NovelToon NovelToon
Istri Cantik Tuan Presdir

Istri Cantik Tuan Presdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Asti Amanda

Lanjutan dari novel: Wanita Cantik Tuan Muda Dingin.
__________

Setelah melewati banyak waktu dan masalah. Raka sang CEO termuda di perusahaan Welfin telah berhasil menemukan kekasihnya dan bahkan tak menyangka jika kekasihnya itu memberikan sepasang anak kembar yang cerdas dan menggemaskan.

Namun masalah kembali datang dari istri tercinta yang memiliki Kepribadian Ganda. Karena itulah Raka mencoba menyembuhkan Sovia dan mulai belajar untuk menjadi Suami idaman untuk sang istri.

Akan tetapi seseorang mulai meneror keluarga kecilnya dan bahkan mencoba menyingkirkan satu persatu keluarga dekatnya. Hal ini karena perebutan harta waris di masa lalu di keluarga Welfin. Dapatkah Raka melindungi sang Istri dan kedua anak kembarnya, serta menyembuhkan mental Sovia?

Yuk kita simak perjuangan Raka dalam menyembuhkan Sovia dan perjuangannya menyelesaikan masalah yang silih datang berganti di keluarga kecilnya Raka.

Baca sampai selesai ya ^^
Terima kasih~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asti Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Tak Percaya

...[Beri like dan komen]...

Mata Mira tertuju pada Dean yang berdiri di dekat pintu. Perlahan Dean berjalan mendekati Ayahnya lalu berdiri di belakang kaki Raka. Terlihat gadis kecil itu takut melihat Ibunya yang nampak berbeda.

"Papi ...." lirih Dean memanggil Raka.

Mira yang mendengarnya agak terkejut melihat gadis kecil itu memanggil Raka dengan sebutan itu.

Raka yang melihat eksperesi Mira, ia pun mulai bicara kembali untuk menjelaskan kepadanya lagi.

"Mira, dia adalah Dean. Dia itu adalah ...." ucap Raka terhenti.

"Apa--apa dia anakmu?" tanya Mira menunjuk Dean dan melihat gadis kecil itu dengan serius.

"Benar, dia anakku dan dia juga anakmu, Mira." jawab Raka membuat Mira langsung menatapnya kembali. Terlihat Mira semakin terkejut.

"Anakku?" Tunjuk Mira pada dirinya. Raka cuma mengangguk mengiyakan. Lalu tiba-tiba, Mira tertawa terbahak-bahak membuat Dean yang mendengarnya malah ketakutan. Mira nampak tak percaya dengan kehadiran Dean.

"Papi, Mami kenapa?" tanya Dean mendongak melihat Raka. Sontak Mira berhenti tertawa setelah mendengar ucapan Dean lalu segera berbicara.

"Raka, katakan padaku. Apa yang terjadi sebenarnya! Kenapa aku tak bisa ingat diriku selama enam tahun ini dan kenapa aku bisa punya anak denganmu!" ucap Mira dengan nada agak tinggi.

Suara Mira yang begitu keras membuat Dean bertambah takut. Raka yang melihat Dean seperti itu, ia pun menjelaskan kepada Mira jika kejadian malam itu, ia tidur dengan Mira dan membuat Mira hamil beneran dan akhirnya ia melahirkan Dean.

Mira yang kini tahu, ia nampak tak percaya. Mira menyentuh perutnya lalu terdiam sebentar.

"Jadi ... jadi aku pernah mengandung anak dan melahirkan anak?" tanya Mira kepada Raka. Raka sekali lagi hanya mengangguk.

"Hahaha ... haha," Mira malah tertawa lalu berbalik membelakangi Raka dan Dean. Ia pun membuka bajunya dibagian perut dan tatapannya langsung tertuju pada perutnya yang memiliki bekas operasi cecar.

Mira pun berbalik melihat Dean, ia kini berpikir bagaimana hal itu terjadi sedangkan dirinya tak ingat sudah melahirkan anak.

"Mira, apa kamu tak ingat sesuatu selama enam tahun ini?" Raka bertanya ingin tahu jelas ingatan istrinya itu.

"Haha ... haha, ini aku seperti melompati waktu," Mira mulai meracau.

"Aku pasti sedang berada di masa depan, tidak mungkin aku langsung punya anak dengan Raka." batin Mira meremas rambutnya lalu mengacak-acaknya terlihat berantakan. Mira masih tak percaya akan dirinya selama ini. Ingatannya dengan Sovia benar-benar tak terhubung sama sekali.

Raka segera memeluknya kembali untuk menenangkan Mira. Ia perlahan menjelaskan pada Mira jika ia memiliki alter ego pada dirinya.

"Mira, semua ini karena ...." ucap Raka terputus akibat Mira langsung melepaskan pelukannya lalu melihat Raka dengan serius.

"Dia ... dia bukan anakku. Dia anak si setan kecil itu." Tunjuk Mira bernada suara tinggi pada Dean. Sontak Dean yang mendengarnya langsung menangis kembali.

"Hiks, huaaaa ... Papi, kenapa ... kenapa dengan Mami." Dean menangis begitu kencang. Raka pun segera melihat Mira dengan serius.

"Mira! Dia anakmu juga, bukan anak setan kecil! Kau seharusnya mengerti, jangan lagi berkata seperti itu." ucap Raka menepuk kedua lengan Mira. Mira kemudian menepis tangan Raka lalu menatap sinis dua mata biru itu.

"Dia bukan anakku. Aku tak pernah melahirkannya!" Tunjuk Mira terlihat geram. Tentu ia agak kecewa karena Dean hasil dari hubungan terlarang.

Dean sontak kaget mendengarnya, ia pun segera berlari keluar sambil menangis meninggalkan kamar itu dan tak sengaja bertemu dengan Andis.

"Paman kecil, hiks." isak Dean menatap Andis.

"Lho, Dean, kenapa ... kenapa menangis?" tanya Andis lalu berjongkok di depan Dean.

Ketika Dean ingin berbicara, keduanya tiba-tiba dikejutkan dengan suara pertengkaran Raka dan Mira di dalam kamar. Sontak, Dean yang mendengarnya langsung memeluk Andis merasa takut.

"Huaaa ... Paman kecil. Mami hari ini sangat aneh, Mami tiba-tiba bentak Dean, hiks." isak Dean tak bisa berhenti menangis.

Andis pun segera menggendong Dean lalu melihat sebentar ke arah kamar Raka dan sekali lagi terdengar suara pertengkaran Raka dan Mira dan itu membuat Dean tersentak terkejut.

Andis kemudian pergi menjauhi kamar itu untuk menenangkan Dean.

...BAM!...

Suara pintu terdengar tertutup dengan keras. Terlihat Raka mengunci kamarnya di mana Mira berada di dalam kamar itu.

"Raka! Buka pintunya! Jangan mengurungku di sini!" pekik Mira menggendor-gendor pintu di depannya yang terkunci.

"Mira ... seharusnya kamu mengerti. Dari kejadian itu, kamu memang hamil dan melahirkannya. Seharusnya kamu berterima kasih pada Sovia. Berkat dia kamu masih hidup sampai sekarang." ucap Raka berdiri di depan pintu melihat pintu di depannya digedor-gedor oleh Mira.

Mira kembali menyangkal jika Sovia sebenarnya adalah arwah bukan dirinya yang lain. Ia tak percaya dengan Alter Ego yang dikatakan Raka padanya dan tak percaya dengan kehadiran Dean.

"Dia itu memang bukan anakku! Dia anak setan kecil itu. Dia itu setan kecil yang ingin mengambil tubuhku! Dia bukan aku! Jadi buka pintunya! Aku mau pergi dan singkirkan setan kecil itu!" teriak Mira sambil memukul-mukul pintu di depannya.

"Raka ... buka pintunya ...." lanjut Mira dengan suara mulai terdengar kecil.

"Aku tak akan membukanya jika kamu belum percaya juga." ucap Raka mulai melangkah pergi untuk melihat Dean. Raka merasa begitu sangat susah menjelaskan kepada Mira tentang dirinya yang memiliki Alter Ego. Raka mengunci Mira agar wanita itu tak kabur dan menyakiti dirinya lagi.

Mira yang mendengar langkah kaki Raka pergi, ia pun mengamuk kembali.

"Aaaaagh! Buka pintunya, Raka! Hiks."

"Kenapa ... kenapa!" racau Mira meremas rambutnya mulai frutasi. Mira jatuh terduduk sambil meremas dan mengacak-acak rambutnya. Ia mulai mengingat masa lalunya yang begitu suram. Ia tak percaya dirinya memiliki anak dan itu pasti akan sangat menyusahkan bagi dirinya.

"Kenapa ... kenapa, hiks. Dasar bodoh! Seharusnya waktu itu aku tak usah bertemu denganmu,"

"Raka, aku ... aku tak ingin merusak hidupmu. Aku ini wanita jahat, aku tak pantas berada di sini. Tapi kenapa, kenapa kamu bersikeras ingin bersamaku, hiks." isak Mira menangis sambil menutup wajahnya.

"Aaaa ... ini semua gara-gara dia. Dia seharusnya dia tak hidup di dalam tubuhku." lanjut Mira memukul-mukul kepalanya. Emosinya mulai tak terkendali.

Tiba-tiba, Mira berdiri. Terlihat sorotan matanya mulai kosong lalu ia berjalan perlahan ke arah kamar mandi.

...Krek!...

Pintu kamar mandi perlahan terbuka. Pandangan Mira langsung tertuju pada bak mandi di depannya. Ia perlahan melangkah ke bak mandi yang berisi air yang memenuhi bak tersebut.

Mira mengepal tangannya lalu menunduk, dan seketika air bening jatuh dari kedua peluk matanya tampak ia menangis. Mira masuk ke dalam bak itu lalu menenggelamkan tubuhnya bermaksud ingin mengakhiri hidupnya lagi. Terdengar suara gelembung air mulai keluar dari hidung Mira.

"Kali ini harus berhasil dan maaf Raka." gumam Mira perlahan memejamkan mata menikmati air perlahan masuk ke dalam hidungnya. Menunggu kematian mencabut nyawanya sekali lagi. Terlihat wajahnya mulai memucat.

______

Bersambung ....

Wah apa yang akan terjadi?

1
caca
kayaknya pelaku kecelakaannya pak Hendra sih
arfan
up
Anonim
Anita lu gk tau diri
Aurora Almera
lanjut kakak
Ana Uhibbuka Fillah
aku mampir thor
Ernita Anggara
thor lia kn profesor... d awal baca dy kn yg membantu si tian Al....
Ernita Anggara
mata merah jangan2 it ayah nya mira. ato saudara ayah nya mira... y kan thor
uhuuuyyy
akyuuu sukaa cerita nyaa...maachii yaa thoor...selamat..karyamu sungguh menarik..hebaatttt😍😘
uhuuuyyy
ooh ikut bahagia thoor😍😍
uhuuuyyy
semakin seru
uhuuuyyy
apakah itu kakaknya mira
uhuuuyyy
haduuh perutku mules ngekek aja
uhuuuyyy
uhuuyyyyu coo cuiiit ..anita n willy😘😘😍😍
uhuuuyyy
haizzzh pasti modus ini si mira n liana n kevin🤭
uhuuuyyy
papa hendra mau menguasai harta keturunan welfin kyk nya
uhuuuyyy
pasti dalang di balik pertengkaran paman Al rachel dan ayahnya welfin adalah papa hendra..
uhuuuyyy
waah pak hendra gk beres niich
uhuuuyyy
ikutan tegang thoor🙈
uhuuuyyy
bahagia nyaa mrk bersatu dan berkumpul lagi😍
uhuuuyyy
berati Raka putra nya tuan Al...makanya Raka sperti tuan Al bisa melihat makluk astral
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!