NovelToon NovelToon
Key And Bian

Key And Bian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:12.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: LaSheira

Selamat Membaca kisah Key And Bian 💖💖

Takdir masa lalu Presdir Adiguna Group dan seorang model bernama Jesika, telah membuat sebuah benang kusut untuk kehidupan anak-anak mereka.

Key dan Bian dua manusia yang mengenal arti cinta dengan cara berbeda. Semua terasa sederhana jikalau itu hanya tentang rasa mereka berdua. Tentang cinta berbeda status, tentang orang ketiga. Namun takdir masa lalu orangtua telah menyeret mereka dalam hubungan rumit tentang penghianatan, tentang ibu yang tersakiti, tentang kebencian yang diwariskan.


Dan bagaimana kalau takdir masa lalu itu memunculkan seseorang, anak yang tak diketahui. Dari situlah rumitnya takdir masa lalu itu akan terurai.

Akankan cinta Key dan Bian bersatu menuju perayaan?

Akan ada banyak tawa dan bahagia, namun juga akan ada airmata.

selamat membaca 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaSheira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta (Part 8 End)

Basma membalikan badan dan melihat

wajah Key lekat, gadis itu tetap bisa tersenyum dengan ceria menanggapi cerita

model cantik itu. “ Silahkan.” Beberapa tamu datang, Basma mempersilahkannya

mengambil mangkok kecil berisi somai. Saat seorang laki-laki dan wanita tepat

berada di hadapannya, “ mbak, kamu gak mau melayani tuan ini.”

“ Apa si Bas.” Langsung Key bangun

dari duduk. Dia membeku. Tidak bisa bergerak mendekat.

“ Norak.” Basma yang berjalan

ke arah Key, menarik tangan gadis itu agar tersadar.

“ Hallo?” sapa pria itu ramah.

“ Saya penggemar Anda.” Kata key

pelan. “ Apa boleh berjabat tangan.” Laki-laki ini adalah bintang sinetron.

Dulu Key dan ibu sering sekali menonton dramanya di tv. Saat ibu masih membersamainya.

“ Norak amat si Mba.” Berbisik di telinga Key.

“ Biarin. Kapan lagi bisa bertemu dengan kak Arya.” Berbisik juga.

“ Haha, tentu saja.” Dia mengulurkan tangannya terlebih dahulu, dengan gugup Key juga mengulurkan

tangannya. Pria itu menggenggam erat tangan Key, dan gadis itu langsung merah

mukannya.

“ Apa keberatan kalau minta foto.

Maaf ya Mbak, saya dan Ibu saya pengemar suami Mbak” Key bicara sopan pada

istri artis idolanya. Wanita cantik itu mengangguk.

“ Tentu saja boleh.” Wanita itu menjawab ramah.

Key girang bukan main, dia menyerahkan ponselnya kepada Basma. Lalu nyelip di antara gerai, beberapa orang memperhatikan tingkahnya, tapi dia benar-benar tidak perduli. Sekarang dia

sudah ada disamping idolanya.

“ Baiklah, siap. 1,2,3.”

Key berada tepat disamping

Aryamanda. Lelaki itu melingkarkan tangannya dipundak key, gadis itu senang

sekali.

“ Terimakasih ya Kak, maaf sudah

merepotkan. Silahkan dinikmati somainya.”

“ Haha, tidak apa-apa. Saya senang

ternyata masih punya pengemar gadis muda sepertimu. Belajar dengan rajin ya,

dan bantu orang tuamu dengan baik.” Puk,puk. Arya menyentuh kepala Key beberapa

kali. Wajah Key memerah. “ Aku pergi dulu ya. Somainya enak.”

“ Terimakasih Kak, terimakasih

mbak” Key membungkukan badanya beberapa kali, melambaikan tangannya dengan

riang. Sampai idolanya menghilang dikerumunan orang-orang yang sedang berpesta.

“ Mana fotonya Bas, sini coba liat. Aaa, mau aku jadiin foto profil.”

“ Puk,puk, belajar yang rajin dan bantu orang tua dengan baik ya Nak.” Basma menirukan adegan tadi. Sementara Amanda cekikikan melihatnya.

“ Biarin, yang penting bisa foto

bareng Kak Arya, mau dia anggap aku anak SMP juga gak papa.” Key duduk lagi di

samping Amanda, sambil melihat-lihat fotonya bersama Arya. Wajahnya masih

bersemu-semu merah. Amanda pun ikut tertawa. Sementara mereka sedang asik

mengobrol, pesta semakin larut. Acara semakin meriah. Namun peata tetaplah

pesta, keramaian ini harus berakhir juga. Ditutup dengan seremonial oleh Bian

selaku CEO. Dia membungkukan badan beberapa kali sebagai ucapan terimakasih

atas partisipasi dan kerja keras semua pihak sehingga acara ini bisa

berlangsung dengan sukses. Tepuk tangan membahana. Dan pesta pun berakhir, satu

persatu tamu mulai meninggalkan gemerlap ruangan. Para petugas acara sibuk

mengatur arus keluar para tamu, agar semuanya tetap kondusif, semua berjalan

dengan sempurna. Para petugas yang merupakan pegawai Adiguna Grup bekerja

secara cekatan, mereka sudah terlatih untuk bekerja dengan baik. Sehingga

sebanyak apa pun orang bisa ditangani dengan baik.

 

Setelah semua tamu sudah pulang

riuh para petugas menyerbu gerai makanan. Para pemilik gerai juga saling

mencicipi gerai yang lain. Kali ini riuh, saling berebut. Suasana kondusif dan

antri itu tidak ada lagi. Namun tidak ada yang memprotes, para tamu VVIP sudah

tidak ada. Dan mereka bersikap selayaknya mereka biasanya. Orang-orang dengan

selera dan sikap yang sama.

“ Jadi ini benar Key imoet yang sempat viral itu ya.”

“ Enak somainya.”

“ Aku mau coba baksonya donk, katanya langganan CEO ya.”

“ Gimana kok kuah es dawetnya bisa

enak begini, bukannya bahannya cuma gula merah saja, sama santan. Bagi tipsnya

supaya enak begini.”

“ Ini apa? Es selendang mayang, aku

kenyang padahal cuma makan es.”

“ Mau otak-otak panggangnya donk.”

“ Mpek-mpeknya juga, ah ada tekwan juga ya.

“ Ada yang mau nyicip sate lilit gak, aku ambil banyak nih. Hahaha.”

“ Es pisang ijonya masih gak?”

“ Apa itu? Ketan durian, mau donk nyicip.”

“ Ada es puter durian juga ya, mau donk, es zaman aku SD tu.”

“ Martabak mininya boleh juga, ini

yang aku suka, rasanya klasik, kacang sama mesis. Sekarang toping martabak

sudah macam-macam ya. Bahkan coklat-coklat yang mahal itu juga jadi toping.

Tapi aku tetep cinta sama toping kacang tanah sama mesis.”

“ Ada yang mau pisang goreng. Haha,

yang ini kekinian topingnya, keju, selai, coklat, mesis, green tea. Ada es

creamnya juga lho di atasnya.”

“ Memang itu makanan tradisional dari mana?”

“ Gorengan kan makanan tradisional

seluruh daerah. Di mana-mana juga ada.”

“ Kue pancongku sama kue cubitku

masih lho. Sini serbu! Aneka toping. Gratis. Haha.”

“ Enak, apa ini. Klapetart. Makanan

adaptasi resep luar, tapi cukup populer di indonesia.”

“ Ada pizza gak ya, aku pingin makan pizza.”

“ Ya gak adalah, di sana ada kerak telor tuh.”

“ Hubungannya sama pizza apa?”

“ Sama-sama bikin kenyang. Haha.”

“ Jajanan pasar, sini, sini, high

quality, kalau di toko kueku sepuluh ribu satu picis, di sini gratis. Ada yang

mau bungkus bawa pulang boleh. Modal plastik sendiri ya.”

“ Hahaha.”

Ramai, mereka mencicipi semua

makanan yang ada. Para petugas dan pegawai Adiguna Grup berbaur dengan para pemilik

gerai makanan. Mereka membungkus makanan yang masih tersisa. Mencicipi

semuanya. Mengobrol. Yang sebenarnya secara pribadi mereka bahkan tidak saling

mengenal. Namun malam ini sepertinya semua penghalang itu hancur dan melahirkan

keakraban.

“ Tes... tes...”

Kerumunan pencari makan tenang. Mencari asal suara.

“ Halo.. halo... apa kalian sudah

selesai dengan pestanya. Ayo bereskan tempat ini lalu pulang dan tidur.”

“ Ayooo, tidur!!”

Mendengar kata itu saja sudah

membuat semuanya senang. Buru-buru mereka memasukan apa yang masih ada ke dalam

kantong plastik. Membagikan ke gerai makanan yang lain, saling bertukar

bungkusan. Basma juga begitu. Key membagikan bungkusan somai ke gerai yang

lainnya dan kepada beberapa petugas. Setelah itu mereka sibuk membereskan semua

perlengkapan. Memasukan magkok-mangkok kotor dan sendok ke dalam boks.

Menyusunnya kembali satu-persatu agar muat seperti sebelumnya. Basma membongkar

kompornya. Membuka air kukusan yang menguap uap panasnya. Setelah memasukan

kompor dan menggulung selang gas ke dalam boks dia membantu Key menyusun

mangkok kecil.

“ Kamu tidak apa-apa Mba?”

“ Hemm.”

“ Walaupun aku sendiri merasa

marah, tapi aku yakin Kak Bian punya alasan melakukan ini. Kamu tanyakan saja

padanya nanti.”

“ Benar. Dia pasti punya alasan,

dan akulah yang menentukan, apakah aku akan menerima alasannya atau tidak.”

“ Benarkan, kamu suka padanya.”

Key sadar ia sudah terjebak oleh pertanyaan Basma.

“ Tidak. Sudah beres semua.”

Dua orang yang tadi berangkat

mengantarkan mereka mendekat. “ Maaf Mba, sudah selesai beres-beresnya, kami

bisa antar pulang sekarang.”

“ Bapak kan belum selesai, kami bisa tunggu kok.”

“ Tidak apa-apa Mba. Ini perintah Pak Anjas.”

Mereka mulai menganggkut boks-boks menuju mobil.

“ Mba tunggu di mobil aja.”

Basma melarang Key yang sudah

memegang boks kecil untuk dia angkat, ahkirnya dia hanya membawa tasnya saja.

Sambil melihat orang-orang yang tengah sibuk membereskan ruangan dan gerai

masih-masih, ia mengedarkan matanya. Memperhatikan satu persatu wajah mereka.

Berharap menemukan Bian diantara mereka.

“ Bodohnya aku, tentu saja dia

sudah pulang. Untuk apa dia masih ada di sini.” Ia melangkah tanpa tenaga menuju

mobil, langsung masuk dan duduk. Diam tak memikirkan apa pun, hanya sekelebat

pristiwa malam itu melintas. Saat Bian mendorongnya di gudang dan menanyakan

apa yang ia inginkan dari nya. “ Apa aku akan minta uang padamu kalau tahu kau

CEO Grand mall. Apa itu yang ada dipikiranmu.”

“ Kenapa Mba?” Pak sopir masuk,

basma juga menyusul. “ Kita berangkat.”

“ Ia Pak.” Basma yang menjawab.

Diam. Tidak ada yang bicara. Mobil

memecah jalanan, sisa keramaian pesta sudah habis, tempat ini sudah cukup lengang.

Ratusan mobil yang tadi berjubel, puluhan petugas keamanan yang tadi bersiaga

sudah tidak tampak. hanya tersisa mobil-mobil boks milik gerai makanan. Mereka melewati jalan menuju ruang CEO. Key menoleh. “ Jadi

di sini rumahmu.” Dia hanya bicara dalam hati. Saat sudah sampai ke rumah, Key

turun . dia mengucapkan terimakasih kepada pak sopir dan orang yang

membantunya. Lalu bergegas masuk ke dalam rumah.

“ Kenapa? Apa dia sakit?” Bapak

sopir bertanya karena melihat perubahan sikap Key.

“ Tidak Pak, Mba Key cuma lelah.”

Mereka lalu menurunkan semua boks,

dan memasukannya ke dalam rumah. Menyusunnya di ruang tamu.

“ Terimakasih banyak pak. Ini silahkan diambil.”

“ Tidak usah Mas. Ini sudah kewajiban saya.” Dia menolak amplop yang di sodorkan Basma.

“ Ini cuma ala kadarnya dari Mba Key, sebagai ucapan terimakasih. Gak usah bilang sama Kak Anjas.”

“ Gak usah Mas, ini sudah kewajiban saya. Saya permisi.”

“ Baiklah Pak, terimakasih banyak.”

Basma menyerah memaksa bapak sopir menerima amplopnya.

“ Ia sama-sama.”

 

“ Jangan terima uang sepeser pun

dari mereka, kalau tidak mau kehilangan pekerjaanmu.” Pak sopir ingat betul apa

yang dikatan Anjas. “ Mereka teman-temanku, bersikaplah seperti bersikap

padaku.” Sudah membuatnya tidak berani macam-macam. Perintah langsung dari

Anjas sudah membuatnya mengerti bahwa wanita yang barusan ia bantu adalah orang

yang spesial, walaupun baru pertama kalinya ia melihatnya di acara Adiguna Grup.

BERSAMBUNG.......

Selamat malam, pesta telah berakhir, kita akan melanjutkan hidup penuh kerja keras lagi ^_^

tapi tentunya tetap perjuangan Bian selanjutnya......

dilike donk biar saya seneng 😆😆😆

1
Nurma Sadiah
cie yang seneng di posesif🤣
Abizar Alfarizki
hadeeh bian 🫩
Nurma Sadiah
wow ternyata bian dan basma adik kakak😄
Nurma Sadiah
mau bakso🤤 apalagi makannya bareng orang kaya bian
Septi Msi Yogyakarta
halo kak author
aku rindu dgn krya2 mu
Nurma Sadiah
amanda sama anjas aja, cocok👍
Nurma Sadiah
ih sakit banget sih klo jadi manda/Sob/
Nurma Sadiah
happy ending😍
Mahendra Sari Anwar
kak,,ko blm ada lg cerita yg baru?
aku selalu tgu lohhh cerita nya🔥🔥🫶
love love love berkobon² nanas kan🫶
Mahendra Sari Anwar
maui lagiii🔥🫶
Maryam Husain
luar biasa
Putriani
izin mampir yah😍
☠Arin_
aku suka final ending yg bahagia gini
☠Arin_
the end🙏
☠Arin_
waaaah mau pamer🤣🤣🤣
☠Arin_
Senengnya🤣🤣🤣
☠Arin_
Sedih aja
☠Arin_
plong
☠Arin_
wah kena deh🤣🤣🤣
☠Arin_
😭😭😭😭masih berlanjot
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!