NovelToon NovelToon
Rahasia Pangeran Pecundang

Rahasia Pangeran Pecundang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Epik Petualangan / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:26.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Mapanji Wijaya seorang pangeran muda dari Istana Wuwatan terkenal dengan sifatnya yang manja, pengecut, suka foya-foya dan gemar berbuat seenaknya. Sebagai putra raja yang seharusnya memiliki sifat mengayomi dan melindungi masyarakat Kerajaan Medang, Mapanji malah menampilkan sifat yang sebaliknya.



Bahkan sampai Nararya Candrawulan, perempuan yang dijodohkan dengan nya, memohon agar perjodohan dengan Mapanji Wijaya dibatalkan saking bejatnya sang pangeran.


Tetapi di balik semua itu, ada sebuah rahasia besar yang ia simpan rapat-rapat hingga tak seorangpun yang tahu. Apakah itu? Temukan jawabannya dalam kisah Rahasia Pangeran Pecundang, hanya di Noveltoon kesayangan kita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bentrokan

*****

Setelah makan-makan di pendopo rumah Ki Rama Mpu Jambal, Pangeran Mapanji Wijaya mengumpulkan para pengikutnya. Selain Juru Mandhasiya dan Tumenggung Rengga, ada juga Warak, Ludaka, Nararya Candrawulan, Ratih, Subadra dan tentu saja Rara Lembayung.

"Mulai besok pagi, aku akan membagi tugas untuk kalian semua. Jangan sampai ada yang lalai karena ini menyangkut masalah keamanan wanua ini.

Ludaka dan Tumenggung Rengga yang paling tinggi ilmu meringankan tubuh nya aku tugaskan untuk memata-matai markas Serikat Bulan Darah. Jangan membuat masalah apapun kecuali dalam keadaan mendesak. Tugas utama kalian hanya mengamati situasi dan pergerakan mereka. Selesai pengamatan, cepat pulang ke sini dan laporkan semua hal yang kalian ketahui...", Pangeran Mapanji Wijaya mengalihkan perhatian pada Tumenggung Rengga dan Ludaka.

" Kami mengerti Gusti Pangeran.. ", jawab Ludaka dan Tumenggung Rengga bersamaan.

" Juru Mandhasiya dan Warak, kalian berdua akan bertugas sebagai kepala patroli keamanan di Wanua Tuntang. Bentuk pasukan patroli kecil dengan anggota 4 sampai 5 orang, menyebar ke sekitar jalan masuk perkampungan. Sisakan 10 orang prajurit pilihan untuk menjaga kediaman ini.

Gunakan kentongan sebagai isyarat jika ada hal yang membahayakan keamanan", perintah Pangeran Mapanji Wijaya.

"Baik Gusti Pangeran.. ", ujar Pangeran Mapanji Wijaya segera.

" Lalu hamba, apa tugas hamba Gusti Pangeran?

Hamba tidak mau hanya duduk diam saja menunggu bahaya datang. Lebih baik hamba ikut Juru Mandhasiya berpatroli ", Ratri angkat bicara.

" Hamba juga Gusti Pangeran..

Hamba mau ikut Kakang Warak berpatroli. Biarpun perempuan, kemampuan beladiri hamba juga tidak kalah dengan Kakang Warak ", Subadra menimpali.

" Baiklah jika itu mau kalian...

Ratri ditugaskan untuk membantu Juru Mandhasiya, Subadra mendampingi Warak bersama berpatroli di sekitar perkampungan. Kalau untuk Wulan dan Lembayung, kalian tenaga bantuan yang berjaga di kediaman ini. Jika terjadi masalah, cepatlah bertindak tanpa harus menunggu perintah ", titah Pangeran Mapanji Wijaya kemudian.

" Sendiko dawuh Gusti Pangeran.. "

Pada esok hari nya, Tumenggung Rengga dan Ludaka bergegas pergi menuju ke arah Bangunan Suci Nawagraha sesuai petunjuk Mpu Jambal dan Ki Jagabaya Panut. Sementara itu Juru Mandhasiya dan Warak dibantu Ratri dan Subadra mulai menjalankan patroli keliling karena menurut Rama Mpu Jambal, biasanya sekitar hari hari ini utusan Serikat Bulan Darah datang menagih upeti.

Menjelang tengah hari, serombongan orang berpakaian merah hitam dengan mengenakan kalung bergambar bulan sabit terbalik berwarna merah darah sampai di gapura masuk perkampungan. Kebetulan, sekelompok kecil prajurit yang dipimpin oleh Larung melihat kedatangan mereka. Segera Larung dan kawan-kawan mendekati rombongan orang berbaju merah hitam itu.

"Yang tidak punya kepentingan, dilarang masuk ke Wanua Tuntang. Silahkan kembali.. ", ucap Larung dengan nada sopan.

" Kurang ajar! Kau tidak tahu siapa kami hah?!

Kami adalah utusan Ki Bayuseta, pimpinan tertinggi Serikat Bulan Darah yang datang untuk menagih upeti. Minggir! Atau kau mampus disini!! ", balas salah seorang lelaki berbaju merah dengan gigi tonggos dan perawakan sangar.

Mendengar nama Serikat Bulan Darah disebut, Larung dan kawan-kawan mundur selangkah ke belakang serta segera mencabut senjata mereka.

" Joyo, bunyikan tanda bahaya! Aku dan kawan-kawan akan menghalangi pergerakan mereka..!! ", perintah Larung pada Joyo yang biasanya memang bertugas sebagai tukang tabuh kentongan.

Joyo bergegas meraih kentongan nya sementara Larung dan kawan-kawan menerjang maju ke arah rombongan utusan Serikat Bulan Darah. Pertarungan antara mereka pun segera terjadi.

Thhooonnggg thhooonnggg thhooonnggg thhooonnggg thhooonnggg thhooonnggg!!!!

Suara titir kentongan yang ditabuh cepat bertalu-talu menjadi pertanda bahaya terdengar lantang ke segala penjuru. Tak butuh waktu lama, Warak dan Subadra datang disusul oleh Ratri dan Juru Mandhasiya. Mereka segera menghamburkan diri ke arah pertarungan.

Angin pertarungan pun segera berubah arah. Jika sebelumnya para utusan Serikat Bulan Darah unggul dalam jumlah dan kekuatan, munculnya empat pengikut setia Pangeran Mapanji Wijaya itu merubah segalanya.

Pllaaaakkk pllaaaakkk...

Dhhaaaaaaaaaass!!!

Seorang anggota utusan Serikat Bulan terjungkal setelah dua pukulan dan satu tendangan keras Warak menghajar tubuhnya. Si Kaki Setan yang sejak awal hanya menonton jalannya pertarungan, melesat cepat ke arah Warak sembari melayangkan tendangan kilat nya.

Whhuuuuuuuuttttttt...

Merasakan bahaya sedang mengancam nyawa, Warak langsung menggunakannya bilah kapak besar nya sebagai perisai saat tendangan maut Kaki Setan menyasar ke dada.

Dhhaaaaaaaaaannnngggggg!!!

Seteguk darah muncrat dari mulut Warak berbarengan dengan tubuhnya terpental ke belakang. Kekuatan tendangan cepat Kaki Setan memang luar biasa, sanggup membuat Warak tersurut mundur hampir 4 tombak jauhnya. Sementara Kaki Setan mengangkat satu kaki nya setinggi kepala plontos nya sambil tersenyum penuh ejekan.

"Kau baik-baik saja Kakang? ", tanya Subadra penuh kekhawatiran melihat sudut mulut Warak yang mengeluarkan darah.

" Bajingan ini cukup hebat, Badra...

Tapi aku Warak yang bertenaga sekuat badak mana mungkin tumbang hanya dengan satu tendangan saja. Kau minggir sana, biar aku pecahkan kepala botak itu..!! "

Usai berkata demikian, Warak menjejak tanah dengan keras hingga tubuh nya melenting tinggi ke udara lalu meluncur turun ke arah Si Kaki Setan sambil mengayunkan kapak besar nya.

"Mampus kau botak!!! "

Whhuuuuuuuugggggg...

Si Kaki Setan merubah posisi tubuh nyala lalu dengan cepat memapak ayunan kapak Warak dengan telapak kaki nya yang dilindungi oleh sandal dari besi.

Thhrraaaaaaaaaannnggggg!!!!

Saking kuatnya tenaga Warak, kaki kanan Si Kaki Setan melesak masuk ke dalam tempat ia berpijak. Warak yang masih belum menyerah, begitu menginjak tanah dengan cepat berbalik dan kembali menyerang seganas badak gila.

Thhrraaaaaaaaaannnggggg thhrriiiiiiiiiinnggg!!

Kekuatan utama Si Kaki Setan memang terletak pada kaki nya. Dia mampu bergerak cepat, menyerang lawan, bahkan bertahan pun masih menggunakan kedua kakinya. Warak yang terkenal dengan kekuatan kasarnya pun berulang kali harus jatuh bangun menghadapi serangan balik Si Kaki Setan yang lincah dan cepat.

BLLAAAAAAMMMMMM!!!

Tubuh Warak dan Si Kaki Setan sama-sama terpental setelah Warak menghantamkan tapak tangan kiri yang berselimut Ajian Tapak Banyu ke arah kaki kanan Si Kaki Setan yang ternyata berlapis tenaga dalam. Keduanya dengan cepat menyesuaikan gerakan tubuh nya agar tidak terkapar.

Belum sempat Si Kaki Setan bergerak lagi, dua senjata rahasia berbentuk tusuk konde dari perak melesat ke arah salah satu sesepuh Serikat Bulan Darah itu.

Shhrriiiinnnggg shhrriiiinnnggg!!

Si Kaki Setan dengan gesit menghindari serangan maut ini. Tetapi Warak muncul dari samping kanan sambil mengayunkan kapak besar bergagang pendek nya ke arah lambung Si Kaki Setan.

Jrraaaaaasssssss...

Aaaaaarrrrrrrrrrgggggggghhh!!!!

Perut Si Kaki Setan robek menganga, membuat isi perutnya terburai keluar. Warak yang masih melihat lawannya hidup dengan cepat mengayunkan kapak besar nya ke leher Si Kaki Setan.

Chhrraaaaaasssssss!!!

Kepala Si Kaki Setan menggelinding ke tanah dengan mata melotot, seolah-olah tak percaya bahwa ia kini tewas di tangan musuhnya. Badannya tumbang dengan darah mengucur deras.

Melihat Si Kaki Setan terbunuh, salah seorang anggota utusan Serikat Bulan Darah langsung kabur memanfaatkan kelengahan Juru Mandhasiya. Sedangkan anggota lainnya semuanya tewas di tangan para pengikut setia Pangeran Mapanji Wijaya.

Tak berselang lama kemudian, Pangeran Mapanji Wijaya datang bersama Nararya Candrawulan dan Rara Lembayung.

"Bagaimana keadaan nya, Warak?

Apa yang telah terjadi? ", Pangeran Mapanji Wijaya mengedarkan pandangan pada mayat mayat yang bergelimpangan. Ada 10 mayat orang orang berbaju merah hitam, sedangkan di pihak Pangeran Mapanji Wijaya ada 2 anggota patroli prajurit gugur dan satu orang luka-luka.

" Mohon ampun Gusti Pangeran, ini adalah orang-orang Serikat Bulan Darah. Tetapi sayangnya ada satu orang yang berhasil kabur.

Kami menunggu perintah selanjutnya dari Gusti Pangeran ", ucap Warak sembari menghormat.

Hemmmmmmm...

Pangeran Mapanji Wijaya mengelus dagunya sebelum berkata, "orang-orang itu pasti akan menuntut balas. Sebaiknya penjagaan dan patroli prajurit diperketat.

Jangan sampai lengah.. "

1
Rafly Rafly
we..ladalaaaah.. siapa gerangan yg berani menculik si Wulan
🗣Aku 😆🇲🇨🦅
Owalah... Pendekar kok diculik 😅
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!