NovelToon NovelToon
Cerita Cinta Lima CEO

Cerita Cinta Lima CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Anak Genius / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rosma Sri Dewi

sequel dari Anak kembar sang penguasa. Jadi lebih baik baca yang Anak kembar sang penguasa dulu, biar nyambung.

Menceritakan tentang kisah cinta Lima orang pria yang merupakan CEO di perusahan masing-masing. Ke lima CEO itu, Arick, Arend, Cakra, Carlo dan Kama. Mereka berlima sudah bersahabat dari kecil karena orang tua mereka juga bersahabat dulunya.

Ke lima pria itu, ada yang memiliki pasangan karena hasil perjodohan dan ada pula dengan cara pertemuan yang tidak terduga.

Salah satu dari kelima pria itu, bahkan sudah memiliki anak kembar hasil dari one night stand. Siapakah dia? dan apakah dia nanti akan menemukan wanita yang sudah dia rengut kehormatannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Sri Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aby memperingatkan Kama

Kama menapakkan kakinya di anak tangga dan naik menuju ruang kerja Aby, karena Omnya itu tiba-tiba memintanya untuk menemuinya.

Dia mengetuk pintu dengan pelan, dan menunggu Aby menyahut dari dalam.

"Masuk!" terdengar suara Aby dari dalam.

"Ada apa,Om?" tanya Kama begitu masuk ke ruangan kerja Aby.

"Kamu tutup pintunya dan kamu duduk di sini!" titah Aby dengan nada yang datar.

Kama, menutup pintu, dan langsung duduk di tempat yang ditunjukkan oleh Aby omnya.

"Kama, tadi Om lihat kamu hampir memukul Arend, ada apa?"

Kama meneguk kasar ludahnya, sedikit takut mendapatkan pertanyaan seperti itu dari kakak mamanya itu. Dia benar-benar tidak menyangka kalau Om'nya itu melihat sikapnya tadi pada Arend.

"Maaf, Om Tadi aku hanya bercanda. Kami tidak serius,Om,"bohong Kama, walau dia tahu, Aby pasti tidak bisa dibohongi. Tapi, dia berharap kalau kali ini dia berhasil membohongi Om'nya.

Aby tersenyum misterius, melihat keponakannya yang sudah berani berbohong.

"Kam, apa kamu menyukai Alena?" tanya Aby tidak mau berbasa-basi lagi. Karena menurutnya percuma saja, karena Kama pasti akan menutupinya.

Kama bergeming, tidak langsung menjawab. Dia masih kaget mendengar pertanyaan seperti itu dari Aby.

"Kenapa kamu diam? apa sangat sulit menjawab pertanyaan Om itu?"

"Emm, tidak Om! aku tidak __"

"Kenapa kamu mau berbohong? Om tahu bagaimana perasaanmu sebenarnya. Om hanya mau kamu jujur." Aby langsung menyela, karena dia tahu kalau keponakannya itu hendak menyangkal.

"Jadi, Om sudah tahu? maaf Om kalau aku sudah berani menyukai menantu Om. Tapi apa Om juga tahu kalau Arend __"

"Om tahu!" potong Aby cepat, sebelum Kama menghabiskan energi untuk melanjutkan ucapannya.

Kama tercenung. Dia benar-benar tidak bisa mengucapkan kata-kata apa lagi.

"Om tahu kalau Arend masih belum mencintai Alena. Ingat ya! 'belum mencintai' bukan 'tidak mencintai'. Masih ada waktu untuk Arend belajar mencintai Alena," ucap Aby, membuat Kama terkesiap kaget.

"Jadi Om sudah tahu semuanya?" tanya Kama.

"Kamu lupa siapa Om'mu ini? bahkan Om juga tahu alasan kenapa Arend menikah dengan Alena, hanya untuk membuat Arick bisa menerima Calista seutuhnya."

Kama bergeming. Dia memang tidak meragukan kemampuan dan intuisi Aby yang tajam.

"Om sudah tahu, tapi kenapa Om malah tetap mengizinkan mereka menikah? bukannya itu termasuk mempermainkan pernikahan, Om? Om merestui pernikahan yang tidak memiliki cinta di dalamnya. Dan ini termasuk egois namanya, Om."

Aby tersenyum, tidak merasa sakit hati dikatain egois sama keponakannya.

"Boleh dikatakan om egois, kalau memang mementingkan dirinya sendiri, tanpa adanya tindakan. Tapi, sebelum mereka menikah, apa kamu tahu, kalau Om sudah mengultimatum Arend untuk tidak pernah menceraikan Alena sampai kapanpun?" tanya Aby dan Kama menggelengkan kepalanya.

"Itu, om lakukan karena om tidak mau dia mempermainkan yang namanya pernikahan. Arend menyanggupinya, makanya om tetap mengizinkan mereka untuk menikah. kamu tahu kenapa om, tidak mengizinkan mereka untuk tinggal di rumah sendiri? itu karena om mau mereka bisa saling belajar mencintai di bawah pengawasan om dan tante. Jadi intinya, om mau kamu mendukung agar mereka secepatnya saling mencintai," terang Aby, dengan lugas.

Kama terdiam untuk beberapa saat. Dia tidak menyangka kalau Aby om'nya sudah bertindak seperti itu. Kemudian pria itu menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya kembali ke luar.

"Tapi,Om. bagaimana aku bisa mendukungnya, karena aku menyukainya Alena. Aku merasa kalau aku bisa membahagiakan Alena, karena aku memiliki perasaan untuknya sedangkan Arend tidak sama sekali," ucap Kama, menolak keinginan Aby.

"Ralat! Arend belum mencintai, bukan tidak mencintai. Yang artinya, masih ada kesempatan untuk membuat Arend mencintai Alena begitu juga sebaliknya."

"Tapi itu mustahil, Om. Karena Arend itu mencintai Calista, dan susah baginya untuk bisa mencintai gadis lain," ucap Kama dengan sangat yakin.

"Itu karena selama ini gadis yang dekat dengannya hanya Calista. Dia tidak pernah mau mencoba dekat dengan gadis lain. Sekarang, bukan hanya dekat, dia bahkan akan berbagi kamar dengan Alena. Sehingga intensitas mereka bertemu dan berdekatan akan tiap hari. Om yakin dengan begitu lambat laun hati Arend akan terbuka dan bisa cinta pada Alena," terang Aby panjang lebar.

"Om sebenarnya tahu, kalau perasaanmu pada Alena hanya sebatas mengagumi saja, karena kamu mendengar bagaimana tangguhnya dia menjalani semua masalah yang dia hadapi. Om juga gara-gara itu mau menerima dia sebagai menantu. Om bahkan lebih tahu, apa yang menimpa Alena selama ini, karena om sudah menyelidikinya terlebih dulu. Jadi, semua yang om lakukan ini demi kebaikan Alena, walaupun kamu menganggapnya egois." Sambung Aby kembali.

Kama semakin tersudut. Dia benar-benar tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun. Hanya saja dia bertanya dalam hati, "Apa benar perasaan yang aku miliki hanya rasa kagum saja?"

"Kam, apa kamu bisa menerima semua yang om katakan? Om tidak mau kalian berdua hancur hanya karena satu wanita. Kalau kamu memang menyukai Alena, harusnya kamu mendukung niat om yang ingin melihat Arend dan Alena bisa saling mencintai. Coba kamu pikirkan kalau seandainya nanti mereka bercerai dan tiba menikah denganmu. Keluarga besar yang lainnya akan berpikir kalau Alena bukan perempuan baik-baik bukan? Kamu seharusnya berpikiran panjang, Kam."

Kama tidak menjawab sama sekali. Dia berusaha mencerna semua ucapan Aby om'nya. Kemudian pria itu terlihat mengangguk-anggukan kepalanya, dan menghela napasnya dengan sekali hentakan.

" Aku sekarang mengerti,Om. Om benar, seharusnya aku juga harus bisa membuat Arend membuka hatinya pada Alena," ucap Kama akhirnya,walaupun sebenarnya hatinya masih terasa berat untuk bisa menerima kenyataan.

"Bukan hanya Arend, tapi Alena juga. Karena om tahu, kalau Alena juga belum mencintai Arend. Tapi aku bisa lihat, dari manik matanya kalau dia mengagumi Arend.

menurut om, sangat mudah untuk orang bisa mencintai Alena."

Aby menerbitkan seulas senyuman di bibirnya. Dia tahu kalau sebenarnya hati Kama masih terasa berat untuk mendukung Arend bersama dengan Alena. Tapi setidaknya Aby sudah berusaha untuk mengingatkannya.

"Ya udah, Om. Apa masih ada lagi yang mau Om sampaikan?"

"Tidak ada lagi. Kamu boleh keluar sekarang!"

Kama berdiri dari tempat duduknya dan mengayunkan kakinya, melangkah ke arah pintu.

"Kama, tunggu!"

Kama menghentikan langkahnya karena Aby yang memanggilnya kembali. Pria itu memutar tubuhnya, kembali menatap ke arah om'nya itu.

"Ada apa, Om?" tanya Kama dengan alis yang terangkat ke atas.

"Ada sesuatu lagi yang mau, Om katakan. Om harap kamu tidak keberatan dengan yang akan om katakan ini."

Tbc

1
Fahmi Ardiansyah
bagus ceritanya aku harap cerita kisah anak2 mereka di bikin yg lebih seru LG
Fahmi Ardiansyah
aku Bru mampir
Fahmi Ardiansyah
bagus ceritanya tpi apa kisah cerita anak2 mereka gak ada ya thor
Fahmi Ardiansyah
ya Alloh ivan2
Fahmi Ardiansyah
akhirnya baby twins lahir di dunia dgn selamat.
Fahmi Ardiansyah
benar benar kocak banget cara bikin mereka panik
Fahmi Ardiansyah
kasihan arick yg di tarik rambutnya🤣🤣🤣🤣
Fahmi Ardiansyah
yya alloooh 🤣🤣🤣 bisa2nya mereka lupa
Fahmi Ardiansyah
🤣🤣🤣🤣🤣 bacanya sampai ikut kaget saat Celin klu istri mereka tertukar 🤣🤣🤣🤣
Fahmi Ardiansyah
iya akhirnya gawangnya gol juga saat benda tak bertulang itu masuk.tinggal tunggu mayonesnya berkembang.
Fahmi Ardiansyah
Tasya bisa berlagak koyok juga ni n kok gak ada visualnya Daniel n Rara ya.
Fahmi Ardiansyah
ngakak aku bacanya lihat arend yg gemes di mau di peluk🤣🤣🤣🤣
Fahmi Ardiansyah
ingat buangeet Thor.malah aku kangen sama Adrian n rayna juga anaknya thor.kpn mereka ada di novel ini Thor.
Fahmi Ardiansyah
oooh ternyata pengawalnya juga turun temurun Dari keluarga pengawalnya Ardan dulu.
Fahmi Ardiansyah
sabar Niel ya suatu hari kmu pasti akan dpt pekerjaan.
Fahmi Ardiansyah
selamat ya kalian akan jadi papa n mama.mudah2 an kembar.
Fahmi Ardiansyah
santap aja Carl klu lapar sajian yg gak bisa di tolak🤣🤣🤣🤣
Fahmi Ardiansyah
tu Kalila ngidam kali carl makanya sellu bersikap aneh.
Fahmi Ardiansyah
akhirnya acara belah durennya berhasil meskipun ada insiden dikit😄😄😄
Fahmi Ardiansyah
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!