Kebiasaan buruknya dalam berjudi, membuat dirinya terpuruk dalam kesulitan.
Di kejar kejar Dep colector kelas mafia, membuat hidupnya, mati segan hidupu pun tak mau.
Hingga di penghujung kebuntuanya, Dylan harus bertarung melawan para Dep Colector hingga membuat nyawanya melayang.
Ikuti terus kisahnya Cuy .... Ok.
Klik favorite dan kasih like and ratenya juga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arby yingjun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DI JERMAN
Perjalanan panjang yang memakan waktu hingga 16 jam 20 menit dan sangat melelahkan itu, akhirnya bisa Erick lewati bersama orang orang yang sangat di sayanginya.
Erick beserta Alexa dan kedua putri kembarnya sampai di bandara Schenfold tepat jam 7 malam.
Erick melangkah bersama Alexa membawa koper perlengakapan dengan masing masing menggendong putrinya yang masih terlihat tidur kelelahan.
"Erick, kita harus segera mencari hotel untuk kita menginap." ucap Alexa yang berjalan berdampingan di sebelah Erick.
"I ya, sayang. Aku akan segera menghubungi seseorang untuk membantu kita mencari tempat untuk menginap." jawab Erick yang seketika menghentikan langkah dan mengeluarkan ponsel dari saku bajunya.
Baru saja Erick membuka menu kontak pada handphhonenya, sebuah panggilan masuk dengan nomer yang tidak di ketahui identitasnya, tiba tiba masuk dan membuat handphone Erick bergetar.
"Nomer siapa ini?" tanya Erick dengan mata sedikit menyipit melihat layar di handphonenya.
"Coba kau angkat saja, sayang." titah Alexa yang sudah terlihat kelelahan.
Erick mengangguk dan segera menggeser menu hijau untuk menerima panggilan masuknya.
"Hallo, dengan siapa ini?" tanya Erick dengan penasaran.
"Maaf tuan, anda sudah di tunggu di lobi bandara." jawab seseorang yang makin membuat Erick bingung dan penasaran.
"I ya, tapi anda siapa? tanya lagi Erick.
"Saya supir dari tuan Jack Navier, dan tunggu!, sebentar lagi akan ada orang yang datang membantu membawakan barang barang anda tuan." jelas si supir pada Erick di dalam panggilan teleponya.
"Baiklah, sekali lagi. Saya ucapkan terima kasih." jawab Erick dengan wajah yang kini terlihat tenang.
"Sama sama, tuan." jawab si supir dan Erick pun segera mengahkiri panggilan masuknya.
Alexa sejenak mundur dan sedikit ketakutan melihat 3 orang lelaki yang berbadan besar dengan jas yang serba hitam datang dan langsung memegang koper bawaan mereka.
"Siapa kalian?" tanya Alexa pada ketiga lelaki berjas dan berkaca mata serba hitam.
Ketiga lelaki berjas hitam itu, tersenyum dan membuka kaca mata mereka.
"Maaf, kalau kami telah membuat anda takut, nona." jawab salah satu pesuruh Jack.
Erick merangkul pundak Alexa dan memberinya senyum ketenangan.
"Mereka bertiga adalah orang orang yang di perintahkan Tuan Jack untuk menjemput kita disini." jelas Erick pada Alexa.
Seketika Alexa menganggukan kepalanya dan kini terlihat tenang dari sebelumnya.
"Mari, tuan." ajak salah satu pesuruh Jack pada Erick.
Erick menggandeng tangan Alexa dan mengajaknya melangkah mengikuti para pesuruh Jack menuju mobil yang sudah siap menunggu dan mengantarkanya.
Sesampainya di lobi bandara, Alexa sedikit terkejut melihat sebuah mobil mewah terpampang dengan pintu yang sudah terbuka dan siap mengantar mereka.
"Sebenarnya, siapa Erick ini?, apa mungkin temanya sampai semewah ini menyambutnya." ucap Alexa dengan wajah penuh keheranan.
"Sayang, kenapa kau melamun?" tanya Erick yang melihat kekasih hatinya melamun.
"Ha..ha, maaf. I ya, ayo kita masuk." jawab Alexa dengan cepat.
Di dalam mobil, Erick dan Alexa sudah terlihat duduk di bangku belakang menggendong kedua anaknya.
"Tuan," panggil si Supir pada Erick.
"I ya, ada apa?" Erick menyahuti panggilanya.
"Sesuai jadwal, anda sekarang akan kami bawa ke hotel untuk berisitirahat." ucap si supir.
"Baiklah kalau begitu." Erick menyenderkan dirinya di head jok dengan tangan yang kini merangkul Alexa yang sudah terlihat lelah dan tidur di bahunya.
semoga kalian selalu bahagia.. 🥰🥰😍
lanjut baca👍👍
ngangkang tuh jalan
ko tamat