Wajib Follow Sebelum Baca.
" 𝘾𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝... 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖, 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙯𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖.
Valerie dan Matthew saling mencintai... tapi cinta mareka tidak pernah benar-benar tenang.
Hubungan mareka di uji oleh restu tak kunjung datang, tekanan keluarga, dan tekanan keluarga, dan keadaan yang perlahan menjatuhkan mareka.
Saat mareka masih berjuang untuk bertahan, seseorang datang kembali_membawa sesuatu yang lebih dari sekedar masa lalu.
La menginginkan Matthew.
Bukan hanya untuk di cintai... tapi untuk dimiliki.
Perlahan, tanpa mareka sadari, hubungan yang mareka jaga mulai retak.
Bukan karena mareka berhenti saling mencintai, tapi karena ada seseorang yang siap menghancurkan segala nya.
Kini, cinta mareka bukan tentang bertahan... tapi tentang siapa yang lebih kuat _
cinta... atau obsesi.
( Bismillah semoga rame 🙏)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALIFA RAHMA LATIFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
S2 BAB 10 : The lies that break trust
" Hubungan yang kuat di bangun oleh kepercayaan.namun satu kebohongan yang di percaya.. bisa menghancurkan semua nya.
...
Hari-hari setelah kejadian di kampus itu terasa berbeda.
Thalassa tidak lagi bersikap seperti sahabat lama Matthew.
Ada sesuatu dalam diri nya yang berubah.
Sesuatu lebih gelap.
Sesuatu lebih bahaya.
...
Di dalam kamar itu, Thalassa duduk di tepi tempat tidur sambil menatap layar ponsel nya.
Di sana ada foto Matthew.
Foto yang diam-diam ia ambil berapa hari yang lalu.
Mata nya menatap foto itu lama.
" Gue tidak akan menyerah, " bisik nya pelan.
Matthew adalah milik nya.
Seharus nya begitu.
Sejak kecil ia selalu percaya bahwa suatu hari mareka akan bersama.
Dan Valerie..
Hanya seseorang yang datang belakang.
Seseorang yang merebut apa yang seharus nya menjadi milik nya.
Tatapan Thalassa berubah dingin.
" Kalau Gue tidak bisa mendapatkan nya dengan baik... "
Ia tersenyum tipis.
" Makanya Gue akan membuat Lo kehilangan, semua nya, Valerie. "
...
Berapa hari kemudian di kampus.
Valerie sedang berjalan sendirian di Koridor. ketika seseorang tiba-tiba menabrak nya dengan sengaja.
Buku Valerie jatuh ke lantai.
Valerie menduduk untuk mengambil nya.
Namun ketika ia meangkat kepala...
Thalassa berdiri di depan nya.
" Ups, " kata Thalassa santai.
Valerie menatap nya dengan dingin.
" Lo, sengaja. "
Thalassa tersenyum tipis.
" Siapa tahu. "
Valerie tidak ingin memperpanjang masalah.
Ia mengambil buku nya lalu berjalan pergi.
Namun dari belakang, Thalassa berkata pelan, Lo tidak pantas untuk Matthew. "
Langkah Valerie berhenti.
Namun ia tidak menoleh.
Thalassa melanjutkan dengan suara dingin, " Dia seharus nya menjadi milik gue. "
...
Berapa hari setelah itu.
Matthew sedang duduk di taman kampus ketika Thalassa datang menghampiri nya.
" Matthew. "
Matthew menoleh.
" Ada apa? "
Thalassa terlihat ragu.
Seolah ia sedang memikirkan sesuatu yang berat.
" Gue sebenar nya tidak ingin mengatakan ini."
Matthew mengerutkan dahi.
" Mengatakan apa? "
Thalassa menatap Matthew dengan wajah serius.
" Ini tentang Valerie. "
Matthew langsung berkata, " Kalau Lo ingin membicarakan Valerie, lebih baik_"
" Tadi Gue melihat nya bersama laki-laki lain. "
Matthew terdiam.
" Apa? "
Thalassa menduduk seolah merasa bersalah.
" Mareka terlihat sangat dekat. "
Matthew langsung menggeleng.
" Itu tidak mungkin. "
Thalassa menatap nya.
" Gue tau lo mencintai nya. "
" Tapi gue tidak mungkin berbohong tentang hal seperti itu. "
Matthew tetap terlihat tidak yakin.
Valerie bukan tipe orang seperti itu.
La sangat percaya pada Valerie.
Namun Thalassa melanjutkan dengan suara yang lebih menyakinkan.
" Gue melihat nya sendiri. "
" Dia tertawa dengan laki-laki itu.. bahkan mareka terlihat sangat dekat. "
Matthew mulai terlihat ragu.
Ekspresi Thalassa terlihat sangat serius.
Tidak seperti orang yang bercanda.
" Lo yakin dengan apa yang Lo lihat? " tanya Matthew.
Thalassa menangguk pelan.
" Gue tidak ingin lo terluka. "
Kalimat itu perlahan membuat keraguan muncul di hati Matthew.
...
Sore itu Matthew menemui Valerie di taman kampus.
Valerie langsung tersenyum ketika melihat nya.
" Matthew. "
Namun Matthew tidak membalas dengan senyum nya.
Valerie langsung menyadari ada sesuatu yang salah.
" Kamu kenapa? "
Matthew menatap nya dengan serius.
" Kamu mau jujur padaku? "
Valerie terlihat bingung.
" Jujur tentang apa? "
Matthew berkata dengan nada dingin, " Kamu bersama siapa tadi siang? "
Valerie mengerutkan dahi.
" Apa? "
Matthew melanjutkan dengan nada yang mulai emosi.
" Aku dengar kamu bersama laki-laki lain. "
Valerie langsung menggeleng.
" Itu tidak benar. "
Namun Matthew Sudah mulai marah.
" Jadi Thalassa berbohong? "
Valerie terkejut.
" Thalassa yang bilang itu? "
Matthew menatap nya tajam.
" Jawab saja pertanyaan ku. "
Valerie merasa hati nya sakit.
" Aku tidak melakukan apa pun. "
Namun Matthew terlihat sudah terlanjur emosi.
" Kalau begitu kenapa dia bilang seperti itu? "
Valerie menatap Matthew dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
" Aku tidak tahu. "
Namun Matthew masih terlihat marah.
Dan untuk pertama kalinya...
Matthew mulai meragukan Valerie.
...
Dari kejauhan.
Thalassa berdiri memperhatikan mareka.
Senyum kecil muncul di wajah nya.
Rencana nya berhasil.
Dan ini baru permulaan.
Kepercayaan adalah fondasi dari sebuah hubungan.
jika kepercayaan itu retak karena kebohongan.. bahkan kata-kata yang kuat pun bisa mulai runtuh.
_TBC_
...----------------...
Happy Reading All!