Kisah Alena yang berjuang bekerja sebagai TKW di NewYork city. Namun ia dipecat sepihak karena suatu alasan.
Tapi..
Semenjak bertemu Anderson hidupnya benar-benar berubah, Anderson adalah teman majikannya.
Anderson datang bagaikan keajaiban bagi Alena, karena hidupnya berubah total. Mereka berdua saling jatuh cinta hingga Anderson mengajak Alena ikut ke negaranya di Italia.
Alena yang dimabuk cinta, ikut bersama Anderson. Mereka berdua menjalin kisah cinta namun dengan resiko putus yang sangat besar.
Alena dan Anderson berbeda keyakinan, jadi sulit untuk mereka berdua bisa bertahan dalam hubungan itu.
" Akankah kita bisa bersama ? "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Maulida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
papah
Aku bermalam di kapal boat milik Anderson, kita berdua menikmati langit malam yang di penuhi bintang-bintang.
Dua gelas wine menemani kita berdua yang larut dalam indahnya cinta. Aku dan Anderson saling bertukar cerita tentang apapun.
Anderson yang sigap langsung menyelimuti tubuhku yang mulai kedinginan, manisnya segala apapun yang dilakukan Anderson untukku.
" Makasih ya son.. "
" Sayang.... Aku tidak sabar untuk mendapatkan restu kedua orang tua kita, setelah mendapatkan restu mereka.. aku ingin segera menikah denganmu Alena "
" Menikah ? Apa kamu serius ? " Aku terkejut dan merasa bahagia mendengar kabar itu
" Hmm... Aku tidak masalah meskipun kita berdua berbeda keyakinan, aku hanya menginginkan cinta kita yang tidak akan pernah berakhir "
"....." Mendengar soal keyakinan nyaliku langsung menciut. Apakah aku bisa menikah dengan perbedaan ini ? Rasanya sulit diriku sendiri menerima soal pernikahan ini.
Aku mencoba tetap tenang dihadapan Anderson, malam ini rasanya aku jadi takut sekali memikirkan masa depan hubungan diantara kita.
Mamah sejak awal sudah menentang hubungan kita, pantas saja mamah menyuruhku menyudahi semuanya dengan Anderson.
" Sayang.... " Panggilku menatap son lekat
" Hmm.. "
" Sepulang dari rumah orang tua kamu.. bisakah kita pergi ke tempat menarik lainnya sebelum pulang ke Indonesia ? Aku juga ingin melihat kecantikan kota Roma dan venesia "
" Apa kau mau.. ? Aku pikir kamu ingin cepat-cepat pulang.. kalau kau memang mau.. kita bisa pergi kesana untuk liburan beberapa hari "
" Benarkah ? Asikk... Sejak dulu aku ingin sekali mengunjunginya "
" Aku senang kau memintanya langsung.. itu baru wanitaku, kamu tidak boleh menyembunyikan apapun dariku, termasuk keinginan kamu "
" Hmmm sepertinya aku mulai terbiasa menjadi wanita manja saat bersamamu son.. "
" Hahaha.. baguslah.. oh iya.. apa.. kau siap malam ini ? " Bisiknya sedikit menggodaku
" ..... " Tiba-tiba saja aku jadi berdebar ketakutan setengah mati mendengarnya mengajakku bercinta
" Aku rasa.. ini malam yang tepat " bisiknya lagi mulai mencium leherku perlahan
" Son... Sebenarnya aku sedang datang bulan... " jawabku sedikit berbohong padanya
" Benarkah.. ? Baiklah.. kita bisa melakukannya lain waktu "
" Maaf ya sayang.. "
" It's okay baby.. " jawabnya lalu mengecup keningku mesra.
Maafkan aku son.. aku hanya belum siap saja tiba-tiba. Saat ini aku masih menakutkan sesuatu yang belum terjadi.
.....
Sekitar pukul 7 pagi, kita tiba di pulau portoferraio. Kapal kita langsung berlabuh di pelabuhan khusus milik keluarganya Anderson.
Anderson menggenggam tanganku erat dan membawaku ke sebuah rumah besar yang tidak jauh dari pantai. Rumah besar berwarna putih tak kalah mewah dengan rumah tuan Hilton saat di Amerika.
Aku terpukau dengan besarnya rumah milik keluarga Anderson. Mataku tidak berkedip sama sekali, ternyata keluarga Anderson lebih kaya dari tuan Hilton.
" Son... Ini rumah keluargamu ? "
" Hmm... Ayo masuk.. "
Anderson membawaku masuk kerumahnya, para pembantu menyambut kita berdua dengan sangat ramah. Di ujung sudah ada dua orang yang menantiku. Sepertinya itu adalah ibu dan ayah Anderson yang sudah cukup tua.
" Selamat datang anakku... " Ayahnya memeluk Anderson erat, sepertinya dia sangat merindukan putranya yang sudah lama tidak pulang.
Mereka saling berpelukan dan bertanya kabar sambil melepas rindu. Setelah puas berpelukan ayahnya langsung menatapku lekat dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"......" Rasanya sangat menakutkan, apa yang harus aku lakukan selain tersenyum pada mereka ? Aku tidak bisa bahasa Itali..apa mereka akan memaklumiku ?
" Hai.. saya Mashimo Carlos, ayah Anderson. Siapa namamu ? " Tanyanya menggunakan bahasa Inggris
"...." Aku sejenak terkejut, aku lupa mereka adalah seorang konglomerat elit jadi sudah sewajarnya bisa bicara bahasa inggris dengan sangat fasih
" Alena.. " Anderson menyadarkan aku yang tadinya hanya terdiam membisu
" Ohh.. saya Alena tuan.. "
" Panggil papah saja.. agar lebih santai " sambar ibunya Anderson tiba-tiba merangkul ku dan membawaku ke meja makan untuk sarapan bersama dengan keluarga besarnya.
Hening sekali yang aku rasakan, tak ada yang bicara satu sama lain. Anderson duduk disamping ibunya, sementara aku duduk di samping papah.
" Apa kau bingung mengapa mereka semua sangat dingin ? " Bisik papah tiba-tiba mencoba bersikap santai denganku
" Hm.. " aku mengangguk penasaran
" Mereka semua merebutkan harta warisanku. Ini seperti perang saudara, tapi kau tidak perlu cemas karena Anderson tidak memperdulikan soal harta warisan "
" Syukurlah.. " aku merasa lega karena Anderson tak ikut memperebutkan harta warisan
" Disebelah kananku.. mereka semua adalah kakak laki-laki Anderson. Semua anakku lelaki dan disebelah kiri, ini semua menantuku. Termasuk kamu.. semoga kamu bisa menjadi menantuku nanti "
katanya bersemangat dan sangat ramah, ketakutanku pada ayah Anderson kini terbayarkan. Ternyata Dia adalah lelaki baik seperti Anderson.
Setelah selesai sarapan, Anderson sibuk berbincang dengan para saudaranya. Sementara ibunya pergi menyiapkan camilan untuk aku dan Anderson.
Awalnya aku ingin membantu ibunya, tapi papah mengajakku ke ruangan kerjanya untuk bicara empat mata.
" Alena.. "
" Iya pah.. "
" Apa kau mencintai anakku ? Apa.. kau serius dengan dia ? "
" Aku mencintainya pah.. Anderson adalah cinta pertamaku "
" Baguslah.. tapi ada yang ingin aku tunjukkan padamu " papah pergi mengambil sebuah koper lalu membukanya di depanku, aku terkejut karena isinya sekoper uang tunai yang jumblahnya tidak bisa ku hitung.
" Ini untuk kamu.. tapi kamu harus meninggalkan Anderson, apa kau mau ? " Tanyanya mengejutkanku
Aku tidak menyangka, adegan film yang biasanya aku tonton terjadi pada diriku. Rasanya diriku sangat rendah sekali, aku pasti tidak pantas mendampingi Anderson
" Bagaimana ? Apa kau bisa meninggalkan Anderson ? "
" Papah tidak perlu memberikan aku uang sebanyak itu. Aku mencintainya bukan karena hartanya tapi kalau papah memang tidak merestui hubungan kita, aku akan pergi meninggalkan Anderson. Aku tidak ingin menghalangi masa depan Anderson pah.. "
"...." Papah terdiam mendengarku yang menolak uang yang ia tawarkan. Wajahnya yang serius berubah tersenyum lebar, benar-benar mengejutkan sekali
" Ada apa pah ? "
" Kau lolos.. kau pantas menjadi pendamping hidup Anderson " katanya kembali mengejutkan aku
" ??? "
" Maaf Alena.. ini tradisi keluargaku, setiap calon menantuku akan selalu aku tes dengan cara seperti ini. Aku hanya takut wanita yang di pilih anakku hanya memanfaatkan nya saja "
" Papah... Apa setiap wanita yang menjadi kekasih Anderson selalu papah tes seperti ini ? Renata juga ? "
" Hm... Renata juga.. sebenarnya dia gagal, karena menerima uang ini, tapi saat itu Renata mengandung anak Anderson. Jadi aku harus merestui mereka berdua. " Jelasnya santai padaku.
" Pah.. tapi kenapa kau merestuiku begitu saja ? Aku dan Anderson jelas sangat berbeda, bahkan kita berdua berbeda keyakinan ? "
" Kau gadis yang baik Alena.. papah tidak melarang meski kalian berbeda keyakinan, papah tidak mempermasalahkan hal itu. Yang terpenting kamu mencintai Anderson apa adanya "
"...." Aku merasa tersanjung ternyata papah memandang diriku dengan bijak, dia tidak memandang status sosialku sama sekali
" Alena.. mulai saat ini, jika Anderson menyakitimu. Laporkan semuanya pada papah, kau bisa menelpon ku kapan saja " papah memberikan nomor telponnya dengan bersemangat
" Baik pah.. "
" Aduh gemasnya.. papah senang memiliki putri mungil sepertimu "
papah mengusap rambutku perlahan dan tersenyum senang karena bisa bicara santai denganku.
Bersambung...
ayo semangat nulis novelnya !!
semoga karya ini banyak pembacanya Aamiin
semangat!!! jangan menyerah Tyns