NovelToon NovelToon
Melza

Melza

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Horor / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: vifinefianti_033

Yang mau ngobrol shantuy dengan saya, bisa langsung follow instagram saya ya (@kangrebahan_03). Kebetulan saya baru aktif lagi di instagram, insya allah nanti saya infokan jadwal up di sana.

*******

"mari bermain"

Bagi siapa pun yang mendengar kalimat itu dari mulut seorang gadis cantik yang bernama Elza, lebih baik memilih untuk segera mengakhiri hidupnya dari pada mati di tangan gadis berhati iblis namun berwajah malaikat itu. Kecantikannya bisa menjadi daya pikat untuk memancing targetnya agar memasuki perangkap dalam jebakan maut yang sudah ia buat.

Ya itulah Elza, gadis mungil yang memiliki wajah super cantik membuat siapa pun akan tertipu dengan mudah. Di balik itu semua, ada iblis di dalam diri Elza yang siap bangkit kapan pun ketika ia lepas kendali.

***

Melvin Andrea Micheal.

Nama itu sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat, Melvin itu bisa di bilang suami idaman bagi kaum hawa. Dia tampan, kaya, seorang pengusaha sukses juga. Paket konplit bukan? Maka tidak heran jika Melvin menjadi rebutan cewek cewek.

****

Misi nya di New York membawa petaka bagi seorang Elza. Ciuman pertama nya di ambil paksa oleh bajingan tampan, bernama Melvin. Elza tidak terima dengan kelakuan Melvin yang secara tidak langsung sudah menodai bibirnya yang suci, maka dari itu Elza langsung memberikan pelajaran kepada Melvin berupa tendangan super kencangnya di area sensitif Melvin.

Harusnya Melvin marah dengan perlakuan gadis itu kepadanya, tapi melihat wajah kesal gadis itu membuat seringai muncul di wajahnya yang tampan.

"mine"ucapnya.


+++++

Hanya penulis pemula yang ingin menuangkan kehaluan nya😴. Berhubung ini karya pertama saya, mohon bantuannya untuk para senior yang sudah banyak pengalaman nya. 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vifinefianti_033, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Melza

Happy Reading

2 hari kemudian...

Kabar mengenai Elza yang melompat dari atas jembatan membuat semua orang begitu terkejut, mereka berusaha menyangkal tindakan gila Elza tetapi ada sebuah bukti yang mendukung rumor tersebar.

Ada pecahan ponsel yang di temukan di sekitar jembatan, ponsel itu di yakini milik Elza karena beberapa kali mereka sering melihat Elza menggunakan ponsel itu. Tidak hanya ponsel, saksi mata yang kebetulan melihat kejadian itu semakin memperkuat tindakan gila yang di lakukan Elza.

Sudah 2 hari ini Raka dan Alax bekerjasama untuk mencari keberadaan Elza yang menghilang, mereka tidak segan segan untuk menyusuri sungai yang menjadi saksi bisu kegilaan Elza.

Jika Elza benar benar melompat ke sungai ini, maka sudah di pastikan jika Elza tak akan selamat. Hari dimana Elza melompat dalam keadaan hujan deras, sungai ini pasti dalam keadaan banjir dan arusnya begitu kuat.

Jika Elza benar benar mati karena melompat ke sungai, maka mayat Elza pasti akan sulit untuk di temukan.

Sungai yang membentang luas ini semakin memperburuk pencarian keberadaan Elza.

Orang orang dari pihak Raka dan Alex sudah di terjunkan untuk menyisir setiap jengkal sungai ini, ketika ada bagian sungai yang air nya tenang maka salah satu dari anak buah mereka akan menyelam kedasar sungai untuk mencari keberadaan Elza yang bisa saja tersangkut akar di dasar sungai.

Rasa lelah, haus dan panas mereka rasakan di sini. Cahaya matahari yang terasa membakar kulit mereka seakan bukan jadi penghalang untuk mencari keberadaan Elza yang masih belum menemukan apa pun.

Langkah Alex seketika terhenti saat kedua matanya tidak sengaja melihat sesuatu yang bening di dalam aliran sungai dengan arus kecil di sebelah nya, tanpa menunggu lebih lama lagi Alex bergegas masuk kedalam air membiarkan sepatu dan celana panjangnya basah karena terkena air sungai. Alex menyingkirkan batu yang membuat benda itu terjepit disana, mata Alex membulat saat ia menemukan kalung yang sangat ia kenali.

Raka bergegas menghampiri Alex yang tampak menemukan sesuatu dibalik pinggiran sungai.

"Ada apa Lex? "Tanya Raka langsung, kerutan seketika muncul di kening nya saat melihat benda yang ada di tangan Alex "Kalung? "

"Kalung ini pemberian Melvin buat Elza Bang" Alex menatap nanar kearah kalung putih yang ada di telapak tangannya "Gue masih inget, saat itu Melvin ngajak gue ke toko perhiasan. Lalu dia nanya, kalung yang cocok buat Elza yang mana. Terus gue nunjukin yang ini "

Wajah Raka semakin pucat saat mendengar keterangan itu, perasaan khawatir semakin menjadi jadi.

"KALIAN CEPAT SUSURI DAERAH INI! " perintah Raka kepada beberapa orang yang ikut mencari keberadaan Elza.

Walau harapan hidup Elza begitu tipis, tapi mereka masih percaya dengan sebuah keajaiban. Mereka yakin, jika Elza masih hidup. Elza bukan tifekal orang yang mudah putus asa.

"Bos"

Raka menghentikan langkahnya ketika ada seseorang yang memanggil nya.

"Ada apa? "

"Saya menemukan ini"

Orang itu menujukan sebuah pakaian wanita yang tampak basah dan kotor kepada Raka.

"Pakaian ini? " Kerutan langsung muncul di kening Raka saat menerima pakaian formal di tangannya.

"Kayanya ini masih baru" Komentar Alex.

Raka mengecek ukuran pakaian ini.

"Ini ukuran yang sama persis dengan Elza"

"Kita nggak boleh nyerah bang, masih ada harapan Elza hidup" Alex berusaha memberikan semangat kepada Raka yang tampak patah semangat.

"Elza adalah perempuan yang tangguh"

"Gue ragu Lex"

"Besok, hari terakhir kita mencari Elza"

"Kita nggak boleh patah semangat Bang"

Mereka berdua kembali mencari keberadaan Elza yang masih belum di temukan dimana pun.

*****

"guqe menemukan ini"

Alex langsung menujukan kalung yang ia temukan kehadapan Melvin yang terduduk diatas lantai dengan bagian punggung bersandar di bagian samping ranjang.

Melvin langsung mengambil alih kalung berwarna putih di tangan Alex, ia menatap kalung itu lekat. Melvin langsung memeluk kalung tersebut lalu memejamkan kedua matanya saat perasaan sesak kembali memenuhi rongga dadanya.

"Kita masih belum bisa menemukan keberadaan Elza" Lapor Alex kepada Melvin.

"Lo boleh pergi"

"Baiklah, kalau ada apa apa cepet hubungi gue"

Setelah kepergian Alex dari apartemen nya, Melvin tidak bisa menahan air mata yang sejak tadi menumpuk di pelupuk matanya. Kini air matanya langsung tumpah begitu saja, bahkan kedua pipinya sudah basah karena air mata.

Tubuh Melvin bergetar hebat menahan isakan yang keluar dari mulutnya.

"Elza"

"Kenapa kamu ninggalin aku Za"

"Kenapa? "

"Apa kamu nggak bahagia sama aku?"

"Aku minta maaf"

"Kalau aku ganggu kamu"

"Aku mohon kembalilah Elza, aku mohon"

*****

plak.. plak...

Tamparan yang keras itu langsung di layangkan oleh Jasper kepada kedua anak laki lakinya.

Emosi yang menguasai dirinya menyebabkan Jasper tidak lagi bisa berpikir dengan jernih.

Kabar mengenai Elza yang melompat ke sungai sudah sampai ke telinganya, Jasper langsung bergegas terbang ke Indonesia saat itu juga untuk memastikan jika kabar tentang itu hanyalah sebuah rumor belaka.

Tapi setelah Remi dan Lucas menjelaskan perihal kejadian tersebut membuat darahnya langsung naik, bahkan Jasper sampai menampar wajah kedua anak laki lakinya untuk melampiaskan emosi yang tiba tiba membuat otak nya kosong dalam seketika.

"Maafkan kami Pah, Remi emang nggak becus jaga Elza pah" Remi mengaku atas kesalahan dirinya yang tidak bisa menjaga Elza "Maaf Pah"

"Lucas juga Pah"

Jasper mengusap wajahnya dengan kasar.

"Apa ada kemungkinan Elza masih hidup? "Tanya Jasper dengan suara seraknya.

"Tipis Pah" Jawab Lucas pelan "Di lihat dari kondisi sungai pada hari itu sangat memungkinkan jika Elza akan langsung meninggal "

Jasper terduduk lemas diatas lantai yang dingin itu, ia menutup wajahnya dengan telapak tangannya. Sungguh, Jasper tidak pernah mengharapkan kejadian ini bisa terulang lagi.

Apa tuhan tidak cukup untuk mengambil istrinya dan Elsa?

Kenapa harus Elza? Dia benar benar sangat berharga untuk Jasper hingga sekuat tenaga untuk menjaga Elza dengan berbagai cara.

"Elza, kenapa kamu melakukan ini Nak"

****

Las Vegas, Amerika

Alan Micheal, siapa yang tidak kenal dengan nama itu? Tentu saja semua orang yang berada di dalam dunia Underground pasti kenal dengan Alan Micheal.

Alan adalah sosok pria yang kejam, bahkan ia tidak akan pandang bulu untuk membunuh orang yang sudah berani mengusik dirinya.

Bisnis haram yang ia tekuni sudah menyebar di berbagai negara. Pihak pemerintah bahkan tidak bisa menyentuh Alan karena pria itu sudah memberikan segepok uang agar mereka tetap diam dan tidak mengusik Alan.

Perempuan, budak, dan organ tubuh manusia. Itulah bisnis yang di tekuni oleh Alan sejauh ini.

"AKHHTTTT"

Teriakan penuh kesakitan itu adalah sebuah melodi yang indah di telinga Alan, ia tersenyum tipis ketika melihat korban yang akan di keluarkan organ tubuhnya tampak memberontak dan berusaha melawan dokter bedah yang bekerja untuk Alan.

Tubuh manusia yang sudah tidak ada organ tubuhnya langsung di lempar ke pojokan untuk nantinya di bakar di sebuah tempat yang tidak jauh dari sini,  malam ini Alan mendapatkan donor organ tubuh yang lumayan banyak. Mereka yang berkhianat, telat bayar hutang dan menjadi musuh Alan maka nasib mereka akan jadi seperti pria yang ada di depannya.

Pria ini telat membayar hutang kepadanya, padahal sudah Alan beri waktu selama 1 minggu untuk melunasi hutangnya tapi pria ini malah tidak memanfaatkan kesempatan itu untuk mengumpulkan uang yang harus di bayar.

"Ada kabar bagus Sir"

Alan yang sedang menikmati champagne di gelas nya langsung menoleh kearah orang kepercayaan yang sudah berdiri di sampingnya.

"Apa itu? " Tanya Alan sambil mengelus elus dagunya dengan telunjuk.

"Elza bunuh diri sir"

"Bunuh diri? "

"iqya sir"

Alan mangut mangut mengerti.

"Kabar yang bagus" Alan tersenyum lebar "Aku tidak harus mengotori tangan ku untuk membunuh wanita pengacau itu"

"Ada lagi? "

"Ah iya"

"Saya mendengar kabar jika Melvin memiliki hubungan dengan Elza"

"Hubungan? "

"Iya tuan"

"Saat ini Melvin tampak kacau, itu peluang yang bagus untuk segera membunuh Melvin"

Alan terdiam tampak berpikir mengenai saran tangan kanannya.

"Sebaiknya kita harus membereskan Melvin agar anda bisa menduduki kursi Ceo di perusahaan Micheal'Grup"

Benar apa yang di katakan Calvin, kalau Alan membunuh Melvin maka ia bisa mengambil alih perusahaan Micheal'Grup.

"Kau boleh pergi"

"Baik sir"

Alan terdiam cukup lama, otaknya sibuk memikirkan perkataan Calvin tentang mengambil alih perusahaan Micheal'Grup.

Entah mengapa Alan merasa sedih sedih saat Elza memilih untuk bunuh diri, padahal Alan masih ingin bermain main dengan Elza. Permainan yang ia buat terasa begitu hambar ketika ratu dari permainannya telah gugur.

Alan mengambil ponsel mahalnya lalu menelepon seseorang.

"Siapkan semuanya, kita akan pergi ke Indonesia 1 minggu lagi"

****

1 minggu kemudian...

Jakarta, Indonesia

Suasana gedung perusahaan Micheal'Grup berubah jadi ricuh saat kedatangan seorang pria mengenakan setelan hitam tiba tiba saja memasuki perusahan itu, bahkan sekuriti yang menjaga pintu masuk langsung di pukuli oleh anak buah yang di bawa oleh pria itu.

Tubuhnya yang kekar dan tinggi memberikan kesan gagah, ditambah dengan cambang yang menghiasi wajahnya. Tidak lupa dengan tato yang ada di punggung tangannya yang memberikan kesan seksi terhadap pria itu.

Alex yang bekerja dibagian divisi keamanan tentang perusahaan ini mendadak harus beranjak dari kursinya, ia ingin tahu apa yang membuat keributan di siang hari begini.

"Alex, lama tidak bertemu"

Alex mengerjap ngerjapkan matanya ketika melihat sosok tidak asing di matanya.

"Alan? "

Alan Micheal, dia lah dalang di balik keributan di perusahaan Micheal'Grup.

Alan langsung memeluk Alex lalu memukul bahu Alex dua kali.

"Tidak ku sangka, kamu masih bekerja di sini"

Walau Alan tinggal di Amerika, tapi Alan masih fasih dalam mengucapkan bahasa Indonesia.

"Kenapa kau di sini? "

"Tentu saja untuk bertemu dengan adik ku"

Alex menatap mata Alan dengan tatapan curiga.

"Come on. Alex, jangan menatap ku seolah olah aku ini penjahat"

Mungkin hanya orang gila yang akan mengatakan jika Alan adalah orang baik, tentu saja Alex tahu tentang bisnis gelap yang di jalani oleh Alan.

"Apa Melvin ada? "

"Ikut aku"

Alex tidak akan membiarkan Melvin berduaan dengan pria berbahaya ini, ia takut jika terjadi sesuatu kepada Melvin. Di tambah Melvin sedang sedikit kacau karena kehilangan Elza.

Padahal Alex sudah berusaha keras untuk menemukan mayat Elza, tapi anak buah yang di perintahkan oleh Alex tidak berhasil menemukan nya. Hanya ada pecahan ponsel yang menjadi bukti bahwa Elza benar benar melakukan tindakan bunuh diri.

Tok.. Tok

Sejak kepergian Elza, sifat Melvin berubah jadi sangat sensitif. Alex bahkan tidak bisa nyelonong masuk seperti sebelumnya.

"Masuk"

Barulah Alex membuka pintu ruangan itu, dari sini mereka bisa melihat jika Melvin tampak sangat sibuk menyelesaikan tumpukan dokumen yang beberapa lalu sempat terabaikan.

"Kamu tidak ingin memeluk ku, Melvin? "

Melvin menghentikan kegiatannya itu lalu mendongakkan kepalanya, mata tajam Melvin langsung bertemu dengan mata tajam Alan. Sehingga keduanya saling melemparkan tatapan satu sama lain.

Alex yang merasakan susana berubah jadi mengerikan, sedikit menelan ludahnya dengan kasar. Alex sangat tahu hubungan antara Melvin dengan Alan begitu buruk, bahkan mereka nyaris saling membunuh satu sama lain. Alex tidak tahu alasan kenapa adik kakak ingin saling membunuh, yang jelas mereka sama sama menyeramkan.

"Bisa tinggalkan kami berdua, Alex? "Tanya Alan dingin.

Alex langsung melemparkan tatapannya kearah Melvin meminta dukungan agar Melvin tetap membiarkan Alex di sini.

"Keluarlah"

Alex melotot, tapi pada akhirnya Alex tidak bisa melawan perintah Melvin.

"Aku harap kalian akrab"

Setelah mengucapkan itu Alex langsung melangkah pergi meninggalkan Alan dan Melvin didalam satu ruangan.

"Tampaknya kamu begitu senang mendapatkan posisi CEO" Alan tersenyum tipis lalu mendudukan bokongnya diatas sofa.

"Kau juga tampak senang menjadi bos mafia" Sinis Melvin.

Alan terkekeh pelan.

"yaq, sangat menyenangkan. Kau bebas melakukan apa pun, Melvin. Termasuk membunuh" Alan menatap Melvin lekat "Membunuh adalah sebuah tradisi di dunia underground "

"Membunuh orang orang yang tidak bersalah, itu maksud mu? "

Alan kembali tertawa.

"Jadi kamu masih memiliki dendam terhadap ku, eh"

"Aku tidak akan lupa dengan hari itu Alan" Kedua tangan Melvin terkepal dengan kuat "Bahkan aku akan memenggal kepala mu, seperti apa yang kau lakukan terhadap teman ku"

Alan menatap Melvin tajam.

"Kau juga terlibat, Melvin. Apakah kau lupa? "

"Terlibat? " Melvin tertawa kencang "Lebih tepatnya di manfaatkan "

"Ah terserah kau saja" Alan mengibaskan tangan kanannya di udara "Tapi sayangnya aku salah memenggal kepala orang"

"Kau benar benar gila, Alan"

Alan kembali tertawa.

"Oh ayolah jangan membahas masa lalu kita"

"Kita? " Melvin menatap Alan sinis "Sejak kamu memanfaatkan kepolosan ku, aku sudah tidak menganggap mu sebagai saudara ku Alan"

Alan menghembuskan napasnya kasar.

"Ini demi kebaikan keluarga kita Melvin, apakah kau masih belum mengerti juga"

"Kebaikan? Kebaikan agar kamu di jadikan sebagai kandidat bos mafia hah"

"Iya" Alan tersenyum tipis "Bukankah aku berhasil, walau gadis yang aku bunuh bukanlah Elza asli"

"Kau benar benar gila" Umpat Melvin marah "membunuh orang di hadapan seorang anak kecil, apakah kau tidak ada sedikit pun hati nurani hah"

Melvin tersentak kaget ketika Alan beranjak dari sofa lalu mencekik lehernya dengan kuat, Melvin berusaha melepaskan cekikan itu tapi tidak bisa.

Alan menatap Melvin begitu tajam "Hati nurani? "Alan tersenyum tipis "Hati ku telah mati ketika kita di terlantar oleh orang tua kita, Melvin"

Melvin langsung terbatuk batuk saat Alan melepaskan cekikan di lehernya.

Alan tersenyum lebar.

"Kamu tidak tahu kehidupan apa yang aku jalani, Melvin" Alan menatap Melvin tajam "Aku tidak seperti mu, Melvin. Bahkan tidak ada orang yang menginginkan ku di keluarga kita, aku di buang Melvin"

Melvin tahu Alan pasti sangat kesulitan untuk menjalani hidupnya didalam dunia yang keras dan kejam, bahkan tidak ada satu orang pun yang mau mengurus Alan di keluarga Micheal. Termasuk orang tua kandungnya, yang lebih memilih untuk menjalani kehidupan baru bersama keluarga barunya masing masing setelah bercerai.

Pada saat itu Melvin di urus oleh kakek nya dari keluarga Micheal, sementara Alan? Melvin tidak tahu. Bahkan setiap hari Melvin selalu memikirkan nasib saudaranya itu.

Alan menghela napas kasar.

"Kamu tidak perlu menatap kasian kepada ku, Melvin. Aku jauh lebih kaya dari pada perusahaan kecil mu ini" Sinis Alan.

Melvin menghela napas kasar, ia menyentuh lehernya yang terasa sakit akibat cekikan Alan yang begitu kuat.

Alan kembali mendudukan bokongnya diatas sofa, ia menggulung lengan kemejanya hingga mencapai siku. Tato yang menghiasai kulitnya langsung terlihat begitu saja.

"Bagaimana kabar tentang ayah dan ibu? "

Ada tatapan kerinduan dimata Alan, tentu saja Melvin tahu apa yang di rindukkan Alan. Sebelun ada orang ketiga di keluarga mereka, hidup Alan dan Melvin baik baik saja, bahkan mereka sangat bahagia.

"Aku tidak tahu"

Alan tersenyum tipis.

"Apakah kau merindukan mereka, Melvin? "

"Tidak"

Alan tertawa.

"Kau berusaha berbohong kepada ku? "

"Tidak"

Sepertinya topik mengenai pembicaraan orang tua cukup sensitif diantara mereka"aku dengar kekasih mu meninggal karena bunuh diri, apa itu benar? "tanya Alan menatap Melvin.

Wajah Melvin berubah jadi dingin.

"Untuk apa kau menanyakan hal itu? "

"Dia perempuan tangguh dan unik, aku menyukai nya"

Kedua mata Melvin menatap Alan tajam.

"Dia milik ku Alan! "

Alan tersenyum tipis.

"Bukankah kau mencintai Elsa bukan Elza"

Alan tersenyum sinis saat Melvin tidak bisa mengelak dari ucapannya.

"Apa karena Elza mirip dengan Elsa, maka dari itu kamu mengikat dia dengan sebuah hubungan yang tampak konyol itu"

Kali ini Melvin lah yang mencekik leher Alan dengan begitu kuat.

"Jangan bicara omong kosong, Alan. Kamu tidak tahu apa apa! " Bentak Melvin marah.

Melvin langsung menghempaskan cengkeraman di leher Alan dengan kuat.

Alan langsung terbatuk batuk saat cekikan itu terlepas, ia tertawa sambil mengelus lehernya yang memerah.

"Baiklah rahasia mu aman bersama ku, Melvin"

"Cepat katakan tujuan mu kesini apa? Aku tidak punya waktu untuk meladeni orang gila seperti mu"

"Tentu saja untuk berbisnis "

Alan mulai memasang wajah seriusnya.

"Aku ingin mengambil alih perusahaan mu"

"Kau gila!!"

"Kalau kamu tidak mau maka aku akan menggunakan cara ku agar aku bisa mengambil alih perusahaan ini"

Melvin tertawa.

"Itu bukan bisnis, tapi mengancam "

"beqgitu? "Alan menutup mulutnya "jaqdi? Apakah kamu akan menyerahkan suka rela atau mati"

"Nada bicara mu seperti memalak seseorang "

"Lalu? Apa aku harus memohon dan bersujud di kaki m?"

"Kau sudah tahu jawabannya, Alan" Melvin menatap Alan dengan sinis "Sebaiknya kau keluar dari ruangan ku! "

Alan tersenyum begitu manis, ia langsung beranjak dari sofa lalu membenarkan kemejanya yang sedikit acak acakkan. Alan mendekat kearah Melvin lalu mencondongkan tubuhnya hingga wajahnga berada tepat di telinga Melvin.

"Hidup lah dengan sehat, agar organ tubuh mu memiliki nilai jual yang tinggi" Bisik Alan kejam dan dingin.

Setelah itu Alan langsung melangkah pergi meninggalkan Melvin yang masih berada di ruang kerjanya.

1
adelia azni
Kecewa
adelia azni
Buruk
adelia azni
Dri banyak nya novel yg sya baca,, ini cerita yg paling bgus sih menurut sya,,, best lah pokok nya
Rkeane
novel ter teh best lah,btw ada yang mau kasih rekomen lagi novel aksi aksi gitu kaya misi buat ajen ajen
Hasnah Siti
uffft bagus vin...aku lega mereka berdua ada yg menolong...😓
Hasnah Siti
🤣🤣🤣🤣🤣
Hasnah Siti
di lanjut lagi ...aku suka
Hasnah Siti
nexts
Hasnah Siti
awalan yg bagusss...🤩
pacarjuhoon🐢
ngaku hamil gk tuhh🤣🤣
pacarjuhoon🐢
kirain nonton apaan🤣hadehhh😭😭
Elly Adisusetyo
karya yg bagus thorr
imam zulkifli
aku golongan darah O dokk hehehe
🌻Ruby Kejora
Salam kenal dan sukses kk❤️❤️❤️
imam zulkifli
o o oh author teh tiasa sunda
Jaka Gd
kalo bisa kata" nya jangan ada hwanya thor
Bundane Aurel
opik penghianat
Bundane Aurel
keren, keren😁
Bundane Aurel
keren, keren walau tlat baca nx😁
Ninik Suprapti
ceritanya seru banget 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!