BEDA
Sebuah karya yang berangkat dari pengalaman pribadi dan inspirasi lainnya, yang saya kemas dalam bentuk cerita dalam novel. Inilah dia BEDA.
Ezra Christian Nasution, dari namanya saja sudah jelas jika ezra adalah anak keturunan Suku Batak. Suku yang terletak di Provinsi Sumatera Utara yang terkenal dengan salam horasnya.
HORAS!!
Ezra dan dua adik kembarnya, erich dan ernest dibesarkan dikeluarga kristen yang taat dan penuh cinta kasih. Sejak kecil mereka bertiga sudah diajarkan arti TOLERANSI yang sesungguhnya oleh dua orang tua mereka, yang dimana mereka bertiga bersahabat dengan gwen dan gibran yang notabennya beragama islam.
Gwen dan gibran merupakan anak dari sahabat kedua orang tua mereka, sehingga persabatan mereka menurun.
Beranjak remaja, ezra menyayangi gwen lebih dari seorang sahabat. Bahkan ia menjadikan gwen tujuan hidupnya, namun sayangnya kisah cinta merka terhalang oleh dinding penghalang yang kokoh yaitu perbedaan keyakinan.
Akankah ezra dan gwen bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26
*Flashback On
Usai meeting bersama sekretarisnya, Fahri kembali masuk ke dalam mobilnya, ia mencoba mencari tahu hubungan Gwen dan Ezra lewat social media Ezra.
Kebetulan sekali Ezra tidak pernah menghapus foto-foto di sosial medianya, sehingga Fahri bisa dengan mudah menemukan foto-foto masa lalu Ezra, hanya beberapa kali scorll Fahri sudah bisa melihat foto-toto kebersamaan Ezra dan Gwen yang terbilang cukup mesra untuk ukuran pertemanan biasa, bahkan ada foto di mana Ezra mengecup pipi Gwen.
Setelah memikirkan semuanya dengan matang, Fahri menghubungi Pamannya, ia mengatakan kepada Pamannya agar tidak perlu pulang ke Indonesia karena ia akan membatalkan pernikahannya dengan Gwen.
Fahri menceritakan dengan detail apa yang menjadi alasannya memutuskan membatalkan pernikahannya.
"Sebenarnya Ezra pun masih memiliki perasaan yang sama terhadap Gwen" Zafran menceritakan saat dirinya mengunjungi apartement Ezra sewaktu Ezra masih tinggal di L.A.
Secara tak sengaja Zafran melihat foto Gwen terpajang di apartement Ezra, ia pun akhirnya mulai mengerti jika wanita yang Ezra ceritakan adalah Gwen, namun saat itu kondisinya Ezra belum menjadi seorang mualaf sehingga ia memberikan nasehat agar Ezra berlapang dada dan ikhlas. Perlahan Ezra pun menerima dan mengikhlaskan Gwen, dengan tulus ia selalu mendoakan kebahagiaan untuk Gwen.
Selain pernah melihat foto Gwen yang terpajang di apartement Ezra, Zafran pun sempat melihat Ezra melepas gelang yang di balik gelang tersebut ada nama Gwen, saat ia hendak mengajari Ezra cara berwudhu.
Zafran teringat jika Gwen juga mengenakan gelang yang sama dengan yang di kenakan oleh Ezra.
"Untuk itulah aku tidak ingin menikah dengan wanita yang belum selesai dengan masa lalunya, karena nantinya kita akan sama-sama terluka" ucap Fahri ia juga mengungkapkan jika dirinya berencana akan menemui Ezra.
Zafran menghormati dan mensuport keputusan yang Fahri ambil, tak lupa ia juga mendoakan Fahri agar segera menemukan pengganti Gwen, yang menyayanginya dengan sepenuh hati. Selain itu Zafran juga memberi tahu jika Ezra sudah pulang ke Indonesia."
"Terima kasih Paman atas suport dan informasinya, kalo begitu aku ke rumah sakit dulu, aku akan bicara dengan kedua orang tua Gwen. Assalamualaikum."
"Walaikumsalam" Zafran mematikan sambungan teleponnya.
Fahri menyuruh supirnya untuk membawanya ke rumah sakit tempat Gwen di rawat, tiba di ruang rawat inap Gwen, Fahri tak sengaja mendengar obrolan kedua orang tua Gwen yang tengah membahas kondisi Gwen.
"Secara keseluruhan hasil medical check up Gwen baik-baik saja, dokter mengatakan jika Gwen terkena gangguan Psikosomatik yang menyatakan keluhan fisik yang diduga disebabkan oleh faktor psikis atau mental, seperti stres, depresi, takut, atau cemas" terang Galen kepada istrinya setelah ia selesai menemui dokter yang menangani putrinya.
"Apa ini ada kaitannya dengan pernikahannya yang tinggal menghitung hari?" tanya Ghaizka, ia menghela nafasnya berat mengetahui jika putri kesangannya terkena gangguan Psikosomatik.
"Entahlah, sejak putus dari Ezra, Gwen menjadi sangat tertutup. Aku sudah berkali-kali mencoba mendekatinya untuk mengobrol dari hati ke hati namun Gwen enggan untuk membuka diri" Galen menundukan kepalanya, ia sendiri tidak tahu apa yang harus ia lakukan.
Galen terkejut ketika melihat kedatangan Fahri yang secara tiba-tiba, Fahri semakin mendekat ke arah Galen dan Ghaizka, ia menyerahkan barang-barang Gwen kepada kedua orang tuanya.
"Maaf Om, Tante. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan Om dan Tante" wajah Fahri berubah menjadi serius, Galen meminta Fahri untuk duduk di sofa.
"Iya ada apa Nak?" tanya Ghaizka.
"Mohon maaf sebelumnya" Fahri menghentikan kalimathya sesaat, kemudian ia melanjutkannya lagi.
"Aku ingin membatalkan rencana pernikahan aku dengan Gwen" Fahri menguatkan dirinya untuk mengatakan hal tersebut, meski hatinya sangat perih.
"Ezra telah menjadi seorang mualaf, sehingga sudah tidak ada lagi tembok penghalang bagi keduanya untuk bersatu" Fahri menyerahkan buku sketsa milik gwen kepada galen.
Galen dan Ghaizka sangat terkejut mendengar pertanyaan Fahri, namun Galen akhirnya mengerti maksud Rey yang barusan saja menghubunginya menanyakan tata cara menyucikan diri dari najis mughalladhah, ternyata untuk Ezra.
"Dulu memang Ezra dan Gwen memiliki hubungan yang cukup dekat, tapi itu semua sudah berakhir sejak lama" ucap Galen.
"Ya memang sudah berakhir, tapi Om bisa lihat sendiri" Fahri meminta Galen untuk melihat buku sketsa milik Gwen.
Galen pun membukanya secara perlahan, alangkah terkejutnya saat ia dan istrinya melihat sketsa wajah Ezra yang Gwen gambar dengan tangannya, ia membuka halaman berikutnya dan ternyata isi dari buku sketsa tersebut hanya di penuhi wajah Ezra dan ungkapan kerinduan Gwen kepada Ezra.
"Tapi Fahri, kamu dan Gwen sebentar lagi akan menikah. Ezra hanya bagian dari masa lalu Gwen, masa depan Gwen ada pada dirimu" ucap Ghaizka, mencoba menyakinkan Fahri.
Fahri menggelengkan kepalanya "Aku ingin orang yang aku cintai bisa bahagia, dan bahagia Gwen ada pada Ezra" ucap Fahri sambil menahan air matanya.
Galen meminta Fari untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan, ia juga meminta Fahri untuk memikirkan kembali keputusannya.
"Tidak Om, keputusan aku sudah bulat. Aku benar-benar ikhlas membatalkan rencana pernikahan ini, aku tidak ingin Gwen menderita batinnya karena terus menerus memkasakan diri untuk mencintaiku. Om dan tante tidak perlu khawatir, aku pastikan silaturahmi kita tidak akan terputus, karena aku sudah menganggap Om dan Tante seperti orang tuaku sendiri" ucap Fahri.
Galen dan Ghaizka menerima dan menghormati keputusan Fahri, kemudian Fahri pamit kepada kedua orang tua Gwen untuk kembali ke Surabaya.
"Hati-hati ya, Om doakan semoga kamu semakin sukses dan kebahagiaan selalu menyertaimu" Galen memeluk fahri dengan hangat.
"Terima kasih Om" Fahri mencium tangan Galen kemudian beralih ke Ghaizka.
"Hati-hati ya Nak, jaga kesehatanmu. Tante juga akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu" ucap Ghaizka.
Sebelum keluar dari ruang rawat inap Gwen, Fahri mendekat ke arah Gwen yang masih terbaring lemah.
"Berbahagialah dengannya, aku ikhlas melepasmu" Fahri mengelus kepala Gwen dengan lembut sambil menundukan kepalanya kemudian ia mengusap air matanya yang mulai menetes. Setelah itu barulah ia melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit.
Ia bergegas menuju bandara, namun di perjalanan ia meminta supirnya untuk putar arah menuju kediaman Ezra, ada hal yang ia ingin sampaikan kepada Ezra sebelum dirinya pergi meninggalkan Jakarta.
*Flashback Off
Setelah Fahri pergi dari kediamannya, Felly dan Rey mendekat ke arah putra sulungnya.
"Apa Abang tidak ingin menjenguk Gwen?" tanya Felly.
"Menjenguk Gwen? Apa Gwen sedang sakit?" wajah Ezra mendadak berubah menjadi sangat panik.
"Gwen di rawat di X Hospital" Rey memberikan kunci mobilnya kepada Ezra, tanpa pikir panjang Ezra pun menerimanya.
"Terima kasih ya mah, Abang pergi dulu" Ezra mengecup kening Felly kemudian berlari ke garasi mobilnya.
'Kejarlah kembali cintamu bang' gumam Felly, kemudian ia menggandeng tangan Rey masuk ke dalam setelah melihat mobil putranya telah pergi dari kediamannya.
mobil nya mahal yak harga nya👀
queen ragu itu masang nya, liat gelang salib di pergelangan ezra👀
tp cowok kek ezra nyri dmn sih, keknya setia 🤔
.
izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya
Aku Tetap Cinta