajah tampan.
Percaya diri sekali kau Alex!
Aluna melirik ke arah Alex membuat perutnya lagi-lagi bergejolak, sungguh kenapa wajah Alex membuatnya jadi seperti ini.
"Mbak! Di mana toiletnya?" tanya Aluna membuat para karyawan yang ada di sana segera menunjukannya kepada Aluna.
Dengan di bantu oleh salah seorang wanita Aluna mengeluarkan semua isi perutnya yang sedari tadi bergejolak, wanita itu juga memijit tengkuknya untuk mengurangi rasa mualnya.
"Sepertinya anda harus ke rumah sakit nona," ucap wanita itu membuat Aluna menggeleng.
"Ayolah nak, jangan siksa mama!" batin Aluna.
Sedangkan di luar sana Alex beridiri di depan toilet menunggu Aluna, suara dari dalam sana membuatnya panik.
Setelah merasa sedikit agak lega, wanita tadi membantu Aluna untuk keluar dari sana. Tubuh Aluna terasa lemas karena semua isi perutnya sudah habis, ia hanya sarapan sedikit tadi pagi.
"Kau baik-baik saja?" tanya Alex saat melihat Aluna keluar dari dalam toilet.
"Tidak! Jangan mendekat!" tolak Aluna lagi-lagi membuat Alex menghentikan langkahnya.
"Ini semua gara-gara wajahmu, membuatku mual saja!" kesal Aluna membuat Alex segera pergi dari sana.
"Tuan sangat tampan nona, lalu bagian mana dari wajahnya yang membuat anda mual?" tanya wanita yang tadi membantu Aluna.
"Aku juga tidak tau kenapa setiap melihatnya rasanya perutku benar-benar mual," jelas Aluna membuat wanita tadi tersenyum.
Aluna masih di bantu wanita tadi kembali ke dalam studio tempat tadi ia berfoto, wanita itu terlihat sangat lemah dengan wajahnya yang terlihat sangat pucat padahal saat ini ia mengunakan make up.
"Kita ke rumah sakit sekarang!" titah Alex yang terdengar seolah tidak ingin di tolak.
Pria itu mendekati Aluna dengan masker yang menutupi sebagian wajahnya, ia harap dengan begini Aluna tidak lagi mual. Dan sepertinya idenya itu berhasil, karena saat ini Aluna sudah berpindah menyandang tubuhnya pada Alex.
"Aku tidak mau ke rumah sakit, kita pulang saja," ucap wanita itu manja, ia bahkan memberikan puppy eyes kepada Alex.
"Tapi kita harus meminta obat atau apapun dulu ke dokter Rani," kata Alex membuat wanita itu mengkerucutkan bibirnya.
"Suruh saja dokter Rani ke rumah," kata Aluna membuat Alex akhirnya mengalah.
"Baiklah kita pulang!" ucap pria itu akhirnya.
....
Sesi foto akhirnya selesai, bukan karena sang fotografer sudah mendapat foto bagus melainkan Aluna yang terus mual jika melihat wajah Alex.
Bahkan saat ini Alex terpaksa duduk di depan bersama Bagas, karna Aluna terus saja menyuruhnya untuk tidak dekat-dekat dengan dirinya.
Bagas yang mengetahui itu menyetir mobil sambil tersenyum sesekali ia melirik ke arah bos sekaligus sahabatnya itu, wajahnya terlihat kesal tapi ia tidak bisa memarahi Aluna.
"selamat bos, akhirnya kau menemukan pawangmu," batin Bagas sambil terus tersenyum.
Di bangku belakang Aluna memijit kepalanya yang terasa pening, entah kenapa sekarang ia jadi tidak menyukai aroma parfum milik Alex.
"Bagas hentikan mobilnya," ucap Aluna sambil menutup mulutnya.
Bagas yang mendapat perintah langsung menghentikan mobilnya, setelah berhenti Aluna langsung berlari keluar menghirup udara segar.
Wanita itu berjalan ke pinggir jalan untuk mengeluarkan isi perutnya, tapi sayangnya tidak ada apapun yang keluar hanya ada air.
Alex yang melihat Aluna keluar dari mobil langsung menghampirinya, tak lupa ia juga membawakan air mineral. Namun sayangnya Aluna menghentikan langkahnya.
"jangan mendekat, parfummu membuatku pusing," cegah Aluna membuat pria berstatus suaminya itu menghentikan langkah.
"Tapi kau tidak sedang baik-baik saja," ucap Alex, ia tidak bisa membiarkan Aluna terus-menerus seperti itu.
"Aku akan baik-baik saja jika kau tidak mendekat, berikan saja air minum itu," ucap Aluna sambil memejamkan matanya, tidak ingin melihat wajah Alex.
"Oh iya, pakai lagi maskermu!" saran Aluna, karena tadi ia tidak mual karena Alex mengenakan masker.
Pria itu akhirnya mengalah, meski tidak terbiasa menggunakan masker tapi mau tidak mau ia memasangnya lagi.
"Sudah," ucap Alex, Aluna membuka matanya lalu dengan cepat mengambil air mineral yang di bawa oleh Alex lalu meminumnya.
"Sekarang pinjam parfum milik Bagas, kalau bau parfummu masih ada maka aku lebih baik naik taksi saja," ucap wanita itu, dan dengan bodohnya Alex mengikuti semua yang Aluna perintahkan.
Inikah yang di sebut the power of ibu hamil?
Di dalam mobil Bagas masih terus tersenyum, Alex yang biasanya memerintah dan akan marah jika di tolak kini sudah mendapat karmanya.
"Balaskan dendamku nona Aluna," batin Bagas bersorak gembira.
Tak lama pintu mobil terbuka memperlihatkan Alex yang sedang menggunakan masker, rupanya wajah tampannya tidak berguna jika berhadapan dengan Aluna.
"Berikan parfummu!" perintah pria itu kepada Bagas.
Belum sempat di balas oleh Bagas, Alex dengan cepat menggeledah isi mobil. Hingga akhirnya ia menemukannya, syukurlah Bagas masih selalu menyimpan parfumnya di dalam mobil.
"Terimakasih," ucap pria itu langsung menyemprotkan parfum itu ke tubuhnya, hilang sudah aroma maskulin dari seorang Alex.
Setelah selesai dengan parfum, Alex berjalan ke arah Aluna. wanita itu mengendus bau parfum dari badan Alex, dan ternyata perutnya sudah tidak bergejolak.
"Akhirnya, Ayo kita pulang!" ucap wanita itu langsung masuk ke dalam mobil, tentunya di bantu oleh Alex.
....
Mereka tiba di rumah, tanpa drama baru yang di buay oleh Aluna. Wanita itu bahkan tertidur di dalam mobil, mungkin karena kelelahan.
Saat ini wanita itu berada di dalam gendongan Alex, pria itu tidak tega jika harus membangunkan Aluna. Apalagi wanita itu masih terlihat lemas, karena tadi mual dan muntah.
"Loh kenapa Aluna di gendong?" tanya bibi saat membuka pintu dan menemukan Alex sedang mengendong Aluna.
"tidak apa-apa bi, tadi dia kelelahan dan akhirnya tertidur," jawab Alex lalu membawa Aluna ke kamarnya. Kamar mereka berdua tepatnya.
Meski tanpa cinta, mereka tetap akan tidur satu kamar. Karena menurut Alex, sepasang suami istri tidak boleh tidur terpisah.
Setelah meletakkan tubuh Aluna yang masih berbalut gaun berwarna biru itu di tempat tidur, pria itu segera memanggil bibi untuk membantunya mengantikan baju Aluna.
Kasian kan jika wanita itu tidur dengan baju seperti ini, terlebih lagi istrinya itu sedang dalam keadaan hamil.
setelah selesai Menganti baju Aluna dengan baju rumah, pria itu menyelimuti tubuh Aluna. Nanti sore ia akan membangunkan wanita itu untuk mandi, biarlah saat ini ia menikmati tidurnya.
"Selamat tidur Istriku!"
TBC
cie cie Alex panggil Aluna istriku, jangan lupa untuk meninggalkan jejak guys....