NovelToon NovelToon
Chef Kirana Dan Jendral Berhati Dingin

Chef Kirana Dan Jendral Berhati Dingin

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Fantasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Kirana, Executive Chef bintang lima di Jakarta, mati konyol karena ledakan gas. Sialnya, dia malah terbangun di tubuh Putri Tantri—tokoh antagonis dalam novel sejarah yang baru saja meracuni adik angkat suaminya!
​Di hadapannya, Jenderal Arga sang "Iblis Perang Utara" sudah menghunus pedang, siap memenggal kepalanya.
​Tak mau mati dua kali, Kirana mengajukan penawaran gila: "Jangan bunuh aku dulu! Izinkan aku masak makanan terakhir!"
​Bermodalkan bawang merah, kecap manis buatan sendiri, dan teknik masak modern, Kirana bertekad mengubah takdir kematiannya. Siapa sangka, masakan lezatnya tak hanya menyelamatkan lehernya, tapi juga menyembuhkan maag kronis sang Jenderal dan mengguncang lidah satu kerajaan?
​Tapi hati-hati, Kirana! Musuhmu bukan cuma panci gosong, tapi juga pelakor bermuka dua dan intrik politik yang mematikan. Sanggupkah Kirana bertahan hidup di zaman kuno tanpa rice cooker dan kulkas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Season 2 BAB 8: AROMA MASA LALU

Setelah makan malam yang tenang, mereka kembali ke ruang tengah. Kotak perak itu seolah memanggil mereka.

"Siap?" tanya Arga, suaranya sedikit gemetar.

Kirana mengangguk. Dia mengambil pisau Damaskus milik Arga. "Menurut instruksi di buku biru, hanya 'darah yang sama yang mengikat sumpah' yang bisa membuka segel ini."

Kirana menggores sedikit ujung jarinya dengan pisau itu—hanya setitik darah. Dia melakukan hal yang sama pada jari Arga. Mereka menempelkan jari yang terluka itu pada ukiran bunga Edelweiss di tutup kotak perak tersebut.

Klik.

Suara mekanisme kuno yang terbuka terdengar sangat jernih di ruangan yang sunyi itu. Tutup kotak itu terbuka perlahan, mengeluarkan sedikit asap tipis beraroma dupa yang sudah mengendap selama ratusan tahun.

Di dalamnya, tidak ada tumpukan emas. Hanya ada dua benda: sebuah gulungan perkamen yang sangat tua dan sepasang cincin perunggu dengan ukiran yang sangat detail—ukiran naga dan burung merak yang saling melilit.

Arga mengambil gulungan itu dengan tangan gemetar. Saat dia membukanya, aksara Kawi yang tertulis di sana tiba-tiba bersinar keemasan, lalu perlahan-lahan berubah menjadi tulisan yang bisa dibaca Arga dengan jelas.

> "Untuk Ayahanda Arga dan Ibunda Kirana. Saat kalian membaca ini, waktu telah melipat dirinya sendiri. Cincin ini bukan sekadar perhiasan. Ini adalah janji yang aku ikat dengan doa-doa para tetua di Jantung Selatan. Pakailah kembali, dan biarkan jiwa kalian menyatu sepenuhnya. Jangan biarkan racun dari masa lalu (Laras) memisahkan apa yang telah disatukan oleh takdir."

>

"Bara..." Kirana terisak. "Dia memikirkan kita sampai akhir."

Arga mengambil salah satu cincin—yang berukir naga—dan memberikannya pada Kirana. "Ini milikmu. Dan ini milikku."

Saat mereka secara bersamaan mengenakan cincin itu ke jari manis masing-masing, sebuah ledakan energi spiritual yang tak kasat mata namun sangat kuat menghantam ruangan itu.

ZING!

Dunia di sekitar Arga tiba-tiba berubah. Dia tidak lagi berada di penthouse mewah. Dia berdiri di sebuah dermaga besar di masa Majapahit. Di depannya, Kirana (dalam tubuh Tantri) sedang melambai ke arahnya saat dia berangkat ke medan perang terakhirnya.

Dia merasakan emosi yang luar biasa dahsyat—cinta yang begitu dalam hingga terasa menyakitkan, ketakutan akan kehilangan, dan janji untuk selalu kembali. Dia melihat seluruh hidupnya bersama Kirana di masa lalu: saat-saat mereka bertengkar di dapur, saat Kirana pertama kali memberitahunya bahwa dia sedang mengandung Bara, dan saat-saat tragis ketika Kirana mengembuskan napas terakhirnya di pelukannya.

Memori itu bukan lagi sekadar fragmen atau mimpi. Itu adalah kenyataan hidupnya.

Arga tersentak kembali ke dunia nyata. Dia menatap Kirana, dan kali ini, dia tidak melihat seorang koki modern. Dia melihat belahan jiwanya. Dia melihat wanita yang telah dia cintai selama lima ratus tahun.

"Kirana," bisik Arga. Air mata mengalir bebas di pipinya. Dia menarik Kirana ke dalam pelukannya—pelukan yang sangat erat, seolah-olah dia takut jika dia melepaskannya, Kirana akan kembali menguap menjadi cahaya putih.

"Aku mengingatnya semuanya, Kirana. Semuanya. Tentang bagaimana kau marah saat aku tidak menghabiskan sayurmu, tentang bagaimana kau mengajariku cara mencintai rakyat melalui makanan... dan tentang betapa hancurnya aku saat kau pergi."

Kirana membalas pelukan itu, menangis di dada Arga. "Kau sudah kembali, Jenderalku. Kau benar-benar sudah kembali."

Di tengah momen emosional itu, tiba-tiba terdengar suara dentingan dari arah dapur. Arga melepaskan pelukannya, insting perlindungannya kembali aktif. Dia meraih pisau Damaskus-nya.

"Siapa di sana?" teriak Arga dingin.

Dari balik bayang-bayang dapur, muncul seorang pria muda yang mengenakan seragam pelayan apartemen. Namun, ada yang aneh dengan matanya—matanya tampak kosong, seperti orang yang sedang berada di bawah pengaruh hipnotis atau sihir hitam.

"Nyonya Laras mengirim pesan," suara pria itu datar, robotik. "Dia bilang, memori adalah beban. Dan beban harus disingkirkan."

Pria itu tiba-tiba mengeluarkan sebuah tabung kecil dan melemparkannya ke tengah ruangan. Tabung itu pecah, mengeluarkan gas berwarna merah pekat yang sangat menyengat.

"Gas beracun!" Kirana menutup hidungnya dengan ujung pakaiannya. "Arga, jangan hirup!"

Arga segera menarik Kirana menuju balkon yang luas. Dia menggeser pintu kaca besar dan mereka keluar ke udara malam Jakarta yang dingin. Di bawah mereka, lampu-lampu kota tampak sangat jauh.

"Laras tidak akan membiarkan kita tenang, bukan?" Arga menatap ke arah pintu masuk apartemennya yang kini mulai digedor-gedor dari luar oleh orang-orang bertopeng. "Dia mengirim tim 'pembersih'."

"Dia ingin cincin dan buku biru itu, Arga," kata Kirana, mencoba tetap tenang di bawah tekanan. "Dia tahu jika kita bersatu sepenuhnya, pengaruhnya atas dirimu dan warisan Majapahit akan hilang."

Arga menatap cincin naga di jarinya. Dia merasa kekuatan yang luar biasa mengalir di pembuluh darahnya. Dia merasa bukan lagi sekadar pria modern yang lemah lambung. Dia merasa seperti Jenderal Besar Majapahit yang siap membantai ribuan musuh demi melindungi keluarganya.

"Kirana, dengarkan aku," Arga memegang bahu Kirana. "Aku akan menghadapi mereka. Kau masuklah ke lift pribadi di sudut balkon ini. Lift itu akan membawamu langsung ke lantai dasar, ke sebuah mobil rahasia yang sudah disiapkan untuk keadaan darurat."

"Tidak! Aku tidak akan meninggalkanmu lagi!" bantah Kirana keras kepala.

"Kau tidak meninggalkanku. Kau sedang mengamankan 'Jantung' kita," Arga mencium kening Kirana dengan lembut. "Bawa kotak perak dan buku biru itu. Temui Pangeran Panji—maksudku, keturunan keluarga Panji yang sekarang mengelola yayasan sejarah. Dia satu-satunya orang yang bisa kita percayai."

"Arga—"

"Pergi, Kirana! Itu perintah dari Jenderalku!" Arga mendorong Kirana dengan lembut ke arah lift rahasia di balkon.

Tepat saat pintu lift tertutup, pintu kaca balkon pecah berantakan. Lima orang bertopeng hitam melompat masuk ke balkon, memegang tongkat kejut listrik dan senjata api kecil dengan peredam.

Arga berdiri tegak di tengah hujan kaca yang berkilauan. Dia mencabut pisau Damaskus-nya. Bilah pisau itu kini tidak lagi bersinar redup—ia menyala dengan cahaya biru keperakan yang sangat tajam, seolah-olah ia merasa haus akan darah musuh-musuhnya setelah ratusan tahun tertidur.

"Kalian membuat kesalahan besar," kata Arga, suaranya sangat rendah dan mengerikan. "Kalian masuk ke rumahku di masa depan, tapi kalian sedang menghadapi monster dari masa lalu."

Pertempuran di atas langit Jakarta pun pecah.

Sementara itu, Kirana berada di dalam lift yang meluncur turun dengan kecepatan tinggi. Jantungnya berdegup kencang. Di dalam pelukannya, dia mendekap kotak perak dan buku biru seolah itu adalah nyawanya sendiri.

Saat lift mencapai lantai dasar, pintu terbuka di sebuah area parkir bawah tanah yang sangat sunyi. Seorang pria paruh baya dengan kacamata dan setelan jas rapi sudah menunggunya di samping sebuah sedan hitam yang tampak biasa saja namun antipeluru.

"Nyonya Kirana? Saya Panji. Arga sudah memberi tahu saya bahwa hari ini mungkin akan tiba," kata pria itu dengan sopan namun ada nada urgensi di suaranya.

Kirana masuk ke dalam mobil. "Kita harus segera pergi. Arga sedang dalam bahaya!"

"Jangan khawatirkan Tuan Arga, Nyonya," Panji mulai menjalankan mobilnya keluar dari gedung. "Darah Jenderal Arga tidak pernah benar-benar mendingin. Fokus kita sekarang adalah menyelamatkan 'Warisan Nusantara' ini."

Kirana menatap keluar jendela, ke arah puncak gedung apartemen Arga yang kini tampak samar di antara kabut malam. Dia berjanji dalam hati, dia akan menciptakan sebuah "resep" yang akan membuat Laras menyesal pernah dilahirkan kembali. Perang ini bukan lagi soal bertahan hidup, tapi soal pembalasan dendam seorang istri dan ibu yang telah dipisahkan dari cintanya selama lima abad.

Di kursi belakang mobil, Kirana membuka buku biru itu ke halaman yang paling terakhir, yang sebelumnya tampak kosong. Tiba-tiba, deretan tulisan baru muncul—tulisan tangan Bara yang sangat indah.

> "Ibu, jika Ayah sedang bertarung, masaklah 'Sumpah Raja Duri'. Masakan itu akan menjadi sumber energi baginya, tidak peduli seberapa jauh jarak di antara kalian. Aroma cintamu adalah kekuatannya."

>

Kirana mengepalkan tangannya. "Baiklah, Bara. Ibu akan mulai memasak."

...****************...

...Bersambung.... Terima kasih telah membaca📖 Jangan lupa bantu like komen dan share❣️...

...****************...

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
yeaayyy ngumpul semua 🥳🥳
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
🙂
ms. S
mantap up lagi ya kak👍👍
ms. S
keren...
SeekarYaSeekar
akhirnya update juga kak
Calisa
seru
Calisa
kok aku bingung ya?
arga itu kakak iparnya Panji? terus Kirana siapanya panji sih? 😅
Calisa
emang arga istrinya berapa? Laras bukannya adik angkat?
Calisa
ayo kiranaaa.. hajaarrr
Calisa
diancam kayak gini siapa yg nggak takut 🤣
ms. S
novel dgn bab sedikit tapi cerita ga kaleng2. tuntas dan jelas. cerita jendral dan chef dan masa lalu. good job Thor.
Nunung Elasari
recommended, ceritanya bagus.......
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Ada kelegaan yang menyumbat rongga dada,
Kasih di mana tak dapat bersatu di masa itu ,kembali bereinkarnasi menemui cinta abadi nya.
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
cinta Arga membawa nya ke masa depan
tak berjodoh di masa lalu
berjodoh di masa depan
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
tdk bisa kah takdir di rubah kembali
Tantri akan bahagia bersma jenderal dan putra nya
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
seluruh istana pasti berduka atas hilangnya Tantri yang istimewa
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
waduhh , kisah masa lalu bisa kacau kembali ini
kalau Tantri kembali ke masa depan
apa tantrii sebenarnya yg telah meninggal
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
huhuhu.. /Sob/ bagaimana kelanjutannya ini thor? semoga happy ending..
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
taktik gerilyaa apalagi tantri
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
pengorbanan seorang ibu tidak akan pernah sia2, ....
siapa tahu "SUARA" itu akan tersentuh oleh ketulusan cinta kalian.
Hingga nanti semua akan berakhir bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!