Di tengah hutan terlarang yang selalu dijauhi manusia, seorang gadis yatim piatu bernama Evelyn Eirwen hidup sendirian dalam kesunyian. Hidupnya sederhana mencari tanaman obat, berburu, dan bertahan hidup di gubuk kecil peninggalan ibunya.
Hingga pada suatu malam badai, Evelyn menemukan seorang pria misterius bersimbah darah di tepi sungai. Pria itu pendiam, dingin, dan penuh luka aneh yang tidak pernah Evelyn lihat sebelumnya. Meski takut, Evelyn tetap merawatnya dengan tulus tanpa mengetahui siapa dirinya sebenarnya.
Namun Evelyn tidak sadar. Pria yang ia selamatkan adalah Evander Nocturne Raja Vampir berdarah murni yang ditakuti seluruh dunia malam.
Bagi Evander, manusia hanyalah makhluk lemah yang pantas dibenci. Tetapi kehangatan sederhana dari seorang gadis hutan perlahan menghancurkan dinding dingin yang telah ia bangun selama ratusan tahun.
Sampai suatu hari Evelyn menghilang. Dan malam itu, seluruh dunia akhirnya mengetahui satu hal mengerikan. Raja Vampir telah murka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengkhianat
“Dasar kau tidak tahu diri, Seraphina.”
Suara Selena terdengar sangat dingin.
Tatapan merahnya penuh kekecewaan saat menatap wanita yang selama ini dianggap bagian dari keluarga mereka.
“Sudah diangkat menjadi keluarga Nocturne,” lanjut Selena. “Namun kau malah mengkhianati kepercayaan keluarga Nocturne.”
Deg.
Seraphina langsung mengepalkan kedua tangannya.
“Aku tidak pernah meminta diangkat menjadi keluarga ini!” bentaknya marah.
Namun Lyrielle justru menatapnya dengan tatapan yang lebih dingin.
“Bohong.”
Brak!
Aura merah terang milik Lyrielle langsung meledak memenuhi hutan.
“Kau menikmati semua fasilitas keluarga
Nocturne.”
“Kau menikmati perlindungan Yang Mulia.”
“Kau menikmati nama belakang Nocturne.”
Tatapan Lyrielle semakin tajam.
“Dan sekarang kau berani bekerja sama dengan musuh?”
Deg.
Wajah Seraphina langsung berubah pucat.
Sementara pria bertopeng di sampingnya mulai bersiap.
Dia tahu situasinya sudah tidak menguntungkan. Namun Selena perlahan melangkah maju.
“Aku benar-benar tidak mengerti.”
Tatapan matanya dipenuhi kemarahan.
“Yang Mulia Evander bahkan membiarkanmu tetap tinggal di kastel setelah semua yang terjadi.”
Deg.
Mata Seraphina langsung bergetar.
“Lucien membencimu.”
“Sebagian besar keluarga Nocturne tidak menerimamu.”
“Tapi Yang Mulia tetap membiarkanmu hidup.”
Suara Selena semakin rendah.
“Dan balasanmu adalah pengkhianatan?”
Sunyi.
Hanya suara angin malam yang terdengar.
Lalu tiba-tiba.
“Haha…”
Seraphina tertawa pelan. Membuat Selena dan Lyrielle menyipitkan mata.
“Hidup?” ulang Seraphina sambil tertawa pahit.
“Kalian menyebut itu hidup?”
Tatapan merahnya perlahan dipenuhi kebencian.
“Sejak hari pertama aku berada di kastel itu…”
“Kalian semua sudah menganggapku sebagai orang asing.”
Deg.
Lyrielle langsung terdiam. Namun Seraphina belum selesai.
“Dan sekarang?”
Tatapannya berubah semakin gelap.
“Seorang manusia datang.”
“Lalu dalam hitungan hari…”
“Dia mendapatkan semuanya.”
Aura merah gelap mulai keluar dari tubuhnya.
“Perhatian Kak Evander.”
“Pengakuan keluarga utama.”
“Bahkan posisi Ratu Nocturne.”
Brak!
Tanah di bawah kaki Seraphina langsung retak.
“Aku membencinya!”
Sementara itu.
Pria bertopeng di sampingnya perlahan tersenyum tipis. Karena amarah Seraphina membuat auranya semakin tidak stabil.
Namun saat itulah.
Lyrielle tiba-tiba mengangkat tangannya.
Dan untuk pertama kalinya malam itu. Aura membunuh muncul di mata wanita yang biasanya lembut tersebut.
“Cukup.”
Deg.
Seluruh hutan langsung terasa membeku.
“Kau boleh membenci kami.”
“Kau boleh membenciku.”
“Kau bahkan boleh membenci Yang Mulia.”
Tatapan Lyrielle berubah sangat dingin.
“Tapi jangan pernah menyalahkan Evelyn.”
Aura merah terang miliknya mulai memenuhi seluruh area.
“Karena tidak sekali pun dia melakukan kesalahan kepadamu.”
Dan saat itulah.
Perang kecil di tengah hutan itu akhirnya tidak bisa dihindari lagi.
“Selena,” panggil Lyrielle tanpa mengalihkan pandangannya dari pria bertopeng itu.
Tatapan merahnya benar-benar serius sekarang.
“Aku paham,” jawab Selena dengan cepat.
Swoosh!
Dalam hitungan detik.
Selena langsung menghilang dari tempatnya berdiri. Seraphina bahkan tidak sempat bereaksi.
Brak!!
“Aaah!”
Tubuhnya langsung dihantam ke tanah oleh Selena. Tanah hutan retak cukup dalam akibat benturan itu.
“K-kak Selena!”
Seraphina mencoba melepaskan diri.
Namun Selena jauh lebih kuat.
Aura merah terang langsung membentuk rantai darah yang mengikat kedua tangan dan kaki Seraphina.
“Diam.”
Suara Selena terdengar sangat dingin.
“Karena aku benar-benar sedang marah sekarang.”
Deg.
Tubuh Seraphina langsung membeku.
Karena untuk pertama kalinya. Dia melihat Selena yang biasanya lembut kehilangan kesabarannya.
Sementara itu.
Lyrielle sudah bergerak menyerang pria bertopeng yang disebut Evelyn dalam penglihatannya.
Brakkk!!
Ledakan besar terjadi saat tangan Lyrielle bertabrakan dengan aura hitam milik pria itu.
Gelombang kejut langsung menghancurkan pepohonan di sekitar mereka.
“Hmph.”
Pria bertopeng itu mundur beberapa langkah.
Tatapannya terlihat terkejut.
“Tidak buruk…”
Namun Lyrielle sama sekali tidak menjawab.
Biasanya dia adalah vampir yang lembut dan ramah.
Namun malam ini.
Tatapannya benar-benar dingin.
“Kau salah satu yang mengincar Ratu Nocturne.”
Deg.
Pria bertopeng itu menyeringai tipis.
“Jadi bagaimana?”
Brak!!
Seketika tubuh Lyrielle menghilang. Mata pria itu langsung membelalak.
Cepat sekali!
Dan detik berikutnya.
Pukulan Lyrielle menghantam wajahnya dengan keras.
“Aaargh!”
Topeng hitam itu langsung retak sebagian.
Tubuh pria tersebut terpental menembus beberapa batang pohon.
Namun saat debu mulai menghilang. Lyrielle langsung membeku.
Deg.
Karena retakan topeng itu memperlihatkan sebagian wajah pria tersebut.
Dan wajah itu.
Sangat dikenal oleh keluarga Nocturne.
“Tidak mungkin…” gumam Lyrielle pelan.
Mata merahnya membesar tidak percaya. Karena orang yang berdiri di depannya.
Ternyata salah satu bangsawan vampir yang sering menghadiri pertemuan keluarga Nocturne selama ini.
“Kau!”
Teriakan Lyrielle menggema di seluruh hutan.
Aura merah terang miliknya langsung meledak tanpa terkendali.
Tatapan matanya dipenuhi amarah dan keterkejutan. Pria bertopeng itu langsung menyadari bahwa identitasnya sudah terbongkar.
Namun sebelum dia sempat bergerak.
Brakkk!!
Lyrielle sudah muncul tepat di depannya.
Tangannya langsung mencengkeram kerah bajunya dengan kuat.
“Kau berani sekali!” bentaknya penuh amarah.
Topeng yang retak itu akhirnya hancur seluruhnya.
Dan wajah pria itu terlihat jelas.
Deg.
Bahkan Selena yang sedang menahan Seraphina langsung membelalak saat melihatnya.
“Tidak mungkin...”
Wajahnya berubah pucat.
Karena pria itu adalah Lord Darien Voss.
Salah satu bangsawan tertinggi yang selama ini selalu hadir dalam pertemuan keluarga besar Nocturne.
Bahkan dia sering duduk tidak jauh dari Valerius.
“Kau bekerja sama dengan musuh?” suara
Lyrielle bergetar karena marah. Darien justru tersenyum tipis.
“Aku hanya memilih pihak yang akan menang.”
Brak!!
Pukulan Lyrielle langsung menghantam wajahnya. Tubuh Darien terpental menghancurkan beberapa pohon sekaligus.
“Aaargh!”
Namun pria itu masih bisa berdiri. Sementara itu, Seraphina yang melihat semuanya mulai panik.
“Kita harus pergi dari sini!”
“Diam!”
Selena langsung memperkuat rantai darahnya.
Membuat Seraphina berteriak kesakitan.
“Kau tidak punya hak berbicara lagi.”
Tatapan Selena benar-benar dingin sekarang.
“Karena mulai malam ini, kau bukan lagi bagian dari keluarga Nocturne.”
Deg.
Wajah Seraphina langsung pucat. Sementara di kejauhan.
Darien menghapus darah di sudut bibirnya.
Lalu dia tertawa pelan.
“Kalian terlambat.”
Tatapan matanya berubah menyeramkan.
“Rencana kami sudah berjalan.”
Mata Lyrielle langsung menyipit tajam.
“Maksudmu apa?”
Darien menyeringai.
“Perang yang dilihat calon Ratu itu.”
Deg.
Jantung Lyrielle langsung berdetak keras.
“Sudah dimulai.”
Brakkk!!
Tiba-tiba dari kejauhan terdengar ledakan besar dari arah luar wilayah Nocturne.
Langit malam langsung memerah.
Dan untuk pertama kalinya.
Wajah Lyrielle berubah tegang.
Karena ucapan Darien terdengar seperti kebenaran.
Sementara itu di Kastel Nocturne.
Brakkk!!
Ledakan demi ledakan terus terdengar dari luar wilayah kastel.
Langit malam berubah merah gelap. Ribuan vampir dari berbagai klan mulai terlihat di perbatasan wilayah Nocturne.
Mereka datang seperti gelombang tanpa akhir.
“Kaizer!” teriak Lucien dari atas menara utama kastel.
“Buka Portal Penghisap Udara!”
“Baik!” jawab Kaizer.
Seketika kedua tangannya terangkat ke udara.
Brummm!!
Lingkaran sihir raksasa berwarna merah gelap muncul di langit. Awan hitam mulai berputar membentuk pusaran besar.
Angin dari berbagai arah langsung tersedot menuju portal tersebut. Bahkan beberapa vampir musuh yang terbang di udara langsung kehilangan keseimbangan.
“Apa-apaan itu?!”
“Kendalikan sayap kalian!”
Namun pusaran milik Kaizer semakin membesar.
Sementara itu.
“Pasang pengamanan untuk kastel!” teriak Ciel.
“Jangan biarkan satu pun dari mereka masuk!”
“Baik!”
Puluhan vampir Nocturne langsung bergerak.
Ciel mengangkat kedua tangannya.
Brakkk!!
Ribuan simbol sihir merah terang muncul di seluruh dinding kastel.
Dalam hitungan detik.
Perisai raksasa menyelimuti seluruh Kastel Nocturne.
Ledakan-ledakan dari luar langsung tertahan oleh perisai tersebut. Sementara Lucien terus mengamati pergerakan musuh dari atas menara.
Tatapannya berubah semakin serius.
Karena jumlah musuh jauh lebih banyak dari perkiraan.
“Raven!”
“Iya!”
“Lucthen!”
“Saya siap.”
Lucien langsung menunjuk ke arah pasukan vampir yang mulai mendekati gerbang utama.
“Gunakan kekuatan kalian bersamaan.”
“Karena kita harus melindungi kastel ini.”
Tatapan Lucien mengarah ke menara tertinggi kastel. Tempat Evander saat ini menemani Evelyn yang masih belum sadarkan diri.
“Kak Evander tidak boleh diganggu sekarang.”
Deg.
Mata Raven dan Lucthen langsung berubah tajam. Mereka menganggukkan kepala bersamaan.
“Baik.”
Seketika.
Aura milik Raven dan Lucthen meledak bersamaan.
Brakkk!!
Langit di atas kastel langsung berubah gelap.
Ratusan tombak bayangan hitam muncul di udara.
Sementara lingkaran sihir merah milik Lucthen mulai menyelimuti seluruh wilayah depan kastel.
Para vampir musuh langsung menegang.
Karena mereka tahu.
Empat pengawal utama Raja Vampir akhirnya mulai bertarung dengan serius.
Dan itu adalah kabar buruk bagi siapa pun yang berani menyerang wilayah Nocturne.
Saat Lucien mengangkat tangannya untuk menggunakan kekuatannya
Tiba-tiba saja.
Brakkk!!!
Sesuatu jatuh tepat di depan menara utama kastel.
Debu langsung beterbangan ke mana-mana.
“Astaga!” gerutu Lucien sambil mundur setengah langkah karena terkejut.
“Apa lagi sekarang?” sahut Raven.
Namun saat debu mulai menghilang.
Muncullah dua sosok yang terikat rantai darah berwarna merah terang.
Dan tepat di belakang mereka.
“Tadaaa!”
Lyrielle mengangkat kedua tangannya dengan wajah ceria.
“Kami menangkap dua orang pengkhianat keluarga Nocturne!” ucapnya dengan suara manja.
Deg.
Seluruh area kastel langsung sunyi.
Kaizer berkedip.
Ciel berkedip.
Raven berkedip.
Bahkan Lucthen yang biasanya datar sampai terlihat sedikit terkejut. Sementara Lucien menatap dua orang yang terikat di tanah.
Lalu matanya membelalak.
“SERAPHINA?!”
“Dan Lord Darien?!” sahut Ciel tidak percaya.
Lyrielle langsung tersenyum bangga.
“Aku hebat kan?”
Selena yang berdiri di sampingnya langsung memijat pelipis.
“Jangan bangga dulu.”
Namun Lyrielle tetap tersenyum lebar.
“Kami berhasil menangkap mereka hidup-hidup.”
Lucien langsung berjalan mendekat. Tatapan merahnya berubah sangat dingin.
“Kalian benar-benar berani…”
Tatapannya berhenti pada Darien. Salah satu bangsawan tertinggi keluarga Nocturne.
“Kau mengkhianati keluarga ini?”
Darien hanya tertawa kecil.
“Hahaha…”
Brakkk!!
Lucien langsung menginjak dadanya hingga tanah retak.
“Diam.”
Aura Lucien kini benar-benar menyeramkan.
Sementara Seraphina yang terikat hanya menundukkan kepalanya.
Karena dia tahu.
Kali ini.
Tidak ada lagi jalan untuk melarikan diri.
“Bagus,” ucap Raven dingin.
“Kita tidak perlu mencarinya lagi.”
Lucthen menyilangkan tangannya.
“Yang Mulia harus mengetahui ini.”
“Benar,” sahut Kaizer.
Namun saat itulah.
Brakkk!!
Ledakan besar kembali terdengar dari luar wilayah kastel. Seluruh menara bergetar hebat. Mata Lucien langsung menyipit.
“Aku hampir lupa.”
Tatapannya berubah dingin ke arah pasukan musuh yang terus berdatangan. Lalu dia menoleh kepada Lyrielle dan Selena.
“Kerja bagus.”
“Serahkan dua pengkhianat ini kepada penjaga kastel.”
Tatapan Lucien kemudian berubah sangat tajam.
“Karena setelah perang ini selesai…”
Aura merahnya mulai menyebar.
"Mereka akan diadili langsung oleh Raja Vampir.”