NovelToon NovelToon
Mr. Profesor

Mr. Profesor

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dosen / Cintapertama
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Amabillis.13

​Bagi dunia, Taritzuya Hazal Paradise (Zoya/20) memiliki segalanya. Namun dibalik semua itu, jiwa Zoya mati rasa. Setiap pencapaian luar biasa yang ia raih demi senyuman sang ayah dan perhatian ibunya, justru menyisakan kehampaan yang mencekik. Ia tidak tahu tujuan hidupnya dan mengapa ia harus melakukannya? Dan berharap dari orang yang tidak menjadikan-nya prioritas.

Lalu ia berpikir ia harus punya mimpi, karena mimpi adalah arti manusia hidup di dunia ini.

Ketika mimpi terbesarnya untuk menjadi aktris terbaik ditentang keras, Zoya memilih satu-satunya jalan keluar: Melarikan diri, membuang nama besarnya, dan hidup sebagai gadis biasa.

​Di tengah pelariannya, takdir mempertemukannya dengan Arlodiat Sadjatmiko... seorang profesor muda jenius yang sedingin es. Zoya mengerahkan segala trik rayuan untuk mencairkan hati sang Profesor.

​Namun, ketika rayuannya mulai membuahkan cinta yang tulus, kenyataan menghantamnya tanpa ampun, kenyataan apa itu? Mari simak ceritanya 🫣

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amabillis.13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 26

Ia teringat pada kejadian kemarin. Mata Tuan Muda Saksomo yang biasanya dipenuhi aura dingin dan kekerasan kini tampak jauh lebih lembut. Pria itu menatap Zoya dengan pandangan hangat, seolah menyimpan ketenangan air musim semi di dalam sorot matanya. Bahkan, Tuan Muda Saksomo sempat menunjukkan senyum yang begitu ramah.

Merasakan aura kasih sayang yang dipancarkan pria itu kepada Zoya, Arlo seketika merasa mulai memahami sesuatu.

Mungkinkah alasan Tuan Muda Saksomo begitu baik pada Zoya adalah karena pria itu telah jatuh cinta padanya?

Biasanya, jika seseorang yang memang ramah bersikap baik kepadamu, itu akan terasa biasa saja. Namun jika orang yang terkenal kasar dan pemarah tiba-tiba menunjukkan kelembutan, perasaan yang muncul akan jauh lebih membekas.

Kontras yang terlalu besar itu membuat Arlo semakin yakin.

Tuan Muda Saksomo pasti jatuh cinta pada Zoya.

Jika itu bukan cinta, lalu apa lagi?

Arlo memandang Zoya dengan ragu-ragu sejenak sebelum akhirnya memanggil pelan,

“Zoya…”

Zoya yang sedang memegang pulpen menoleh bingung. “Hm?”

Arlo tampak seperti sedang mempertimbangkan sesuatu. Tatapannya sedikit rumit.

“Teman pria yang kemarin itu… Tuan Muda Saksomo, kan?”

Zoya mengangguk santai.

“Iya.”

Melihat pengakuan itu, Arlo terdiam beberapa detik sebelum berkata pelan,

“Sebenarnya… aku cukup akrab dengannya.”

Arlo tidak menjelaskan lebih jauh.

Ia tentu tidak mungkin mengatakan bahwa Tuan Muda Saksomo adalah kakak dari tunangannya sendiri... orang yang selama bertahun-tahun diam-diam mengawasinya seperti sipir penjara.

Bahkan saking ketatnya pengawasan itu, Jaiden pernah menginap di apartemennya beberapa hari penuh dengan alasan santai:

> “Bukankah kita keluarga?”

Memikirkan itu saja membuat pelipis Arlo terasa nyeri.

Sementara Zoya tampak cukup terkejut.

Ia tidak menyangka Arlo mengenal kakak keduanya. Namun setelah dipikir-pikir lagi, mengingat keluarga Arlo juga bergerak di dunia bisnis, tidak aneh jika lingkaran pergaulan mereka saling bersinggungan.

Arlo memandang Zoya dengan ekspresi seolah ingin membocorkan rahasia besar.

“Dia memang tampan, tapi apakah kamu tahu kalau Tuan Muda Saksomo itu sering bergonta-ganti wanita seperti mengganti pakaian?”

Zoya langsung mengangguk setuju. Ia memang pernah khawatir soal itu.

“Dia benar-benar bajingan,” kata Arlo serius.

Zoya mengangguk cepat seperti ayam mematuk nasi… Melihat Zoya sependapat dengannya, entah kenapa Arlo jadi semakin bersemangat menjelek-jelekkan Jaiden. Ia sedikit mendekat dengan ekspresi misterius… Zoya pun tanpa sadar ikut menegakkan tubuh.

“Kamu tahu dia suka bernyanyi, kan?”

Zoya mengangguk.

Sedikit yang tahu bahwa kakak keduanya sangat suka bernyanyi, dan suaranya memang bagus. Bahkan Arlo mengetahui hal itu… jelas hubungan mereka pasti cukup akrab.

“Apakah kamu tahu,” lanjut Arlo serius, “dia pernah menginap di apartemenku, dan aku melihat sesuatu yang sangat mengejutkan.”

Tatapan Zoya langsung penuh rasa penasaran.

“Apa? Cepat katakan.”

Arlo tampak lega melihat Zoya ikut tertarik. Ia langsung melanjutkan dengan nada sangat serius:

“Kamu tahu, orang kentut lebih dari sekali itu biasa.”

Zoya berkedip.

“Tapi…” Arlo mencondongkan tubuh sedikit lagi, “kau tahu dia pandai bernyanyi, kan?”

“Iya…”

“Namun kau belum pernah mendengar kalau dia sebenarnya bisa bernyanyi menggunakan kentutnya.”

Zoya: “…”

Apa?!

Mulut Zoya langsung menganga lebar.

Matanya membesar tidak percaya.

Jika saat itu ia sedang minum air, mungkin seluruh isi mulutnya sudah menyembur ke wajah Arlo.

Ia benar-benar tidak menyangka kakaknya punya… bakat aneh seperti itu.

Dan yang lebih mengejutkan…

Profesor Arlo yang biasanya dingin dan serius ternyata bisa membicarakan hal semacam ini dengan wajah setenang langit musim dingin.

Namun saat Zoya masih shock, matanya mendadak membelalak lebih lebar lagi.

Di depan pintu masuk…

Berdiri dua orang dan satu anjing dalam keadaan membeku.

Kantong plastik di tangan salah satunya bahkan terjatuh ke lantai.

Sofa tempat Arlo dan Zoya belajar memang kebetulan tepat di samping pintu masuk apartemen.

Dan orang yang berdiri sambil mematung itu adalah…

Jaiden!

Di sampingnya ada Necki dan BenBen.

Wajah Jaiden berubah warna seperti palet cat.

Merah.

Hijau.

Ungu.

Lalu perlahan menjadi hitam pekat.

Sudut bibirnya berkedut hebat.

Ia benar-benar tidak menyangka saat baru masuk ia malah mendengar kalimat paling memalukan dalam hidupnya.

Sialan Arlo!

Hancur sudah citranya..

Di sampingnya, Necki masih menganga sambil memiringkan kepala perlahan menatap Jaiden.

Dalam hati ia berpikir:

> Jadi orang setampan ini ternyata punya hobi seperti itu…? Benar-benar di luar dugaannya!

Bahkan BenBen pun duduk sambil menatap Jaiden lekat-lekat.

Tatapan seekor anjing itu terasa penuh penilaian.

Jaiden hampir mati karena malu..

Ia benar-benar ingin membunuh Arlo sekarang juga!

Namun sebelum ia sempat bergerak, Zoya yang sudah memahami suasana, berdiri dengan cepat..

“Mm… aku ke dapur dulu!”

Ia langsung mundur beberapa langkah.

Melihat wajah kakaknya yang hampir meledak, Zoya merasa naluri bertahan hidupnya bekerja sangat baik hari ini.

Lagi Pula yang mengatakan semua itu bukan dirinya.

Arlo sendiri yang mengatakannya!

Zoya buru-buru menyelinap menuju dapur. Namun baru dua langkah, ia melirik Necki yang masih mematung sambil menganga menatap Jaiden.

Zoya langsung kembali menarik tangan Necki.

“Aduh, bodoh!” gumamnya.

Ia juga membungkuk mengambil kantong plastik yang tadi jatuh sebelum menyeret Necki kabur ke dapur.

“Aku akan ke dapur... Waktunya memasak makan siang!”

BenBen yang merasa dirinya adalah manusia, langsung ikut berlari masuk ke dapur bersama Zoya dan Necki.

Dan dalam sekejap…

Ruang tamu hanya tersisa Jaiden dan Arlo.

Dua pria itu saling menatap dalam diam.

Aura membunuh dari Jaiden perlahan mulai memenuhi ruangan.

Jaiden melangkah cepat menuju Arlo dengan wajah gelap.

“Arlo, apa maksudmu tadi?!”

Nada suaranya rendah, tetapi penuh tekanan… ia sangat marah! Tipe yang tidak akan bisa di bujuk dengan mudah..

Arlo sebenarnya merasa sedikit bersalah.

Bagaimanapun, ia baru saja membicarakan keburukan seseorang dengan sangat serius…

lalu detik berikutnya menyadari bahwa orang yang dibicarakannya ternyata berdiri tepat di belakangnya dan mendengar semuanya dengan jelas.

Namun…

Yang ia katakan memang benar… Dan dibanding rasa bersalah itu, hal yang jauh lebih mengganggu pikirannya sekarang adalah… Kenapa Jaiden datang ke apartemen Zoya?

Tatapan Arlo secara naluriah melirik ke arah dapur, mendengar suara berisik dan sosok zoya yang sibuk. Ekspresinya tetap datar tanpa sedikitpun rasa bersalah di wajahnya.

Melihat sikap acuh tak acuh Arlo yang seperti tanpa rasa bersalah, Jaiden semakin geram. Ia benar-benar ingin meninju wajah Arlo sekarang juga.

Jaiden melangkah maju menghalangi pandangan Arlo.

Ia memang tidak yakin bisa menang jika benar-benar beradu fisik dengan Arlo.

Meskipun dari luar Arlo terlihat seperti dosen lemah yang hidupnya hanya berkutat di laboratorium, itu hanyalah kesan permukaannya saja.

Sejak kecil, Arlo sudah dibesarkan dan dididik di lingkungan militer, sama seperti dirinya.

Bahkan… setiap kali mereka berduel, Jaiden selalu kalah dari Arlo.

Jika dibandingkan dengan adiknya, Zoya, yang lebih mengandalkan kecerdikan dan kemampuannya menemukan titik lemah saraf lawan hingga membuat tubuh mereka lumpuh seketika, Arlo benar-benar Berbeda.

Pria ini sebenarnya adalah petarung murni.

Tapi lalu kenapa? Ia adalah kakaknya Zoya.

1
Filan
Thor, kayaknya ga bisa terus disembunyikan ala-ala sinetron. Udah jelas terlalu ganjil hubungan mereka bertiga kalau nggak ketahuan juga.
Filan
aduh orangnya denger tuh 😆
Filan
itu terlalu aneh... /Sweat/
Filan
kalau Zoya kan maklum lagi menghindari dukungan keluarga. Kalau Arlo... nama dosen biasanya lengkap. Zoya jelas akan langsung tahu kalau dia tunangannya melalui namanya.
fhallenopsis amabilis: kebetulan dia gak pernah tahu nama Arlo... masuk kuliah saja pas ujian aja. Kalo saja arlo di panggil prof. sadjatmiko. mungkin ngeh dia..
total 2 replies
Filan
kok Arlo ga pakai nama keluarganya sendiri
Filan
jarang dilihat seksama ya
fhallenopsis amabilis
plesetan dari Zuya
Filan
aduh arlo sangat awam ya kalau masalah hubungan
Filan
apa ini namanya? zoya dari mana?
Filan
mau apa lagi dia.
Filan
orang introvert terlalu banyak mikir
Filan
the power of background
Filan
kenapa dipanggil tuan muda saksomo, panjang bener. Jaidan aja kenapa?
fhallenopsis amabilis: Thankyou udah ingetin 👍🥰
total 2 replies
Filan
tidak terlalu menonjol bagaimana?
Rahil Ziazun: Tidak sengaja liat comment orang cause gabutt. author ini lelet kali Lo updatenya 😭 terpaksa aku bolak-balik bab, sedieww. Dan dulu aku juga mikir kyk KK nya, tapi bab selanjutnya jaiden tidak terlalu menonjol kan diri, cuma 1x dia muncul di kelas, abis itu sembunyi.. ga tau deh bab selanjutnya
total 4 replies
Filan
oke para gadis, saatnya tergila-gila /Determined/
Filan
rektor kayak penjilat.
Filan
Itu mahasiswa ditinggal prof...
Filan
dia punya adik yang mau dijodohkan sama Arlo?
Filan: kirain 🤣
total 2 replies
Filan
perhatian khusus kayak apa? justru gara-gara si Jaiden ini, Alro jadi takut mendekati Zoya
fhallenopsis amabilis: iya benar 🤭
total 1 replies
Filan
Dia kan canggung karena udah terikat pertunangan. coba kasih tahu kalau mereka tunangan. makin kloplah mereka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!