Perjuangan seorang CEO dingin dan suka gonta ganti wanita, yang jatuh hati pada wanita cantik beranak satu yang penuh misteri.
penasaran dengan kisah mereka. ayo baca ceritanya.
Jangan lupa like and comment.
kritik dan saran dari pembaca sangat di hargai.
Follow me on :
Instagram @agistawulur
Facebook @Derry Agista Wulur
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Derry Agista Wulur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 27
Maya berjalan dengan anggun ke arah Alex dan duduk di pangkuannya.
"Apa yang kamu lakukan di sini."
Alex menahan Maya sebelum dia sempat duduk di pangkuannya dan menatap Maya dengan tatapan jijik.
"Honey, apa maksudmu ?? tentu aku datang karena merindukanmu, kau selalu menolak bertemu denganku bahkan kau sudah tidak pernah mengangkat teleponku."
Maya berkata dengab nada manjanya dan memasang wajah memelasnya.
"Ini kantor, bukan tempat yang bisa kamu datangi seenaknya." Alex menatap tajam kearah Maya.
"Alex,. honey,. ada apa denganmu?? kenapa kamu berubah begini?? " Maya heran dengab sikap Alex padanya, dia tahu Alex suka gonta - ganti pasangab jika dia sudah bosan, Maya sadar itu dari pertama dia kenal Alex, tapi rasa cintanya pada Alex membuat dia tidak perduli dengan semua itu, ketamkannya yang hanya ingin memiliki Alex seorang membuat dia berharap bahwa dia akan menjadi satu - satunya wanita bagi Alex.
"Maya, sudah ku bilang berapa kali, aku sedang sibuk." Alex tidak memperdulikan Maya yang kini sedang mematung di sampingnya dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.
"Julia, nona Maya sudah mau pulang antarkan dia sampai ke bawah."
Alex menelpon Julia untuk mengantar Maya sampai ke lantai bawah.
"Hah,.baiklah honey, aku akan datang lagi saat kau tidak sibuk." Maya menahan air matanya dan memasang senyum terbaiknya dan berjalan meninggalkan ruangan Alex dengan ditemani Julia.
(Parkiran)
"Aahh,. sial,. sial,. kenapa dengan Alex?? aku pikir aku sudah begitu dekat dengannya. berani sekali dia mengusirku." Maya yang kesal dan kecewa dengan perlakuan Alex terhadapnya mengamuk di dalam mobilnya, dia berteriak dan memukul - mukul stir mobilnya.
"Apa dia dekat dengan wanita lain??, tidak akan kubiarkan wanita manapun mengambil Alex. Alex itu milikku."
Maya berbicara dengan nada marah dan tatapan yang seakan ingin membunuh orang terpancar di matanya.
tut,. tut,. tut
"Dimana kau sekarang?? "
"Kantor tentu,. ada apa, kau terdengar sedang kesal?? "
"Aku kesana sekarang. "
"Baiklah."
Maya mematikan teleponnya dan segera menyalakan mobilnya untuk menuju ke suatu tempat dengan kecepatan penuh.
-----
drrt., drrt,. drrt.,
"Bagaimana joe?? "
"Mereka sudah bersama kami, tapi dua rekan mereka terpisah saat melarikan diri."
"Apa kau bosa melacak mereka?? "
"Akan ku usahakan."
"Kondisi mereka bagaiman?? "
"Meskipun luka mereka parah, tapi tidak sampai mengancam nyawa mereka,kau tenang saja."
"Baiklah, aku percayakan semuanya padamu."
Bunga mematikan panggilan Joe lebih dulu, setelah menutup teleponnya Bunga berpikir tentang kondisi Felix dan anggotanya.
"Kenapa misi mereka bisa ketahuan ya??,.ahh sebaiknya biarkan Felix yang menyelesaikannya, aku tidak bisa ikut campur"
Guman Bunga dalam hatinya dan melanjutkan kegiatannya. Bunga menyibukkan pikirannya dengan merapikan bunga - bunga yang ada di tokonya, dia menyortir satu per satu bunganya untuk dicatat mana bunga yang perlu di tambah. Bunga sangay tidak fokus dengan pekerjaannya karena dia terus memikirkan keadaab Felix dan yang lainnya. Selain Felix adalah tangan kanannya saat masih di SWAT Bunga juga sudah menganggap Felix seperti adiknya, karena di keluarganya Bunga merupakan anak bungsu itu membuat dia menginginkan sosok adik dan itu dia dapatkan di diri Felix. Walaupun kemampuan Felix tidak bisa diremehkan tapi itu tidak mengurangi kekhawatiran Bunga.
"Aku tidak bisa diam saja."
Gumam Bunga sambil masuk kedalam rumah tidak lupa dia membalikkan tanda tutup di tokonya. Dia masuk menuju ruangan kerjanya dan mengambil laptopnya dari dalam lemari besi dan mulai mengoperasikannya untuk mencari tahi siapa yang sudah membocorkan misi Felix.