( proses revisi ) Novel ini menceritakan tentang seorang cewek yang bernama Nindy di taksir seorang cowok dan tak lain adik dari sahabatnya sendiri.
Cowok itu bernama Vano. Meski usia terpaut sangat jauh, mereka tidak peduli. Bahkan ketika keluarga Nindy menentang dengan keberanianya Vano melamar Nindy...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Ahza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 27
Fajar kembali menyingsing. Matahari bersinar dengan cerah. Secerah hati mereka yang akan pergi liburan ke Villa.
Pagi itu Nindy terlihat sibuk sekali. Ia mempersiapkan segala keperluan yang akan ia bawa selama liburan di Villa nanti.
"Nin.., kamu nggak masuk kerja..?" tanya ibu yang heran mengapa anak gadisnya belum juga bersiap-siap ke kantor.
"Eh, iya Nindy sampai lupa, hari ini sampai 4 hari ke depan, Nindy libur bu, dapat jatah libur dari kantor, untuk semua karyawan, dan hari ini kami semua mau liburan ke Villa.."
"Oohh, begitu? Hati-hati ya selama liburan di sana. Oh iya, apa Kia tau kalau kamu libur dan liburan di Villa..?"
Deggggg
Pertanyaan ibu spontan membuat fikiranya bingung. Harus jawab apa coba? Dengan terpaksa ia berbohong.
"Iya bu, Kia udah tau kok.." jawab Nindy.
Maafkan Nindy bu, Nindy terpaksa berbohong, tapi lain waktu Nindy akan jelaskan semuanya, tapi tidak untuk saat ini...
Batin Nindy sebenarnya merasa sangat bersalah, karena telah membohongi ibunya. Karena untuk cerita yang sebenarnya, ia belum sampai hati kalau kedua orang tuanya kecewa.
"Baiklah kalau begitu, Nindy berkemas dulu bu, karena bentar lagi mau berangkat.."
"Iya Nin.., jangan lupa bawa sweater, karena ibu tau, kamu nggak tahan dingin.."
"Iya ibu..." jawab Nindy sambil mengacungkan jempolnya dan segera bergegas ke kamarnya.
Ttuuuttttt ttuuuuuuutttt
"Hallo Van, kenapa...?" Suara Nindy yang menjawab telefon dari Vano.
"Mbak udah siap?"
"Udah sih, tinggal mandi aja.."
"Nanti mbak aku jemput sekalian aja, nggak usah naik taksi.."
"Oohh gitu? Baiklah, makasi Van.."
"Sama-sama mbak.."
Mereka pun segera menutup telfon masing-masing. Nindy segera mandi karena hari sudah agak siang.
"Yesssss...!!" teriak Vano dengan semangat, karena akan menjemput wanita yang ia sukai. Dengan bersemangat sekali, ia meraih handuk dan pergi ke kamar mandi. Suara gemericik air dan siulan yang keluar dari bibirnya, menandakan kalau hatinya sedang berbunga-bunga.
Tepat pukul 10.00 WIB, Vano segera meluncur ke rumah Nindy. Dan setelah sampai di rumahnya, Nindy pun sudah bersiap menunggunya di teras rumah bersama ibunya.
"Siang bibi..?"
"Vano? Jemput Nindy ya..?"
"Iya bi..."
"Ibu, Nindy berangkat dulu..."
"Hati-hati di jalan yach..?"
"Iya..." jawab Nindy sambil tersenyum.
"Vano pamit dulu bi.."
"Iya Van, bawa mobilnya pelan-pelan saja..."
"Jangan lupa kabarin Kia Nindy..." ucap ibunya dan spontan membuat Vano merasa cemburu. Nindy terpaksa menjawab iya, agar ibunya tidak curiga kalau ia sudah putus. Selama ini memang Nindy pandai beralasan, kalau di tanya soal Kia. Entah kenapa, boneka yang kemarin di berikan oleh Vano terbawa ke dalam tas Nindy.
Selama dalam perjalanan, Vano hanya diam. Ia masih mengingat kata-kata bibi tadi.
Apakah kamu masih berhubungan dengan si brengsek itu mbak? Ataukah kamu balikan lagi?
Gumam Vano dalam hati.
"Van....? Kamu kenapa? Dari tadi bengong saja..?"
"Ga papa mbak..." jawab Vano singkat. Nindy pun tak merasa curiga dengan sikap Vano.
Akhirnya mereka sampai di tempat yang di janjikan untuk berkumpul, dan akhirnya mereka segera berangkat bersama menuju Villa. Nindy tetap satu mobil bersama Vano. Selama dalam perjalanan ke Villa, Nindy tertidur karena ngantuk. Vano menghentikan mobilnya sebentar dan membenarkan posisi kepala Nindy yang di rasa kurang enak.
Dasar mbak Nin, di sentuh gini aja gak bangun, gimana kalau sampai satu mobil dengan orang yang nggak bener..?
Vano kembali melanjutkan perjalananya. Setelah menempuh 3 jam perjalanan, akhirnya mereka sampai juga.
"Mbak Nin, bangun, kita udah nyampe nih..?" Panggil Vano dengan pelan sambil menepuk lenganya dengan hati-hati.
"Udah nyampe yaa..? Maaf mbak ketiduran Van.."
"Ga papa mbak, ayo kita turun..?"
"Aaahhh..., kamu tidur ya...?" Celetuk Ellen ketika Nindy turun dari mobil.
"Heemmm.., iya..."
"Padahal pemandanganya bagus, sayang kalau di lewatkan..."
Nindy hanya tersenyum, lalu mereka segera membawa barang bawaan mereka ke kamar masing-masing. Di daerah itu banyak Villa yang di sewakan untuk liburan. Dengan arsitektur bangunan yang sangat bagus-bagus dan bikin betah kalau berlama-lama di tempat itu. Di Villa itu terdapat dua kamar, satu untuk para cewek dan satu lagi untuk para cowok.
Sebuah mobil berhenti tepat di depan Villa tempat Vano dan kawan-kawan menginap.
"Erik..? Gimana kabarny..?" sapa Reihan kepada Erik yang tak lain adalah sahabatnya dan sekaligus pemilik dari Villa tersebut. Mendengar Reihan menyebut nama Erik, semua mendekat dan menjabat tangan Erik satu persatu sekaligus perkenalan. Kecuali Nindy, ia tak ikut menyalami karena sedang di kamar mandi.
"Saya harap liburan kalian menyenangkan, dan anggap saja rumah sendiri.."
"Terima kasih banyak Rik atas kebaikan kamu.." ucap Vano dan Dodi.
"Sama-sama..." jawab Erik.
"Ada apa ini...?" tanya Nindy yang muncul dari dalam.
"Siapa ini..?"
"Eh ada tamu ya..?" ucap Nindy yang sedikit membungkukan kepala kepada Erik.
"Ini temanku Nin, pemilik Villa ini..?" Jawab Reihan. Erik menatap Nindy sangat dalam sekali. Hal itu membuat Vano sedikit panas suasana hatinya.
"Erik.." ucapnya dan mengulurkan tangan kepada Nindy.
"Nindy.." jawabnya sambil tersenyum, lalu segera melepaskan tanganya dari genggaman Erik.
"Baiklah, kalau begitu, saya permisi dulu, selamat liburan, semoga menyenangkan.."
"Iya Rik...." jawab mereka serempak, kecuali Vano yang agak jeles. Setelah itu, mereka berkeliling di sekitar Villa. Ada kolam renang juga di samping Villa tersebut. Nindy sengaja berkeliling sendiri karena ingin menikmati suasana tempat itu.
Malam harinya, para cowok mengadakan acara api unggun. Sedang para cewek menyiapkan cemilan. Sangat menyenangkan sekali hari itu. Malam itu Vano akan bermain gitar yang sengaja ia bawa.
"Ayo cepat mainkan satu lagu.." ujar Dodi yang duduk di dekat api unggun.
Dengan perlahan Vano mulai memetik gitar dan menyanyikan sebuah lagu.
Aku suka dia...
Tapi ku tak tau untuk...
Bilang kepadanya...
Jika aku suka...
Jatuh cinta kepadanya...
Dia yang bisa membuat aku...
Merasa deg-degan...
Berdebar di dada...
Diam saat mengingatnya...
Bulan tolong katakan...
Bintang bantu bisikan...
Kepada dirinya...
Kalau aku mau...
Jadi kekasihnya.....oooohh...
"Cieeeee.....serasa sedang mengalami lu Van...?" celetuk Ellen yang sedari tadi menikmati petikan gitarnya.
"Ahh, itu kan cuma lagu.." Elak Vano saat Nindy tersenyum dan memandangnya.
"Kalau kamu suka sama cewek, buruan kamu tembak Van, jangan sampai keduluan orang.." imbuh Nindy yang datang membawa beberapa cemilan.
"Mbak Nindy, kalau aku cari cewek, tipenya kaya mbak Nindy aja, baik cantik pinter..."
"Huuuuu....." Sorak semuanya.
Kamu nggak tau aja mbak, kalau cewek yang aku suka itu kamu, kamu mbak Nindya Putri...
"Mau soft drink..?" tawar Nindy kepada Vano.
"Boleh mbak..." Suasana malam itu semakin asyik. Dodi, Ellen, Reihan dan Lily yang saling becanda dan ngobrol dengan sesekali di sertai gelak tawa mereka.
"Em, rencana besok pagi mau ke mana mbak..?"
"Belum tau Van.., mungkin mbak mau lari pagi di sekitar sini, pasti udaranya sejuk sekali, Van..?"
"Mau Vano temeni..?"
"Boleh juga kalau kamu mau.."
"Siaapp...!"
Malam semakin larut dan udara sangat dingin sekali. Semua segera ke kamar untuk istirahat.
"Selamat malam dan selamat tidur.." ucap Dodi kepada para cewek.
"Malam juga.." jawab Ellen.
Vano hanya tersenyum, dan segera masuk ke kamarnya bersama Dodi dan Reihan. Sementara para cewek yang berada di kamar masih melanjutkan ngobrolnya dan ujung-ujungnya pasti ngegosip lagi.
Bersambung dulu...
****
vano itu cinta mati sm nindy jd gak bisa selain hati...
SEQUEL 2 NYA DI UP THOR.......🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
MOHON MAAF JIKA KOMEN2 BNYK YG TDK PANTAS.. KRN SMUA FAKTOR TRBAWA SUASANA CERITA THE BEST DARI OTHOR, YG BUAT READER TERBAWA EMOSI MAUPUN BAHAGIA..
SEKALI LGI JGN LUPA, UP THOR SEQUELNYA..
SIAP2 LO VANO KNK MORNING SICKNESS, ALIAS SINDROM COUVEDE, AKU UDH MRASAKN SAAT ISTRI HAMIL ANAK KMBARKU, SEGALA MAKANN YG AKU TK SUKA & TK AKU MAKAN, LGI NGIDAM KU MAKAN, SEPERTI LELE, BELUT, IKAN GABUS ATAU RUAN, AKU MAKAN, PADAHAL AKU GK MKN 3 MAHLUK AIR TRSEBUT, KLO BUAH, SUKA MAKAN ASAM PAYAK, JAMBU BATU, PKE GARAM DOANK.. KLO BAYANGINNYA KMBANG LIUR KU..
SEKRG LO MAU JDI ULAT BULU..
KYK VANYA DLU LO, VANO CINTA BANGET, TPI DISEKINGKUHI..