Cerita bawang disisipi comedy
Kisah gadis muda dengan cinta pertama
Pernikahan yang diinginkannya berakhir bahagia, ternyata membawa penderitaan bagi Anaya. Laki-laki yang menikahinya, meninggalkan dengan benih yang sudah bersemi dirahimnya.
Apakah kesalahan yang sudah dilakukan Anaya, sehingga Raditya meninggalkannya. Dan mengirimkan pesan yang membuat Anaya kecewa.
Setelah dia mencoba melupakan, masa lalunya kembali. Menuntut sesuatu, apa yang harus dilakukannya.
Kembali ke masa lalu untuk mencari kebenaran?"
Inilah kisah ku, Anaya ayusita. Wanita yang jatuh cinta, tetapi mendapatkan derita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 27 Keluhan Runrun
***hai jumpai lagi dengan sikecil Runrun.
Selamat membaca teman-teman***..
Setelah selesai memasak ikan hasil pancingan Togar dan Runrun,Anaya mengajak papa dan tetangganya menikmati hasil masakan dengan Nesum.
"Ayo Pa,berhenti dulu main caturnya nanti sambung lagi," kata Anaya pada papanya.
"Mari semua,makan dulu!" panggil Nesum,karena ajakan Anaya tadi belum ada yang respon.Masih asyik dengan permainan catur.
"Mari makan dulu,nanti sambung lagi." papa berkata,dan menghentikan permainan catur.
"Wow....makan besar kita,Runrun ini hasil kita tadi !" seru Togar pada Runrun yang masih asyik nonton kartun di tv.
Runrun masin asyik dengan film kartunnya,sehingga dia tidak mendengar perkataan Togar.
"Runrun,sini sayang." Panggil Anaya.
"Runrun makan dulu ." kata Nesum,setelah dilihatnya Runrun tidak beranjak dari depan tv.
"Ok Nesum..." jawab Runrun,yang kemudian berjalan ke meja makan.
"Ayah Zul,lihat hasil pancingan Runrun dan Ayah Togar.." Runrun membanggakan ikan hasil pancingnya.
"Oh.....yummy..." ucap Runrun dengan senangnya ngelihat masakan serba ikan yang tertata dimeja.
Gambar koleksi pribadi.
ikan sambel pete.
"Yummy ini...!" seru Togar mengikut ucapan Runrun.
"ini juga yummy👌👌." Zul ngak maukalah dari Runrun dan Togar.
"Ayo jangan dipandangin saja." Ujar Anaya,pada papa dan tetangganyanya.
Kegiatan papanya dihari minggu,berkumpul dengan tetangga yang seusia dengan papa.
" Makan ikannya yang banyak Runrun biar pintar dan kuat." kata ayah Togar.
"Runrun ngak mau tambah pintar lagi ." ucapan Runrun membuat yang mendengarnya menjadi kaget.
"WHAT....!" teriak Zul spontan sampai nasi yang berada dimulutnya muncrat.
"Jorok kali kau kawan ." kata Togar yang tercimprat muncratan Zul.
"Dengar kalian tadi,apa kata Runrun!." kata Zul.
"Kenapa Runrun ngak mau tambah pintar..?" tanya opa yang turut kaget mendengar perkataan Runrun.
"Sekarang makan dulu opa,nanti Runrun beritahukan.kalau makan sambil ngomong muncrat nanti seperti ayah Zul..." ingatkan Runrun tentang muncratnya nasi Zul karena makan sembari berbicara.
Mendengar perkataan Runrun barusan,menyebabkan suasana makan jadi hening.semua fokus pada makanan masing-masing.
"Ini kalau punya anak jenius,langsung mati kutu." batin Togar melanjutkan makannya.
Setelah selesai makan,papa bertanya kembali pada Runrun tentang Runrun ngak mau pintar lagi.
"Ya opa,sepertinya Runrun bosen pintar." beritahukan Runrun.
Kenapa..?" opa juki yang heran dengan kalimat Runrun.
"Habisnya,Runrun terus yang disuruh ibu guru mengerjakan tugas kedepan kelas." beritahukan Runrun.
"itu karena Runrun tahu mengerjakannya." kata mamanya.
"Tapi Runrun bosen,kalau disuruh terus.Sedangkan teman-teman Runrun ngak pernah disuruh,kapan teman Runrun pintar..." Runrun mengeluarkan uneg-unegnya.
"Maksud Runrun bagaimana." tanya Togar.
"Runrun maunya adil,jangan Runrun disuruh terus ngerjakan.Bergiliran dengan teman-teman." sambung Runrun mengeluarkan keluh kesahnya.
"Nay,nanti kamu kesekolah Runrun,beritahukan tentang keluhan Runrun." kata Papanya.
"Seharusnya jangan Runrun terus yang mengerjakannya,kapan murid lainnya pintar .Jika tidak dikasih kesempatan." ucap opa Ahmad.
"Ya,opa Runrun capek nulis ke papan tulis..." adu Runrun.
"Ya sudah besok mama akan nemuin guru Runrun ya." pujuk Zul sambil mengelus rambut Runrun yang panjang.
*****
Pagi tiba, seperti biasanya Runrun bangun dari tidurnya tanpa dibangunkan oleh mamanya.Setelah selesai berpakaian Runrun keluar dari kamar menuju meja makan.
"Runrun,mau sarapan apa?" tanya mamanya sambil meletakkan susu coklat ke hadapan Runrun.
"Roti bakar ma." kata Runrun.
"Tunggu 5 menit ya." kata mamanya.
"Runrun,nanti mama kesekolah agak siangan ya.ada pesan kue pernikahan." beritahukan mamanya.
"Ok ma,kalau mama ngak bisa.Ayah Togar atau ayah Zul aja ma." Runrun mengusulkan agar ayah Togarnya atau Zul yang mengantikan mamanya.
"Ya,nanti mama bilang ya dengan ayah Togar dan Zul." jawab Anaya.
"Ini roti bakarnya,habisin." perintah mamanya,karena biasanya Runrun tak pernah menghabiskan sarapan paginya.
"Ini bekalnya,roti sosis." kata mamanya sembari meletakkan box makanannya.
"Nesum mana ma?" tanya Runrun karena tak dilihatnya keberadaan Nesum didapur pagi ini.
"Nesum kepasar,ada bahan kue habis." jawab mamanya.
"Runrun.....Runrun...!" teriakan anak kecil memanggil Rubrun.
"Ma,Runrun berangkat ya." ucap Runrun sambil menyalim tangan mamanya.
"Hati-hati ya,jalan dipinggir.Dan jangan lewat lokasi proyek banyak mobil besar keluar masuk proyek." ingatkan mamanya.
"Ok ma,don't worry..." sahut Runrun dengan berjalan menuju teman-temannya yang sudah menunggu didepan rumahnya.
***👧Next👧***