NovelToon NovelToon
Rumah Di Samping Kuburan

Rumah Di Samping Kuburan

Status: tamat
Genre:Horor / Tamat
Popularitas:274.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rosa_Nanda

Semalaman suara gaduh di atas genteng itu membuat bulu kuduk merinding.
Entah apa yang tengah ribut di atas genteng sana. Karena, tak terlihat wujudnya.

Karena gangguan itu, akhirnya yang punya rumah membiarkan rumahnya kosong. Namun, Bu Heni tidak membiarkannya kosong begitu saja. Dia menawarkan rumah itu untuk di kontrakan dengan harga yang sangat murah.

Setiap Orang yang menempati rumah itu selalu merasakan hal-hal yang aneh dan tidak masuk akal. Seperti munculnya bayangan hitam yang tinggi besar di ujung teras.

Terror bercak darah di sekeliling rumah membuat bulu kuduk merinding. Apalagi tengah malamnya muncul Makhluk aneh yang menyeramkan. Pundak terasa di tindih balok es yang super dinginpun di rasakan oleh Bunga, orang yang kesekian yang menempati rumah itu.

Bunga dan Angga tetap mencoba untuk bertahan, hingga akhirnya mereka kalah dan mundur dari rumah itu. Setelah Bunga melihat Makhluk aneh yang berwujud ular berkepala manusia yang berambut panjang serta memakai mahkota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosa_Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak sadarkan diri

Bunga terkulai lemas tak sadarkan diri. Dia tidak berdaya, dia tidak kuat menahan rasa takut yang menjalar di seluruh tubuhnya.

Hingga akhirnya Bunga tidak sadarkan diri.

Bunga terkapar sendirian tak sadarkan diri, karena Angga Suaminya sa"at itu kebetulan tidak pulang, tidak seperti biasanya.

Entah karena hujan atau karena apa?...

Dinginnya lantai ubin, tidak terasakan oleh Bunga yang tergolek tak sadarkan diri.

Begitu pula hembusan angin malam yang semilir masuk melalui celah-celah lubang ventilasi.

Detak jarum jam terdengar sangat jelas, namun tidak bisa membuat Bunga terbangun dari pingsannya.

Begitu pula, suara jangkrik yang berderik di luar sana, berselang-seling dengan suara derasnya air hujan yang turun mengguyur bumi, di malam itu.

Tetap, tidak bisa membangunkan Bunga yang tengah terbaring di atas lantai ubin.

Sungguh membuat suasana semakin mencekam.

Jarum jam telah menunjukkan ke angka dua, suasana malam itu semakin sunyi, semakin hening, semakin mencekam dan semakin menyeramkan.

Makhluk aneh itu, perlahan-lahan

melayang melewati tubuh Bunga yang tergolek di depan pintu dapur, yang daun pintunya terbuka lebar.

Kemudian melayang mengitari ruang tamu, dan menghilang di pojok ruang tamu. Tepat, di mana dulu pohon beringin yang besar dan sudah sangat tua dan angker itu berdiri.

Mungkin, itu salah satu penghuni pohon beringin angker itu, ataukah itu adalah Ratu penunggu Mustika merah delima.

Yang dulu sering jadi incaran orang-orang yang mempercayai

keberadaannya.

Menurut kabar dari orang tua di kampung itu, dulu di sana di bawah Pohon beringin itu, suka banyak orang yang bertapa.

Maksud dan tujuannya yaitu, ingin mendapatkan " Mustika merah delima".

Yang katanya sangat sakti dan berkhasiat,

untuk memenuhi segala macam

keinginan manusia.

Namun, Mustika merah delima yang sakti itu belum ada yang bisa mendapatkannya, walau sampai pohon beringin itu ditebang, dan kini tempatnya sudah di jadikan sebuah rumah.

Makhluk yang nampak sangat aneh itu, menghilang di pojok ruang tamu rumah itu, sama seperti Makhluk yang tinggi besar, hitam dengan rambut yang gimbal serta mata merah dan besar, dan juga bertaring itupun, menghilangnya di sekitaran tempat itu, yaitu di pojok ruang tamu rumah itu.

Berarti sosok makhluk- makhluk yang tak kasat mata itu, semuanya tidak pergi dari tempat itu. Semuanya masih berada di sana.

Dan kini mengganggu dan mengusik orang-orang yang menempati rumah itu.

Seperti malam itu, Bunga sampai tidak sadarkan diri, karena dia merasa sangat ketakutan sekali, setelah melihat penampakan sosok makhluk aneh yang tak kasat mata.

Tak terasa waktu terus bergulir, jarum jam pun bergerak dari satu detik ke menit hingga beberapa jam sudah, Bunga tergolek di sana... Masih tidak sadarkan diri.

Sungguh sangat kasihan, karena tidak ada seorangpun yang mengetahuinya, tak seorangpun yang menolongnya.

Jam tiga pagi sudah berlalu, Terdengar alunan ayat suci Al-Quran dari Masjid yang ada di kampung itu.

Suaranya yang mengalun merdu, mampu mengusir kesunyian di kampung itu.

Alunan ayat demi ayatnya, mampu menghalau suasana yang menyeramkan dan mencekamnya kampung itu.

Beberapa surah dalam Al-Qur'an di lantunkannya, hingga waktu subuh menjelang.

" Allahu Akbar Allahu Akbar..."

Alunan ayat-ayat suci Al-Qur'an itu, di ganti dengan Kumandang nya Adzan Subuh yang bergema dari Masjid itu, Gemanya menjalar ke setiap telinga ummat Islam yang tengah tertidur pulas.

Kumandang Adzan Subuh itupun, mampu mengusik masuk kedalam telinganya Bunga, yang sejak tengah malam tadi, tidak sadarkan diri.

Bunga merasakan ada hembusan angin yang masuk ke dalam lubang telinganya.

Hingga membuat matanya yang sejak tadi terpejam rapat itu, kini sedikit demi sedikit mulai terbuka.

Kelopak matanya yang baru terbuka itu, mulai menatap ke sekeliling ruangan, di mana dirinya sa'at itu tengah tergolek, tergeletak tidur di lantai tak beralaskan apapun juga.

" Kenapa aku bisa tertidur di sini?" Bunga bertanya kepada dirinya sendiri.

Dia belum mengingat semua kejadian yang telah menimpanya.

" Kemana bang Angga?... Kenapa dia tidak membangunkan aku, kalau aku ketiduran di sini?..." Gumamnya bertanya kembali kepada dirinya sendiri.

Kemudian dia bangun dari tidurnya, lalu duduk sembari mengingat-ingat kembali kejadian apa yang telah di alaminya tadi.

"Astaghfirulahaladziiim... Makhluk aneh itu?... Iya... Aku semalam melihat sosok makhluk yang sangat aneh itu... Dia berada di sana, di sudut itu. Iya benar... Aku ingat sekarang." Ucap Bunga yang mulai bisa mengingat kejadian semalam yang telah terjadi kepadanya.

" Bang!... Bang Angga..." Bunga memanggil-manggil Suaminya.

Dia belum menyadari kalau suaminya itu, dari kemarin belum pulang ke rumah.

Bungapun lalu bangun dan beranjak menuju ke kamarnya.

Tirai kamarnya sudah tersingkap, segera dia masuk ke dalam kamarnya sambil manggil-manggil Suaminya.

" Bang... Bang Angga!..." Teriaknya kembali.

Tetapi, Angga tidak nampak di sana.

" Kemana dia?... Sepagi ini?... Adzan subuh juga baru selesai berkumandang. Berangkat shalat Subuh di Masjid gitu?... Tapi, kenapa dia membiarkan aku tidur di depan pintu dapur?...Kalau pergi ke Masjid, biasanya dia suka pamitan dulu padaku." Pikirnya tak mengerti.

" Sekarang mendingan aku shalat Subuh dulu, sebelum beranjak siang. Biar aku tenang." Gumamnya mantap.

Bunga segera berlalu, beranjak menuju ke kamar mandi, untuk mengambil air wudhu.

Setelah selesai Shalat, sedikit demi sedikit Bunga mulai mengingat apa yang telah terjadi pada dirinya semalam.

" Oia.. Sekarang aku ingat semuanya.. Bang Angga tidak pulang, hujan turun dengan derasnya sejak sebelum Adzan Maghrib. Lalu... Aku melihat suatu sosok makhluk yang sangat aneh di kusen pintu kamar. Dan... Makhluk aneh itu masuk ke dalam lengan jaketku, yang aku gantungin di samping pintu kamar." Gumamnya perlahan, sambil mengingat-ingat semua kejadian semalam yang telah menimpa dirinya.

" Jaketku!..." Bunga berteriak, sambil bangun dari tempat duduknya. Segera dia bergegas menuju ke pintu kamarnya.

" Jaketku... Mana jaket aku?..." Bunga mencarinya, di lihatnya jaket yang di carinya itu teronggok di atas tempat tidur.

Perlahan-lahan dia melangkah mendekati tempat tidur, lalu... dengan ragu, tangannya menjulur hendak mengambil jaket yang ada di sana.

Dia menarik tangannya kembali, dia merasa takut, jangan-jangan... Makhluk aneh itu masih ada di sana, di dalam jaketnya itu.

Tapi, tidak ada yang bersinar di dalam jaketnya itu, semalam dia melihat sesuatu yang bersinar dan sangat menyilaukan mata, berada di atas kepala makhluk aneh itu. Dan, jaketnya juga menjadi bersinar, karena kepala makhluk aneh yang bermahkota itu berada di dalam jaketnya.

Tapi, sekarang itu tidak nampak lagi, berarti... Makhluk aneh itu sudah pergi, sudah keluar dari dalam jaketnya.

Bunga mengambil sapu, dengan menggunakan gagang sapu, dia mengambil jaketnya.

Dia pukul-pukul jaketnya itu dengan gagang sapu.

Tidak ada apa-apa di sana.

Karena sudah merasa yakin, kalau di dalam jaketnya itu sudah tidak ada lagi makhluk aneh yang semalam dia lihat.

Dengan tangan kosong, diambilnya jaket itu. Lalu di kibaskannya jaket itu, dengan harapan ada sesuatu yang keluar dari dalam jaketnya, walau di dalam hatinya dia juga merasa takut, kalau ada yang keluar dari dalam jaketnya itu.

Ternyata benar, makhluk aneh itu sudah tidak ada lagi di sana.

Makhluk aneh itu sudah tidak berada lagi di dalam jaketnya.

" Alhamdulillah... Ternyata makhluk aneh itu sudah keluar dari dalam jaketku ini, tapi... Makhluk apa sebenarnya yang kulihat tadi malam itu?... Seperti ular besar, tapi kenapa ada rambutnya?... Memakai mahkota lagi. Dan... Di mahkotanya itu... Ada sinar yang begitu menyilaukan mataku. Benda apa yang bersinar itu?..." Bunga bertanya-tanya sendiri sambil tetap meraba-raba jaketnya.

Bunga tidak akan menemukan apapun di sana, karena makhluk aneh yang semalam menampakkan wujudnya itu, sudah kembali ke tempatnya.

Yaitu, pojok ruang tamu di rumah itu, di mana dulu berdiri tegak sebatang pohon beringin yang sangat menyeramkan.

Tinggal kini Bunga yang masih merasa aneh dan kebingungan sendiri, akan makhluk aneh yang di lihatnya semalam.

1
Ira Noviana
ada bagian yg typo
Rosananda: iya, kak ma'af🙏 maklum baru belajar hehe.
Makasih kak sudah mampir, dan makasih pula komennya.
Salam kenal
total 1 replies
Siti Arbainah
trus si Bu Mar jdi bikin usahanya Bunga dan Angga bermasalah gak thor
Siti Arbainah: iya kak😊
total 5 replies
Siti Arbainah
boleh gak sih curiga sama si Eyang Kurdi itu kan dia pernah bilang klo penghuni pohon beringin itu minta tumbal jangan" itu cma rencana dia aja dan skarang rumah itu bnyak teror jga gara" dia lgi
Irka NaArra
nurustunjung aki aki teh,,
Irka NaArra
semangat,,next bikin cerita horror lgi y,
Rosananda: InsyaAllah, terimakasih sudah mampir... dan makasih juga jejaknya.
total 1 replies
Rosananda
makasih sudah mampir
Kak Ya
sukurin kurdi
Kak Ya
jgn d ksh bu 🤭😁
Kak Ya
hindun nya cengeng bgt thorr .. takut dikit nangis. balapan nangis ma anak nya kalo lg ketakutan.
Alief As Syaikh
kok namanya ganti ganti lurr
Jhulie
wah suka nih ma novel horor, aq masukin rak dulu
Rosananda: makasih sudah mampir.
total 1 replies
Bayu Ridwan
mudah"an si kurdi kecebur got kepalanya dulu
Putri Handayani
aku mampir di sini ya kak, semangat upnya 💪💪💪
Edi yuzzardy
action nya kurang...jdi bnyak d skip n males baca lagi,banyak obrolan2 yg gk ke inti cerita...
Rosananda: ma'af kak 🙏 bukannya nyeleweng ke cerita majalah hidayah, tapi itu kan salah satu tokoh yang pernah menempati rumah di samping kuburan itu, dan meninggalnya dengan cara seperti itu. Begitu ceritanya kaka... Terimakasih sudah mampir.
total 2 replies
Edi yuzzardy
jadi nyeleweng ke cerita majalah hidayah ya wkwkwkw..pdhal tema rmh smping kuburan..apa hubungannya...ni jdul nya jgn rmh samping kuburan tp yg lain aza seauai cerita di mjlh hidayah,eyang kurdi susah di kubut hahahahaa....anehhh....jdi gk penting ke isi cerita
Nova Marlina
maaf thor nma ustadz ny soleh apa sulaiman ?
Rosananda: ma'af salah nulis.
total 1 replies
Yuzu💕
semangat thor..

salam dari "Ternyata aku keturunan RPD" mampir kak
Rosananda: makasih sudah mampir.
Salam kembali 🙏
total 1 replies
Dhina ♑
maaf 🙏🙏

"Tak mungkin... Semua rompi kan di jepit, Enggak mungkin fi terbangkan angin.

itu ☝️☝️ ga mungkin di terbangkan angin 🤔🤔
Dhina ♑: semangat berkarya, pantang menyerah
total 2 replies
Nova Marlina
ini nama suaminya anjar ap angga sih ?☺️
Rosananda: terimakasih koreksinya 🙏
total 2 replies
Nova Marlina
suka deh ceritanya..😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!