NovelToon NovelToon
Poena

Poena

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Nikolas Martinez adalah pemimpin geng motor The Vultures yang urakan namun cerdas, sementara Salene Lumiere adalah putri bangsawan yang hidup dalam sangkar emas milik Keluarganya. Dua dunia yang bertolak belakang, di mana Salene menemukan kebebasan di balik jaket kulit Nikolas.
Namun, tepat di malam perayaan ulang tahun ke-18 mereka yang penuh janji manis, sebuah kecelakaan tragis merenggut segalanya. Nikolas terhempas ke dalam koma selama lima tahun. Di dalam tidur panjangnya, Nikolas hidup dalam delusi indah bahwa ia dan Salene masih bersama, tanpa menyadari bahwa di dunia nyata, waktu terus berjalan dengan kejam.
Saat Nikolas terbangun di tahun 2026, ia mendapati dunianya telah hancur. Sahabat-sahabatnya telah dewasa, dan Salene—gadis yang menjadi alasan satu-satunya untuk ia bangun—telah menghilang. Rahasia besar terkunci rapat oleh orang-orang terdekatnya, Salene telah menikah dengan pria lain di California.
Sebuah kisah tentang cinta yang melampaui logika.
🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#27

Cahaya matahari yang masuk melalui celah gorden berwarna krem itu terasa seperti ribuan jarum yang menusuk kornea mata Nikolas Martinez. Ia mencoba menggerakkan kelopak matanya, namun rasanya seberat beton. Paru-parunya terasa kaku, seolah ia baru saja menghirup debu jalanan selama berabad-abad.

Di telinganya, masih terngiang suara tawa Salene. Ia masih bisa merasakan kehangatan jemari gadis itu di balkon markas, aroma mawar yang memabukkan, dan rasa manis ciuman pertama mereka yang baru saja terjadi—setidaknya, itulah yang dirasakan otaknya.

“Janji di depan altar, Sal... aku mencintaimu.”

Kalimat itu masih bergema di kepalanya. Nikolas mencoba menarik napas panjang untuk memanggil nama gadis itu, namun yang keluar dari tenggorokannya hanyalah suara parau yang menyakitkan, Dan air matanya.

"Dokter... Dokter! Dia bergerak! Tangan kakinya bergerak!"

Suara itu melengking, penuh isolasi antara harapan dan histeria. Nikolas mengenal suara itu. Itu suara Mommy. Tapi kenapa Mommy terdengar begitu... tua? Begitu lelah?

"Nikolas? Sayang? Kau bisa mendengar ku? Oh Tuhan, terima kasih... Terima kasih!"

Nikolas membuka matanya perlahan. Langit-langit yang ia lihat bukan lagi atap markas The Vultures yang penuh poster motor, melainkan langit-langit putih rumah sakit yang steril dengan bau antiseptik yang menyengat.

Di sampingnya, wajah Mommy tampak sembab. Kerutan di sudut matanya bertambah dalam, dan rambutnya yang dulu hitam legam kini diselingi helai-helai perak.

"Mom..." suara Nik nyaris tak terdengar. "Kenapa... aku di sini? motor... apa aku jatuh?"

"Sstt, jangan banyak bicara dulu, Nak. Dokter sedang menuju ke sini," bisik Mommy sambil menggenggam tangan Nik yang terasa sangat kurus—tangan yang kehilangan otot-otot kuat seorang mekanik.

Dokter masuk dengan tergesa, memeriksa refleks mata Nik dan mesin-mesin yang berbunyi bip di sekelilingnya. "Ini keajaiban. Setelah sekian lama, aktivitas otaknya kembali normal."

Nikolas menatap Dokter dengan bingung. "Sekian lama? Apa maksudnya? Kemarin... kemarin aku baru saja merayakan ulang tahun ke-18 di markas. Aku baru saja mengantar Salene pulang ke mansionnya."

Mommy Martinez membeku. Genggaman tangannya pada jemari Nik mengeras. Ia menatap Dokter dengan pandangan penuh kode, sebuah tatapan yang memohon untuk diam.

"Nik," suara Mommy bergetar. "Kau mengalami kecelakaan hebat malam itu. Sepulang dari mansion Lumiere, sebuah truk kehilangan kendali di tikungan Knightsbridge. Kau... kau sudah tertidur sangat lama."

"Berapa lama, Mom?" tanya Nik, firasat buruk mulai merayap di dadanya. "Satu minggu? Dua minggu? Ujian akhir kelas 12... apa aku melewatkannya?"

Mommy Martinez berpaling, tidak sanggup menatap mata putranya. Dokter yang menjawab dengan nada tenang yang profesional namun menghancurkan.

"Kau koma selama lima tahun, Nikolas. Hari ini adalah tahun 2026."

Dunia Nikolas runtuh seketika. Lima tahun? Semua ingatan tentang kebersamaan mereka di kelas 12, tentang penggabungan kelas, tentang Lauren yang berisik ingin punya bayi dengan Kent, tentang diet ketat Salene... apakah itu semua hanya fragmen mimpi dalam tidur panjangnya?

Otaknya mencoba memproses informasi itu. Ia mengingat kecelakaan itu sekarang. Kilatan lampu truk yang menyilaukan, suara decit ban yang memekakkan telinga, dan rasa dingin yang luar biasa saat tubuhnya terlempar dari BMW M 1000 R miliknya. Setelah itu, kegelapan.

Ternyata, kisah indah yang ia jalani di dalam kepalanya—percakapan di balkon, dukungan saat Salene menstruasi di hari ujian, hingga jadian di malam ulang tahun—adalah cara otaknya bertahan hidup. Otaknya membangun sebuah realitas paralel di mana ia dan Salene bahagia, sebagai perlindungan dari kerusakan saraf yang parah.

Selama satu jam pertama setelah sadar, Nikolas hanya terdiam. Ia menatap tangannya yang pucat. Lima tahun telah terenggut. Ia kini berusia 23 tahun, namun jiwanya masih terjebak di usia 18.

"Mom..." panggil Nik lagi.

"Iya, Sayang?" Mommy Martinez menghapus air matanya, mencoba tersenyum sekuat tenaga.

"Apa... apa Salene belum datang menjenguk hari ini?"

Pertanyaan itu seperti belati yang menusuk jantung sang ibu. Mommy Martinez terdiam cukup lama, tangannya gemetar saat merapikan selimut Nik. Ada sebuah rahasia besar yang kini tertutup rapat di balik dinding rumah sakit ini. Sebuah kenyataan yang bahkan lebih menyakitkan daripada kecelakaan itu sendiri.

Satu tahun yang lalu, tepat di tahun keempat Nikolas koma, keluarga Lumiere akhirnya menutup bab tentang Nikolas Martinez. Salene Lumiere, sang porselen yang dulu dijaga Nik dengan nyawanya, telah menikah. Ia dinikahkan oleh Madame dan ayahnya dengan seorang pengusaha muda sukses asal California bernama Taylor Johnson. Pernikahan itu digelar mewah di Paris, diliput oleh berbagai majalah lifestyle kelas atas, sementara Nikolas masih terbaring kaku dengan selang oksigen di tenggorokannya.

Namun, Mommy Martinez tahu Nikolas belum cukup kuat untuk mendengar itu.

"Salene..." Mommy menarik napas panjang, mencoba menstabilkan suaranya. "Dia... dia melanjutkan studinya ke New York, Nik. Kau ingat, kan? Seminggu sebelum studinya dimulai, dia datang ke sini, berpamitan padamu. Dia bilang dia harus mengejar mimpinya."

"New York?" dahi Nik berkerut. "Tapi... dia tidak bilang padaku di malam itu. Kenapa dia pergi saat aku begini?"

"Dia menunggumu sangat lama, Nik," sela Mommy cepat, mencoba menutupi kebohongan dengan potongan kebenaran.

Mommy tidak berbohong soal satu hal: di 4-5 bulan awal Nikolas koma, Salene Lumiere adalah malaikat penjaga di ruangan ini. Setiap hari, sepulang sekolah atau setelah sesi latihan berkuda yang melelahkan, Salene akan duduk di kursi yang sekarang diduduki Mommy.

Gadis itu akan menggenggam tangan Nik yang dingin, membacakan buku-buku Sejarah Seni, menceritakan betapa Lauren dan Kent terus bertengkar namun semakin tak terpisahkan, hingga membisikkan janji-janji masa depan yang indah.

"Bangunlah, Nik... aku sudah memesan pasta di rumah ibumu. Aku sudah menaikkan berat badanku menjadi lima puluh kilo, kau pasti senang melihatnya. Bangunlah, Martinez... jangan biarkan aku menghadapi Madame sendirian."

Bahkan Lauren dan Kent sering datang bersama Salene. Mereka akan duduk melingkar di ranjang Nik, menciptakan suasana markas The Vultures yang mini di dalam ruang ICU. Salene akan menangis seharian jika sedang libur, menolak untuk pulang sampai supirnya menjemput paksa atas perintah Madame.

Namun, waktu adalah musuh paling kejam bagi kesetiaan. Tahun pertama berlalu, tahun kedua berganti. Tekanan dari keluarga Lumiere semakin besar. Madame mulai menjauhkan Salene dari rumah sakit.

Berita tentang Nikolas yang mungkin tidak akan pernah bangun lagi mulai diterima sebagai kenyataan pahit. Hingga akhirnya, sosok Salene perlahan memudar dari koridor rumah sakit ini, digantikan oleh undangan pernikahan mewah yang dikirimkan Madame ke rumah keluarga Martinez—sebuah cara halus untuk mengatakan: Anakku sudah melangkah maju, lupakan dia.

"Lauren bilang, Salene sangat sedih saat harus berangkat ke New York," lanjut Mommy, suaranya semakin rendah. "Dia menitipkan salam untukmu. Dia bilang... kau harus bangun dan menjadi Nikolas yang kuat."

Nikolas menatap jendela, matanya menerawang. "New York... itu sangat jauh. Berarti dia sudah lulus kuliah sekarang?"

"Iya, Sayang. Dia sudah menjadi wanita dewasa yang hebat sekarang," jawab Mommy, hatinya perih membayangkan Salene yang kini mungkin sedang menikmati sarapan pagi di California bersama suaminya, sementara putranya baru saja kembali dari kematian untuk mencari cinta yang sudah menjadi milik orang lain.

"Aku merindukannya, Mom. Sangat merindukannya," bisik Nikolas. "Rasanya baru tadi subuh aku mencium keningnya dan berjanji akan menjaganya dari Madame."

Mommy Martinez hanya bisa memeluk putranya, membiarkan Nikolas menangisi "kehilangan" yang ia kira hanya karena jarak, tanpa tahu bahwa kehilangannya jauh lebih permanen daripada sekadar samudera Atlantik.

Malam harinya, saat Nikolas tertidur karena efek obat, Lauren dan Kent datang menjenguk. Lauren tampak lebih dewasa; rambutnya dipotong pendek dan ia mengenakan cincin di jari manisnya—ia benar-benar sudah menikah dengan Kent. Kent sendiri tampak lebih matang dengan kemeja rapi, bukan lagi jaket kulit yang penuh oli.

Mereka berdiri di luar kamar, berbicara dengan Mommy Martinez di lorong yang sepi.

"Bagaimana keadaannya, Tante?" tanya Lauren, matanya berkaca-kaca melihat Nik dari balik kaca jendela.

"Dia sudah sadar, Lauren. Tapi..." Mommy menggeleng pelan. "Dia pikir ini masih tahun 2021. Dia terus menanyakan Salene. Aku terpaksa berbohong bahwa Salene sedang di New York."

Kent mengepalkan tangannya. "Dia harus tahu yang sebenarnya suatu saat nanti, Tante. Dia tidak bisa hidup dalam kebohongan."

"Tidak sekarang, Kent!" sergah Mommy dengan bisikan tajam. "Dokter bilang jantung dan sarafnya masih sangat rapuh. Jika dia tahu Salene sudah menjadi istri Taylor Johnson... jika dia tahu Salene sudah melupakan janji-janjinya di ruangan ini... aku takut dia akan menyerah lagi untuk hidup."

Lauren menutup mulutnya dengan tangan, menahan isak tangis. Ia teringat betapa hancurnya Salene saat dipaksa menikah setahun yang lalu. Ia tahu Salene sebenarnya tidak pernah benar-benar melupakan Nikolas, namun Salene adalah porselen yang akhirnya menyerah di bawah tekanan palu godam keluarganya.

"Kami akan tutup mulut, Tante," ucap Kent berat. "Kami akan menyuruh Dion dan yang lainnya untuk tidak membocorkan soal pernikahan itu. Biarkan dia pulih dulu."

Di dalam kamar, di bawah pengaruh obat bius yang kuat, Nikolas Martinez bermimpi lagi. Ia bermimpi sedang berada di sebuah taman yang indah, di mana ia melihat Salene berjalan ke arahnya dengan gaun putih yang melambai.

"Nikolas... kau sudah bangun?" tanya Salene dalam mimpinya.

"Iya, Sal. Aku menjemputmu. Ayo pergi ke markas," jawab Nik dalam tidurnya.

Gadis dalam mimpinya itu tersenyum, namun perlahan bayangannya memudar dan digantikan oleh wajah seorang pria asing yang memegang tangannya. Nik terbangun dengan napas tersengal di tengah malam, keringat dingin membasahi dahinya.

Ia melihat ke arah meja di samping ranjangnya. Tidak ada foto Salene di sana. Hanya ada sebuah vas bunga kosong dan mesin monitor jantung yang berdetak monoton.

"Kau di New York, kan, Sal?" bisiknya pada kegelapan. "Kau hanya sedang belajar... dan kau akan kembali padaku saat kau selesai."

Nikolas tidak tahu, bahwa di belahan bumi lain, Salene Johnson—bukan lagi Lumiere—sedang menatap langit malam California yang sama, memegang sebuah jaket kulit tua yang ia sembunyikan di dasar lemari pakaiannya, menangisi seorang pria yang ia kira telah meninggal dalam tidurnya yang panjang.

Dua jiwa itu kini terpisah oleh kebohongan demi kebaikan, dan oleh waktu yang telah mencuri lima tahun dari janji yang pernah mereka ucapkan di bawah langit subuh London.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
winpar
thorrrrr update lgi plissssss
Ros🍂: Ashiappp kak🙏🥰
total 1 replies
ren_iren
sukaknya bikin huru hara dirimu kak.... 🤭😁😂
Ros🍂: Auuuw🥰🤣
total 1 replies
winpar
terus kk 💪💪💪💪
Ros🍂: Ma'aciww kak🥰🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!