bersatu demi keinginan orang tua yang ingin menjodohkan anaknya,demi keperntingan bisnis dan pertemanan,yang dimana sepasang kekasih tersebut menerima keinginan orang tua mereka,tapi dengan awal yang berat akhirnya benih cinta akhirnya tumbuh di hati mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Witan Alfariski, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
Mendapat perkataan Lisa yang seperti itu,membuat Roy tersenyum sinis,lalu matanya menelisik dari ujung rambut sampai ke ujung kaki Lisa. Membuat gadis itu merasa risih.
"Heh..ngapain lo ngelihat gua seperti itu" Lisa kembali marah dengan tingkah Roy yang memperhatikan dirinya.
"Hah,gua gak selera sama cewek model lo,but..." Roy menggantungkan ucapan nya.
Dengan cepat Lisa menautkan alisnya sambil mendengar kan kelanjutan ucapan Roy.
"Lumayan juga ukuran nya,untuk anak SMA seperti lo" Lanjut Roy sambil memperhatikan tubuh Lisa.
"Kurang ngajar lo,awas aja lo" Kesal Lisa seperti udang rebus menahan amarahnya.
Roy berjalan mendekat dengan senyum mengejek yang terhias dibibirnya.
"Gua kurang ngajar" Ujarnya sambil menunjuk dirinya sendiri.
Lisa memundurkan langkah nya sampai dia terbentur dinding rumah sakit.
"I..yalah lo kurang ngajar,ma..masak gua" Jawab Lisa terbata bata karena Roy semakin mendekati dirinya.
"Hemm"
Roy yang dari tadi memperhatikan wajah lucu Lisa,apalagi wajah bulsying dan detak jantung yang sedikit terdengar.
Roy menunjuk menggunakan jarinya tepat dihadapan gadis itu dan mengarahkan kebawah mengarah ketubuh Lisa.
"Sebentar ini semua akan jadi milik gua"
Sedangkan Lisa hanya diam mematung dengan detak jantung yang terus berdetak kencang. Dia sudah tidak lagi membayangkan sesuatu yang tidak pernah dia pikirkan sebelum nya. Dengan senyum yang terlihat jahil itu membuat Lisa semakin terdiam.
"Jangan kan melihat nya,menikmati pun tidak masalah"
"Hah..ma..mana bisa,seperti itu"
Lisa hanya bisa menunduk dan sesekali memalingkan wajahnya,dia tidak sanggup ditatap seperti itu sama Roy.
Roy kembali meraih wajah Lisa dan kembali menatap kembali ke arah nya. Setelah itu menatap wajah Lisa kembali.
"Maksud lo apa,lihat gua kaya gi.."
Belum sempat melanjutkan ucapan nya,Roy sudah dulu menempelkan dia jarinya ke mulut Lisa dan...
"Cuuppp"
Lisa membulatkan matanya dengan sempurna, ketika Roy mencium jarinya sendiri yang menempel di bibirnya.
Roy tersenyum ketika melihat wajah Lisa yang terlihat sangat lucu,antara marah dan malu. Setelah itu laki laki itu pergi saja dari hadapan Lisa yang masih terdiam.
"Ganti baju,diatas meja itu baju lo" Ujarnya sambil menunjuk kresek yang dia tadi.
"Eh,i...ya" Ujarnya gelapan setelah sadar dari lamunan.
Lisa berjalan menuju ke meja dimana plastik hitam yang ditunjuk Roy,setelah itu dia masuk ke kamar mandi.
Setelah beberapa menit,akhirnya Lisa keluar dari kamar mandi,dengan wajah memerah,lalu dia berjalan menuju ke Roy yang lagi serius memainkan ponsel nya.
"Roy...."
"Iya,ada apa" Jawabnya sambil menatap Lisa.
"Emm..itu anu...lo yang beliin itu..." Lisa jadi binggung mau berbicara seperti apa sama Roy.
Sedangkan Roy yang paham dengan ucapan Lisa,
"Bunda yang beliin"
Setelah mendengar Jawaban Roy,membuat Lisa bisa bernafas lega.
Ya,Lisa ingin menanyakan masalah ganti baju yang dia Roy bawa,yang dimana disana juga baju ganti dan dalaman juga,apalagi pakaian itu pas ditubuh Lisa.
"Ternyata benar itu ukuran lo,lumayan"
Roy benar benar ingin memancing emosi Lisa dengan senyum menyeringai nya dan tatapan matanya kembali mengarah bagian vital Lisa.
Lisa yang merasa diperhatikan seperti itu membuatnya sadar dan langsung menyilangkan tangan nya menutupi bagian yang dipandang Roy.
"Lo,jaga ya,dua hari lagi semua itu jadi milik gua"
Setelah mengatakan itu laki laki itu berdiri dan berjalan kearah meja.
"Jangan mimpi lo" Jawab Lisa ketika Roy sedang berjalan didepan nya.
Roy tidak memperdulikan ucapan Lisa,laki laki itu langsung mengambil satu bungkusan lagi yang tersisa di meja.
"Nih,lo makan dulu" Ujar Roy sambil menyerahkan nasi kotak kepada Lisa.
"Makasih,lo gak makan"
"Gua sudah makan tadi,buruan makan,gua gak mau lo sakit waktu pernikahan kita"
"Ya,bawal amat jadi orang,tapi maaf,gua gak butuh perhatian dari lo"ujar gadis itu sambil beranjak dari tempat duduknya,lalu membuka kotak nasi itu.
" Gua,gak perhatian cuma kalau lo sakit nanti,gua yang gak dapat hak gua nanti" Jawabnya sambil berjalan menuju pintu keluar.
Uhukk... Uhukk...
Spontan mendengar jawaban dari Roy membuat Lisa terbatuk
"Roooyyy...."
Teriak gadis itu,lalu dia kembali menutup mulutnya kembali ketika dia sadar ada Rina yang sedang istirahat.
Ditempat lain
Sinta sedang jalan jalan di sebuah pusat perbelanjaan,dia ingin membeli buku,tanpa sengaja dia bertemu dengan Rendy bersama seorang wanita.
Tapi,dia pura pura tidak melihat Rendy yang sedang asik dengan wanita yang dia ajak dan berjalan begitu saja dihadapan kedua sejoli itu.
Rendy yang merasa dilewati Sinta begitu saja dia langsung pamit kepada wanita yang bersama nya.
"Gua kesana dulu bentar ya,Li"
Sekarang yang bersama Rendy adalah lila adik kelas,tapi Sinta tidak mengenalinya. Sedangkan niat Lila mendekati Rendy agar dia bisa berdekatan dengan Roy. Bahkan dia tahu kalau Rendy suka dengan dirinya. Menjadikan Lila lebih leluasa dekat kedua laki laki ini.
"Ih,susah banget sih" Keluh Sinta ketika mencoba meraih buku yang ada diatas rak.
"Nih"
Rendy memberikan buku yang akan diambil Sinta,
"Thanks"
Hanya itu jawaban dari Sinta setelah menerima buku yang diambilkan Rendy kepadanya, setelah itu gadis itu pergi begitu saja.
Rendy yang menyadari kalau Sinta pergi begitu saja langsung menarik tangan gadis itu, hingga mereka berdua saling berhadapan.
Namun tak lama ada yang mendorong tubuh Sinta hingga membuat gadis itu jatuh ke lantai dan membuat siku gadis itu terluka.
"Sinta"
Rendy yang menyadari Sinta terjatuh mencoba menolongnya.tapi dihalangi oleh Lila.
"Ngapain lo,gadain cowok gua"
Lila sengaja mengikuti Rendy yang katanya hanya pergi sebentar itu,tapi apa yang dia lihat laki laki itu malah bertemu dengan wanita lain,yang membuat gadis itu sangat marah dan mendorong nya untuk memberikan peringatan.
"Sudah Lila,gak ada yang ngodain gua,gua hanya menolong mengambil kan buku saja, lo juga harus sopan,asal lo tau saja,dia itu kakak kelas lo"
Rendy jadi marah kepada Lila karena mendorong tubuh Sinta hingga terjatuh seperti itu.
"Gua gak peduli,bukan berarti dia kakak kelas gua,bisa seenaknya begitu saja"
Rendy tidak peduli dengan perkataan Lila,dia bergegas membantu Sinta untuk berdiri.
"Lo pulang sendiri" Perintah Rendy kepada Lila,setelah itu laki laki itu menarik tangan Sinta dan pergi dari tempat itu.
"Kak,lo kok ninggalin gua sih" Kesal Lila tapi laki laki itu tidak memperdulikan nya.
Karena menjadi perhatian banyak orang gadis itu memilih untuk pergi dari sana.
Sedangkan Rendy membawa Sinta ke sebuah taman yang tidak jauh dari pusat perbelanjaan.