Tidak pernah gadis itu bayangkan akan mempunyai kekasih yang kejam dan juga mengklaimnya tiba-tiba menjadi miliknya.
Dia Danial Arsalan Putra Syahreza, cowok tampan dan cool, ketua OSIS dan juga penguasa. Apapun itu untuk gadisnya menjadi miliknya.
"Kamu hanya milikku sayang!" tegas Danial tanpa ada bantahan dari gadisnya.
"Hikz... aku mau pulang."
"Jangan mencoba berlari sayang. Sejauh apapun kamu berlari. Aku akan tetap menemukan mu."
Anja tidak peduli. Dia ingin pulang dan menghindari Danial mulai sekarang. Maupun selamanya.
Danial menyeringai, "Maaf sayang!"
Danial langsung membekap mulut Anja menggunakan sapu tangan yang sudah ia taruhkan obat bius sebelum nya.
"Hfmmt.... hikz.."
"Tidur yang nyenyak sayang ku!" ucap Danial tersenyum mengecup bibir mungil itu lama. Setelah itu membaringkan tubuh gadisnya di atas kasur.
"Kamu hanya milikku Anja Adelia. Sekarang maupun Selamanya sayang."
# SELAMAT DATANG DI NOVEL FIKSI REMAJA, YANG BUCIN DENGAN PERCINTAAN, YANG SUKA DENGAN TEKA-TEKI DI DALAMNYA.
# SELAMAT DATANG DAN BERGABUNG DI CERITA INI🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Audia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Ketua Osis
"Permisi!! Danialnya ada?" tanya Anja dengan ramah dan tersenyum manis di depan salah satu siswi, yang ia yakini adalah salah satu pendukung Danial, dan esok kalau Danial memenangkan pemilihan OSIS maka, ia akan direkrut menjadi salah satu anggota.
Bukannya merasa gemas, cewek dengan rambut hitam lebat dan tergurai, merasa risih dengan cewek kecil yang ada di depannya ini. Dan satu lagi, kenapa cewek ini mencari Danial? most wanted SMA Garuda yang terkenal cuek dan dingin.
"Lo ada urusan apa sama Danial?"
Anja menghela nafas pelan, bagaimana pun Anja merasa takut, dengan situasi ini "Ada urusan dikit."
"Kakak boleh panggilin Danial?"
"Enak ajha, emang gue babu lo. Danial juga pesan sama gue, dia sibuk ngak bisa diganggu."
Di dalam ruangan, dengan pintu berwarna putih, terlihat di dalamnya Danial tengah berpidato karena berhasil memenangkan vote suara terbanyak, dan ketua OSIS tahun lalu menyerahkan jabatannya dengan tersenyum bangga. Untuk pertama kalinya anak yayasan memegang jabatan ini, bukan karena kurang cerdas, namun karena malas untuk memerintah dan tidak mau di sibuk kan dengan kegiatan sekolah.
"Ya udah kalau gitu, aku undur diri dulu, titip salam ke Danial."
Cewek itu memutar bola matanya dengan malas, siapa juga yang akan menyampaikan salamnya, dirinya saja yang mengejar Danial, tidak pernah dilirik sedikitpun, apalagi cewek dekil tadi.
"Sebelum nya saya ucapkan terimakasih untuk semua guru yang memberikan kesempatan untuk saya mencalonkan diri menjadi ketua OSIS tahun ini. Dan selanjutnya untuk sambutan dari para anggota OSIS tahun lalu, khususnya ketua OSIS yang menginspirasi untuk semua siswa dan siswi SMA Garuda."
Semua orang yang ada di sana tersenyum dan bertepuk tangan. Danial sungguh hebat dan berwibawa.
"Saya Danial Syahreza, dengan ini menyatakan, akan memegang amanah ketua OSIS tahun ini, akan berusaha memajukan SMA Garuda dan mendisplinkan para siswa dan siswi agar, dapat membanggakan SMA kita ini dan juga mampu bersaing dengan SMA- SMA hebat lainnya," tegas Danial tanpa ada bantahan dari siapapun.
Danial berjanji akan sedikit merubah peraturan mengenai kebebasan para siswa yang nakal berkeliaran ketika jam pelajaran, apalagi membuat onar. Danial tidak akan segan-segan mengeluarkan mereka dari SMA nya, SMA miliknya.
Setelah selesai berpidato, Danial dengan berwibawa menunduk sedikit hormat lalu duduk di dekat Rapa, wakil ketua OSIS.
"Lo hebat."
Danial menyeringai, Rapa yang melihat hal itu paham maksud dari sahabat nya ini.
****
"Udah gue duga kan, Danial sama Rapa akan menang, fans mereka kan banyak, apalagi fans dari kaum cewek, wihh membeludak, sampai rebutan pas centang kertas vote."
"Kapan gue pacaran sama salah satu most wanted itu."
"Danial sudah punya pacar, katanya sih pacaran nya cantik dan imut gitu."
mereka menghela nafas kecewa, "Kalau Rapa?"
"Ngak tahu, cobak lo tanya."
"Mana gue berani, tatapannya itu loh tajam bener."
"Gue udah denger berita dikit, Rapa ngak kalah hebatnya sama Danial. Rapa lebih menguasai ilmu kedokteran, bayangkan anak SMA udah ditawarkan praktik di luar negeri. Keren parah!!"
"Kalau ngak dapat Danial, ya kita embat si Rapa."
Sedangkan cewek yang bersebelahan dengan meja para cewek-cewek tadi memanyun kan bibirnya kesal. Woy kekasihnya ada di sini, lo pada genit banget sih, batin Lala marah.
"Ngapain juga gue pikirin Rapa, toh kalau dia pacaran sama yang lain, gue bisa lepas dong dari dia, hehe..."
"Jangan harap baby!!"
Deg.
Suara terdengar heboh, kini hening dengan kedatangan pasangan ketua OSIS baru. Mereka menghampiri salah satu meja yang berisi dua cewek cantik, membuat anak kelas lain heboh sendiri, mereka baru mengenal Danial dan Rapa, jadi mereka tidak mengetahui manusia-manusia tampan itu memiliki seorang kekasih.
"Kenapa ngak Nyari?"
"Anja udah nyari tapi Nial lagi sibuk, makanya Anja pergi sama Lala."
"Ngak sibuk sayang."
Apapun itu untuk gadisnya, seberapapun sibuk nya Danial, gadisnya prioritas utamanya.
"Bukannya lo diusir tadi sama cewek...."
Anja menutup bibir Lala dengan tangannya lembut, "Lala!! ihhh..."
"Jujur sayang!!"
Anja menunduk, pasti Danial akan menghukum cewek tadi. "Hem cewek itu ngak usir Anja, tapi ketus sama Anja," bagaimanpun Anja berbohong ke kekasihnya, Danial akan tetap mengetahui nya, bahkan akan membuat orang itu sangat menyesal, Anja sering melarang Danial seperti itu, tapi Danial tetap Danial keras kepala.
"Jangan Nial! Anja mohon ya?"
Siapapun itu tidak ada yang boleh semena-mena dengan gadisnya, semua murid di sini, guru maupun kepala sekolah, tidak ada yang boleh menyentuh maupun menyakiti gadisnya.
"Hem... makan sayang."
Anja tersenyum lalu mengangguk, dan menerima suapan dari Danial. Nasi goreng dengan telur mata sapi yang lucu, kesukaan dirinya.
"Sepertinya banyak peraturan yang harus di ubah di sini."
Danial mengangguk, mendengar saran dari Rapa. Niatnya seperti itu, membuat mereka disiplin tujuan awal.
"Kita rapat nanti."
Rapa mengangguk dan tidak sabar, untuk membahas peraturan baru yang akan di sepakati oleh semua murid termasuk yayasan. Danial kan ketua yayasan saat ini, mengambil alih SMA tersebut atas namanya pemberian dari bokapnya.
Danial berniat untuk memajukan SMA Garuda dengan jabatannya saat ini. Sepertinya banyak kejanggalan di SMA Garuda semenjak pengangkatan kepala sekolah baru. Anak-anak semakin nakal dan menjadi-jadi, banyak yang bolos dan juga terlambat masuk sekolah. Danial tidak bisa membiarkan ini semua berlangsung lama.
Rapa memberitahu dirinya kemarin, bahwa sepertinya ada orang yang berniat menurunkan prestasi dari sekolahnya. Dengan membebaskan para siswa perlahan dan akan menghancurkan citra sekolah bahkan yayasan, lalu berlanjut dengan keluarga Danial yang tercoreng dengan kesalahan kecil seperti itu.
"Nial!! kamu ngelamun?" tanya Anja lembut, mengusap rahang kokoh Danial dengan lembut, ya hanya Anja yang berani melakukan hal itu, menyentuhnya sesuka hati gadisnya. Karena cewek lain tidak akan pernah berani menyentuh Danial, seujung Kukupun. Sebelum itu terjadi, Danial akan mematahkan tangan mereka, kejam, itulah Danial. Lembut hanya ke gadisnya.
Danial tersenyum, membuat semua penghuni kantin diam sejenak, menikmati senyuman itu, jarang-jarang kan bisa melihat Danial tersenyum, "Tidak sayang," elak Danial mengelus tangan munggil gadisnya.
"Hem kirain, banyak pikiran karena Nial kan ketua OSIS baru, pasti sibuk."
"Tidak sayang, sesibuknya aku. Aku ngak akan lupain kesayangan aku ini."
"Gombal, Nial ternyata bisa gombal juga hehe..."
Danial memeluk gadisnya cukup erat, betapa khawatirnya cowok ini ke gadis mungilnya ini, ketika tidak melihat kehadiran gadisnya menemui dirinya, Danial takut gadisnya kenapa-kenapa, "Kalau udah selesai makan, langsung ke kelas bareng Lala, jangan ke kamar mandi sendirian sayang."
Anja mengangguk, mematuhi perintah Danial, sepertinya banyak yang tidak menyukai dirinya, semenjak nama Danial booming menjadi ketua OSIS. Memang dahulu Danial sangat menutup dirinya, sehingga siswa jarang mengenal nya, namun sekarang semua orang mengenalnya, dan di sini Anja harus berhati-hati, siapa tahu ada kasus pembulian seperti dalam Drakor.
kalo ada belinya di mana??
soalnyaa ceritanya bagus banget, bikin penasaran..
kok gg lanjut sii thor??
Berarti benar yg di tabrak Anja itu anaknya si Viktor,,