NovelToon NovelToon
Terjebak Perjodohan

Terjebak Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Perjodohan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Mamoruuu

Mimpi Rara hancur saat harus menikah muda dengan Aksara—pria kaya yang tak dikenalnya. Ia menganggap suaminya perusak masa depan, hingga sikapnya berubah sedingin es dan penuh kebencian.

Namun berbeda dengan Rara, Aksara justru mencurahkan kasih sayang dan kesabaran tanpa batas.

Bisakah pria itu meluluhkan hati sang istri yang keras kepala? Atau Rara akan terus buta melihat ketulusan yang ada di depan mata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamoruuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Pikir Aku Lemah?

Hari itu, Naura kembali dengan misi membuat hidup Rara sengsara. Ia datang membawa setumpuk besar berkas dengan wajah angkuh.

"Rara! Cepat ambil ini! Fotokopi semua sekarang juga! Jangan ada yang kurang, dan harus rapi! Ingat posisi kamu ya, cuma asisten!" Perintah Naura ketus sambil melempar berkas itu ke meja Rara dengan kasar seperti biasa.

Rara mengangkat wajah pelan, menatap Naura dengan tatapan datar tapi ada senyum jahil di sudut bibirnya.

"Siap, Naura yang cantik," jawab Rara santai.

Naura tersenyum puas lalu berjalan meninggalkan ruangan dengan gaya berjalan yang dibuat-buat.

'Hmph! Dasar gadis desa, tau aja kalau aku cantik,' batin Naura.

Beberapa menit kemudian...

Rara datang membawa berkas yang sudah difotokopi. Tapi... ada yang aneh.

"Nah, ini berkasnya. Sudah difotokopi semua." Ucap Rara polos sambil meletakkan tumpukan kertas itu di meja Naura.

Naura memeriksa satu per satu dengan wajah cemberut. Tiba-tiba matanya membelalak.

"Heh! Apa apaan ini?! Semua fotokopinya terbalik! Hitam di depan, tulisan di belakang! Kamu buta apa gimana, sih?!" Teriak Naura kesal.

Rara menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Eh iya, ya? Maaf ya, Nau. Soalnya... aku kan orang desa, jarang pegang mesin canggih begini. Yang kemarin waktu kamu suruh aku minta tolong staf lain. Kalau hari ini, aku sendiri yang mengerjakannya, jadi... Kalau salah ya wajar dong, ya? . Lagian kamu kan pintar, kamu kan anak kota, masa tidak bisa membaca tulisan yang terbalik seperti itu? Pasti gampang buat kamu, kan?" Jawab Rara dengan wajah sangat tidak bersalah.

"KAMU...!" Naura sampai melongo tak bisa berkata apa-apa. Mau marah, nanti kedengarannya sombong, tapi kalau tidak marah, dia yang harus membalikkan satu per satu kertas itu.

Rara cuma senyum-senyum lalu jalan santai keluar. 'Sana kerjain sendiri! Makan itu tulisan terbalik!' Batinnya geli.

Saat Jam Istirahat

Naura sengaja duduk di meja makan yang sama dengan Aksara dan Rara, berusaha mencari perhatian.

"Aksaraaa... Aku mau makan apel. Kupasin dong buat aku. Aku kan gak bisa potong sendiri, nanti terluka," rengek Naura sangat manja seolah sengaja melakukannya di depan Rara.

Aksara baru mau mengangguk, tapi tangan Rara lebih cepat mengambil pisau dan apel itu.

"Ah, tidak usah repot. Biar aku saja yang potongin. Kan aku asistennya, tugas aku melayani," ucap Rara manis.

Rara memotong apel itu dengan sangat rapi, tapi... dia potongnya kecil-kecil sekali, seukuran kelereng, lalu ditata cantik di piring.

"Nah, silahkan Naura! Karena kamu kan orangnya halus, feminin, dan lembut sekali, jadi aku potongnya kecil-kecil biar kamu tidak capek mengunyah. Tinggal telan saja langsung. Praktis, kan?" Kata Rara ramah sekali.

Wajah Naura memerah. Itu mah makan buat bayi atau burung! Tapi dia nggak bisa marah karena Rara tersenyum sangat polos.

"Makasih ya, Rara..." Jawab Naura ketus sambil mencubit potongan apel kecil itu dengan kesal.

Aksara yang melihat dari samping sampai menutup mulutnya menahan tawa.

Malam hari di Rumah,

Rumah besar yang selalu hening.

Rara dan Aksara sedang duduk di sofa. Rara masih pura-pura jutek tapi hatinya senang karena sudah berhasil ngerjain Naura tadi siang.

"Ra..." panggil Aksara pelan.

"Iya, kenapa?"

"Tadi... waktu kamu potong apel buat Naura, apa itu disengaja?" Tanya Aksara sambil menyeringai.

Rara langsung menoleh tajam. "Siapa juga yang sengaja?! Aku kan baik, aku cuma perhatian sama dia! Lagian, kan dia yang bilang dia orangnya lemah gemulai, jadi aku bikinin yang gampang ditelan!"

Aksara akhirnya tertawa lepas, lalu menarik Rara ke dalam pelukannya, membuat Rara tersentak kaget.

"Iyaa iya! Istriku memang yang paling baik. Aku tahu kok, kamu lagi kesel sama dia."

Rara mendengus di dada Aksara. "Hei! Lepaskan! Jangan main peluk-peluk!" Ucapnya memberontak.

'Lagian ngeladenin orang kayak dia itu sama saja olahraga otak yang seru. Aku jadi punya hiburan baru setiap hari.' Batin Rara tersenyum bangga. 'Dia pikir, aku ini gadis lemah?'

"Kamu ini ya... ternyata kalau lagi jahil, lucu juga." Goda Aksara sambil mencubit pipi Rara pelan.

"Udah! Jangan pegang-pegang! Aku mau tidur! Besok masih ada acara 'melayani' tamu tidak diundang itu lagi!" Seru Rara sambil berjalan cepat ke kamar, meninggalkan Aksara yang masih tertawa geli.

"Hei... malam ini kita tidur berdua, ya!" Teriak Aksara yang lagi-lagi menggoda, membuat Rara menoleh dengan menatap tajam dengan sudut matanya. Bibirnya manyun. Hal itu semakin membuat Aksara merasa gemas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!