cinta antara sang presdir yang angkuh, sombong bernama zyan alexander smith dengan dokter cantik bernama amaeira zevanya luise pertemuan mereka pun tidak di sangka. sejak pertama kali bertemu zyanlah yang mulai tertarik dengan maeira.
tapi zyan belum menyadari tentang perasaannya kepada maeira.
maeira wanita yang sangat cantik, anggun memiliki pribadi yang hangat membuat setiap pria yang mengenalnya akan terpesona dan berusaha untul mendekatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tince_elisha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MALAM INSIDEN MAEIRA
Maeira pun turun dari panggung, tanpa maeira duga di bawah zyan sudah menunggunya.
Lalu zyan meraih tangan maeira dan menggenggamnya.
"Honey, selamat yah acaramu berjalan lancar dan sukses". ucap zyan
"Saat kamu berada di atas panggung sana aku merasa sangat bangga padamu, aku sangat bersyukur bisa mengenalmu dan memilikimu. dokter yang baik hatinya, dan cantik parasnya". zyan menambahkan dengan pujian lalu zyan memeluk maeira di hadapan umum.
"BLUSH"...
Sekektika wajah maeira memerah malu seperti kepiting rebus.
Maeira pun berbisik di telinga zyan dan mengatakan.
"Ish lepaskan pelukanmu ini apa kamu tidak merasa malu memelukku di hadapan banyak orang seperti ini" ucap maeira sambil memukul dada bidang milik zyan, lalu berusaha melangkah mundur menjauh.
"Baiklah honey, aku akan melepaskanmu untuk saat ini, tapi tidak lain kali" ucap zyan menggoda maeira. sambil mengedipkan matanya ke arah maeira.
Zyan menggandeng tangan maeira, dan tidak melepaskannya. karena zyan tidak ingin memberi cela sedikitpun untuk adam mendekati maeira malam ini.
Zyan mengajak maeira untuk menghampiri koleganya yang datang pada acara malam ini.
Maeira pun mengekor patuh di belakangnya.
zyan terusnya menggenggam tangan maeira dan tidak berniat melepaskannya.
Di sudut gedung, adam terus memperhatikan maiera yang terus berada di samping zyan.sementara itu maeira tidak mengetahui jika adam memandanginya.
Di sisi lain, shella pun sejak tadi terus memperhatikan zyan dan maeira, shella merasa sangat kesal. karena maeira ternyata tidak mengindahkan ucapnya waktu itu.
Saat zyan sedang mengobrol dengan rekan bisnisnya. maeira merasa sedikit haus. akhirnya maeira mencoba melihat sekitar untuk mencari minum. akhirnya maeira melihat tempat khusus minuman.
maeira berbicara pada zyan dengan berbisik.
"Sayang aku izin kesana sebentar untuk mengambil minum, apa kamu ingin aku mengambilkanmu minuman juga"? ucap maeira.
Zyan pun menoleh ke arah maeira dan menganggukan kepalanya tanda zyan memperbolehkannya.
Maeira berjalan menuju tempat khusus minuman yang berada di ujung koridor.saat sudah hampir sampai tiba-tiba.
"BRUK"...
"PRANK"...
"PRANK"...
Salah satu karyawan pengantar minuman menabrak maeira dengan meja yang dia dorong. yang di atas meja tersebut terdapat beberapa gelas wine dan aneka jus.
Dan saat karyawan tersebut menabrak maeira, beberapa gelas yang berada di atas meja itu jatuh ke lantai.
Isi wine dan jus tersebut tumpah tercecer ke lantai dan juga mengenai gaun yang dikenakan maeira dengan posisi maeira yang jatuh terduduk.
FLASHBACK ON
30 menit sebelumnya shella menghampiri salah satu karyawan untuk menawarkan kerjasama dengannya.
Shella berencana untuk memberi pelajaran pada maeira agar maeira sadar bahwa dia tidak pantas dengan zyan.
Dengan cara mempermalukan maeira di depan umum. akhirnya karyawan itupun mau bekerjasama dengannya dengan shella memberikan uang sebagai hadiahnya.
FLASHBACK OFF
Saat kejadian itu para tamu yang hadir seketika mengalihkan pandangan mereka ke arah maeira. yang masih terduduk tidak terkecuali zyan, adam tania adel jack dan shella.
Zyan mendapati kekasihnya masih terduduk di lantai zyan bergegas menghampiri maeira.tapi zyan kalah cepat dengan adam.
Posisi adam lebih menguntungkan karena berada tepat di sisi sebelah maeira. jadi otomatis adam yang terlebih dahulu menghampiri maeira dan menolongnya.
Adam memapah maeira mencoba membantunya berdiri. dan seketika adam melepaskan jas yang dia kenakan untuk di berikan ke maeira dan memakaikannya.
Karena gaun yang di kenakan maeira kini sudah basah. akibat tumpahan wine dan jus yang mengenai gaunnya.
Saat adam hendak mengantarkan keruangan ganti di lantai 2 saat hendak jalan.
"**BUK"...
"BUK"...
"DHUK**"...
Zyan menarik kerah kemeja yang di kenakan adam dan beberapa kali melayangkan pukulan dan tendangan ke arah pipi dan perut adam.
Adam dengan sengaja pula tidak membalas setiap pukulan dan tendangan yang di layangkan padanya. karena adam ingin mendapat simpati dari maeira dan agar maeira marah pada zyan.
Yang mengakibatkan adam babak belur. dahi dan pojok bibir adam berdarah. karena di hajar zyan.
Maeira seketika terkejut dan terperangah melihat sikap zyan yang berubah drastis akibat emosinya tidak bisa di kontrol lagi oleh zyan karena terlanjur emosi dan cemburu.
Tetapi maeira sangat amat marah dan kecewa akan sikap zyan kali ini.
"**BERHENTI"...
"CUKUP**"...
Maeira berteriak.
Zyan mendengar maeira berteriak akhirnya menyudahinya.
"Apa kau sudah tidak waras hah jawab" ucap maeira
"Coba kau lihat apa yang sudah kau perbuat, apa ini sifat dan sikap asli dari seorang kepala presdir yang terhormat itu" maeira menambahkan ucapannya sambil meninggikan nada bicaranya setengah berteriak.
Zyan mencoba membujuk maeira agar dia tidak marah dan mendengarkan penjelasan yang akan di sampaikan zyan.
"Honey, kamu jangan salah paham dulu terhadapku" ucap zyan mencoba menjelaskan.
"Salah paham apa yang kau bicarakan padaku" tanya maeira.
"Aku hanya tidak rela jika kamu di sentuh oleh pria lain terutama dengannya" ucap zyan.
"Apapun alasanmu, tetap saja aku sama sekali tidak membenarkan semua tindakkanmu ini" ucap maeira.
"Tapi honey..
Saat zyan ingin menjelaskannya lagi, maeira keburu pergi bersama adam untuk mengobatinya dan pergi meninggalkan zyan.
Zyan hanya terdiam termenung memandangi punggung maeira yang lama kelamaan menghilang dari pandangannya.
Memikirkan dan mencerna setiap ucapan yang di lontarkan maeira padanya.
Disaat itu emosi zyan masih menguasai hati dan fikirannya. akhirnya zyan pergi meninggalkan tempat acara tersebut dengan perasaan yang campur aduk yang di rasakan zyan.
Tanpa berniat untuk mengejar maeira dan meminta izin pada maeira lagi zyan kini sudah pergi bersama theo asistennya.
Sedangkan maeira membawa adam pergi keruangan ganti untuk mengobati adam.
Maeira ada perasaan bersalah pada adam. karenanya adam sampai babak belur di hajar zyan.
Kini maeira dan adam sudah berada di ruangan, ada perasaan canggung yang menggelayuti hati maeira.
Maeira meminta tolong kepada salah satu karyawan disana untuk mengambilkan kotak obat.
Akhirnya karyawan tersebut memberikan kotak obat kepada maeira.
"Maafkan atas semua tindakkan yang di lakukan zyan padamu, walaupun aku tahu tidak sepantaskan zyan mendapatkan maaf darimu" ucap maeira pelan tapi masih terdengar jelas oleh adam sambil terus mengobati lukanya adam.
"Ah tidak apa zeva ini hanya luka kecil kamu tidak perlu mewakili zyan untuk meminta maaf padaku" jawab adam
TO BE CONTINUE..... 💗💗💗
MAAF BARU UPDATE GUYS
TERIMA KASIH SELALU DUKUNG NOVELKU DAN SAYA MOHON UNTUK TERUS MENDUKUNG DAN SUPPORT KARYA AKU YAH GUYS....😍😍😍
GUMAWO
SARANGHAE 💋
cumungut owner kece 😎