NovelToon NovelToon
My Savage Wife: Mafia Juga Takut Istri!

My Savage Wife: Mafia Juga Takut Istri!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Dokter Genius
Popularitas:34.4k
Nilai: 5
Nama Author: dhya_cha7

Gara-gara difitnah "impoten" oleh mantan istri, Kenzo sang CEO Mafia terpaksa menikahi Zia, dokter spesialis sekaligus pengacara yang mulutnya sepedas cabai.

‎Sialnya, Zia juga punya hobi latah yang bikin harga diri Kenzo jatuh di depan anak buahnya!

‎"EH COPOT-COPOT, MAFIA GANTENG PISTOLNYA KARATAN!"

‎Mantan istri? Kena mental lewat jalur medis dan hukum! Tapi bagi Kenzo, menghadapi musuh lebih mudah daripada menghadapi satu istri latah ini!


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dhya_cha7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Akad, Gerobak Emas, dan Tamu Tak Diundang

Matahari pagi menyapa Hotel Grand Mahendra dengan kemilau yang luar biasa. Cahayanya yang hangat menembus kaca-kaca jendela presidential suite, tempat di mana calon permaisuri klan Mahendra sedang dipersiapkan. Namun, di balik kemewahan itu, suasana terasa sangat mencekam bagi seorang Zia Xaviera.

Zia berdiri kaku di depan cermin besar setinggi plafon. Kebaya putih brokat dengan taburan kristal Swarovski dan ekor panjang yang menyapu lantai itu membuatnya terlihat sangat anggun—jauh dari kesan bar-barnya. Namun, tangannya terus gemetar hebat. Ia tak henti-hentinya meremas kain jarit sutranya hingga lecek karena gugup.

"Zia, berhenti meremas kainmu itu, Sayang. Nanti kusut dan sulit dirapikan kembali," tegur Mama Soraya lembut sambil menepuk pundak Zia dan memberikan senyum menenangkan.

Zia menoleh dengan wajah yang pucat pasi. "Duh, Tan... eh maksudnya Mama. Saya mendadak merasa seperti mau Ujian Nasional tapi belum belajar sama sekali. Jantung saya rasanya mau pindah ke tenggorokan, dan mulas di perut saya ini benar-benar tidak bisa diajak kompromi!"

Mama Soraya tertawa kecil, lalu merapikan sanggul dan hiasan melati di rambut Zia. "Wajar jika kamu gugup, Sayang. Menikah dengan seorang Mahendra memang butuh nyali besar."

"Tapi tenang saja, Kenzo sudah menunggumu dengan tidak sabar di bawah. Dia tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu hari ini, esok, dan selamanya," lanjut Mama Soraya menenangkan.

Di lantai bawah, suasana ruang akad begitu khidmat dan dijaga ketat oleh puluhan pria berjas hitam. Papa Juan duduk di barisan depan dengan aura wibawa yang luar biasa, didampingi pengawal kepercayaan klan Mahendra.

Sementara itu, Kenzo sendiri duduk di depan penghulu dengan wajah sedingin es. Di sudut ruangan, beberapa kerabat jauh Kenzo yang merasa "paling bangsawan" tampak sedang berbisik-bisik pedas sambil melirik sinis ke arah kursi pengantin yang masih kosong.

"Hei Jeng, dengar-dengar Kenzo memungut wanita itu dari jalanan ya? Benar-benar tidak tahu diri. Anak yatim piatu entah dari mana bisa masuk ke keluarga kita. Mungkin melalui jalur 'kecelakaan'," sindir seorang wanita paruh baya dengan sanggul tinggi yang dihiasi berlian palsu.

"Iya, Jeng. Padahal Kenzo itu kan aset klan Mahendra yang paling berharga. Sayang sekali kalau kualitas keturunannya nanti jadi rusak gara-gara nikah sama wanita kelas bawah yang tidak punya silsilah keluarga," sahut wanita lain sambil mengibas-ngibaskan kipas mahalnya dengan gaya angkuh.

"Tampangnya juga pasti biasa saja. Wanita kampung mana ada yang secantik sosialita ibu kota kayak kita ini? Paling nanti kalau bersanding sama Kenzo, dia kelihatan seperti asisten rumah tangga yang nyasar ke pelaminan. Benar-benar bikin malu nama besar keluarga Mahendra," tambah yang lain lagi dengan tawa yang meremehkan.

Tiba-tiba, pintu besar terbuka lebar. Sosok Zia melangkah masuk dengan sangat hati-hati didampingi Mama Soraya di sampingnya. Detik itu juga, suasana ruangan mendadak hening.

Para tamu julid tadi langsung speechless. Mulut mereka menganga kecil dan kipas mahal mereka berhenti bergerak. Zia tampak mempesona—kulitnya yang putih bersih bersinar di bawah lampu kristal, dan wajahnya begitu cantik hingga menenggelamkan aura sosialita mana pun di sana.

Papa Juan tersenyum bangga melihat menantunya, sementara para tamu yang meremehkan kini hanya bisa menelan ludah kasar. “Haha.. diam kan kalian? Berani-beraninya julid ke calon mantuku,” batin Papa Juan.

“Kamu cantik sekali, Zia. Tak kusangka dokter latah ini bisa anggun juga,” batin Kenzo terpana.

Zia perlahan duduk di samping Kenzo. Aroma parfum maskulin Kenzo sedikit mengurangi rasa gugupnya. Kenzo kemudian menjabat tangan wali hakim dengan cengkeraman yang sangat kuat.

"Sudah siap, Mas Kenzo?" ucap Pak Penghulu memastikan.

"Siap," ucap Kenzo datar.

"Baik, mari kita mulai. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau, Kenzo Pratama Mahendra, dengan Zia Xaviera binti Abdullah, dengan mas kawin berupa satu unit miniatur gerobak yang terbuat dari emas murni seberat 2 kilogram, satu unit apartemen mewah di pusat kota, satu unit mobil, dan seluruh saham di anak perusahaan Mahendra Group, dibayar tunai!" ucap penghulu dengan suara lantang.

Zia yang duduk di samping Kenzo langsung speechless total. Matanya nyaris keluar melihat miniatur gerobak emas yang berkilau kuning mencolok di depannya. Ia jadi teringat ucapannya dulu: "Mas Letoy, nanti kalau kita nikah maharnya gerobak aja ya, biar kalau kamu bangkrut kita bisa jualan bakwan."

Zia ingin pingsan rasanya. Gila! Dia kan waktu itu hanya bercanda minta gerobak emas buat jualan, tapi ternyata beneran diwujudkan sama Mas Mafia ini, tapi versi emas murni 2 kilogram! Catat, 2 kilo!

“Ini maharnya ugal-ugalan bener!” pikir Zia dalam hati. Ia benar-benar mati kutu saking syoknya karena permintaannya yang nyeleneh itu dikabulkan secara brutal oleh Kenzo.

"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA ZIA XAVIERA BINTI ABDULLAH DENGAN MAS KAWIN TERSEBUT, TUNAI!" Suara Kenzo menggelegar tanpa ragu sedikit pun.

"Sah?" tanya penghulu kepada para saksi.

"SAH!" seru para saksi serempak. Papa Juan mengangguk mantap sementara Mama Soraya tersenyum senang.

Kenzo kemudian mendekatkan wajahnya ke telinga Zia yang masih melongo. "Sekarang kamu sudah resmi jadi Nyonya Mahendra. Gerobaknya juga sudah siap, tinggal kamu pikirkan mau jualan apa di dalamnya agar emasnya tidak lecet," bisiknya rendah dengan seringai tipis.

Acara akad nikah pun ditutup dengan doa khidmat, dilanjutkan dengan sesi salaman singkat yang penuh dengan senyum palsu dari para tamu yang tadi mencibir. Zia dan Kenzo kemudian diarahkan kembali ke ruang transit sebelum resepsi malam dimulai.

Siang harinya di tengah hiruk-pikuk pelayan yang merapikan kursi, seorang wanita dengan seragam staf katering, lengkap dengan masker medis dan topi yang ditarik rendah, tampak berjalan waspada. Itu adalah Clarissa.

Clarissa menyelinap masuk melalui pintu servis. Langkah kakinya berhenti tepat di depan meja pelaminan. Ia merogoh saku, mengeluarkan botol kecil berisi cairan bening tak berbau—obat pencuci perut dosis tinggi.

"Kau pikir kau bisa hidup bahagia setelah merebut Kenzo dariku, Zia? Bahkan Kenzo memberikan mahar yang tidak main-main padamu," desisnya penuh kebencian sambil menuangkan cairan itu ke botol minuman kristal mempelai.

Tak puas, ia menyelinap ke ruang ganti Zia yang kosong. Dengan pisau lipat kecil, ia menyayat jahitan pinggang gaun resepsi megah itu dan menaburkan bubuk gatal kualitas super yang akan bereaksi jika terkena keringat. "Nikmati hadiah dariku, gadis kampung," gumamnya lalu menghilang.

Sore harinya, saat suasana hotel sedikit tenang sebelum badai resepsi dimulai, Zia tidak beristirahat seperti pengantin normal pada umumnya. Ia justru mengenakan kacamata hitam besar dan syal yang melilit lehernya—berusaha tampil seperti agen rahasia, meski sebenarnya lebih mirip orang yang ingin menghindari tagihan utang.

Zia mengendap-endap di lorong belakang menuju kantor manajemen. Ia sesekali bersembunyi di balik pilar besar setiap kali melihat pengawal klan Mahendra lewat. Setelah memastikan situasi aman, ia menarik lengan jas Manajer Hotel yang sedang memberikan instruksi.

"Sst! Pak Manajer! Sini sebentar, jangan berisik!" bisik Zia sambil menarik pria itu ke balik pintu darurat.

"Nyonya Zia? Kenapa Anda berpakaian seperti ini? Tuan Kenzo sedang mencari Anda untuk sesi foto," ucap Manajer itu bingung.

"Halah, sesi foto bisa nanti masih banyak waktu! Ini lebih penting da-ru-rat menyangkut kewarasan saya di rumah tangga ini," Zia membuka kacamata hitamnya dengan gaya dramatis. "Saya mau Bapak pasang panggung tambahan di pojok kiri ballroom. Ingat, panggungnya harus tinggi, kokoh, dan tahan guncangan karena nanti bakal ada aksi luar biasa di sana!"

"Tapi, Tuan Besar Juan memerintahkan acara yang sangat formal dan elegan, Nona..."

"Aduh, Papa Juan itu kaku banget kalau urusan pesta, Pak! Dia juga kalau dansa paling cuma bisa geser kanan-kiri. Ini pesta saya, saya mau ada getaran koplo yang heboh di sini!" Zia lalu mengeluarkan sebuah amplop tebal dan sebuah flashdisk berwarna merah dari balik kebayanya.

"Ini 'pelicin' buat anak buah Bapak di lapangan. Dan ini flashdisk isinya lagu-lagu legendaris dari Mbak Lilis Koplo. Ingat, jangan sampai bocor ke Mas Kenzo atau mertua saya ya? Kalau gagal, saya adukan Bapak ke Mas Kenzo bilang Bapak sudah menggoda saya!"

Manajer itu langsung pucat pasi dan menerima amplop itu dengan tangan gemetar. "B-baik, Nyonya. Saya laksanakan secepatnya."

Zia kembali ke presidential suite dengan langkah ringan sambil bersenandung kecil. Namun, suasana hatinya langsung hancur saat ia mulai berganti pakaian ke gaun resepsi.

"Mama! Tolong, Maaa! Aduh, pinggang saya!" jerit Zia tiba-tiba dari balik tirai ruang ganti. Mama Soraya langsung berlari menghampiri.

Zia keluar dengan wajah merah padam, tangannya berusaha menggapai punggung. "Panas, Mama! Rasanya seperti ada ribuan semut api yang lagi demo di kulit saya! Gatal banget, ampun!"

Begitu gaun itu merosot, mereka berdua tertegun. Kulit pinggang Zia kini kemerahan dan berbintik-bintik. Mama Soraya memeriksa gaun itu di bawah lampu. "Jahitannya disayat tipis supaya gampang robek, dan... ini ada serbuk putih. Pasti ada seseorang yang sengaja menaburkan bubuk gatal kualitas super di sini!"

"Kurang ajar! Ini pasti kerjaan si ular kadut Clarissa, Ma! Beraninya dia main dukun lewat baju!" bentak Zia sambil menahan perih.

Tiba-tiba, suara ketukan pintu terdengar. Papa Juan berdiri di ambang pintu dengan wajah serius. Mama Soraya menunjukkan bekas bubuk gatal itu. Seketika, suhu di ruangan itu terasa turun. Mata Papa Juan berkilat tajam.

"Sialan. Berani sekali tikus kecil mengacaukan hari penting anakku," ucap Papa Juan tenang namun mematikan. "Mama, segera ambilkan gaun cadangan yang kita beli di Paris bulan lalu. Zia, bersihkan kulitmu sekarang."

Papa Juan berbalik menatap pengawal. "Blokir semua akses keluar. Periksa setiap staf katering. Siapa pun pelakunya, bawa ke ruang bawah tanah. Pastikan dia menyesal karena pernah dilahirkan ke dunia ini."

“Wah, ternyata punya mertua Mafia itu enak juga ya kalau lagi dibela begini,” pikir Zia dalam hati.

Malam pun tiba. Hotel Grand Mahendra berubah menjadi lautan cahaya kristal. Kenzo dan Zia sudah berdiri di balik pintu besar. Zia berbisik gugup, "Mas... soal panggung di pojok itu, Mas jangan marah ya? Itu... buat hiburan saja kalau tamu bosan."

Kenzo mengernyit bingung. "Panggung apa? Aku tidak memesan panggung apa pun di sana."

Belum sempat Zia menjawab, pintu sudah terbuka lebar. Namun, baru saja mereka sampai di tengah jalan menuju pelaminan, sebuah suara bariton menggelegar menghentikan langkah semua orang.

"HENTIKAN SEMUANYA! PERNIKAHAN INI TIDAK SAH KARENA WANITA ITU ADALAH PUTRIKU!"

Hermawan Adiwangsa melangkah maju dengan aura mematikan, diikuti oleh pasukan bersenjata di belakangnya. Papa Juan langsung melangkah ke depan pelaminan, memasang badan untuk anak dan menantunya. Ketegangan pun mencapai titik didih. Namun, di detik paling mencekam itu...

Jreeeng! Dung-tak-dung-tak! Cendol dawet, lima ratusan!

Lagu "Pamer Bojo" meledak dari sound system hotel dengan volume maksimal hasil sabotase timer yang diatur Zia tadi sore.

"Alamak! Aduh Mbak Lilis! Belum waktunya konser! Ini lagi tegang malah dikasih cendol dawet!" Zia spontan menepuk jidatnya sendiri di tengah tatapan tajam Papa Hermawan yang kini terlihat bingung bercampur murka karena diiringi musik koplo.

1
Muft Smoker
puncaak konflik udh d mulai
Acep Agan
cerita nya seru menarik dan tidak membosankan thor
Acep Agan
👍👍👍👍💪💪💪
Muft Smoker
wah trnyata ayh angkat Zia bukan org sembarangan ,,
saat ni perjalanan menuju konflik sebenarny udh di mulai ,,
tentu saja di bumbui dg sifat dokter reog yg takk terduga ,,
Muft Smoker
aaaa penasaran kak ,,
knp ad barang2 Dari mafia Marco Dan kenzoo ,, siapa sebenarny ayah angkat Zia ini ,,
ayooo dtggu kelanjutan ny ,,
Jumi Saddah
penasaran🤔🤔🤔🤔🤔 double thor,,🤭🤭🤭
Muft Smoker
waaaah masiih ad rahasia besar niih ,,
lanjuuut kak ,,

penasaran banget
Muft Smoker
skraaang mereka bnr2 mafia yx ,, tegas , kaku , dingiin tp tetap penuh hormat ,,,
tp yaaaa gx tau klo pas sarapan nnti ,, wibawa mafia ny msh ad gx🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
dsni qta bisa belajar yx ,,
sx pun mereka mafia,, tp sikap solidaritas , sikap kerja sama Dan sikap persaudaraan mereka patut di acungi jempol ,,
krn bagaimana pun mereka ttap manusia yg memiliki hatii ,,
meski di beberapa waktu mereka bisa menghabisi musuh tanpa belas kasihan ,,
Muft Smoker
astgaaaaa/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ ,,
Muft Smoker
Zia kayak mak2 kos2an yg lgi kasih makan ank kos ny ,,
si kenzzo Dan jajaran ny udh kehilangan wibawa mafiany gara2 masakan dokter reog ,, 🤭🤭🤭😂😂😂😂
Muft Smoker
aduuuuuh kak ,, sumpah ni bab paling absurd yg prnh aq baca ,,
dmna mafia gx da harga diri ny di depan zia klo udh ngereog 🤭🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker
naah si Rico lngsung cosplay jd patung pancoran 😂😂😂😂😂😂
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
ni kayakny si Marco mantan teman arisan ibu RT tetangga aq deh ,,
cosplay jd mafia ,, 🤭🤭🤭😂😂😂😂
Muft Smoker
jdii tahu donk zi suami mu ,, 🤭🤭🤭😂😂
Muft Smoker
😂😂😂😂😂😂😂😂😂 ,,
makhluk bodoh katanya ,,
gaby
Kecewa sm reaksi Kenzo setiap ada jalang yg mendekat. Dr mulai mantan istri, pramugari gatel, & skrg gadis desa gila. Kenzo ga menanggapi tp ga pernah menolak di goda para jalang itu. Slalu Zia yg pasang badan, kayanya kalo ga ada Zia, di perkosa jalang pun Kenzo cm diem aja. Bahkan anak buah Kenzo pun pada diam aja tiap Zia di hina jalangnya Kenzo, dr Clarisa, pramugari, & skrg Intan. Trus buat apa Zia pny suami yg katanya Kaya raya, pny anak buah 1pengawal 1batalyon, tp tiap di hina jalang cuma jadi penonton. Kesannya cm Zia yg berjuang demi rmh tangganya, Kenzo cm diem aja kaya patung pancoran. Cuek tp ga menolak, kaya ngasih peluang wanita lain masuk ke rmh tangganya. Mending Zia cari suami lg deh, percuma pny suami kaya tp lemah syahwat & lemah godaan jalang
Muft Smoker: sabar kak ,, sabar ,,
mungkin kenzoo gx mau menanggapi hal2 yg menurut ny gx pntiing ,, pdahal cukup riskan tuk rumah tangga mereka ,,
dn mungkin kenzoo merasa Zia msh mampu menghadapi para hama di sekitar mereka ,,
🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Pa Muhsid
kalau pun yang datang uget uget tenang aja soal nya mas Masako bentar lagi datang
Muft Smoker
lanjuuuut kakak ,,
makiin seruuuu cerita ny ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!