NovelToon NovelToon
Yang Hilang Bukan Kamu, Tapi Aku

Yang Hilang Bukan Kamu, Tapi Aku

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: nita.mamitha

Aku pikir bertahan adalah bentuk paling tulus dari cinta.
Sampai aku sadar…
aku tidak sedang memperjuangkan hubungan,
aku hanya sedang menahan luka yang terus berulang.
Ini bukan cerita tentang kehilangan seseorang.
Ini cerita tentang
bagaimana aku perlahan kehilangan diriku sendiri
di hubungan yang tidak pernah benar-benar memilihku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nita.mamitha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Tidak semua kebahagiaan datang dari hal besar.

Kadang…

justru dari hal-hal sederhana

yang kita rasakan bersama seseorang

tanpa banyak rencana.

Beberapa hari setelah pertemuan terakhir di kafe, sesuatu dalam diri Nara terasa lebih ringan.

Bukan karena semuanya sudah pasti.

Bukan juga karena rasa takutnya hilang.

Tapi karena untuk pertama kalinya… ia tidak lagi melawan perasaannya sendiri.

Ia tidak memaksakan untuk menjauh.

Tapi juga tidak terburu-buru untuk mendekat.

Ia hanya… membiarkan semuanya berjalan.

Dan itu terasa cukup.

Pagi itu, saat Nara sampai di kantor, ia menyadari satu hal kecil.

Ia tersenyum lebih sering.

Bukan karena sesuatu yang besar terjadi.

Tapi karena pikirannya tidak lagi seberat dulu.

Bahkan Dina pun langsung menyadarinya.

“Fix, kamu lagi ada yang beda,” katanya sambil duduk di samping Nara.

Nara tertawa kecil.

“Dari kemarin juga kamu bilang gitu.”

“Iya, tapi sekarang makin kelihatan.”

Nara hanya menggeleng sambil tersenyum.

Ia tidak menjelaskan apa pun.

Karena jujur… ia sendiri belum tahu harus menyebut ini apa.

Sore harinya, tanpa banyak berpikir, Nara kembali ke kafe itu.

Tidak lagi ragu.

Tidak lagi berhenti di depan pintu.

Ia langsung masuk.

Dan seperti yang sudah bisa ia tebak

Arga ada di sana.

Duduk di tempat yang sama.

Saat melihat Nara, ekspresi Arga berubah sedikit.

Bukan terkejut.

Tapi lebih seperti… senang.

“Kamu sekarang sering ke sini,” katanya sambil tersenyum.

Nara duduk di depannya.

“Iya… kayaknya mulai suka tempat ini.”

Arga tertawa kecil.

“Tempatnya atau suasananya?”

Nara mengangkat alis.

“Kamu nanya atau nyindir?”

“Dua-duanya,” jawab Arga santai.

Nara tersenyum.

Percakapan itu terasa lebih ringan dari sebelumnya.

Tidak ada lagi ketegangan yang sama.

Tidak ada juga jarak yang terlalu terasa.

Seolah mereka sudah mulai terbiasa satu sama lain.

Hari itu, mereka menghabiskan waktu lebih lama dari biasanya.

Tidak hanya duduk dan berbicara.

Tapi juga sesekali diam… tanpa merasa canggung.

Dan di situlah Nara menyadari sesuatu

ia mulai menikmati kebersamaan itu.

Tanpa beban.

Tanpa rasa takut yang berlebihan.

Di tengah percakapan, Arga tiba-tiba berdiri.

“Sebentar,” katanya.

Nara mengernyit.

“Mau ke mana?”

Arga tidak menjawab.

Ia hanya berjalan ke arah kasir.

Beberapa menit kemudian, ia kembali dengan dua minuman.

“Ini buat kamu,” katanya sambil meletakkan satu gelas di depan Nara.

Nara menatapnya.

“Kamu tahu aku suka ini?”

Arga mengangkat bahu.

“Waktu itu kamu pesan ini.”

Nara terdiam sejenak.

Hal kecil.

Sangat kecil.

Tapi cukup untuk membuat hatinya terasa hangat.

Karena seseorang… mengingat.

“Thanks,” ucapnya pelan.

Arga hanya mengangguk.

Tidak membuatnya menjadi hal besar.

Dan justru itu yang membuat semuanya terasa lebih tulus.

Waktu terus berjalan.

Tanpa terasa, langit di luar mulai gelap.

Dan untuk pertama kalinya, Nara tidak ingin waktu itu cepat selesai.

“Kalau nggak keberatan…” kata Arga pelan.

Nara menatapnya.

“Kita jalan sebentar?”

Nara terdiam sejenak.

Bukan karena tidak mau.

Tapi karena ia sedang memastikan dirinya sendiri.

Dan kali ini… ia tidak menolak.

“Iya, boleh.”

Mereka keluar dari kafe bersama.

Udara malam terasa sejuk.

Lampu jalan mulai menyala, menciptakan suasana yang tenang.

Mereka berjalan berdampingan.

Tidak terlalu dekat.

Tapi juga tidak berjauhan.

Percakapan berjalan ringan.

Tentang hal-hal sederhana.

Tentang hal-hal yang tidak perlu dipikirkan terlalu dalam.

Dan di tengah semua itu, ada satu hal yang mulai terasa jelas

Nara tidak lagi ingin menjauh.

Ia masih ragu.

Masih berhati-hati.

Tapi ia juga tidak ingin kehilangan momen seperti ini.

“Kalau boleh jujur,” kata Arga tiba-tiba.

Nara menoleh.

“Apa?”

“Aku senang kamu mulai nggak menghindar.”

Nara tersenyum kecil.

“Kelihatan banget, ya?”

Arga mengangguk.

“Iya. Tapi aku nggak mau maksa.”

Nara terdiam sejenak.

Ia tahu itu.

Dan mungkin… itu alasan kenapa ia bisa sampai sejauh ini.

“Terima kasih ya,” ucap Nara pelan.

Arga terlihat sedikit bingung.

“Untuk apa?”

“Untuk nggak buru-buru.”

Jawaban itu sederhana.

Tapi cukup untuk membuat Arga tersenyum.

“Kalau sesuatu itu penting, nggak perlu buru-buru,” katanya.

Kalimat itu kembali membuat Nara diam.

Karena untuk pertama kalinya… ia merasa dihargai tanpa harus berusaha menjadi siapa-siapa.

Langkah mereka melambat saat sampai di persimpangan jalan.

Tempat di mana mereka harus berpisah.

“Aku ke sini,” kata Nara sambil menunjuk arah rumahnya.

Arga mengangguk.

“Iya. Hati-hati.”

Nara mengangguk balik.

Tapi sebelum benar-benar pergi, ia berhenti sejenak.

Menatap Arga.

Dan untuk pertama kalinya… tanpa ragu, ia tersenyum.

Senyum yang benar-benar tulus.

Bukan karena sopan.

Bukan juga karena kebiasaan.

Tapi karena ia memang merasa… senang.

Arga membalas senyum itu.

Dan di momen sederhana itu, tanpa perlu kata-kata

keduanya tahu… sesuatu sedang tumbuh.

Perlahan.

Tenang.

Tapi nyata.

Malam itu, saat Nara kembali ke kamarnya, ia duduk di tepi tempat tidur.

Pikirannya tidak lagi penuh dengan ketakutan.

Tidak juga dengan masa lalu.

Yang ada hanya satu hal

perasaan yang belum sepenuhnya ia pahami.

Tapi kali ini, ia tidak menolaknya.

Ia membiarkannya ada.

Karena mungkin…

tidak semua hal baik harus ditakuti.

Dan mungkin,

tidak semua cerita akan berakhir sama.

1
Hariyanti
kisah yg TDK biasa menurutku🤔 berat dan butuh renungan. mungkin ini ttg perjalanan orang yang introvert dlm berinteraksi dan menjalin hubungan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!