18+
Namanya Somalia Wardana, orang sering memanggilnya Somi. Tak sedikit orang mencibir namanya karena dinilai sama dengan salah satu negara miskin di dunia. Namun, ia tak kecewa, karena nama itu adalah nama pemberian Alm papanya saat bertugas di negara tersebut. Papanya hanya pulang membawa nama dan nama tersebut ialah satu-satunya pemberian untuk Somalia, Oleh karena, itu ia sangat menghargai nama pemberian mendiang papanya.
Pekerjaannya? Somi sibuk mengurusi pernikahan kliennya. Sebagai WO, Somi dituntut untuk profesional dalam menangani pernikahan para kliennya. Somi sibuk mengurusi pernikahan orang dari pada pernikahannya kelak.
Area terlarang!!! teruntuk penikmat halu belaka 😋 Siapkan hati kalian karena itu poin utamanya.
Mau tahu kisahnya bukan?
Nggak ada salahnya mampir dan menjadikan novel ini bacaan favorit kalian 🙏
Maaf novel ini slow up ya manteman. Juru ketik sedang banyak kreditan panci 😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheselsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27
Tak tanggung-tanggung, Gandhi segera membawa sang kekasih ke dalam kamarnya. Entah sudah dirasuki oleh setan apa hati lelaki dewasa tersebut. Janji yang pernah ia ucap kepada Somalia ketika wanita itu datang untuk pertama kalinya ke rumahnya mungkin tak bisa ia tepati malam ini. Benarkah Gandhi akan melakukan hal tak senonoh pada Somi? Beranikah ia melakukan hal macam-macam pada Somi? Kita lihat saja sejauh mana pria tampan itu mampu menahan hasratnya kali ini.
"Hei Tuan pengacara! Bukan kah kau tak tertarik padaku? Tapi mengapa kau seperti ini?" Somi mencoba memberontak saat lelaki itu dengan kekuatan yang lebih besar darinya menahan tubuh Somi menggunakan tubuhnya sendiri.
"Siapa bilang? Saat ini aku menagih pembayaran uang muka atas jasa sebagai kuasa hukum mu!" dengan tatapan ingin segera menerkam mangsa yang kini berada di dalam genggamannya, Gandhi sengaja ingin menggoda sang kekasih. Pasalnya wajah Somi begitu menggemaskan ketika wanita itu dalam posisinya saat ini.
"Jangan bercanda deh Yang! Jangan macam-macam dong!" Somi bergidik ngeri karena Gandhi sengaja membuatnya semakin terdesak dalam posisi yang tak menguntungkan Somi saat ini. Apalagi hembusan napas sang lelaki tersebut terasa menggelitik telinganya.
"Baiklah Baby, aku hanya bercanda!" ucap Gandhi diiringi seringai tawa liciknya. Meski ia tak ada niat untuk melakukan hal yang macam-macam pada Somi. Namun lelaki itu tak melepaskan Somi begitu saja, pasalnya hanya dengan posisi seperti ini lah Somi tak bisa lepas darinya. Hanya dengan begini Somi mau mendengarkan kata-kata Gandhi.
"Kamu membuat aku takut!" sahut Somi pelan. Namun rasa waspada belum sepenuhnya hilang, ia masih berjaga-jaga siapa tahu Gandhi akan mempermainkan dirinya lagi.
"Mulai sekarang kamu tak perlu lagi bekerja dengan keras lagi, karena aku yang akan bertanggung jawab atas dirimu! Kamu bekerja terlalu berlebihan Somi, hingga tak memedulikan kesehatanmu!"
"Tak ada pilihan lain! Sejak papaku meninggal, mama sudah berjuang membesarkan aku dan sekarang aku akan membalasnya!"
"Mulai sekarang, semua beban mu menjadi tanggung jawabku! Lagi pula aku tak suka kamu sering menemui laki-laki lain di luar sana! Kalau kamu mau setelah menyelesaikan kasus itu kita bisa segera menikah!" Alasan utama Gandhi membatasi pekerjaan Somi karena ingin bertanggung jawab pada wanita itu, namun salah satu alasan terbesarnya adalah tak ingin wanita yang ia cintai bertemu banyak lelaki yang berkemungkinan jadi klien Somalia.
"Gandhi ... apa benturan di kepalamu menyebabkan kesalahan pada otakmu?" Karena tak habis pikir dengan keinginan Gandhi, Somi menebak ada yang salah pada pria yang saat ini masih mengunci badannya agar tak ke manapun.
"Iya, dan siapa pelaku yang membuat otakku semakin bermasalah ...." goda Gandhi sebelum menyatukan bibir mereka untuk pertama kali.
Menyadari bahwa ini merupakan kali pertama Somi berciuman dengan pria yang telah bekerja sama menjalin suatu hubungan di antara mereka. Meski terlihat kaget pada awalnya namun wanita yang pernah gagal untuk menikah tersebut mampu menguasai akal dan pikirannya. Untuk itu ia sengaja melepaskan diri dari serangan pria itu.
"Kenapa? Apa kamu tak suka padaku Sayang?" tegur Gandhi ketika Somi mulai mencoba meloloskan diri dari dirinya.
Somi tak menjawab apa pun. Mungkin ia merasa tak pantas melakukan hal yang di luar konteks kerja sama dengan Gandhi. Ia juga merasa tak ingin menjalin suatu hubungan yang serius, karena tujuan utamanya hanya lah untuk balas dendam bukan untuk bersenang-senang. Bagi Somi, merebut semua yang ia punya dari tangan musuhnya adalah prioritas utama baginya. Untuk urusan asmara ia tak ingin gegabah seperti dahulu.
"Setelah kasus itu selesai, aku akan ke rumah mu untuk meminta izin menikah denganmu Dear!"
"Apa harus sejauh ini? Bukankah kita hanya perlu berpura-pura menjadi sepasang kekasih?" Kini keduanya sama-sama duduk menghadap ke luar jendela. Dua hati yang dahulu gersang kini mulai terisi dengan hadirnya semilir angin. Dua anak manusia itu saling menatap satu sama lain. Mungkin keduanya ingin mendapatkan jawaban lebih atas perasaan yang kini mulai menjalar di hati masing-masing.
"Mungkin aku telah melewati batasku, aku tak mampu menahan godaan rasa yang telah hadir di lubuk hatiku!" jawab Gandhi sontak membuat Somalia terkejut. Pasalnya dari awal Gandhi sendiri lah yang mengatakan bahwa Somi bukan merupakan tipe wanita yang ia sukai. Namun mengapa ia tiba-tiba mengatakan hal demikian?
"Tuan ... apa Anda salah makan sesuatu?" Somi memeriksa suhu tubuh Gandhi dengan menempelkan telapak tangannya pada kening pria yang kini duduk di atas ranjang bersama dengannya. Ia rasa Gandhi sedang sakit makanya ia mengucapkan hal yang tak masuk akal.
"Aku menginginkan kamu Dear, mulai saat ini hingga aku mati nanti!" Lalu pria tampan nan berkharisma tersebut memeluk sang wanita agar Somi percaya bahwa yang ia katakan bukan pepesan kosong atau bualan belaka. Gandhi benar-benar jatuh hati pada Somi saat mereka bertemu untuk pertama kalinya. Bahkan pada saat itu ia rela memutar balik mobilnya hanya untuk mencari Somi karena ia mengkhawatirkan seorang wanita yang kala itu sedang depresi.
"Tapi aku tak pantas untukmu Tuan! Anda sendiri yang mengatakan bahwa aku wanita yang sering melakukan hubungan badan sebelum menikah," Somi teringat waktu Gandhi menggodanya kala itu. Ia merasa bahwa dirinya sangat tak pantas untuk lelaki sekelas Gandhi. Bahkan dengan semua harta dan kekuasaan yang Gandhi miliki, Gandhi mampu mendapatkan wanita yang jauh lebih baik daripada dirinya.
"Aku tak suka bila kamu membahas itu lagi, aku sudah meminta maaf pada mu waktu itu bukan? Sayang yang aku inginkan hanya kamu!" Baru pertama kalinya Gandhi merasa seperti ini. Baginya kebahagiaan Somi adalah segalanya. Ia tak ingin melihat air mata yang Somi keluarkan pada saat keduanya bertemu untuk pertama kali. Ia telah berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan menjaga wanita itu bagaimana pun caranya.
"Kamu serius? Ini bukan prank kan?"
"Mau bukti?" Gandhi kini menatap kedua manik wanita yang masih berada dalam pelukannya. Apa untungnya ia membohongi perasaannya pada Somi?
"Ah .. tidak!" Somi berjingkat menjauh dari lelaki yang saat ini menatapnya seperti seekor serigala yang siap menerkam anak domba seperti dirinya. Ia harus membentengi dirinya agar Gandhi tak melakukan hal yang di luar batas norma agama, apa lagi saat ini mereka berdua terjebak tinggal bersama. Suatu hal yang mudah bila Gandhi akan macam-macam padanya.
"Lalu? Apa kamu menerima aku Nona?" Gandhi semakin mendesak ingin mendapatkan jawaban atas hubungan keduanya agar lebih jelas ke mana arahnya.
"Hmm ... sebenarnya aku masih trauma, namun ...." belum sempat Somi melanjutkan ucapannya, karena gemas sejak tadi Somi hanya mengulur waktunya alhasil Gandhi sudah menghadiahi wanita itu dengan ciuman hangat untuk kedua kalinya.
pas ketemu sama judul ini baca sinopsisnya dan ada tulisan #tamat serta episodenya yang gak panjang langsung tertarik...
tapi ternyata... judul ini belum tamat, bahkan dari komentarnya ditulis lebih dari setahun yang lalu yaitu bulan 2 tahun 2022, apa judul ini gak dilanjutkan lagi?
kecewa sih, karena udah terlanjur baca dan sebenarnya ceritanya bagus juga, sayang mandek di tengah jalan
penasaran gimana mereka berkhianat di belakang Somi